NovelToon NovelToon
Avonturir Dua Deputi

Avonturir Dua Deputi

Status: tamat
Genre:Mafia / Dunia Lain / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Teriablackwhite

Ellena Celestia Baskara adalah gadis pewaris tahta keluarga Jarzam, pemilik perusahaan berlian terbesar di negara itu. Tetapi dia harus mengalami peristiwa buruk saat para mafia merampas seluruh hartanya, dan membunuh kedua orangtuanya, dia melarikan diri dan tenggelam di lautan tempat tinggalnya dewa laut, sang dewa menolongnya dan membalik kehidupan Ellena menjadi seorang bayi lagi yang kemudian ditemukan oleh seorang wanita tua.

Para Mafia itu mengejarnya sampai menemukan sebuah kristal biru sumber kekuatan terbesar seluruh lautan di muka bumi ini, dan mereka merampasnya juga, sang dewa murka dan mengirim titisan setengah kekuatannya dalam kristal kapsul kecil bersamaan dengan Ellena yang juga sengaja di masukkan ke dalam sebuah kapsul kristal, lalu apakah yang akan terjadi dengan kedua kristal itu?

Saksikan kisah selanjutnya hanya di sini, happy reading semuanya ...

Jika membaca tolong tinggalkan jejak ya ges, like, komen, dan vote-nya, thankyouu---haturnuhun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teriablackwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADD Eps 31

    "Anda telah melanggar aturan perjanjian pertemuan ini!" bentak bandar narkoba itu menunjuk Kano dengan kasar.

    Lantas Kano menepis telunjuk lelaki tua di hadapannya ke arah sampang kanannya. "Perjanjian yang dilakukan di atas tanah para bed*bah seperti kita, tidak ada aturannya untuk menuruti sebuah perjanjian." Bola mata Kano melesat jauh kepada serpihan batu besar yang telah berserakan di sana, "lihat apa yang sudah kamu lakukan." Dahi Kano mengeras merajam tatapan Lelaki tua di depannya.

    "Perjanjian batal! Karena Anda telah melakukan kecurangan!" pekik lelaki tua itu tak mau mengalah.

    Tawa Kano terburai berjempalitan menari-nari di udara, pengisi ruang telinga ketiga lelaki tua di hadapannya. Bola mata ketiganya mengeras, rahangnya tegang dan bibirnya membeku dalam waktu yang bersamaan.

    "Dua ajudan saya yang lain telah terbunuh, ini tidak adil!" tegas bandar narkoba itu bersikeras menyerukan ketidakadilan, di saat dia sendiri telah melakukan kecurangan.

    "Di sini yang memulai kecurangan itu adalah Anda, mari kita lanjutan dengan kecurangan itu," sahut Kano menekuk buku-buku jari jemarinya.

    "Tidak!" sanggah lelaki itu kasar.

    Sang bandar narkoba itu melangkah dengan penuh keberanian dan mencengkeram kerah jaket yang dikenakan oleh Kano dengan pupil yang melebar dan mata yang membara. "Anak ingusan sepertimu tidak pantas berlagak di hadapanku yang sudah berulang kali menaklukkan para wanita dan membunuh pecandu obat-obatan itu," gertak lelaki itu, cengkeramannya pada Kano pun semakin mengeras.

    Mendengar ucapan lelaki itu, jiwa Kano terbanting hingga pada kemarahan yang selalu menjadi andalannya untuk membungkam lawannya, dengan bangganya lelaki tua itu mengatakan jika dia telah melakukan berbagai macam kejahatan tanpa diketahui oleh pihak kepolisian dan pelaku hukum di negara ini.

    Kepalan tangannya yang membulat gegas mengeras, embusan napasnya bertarung dengan tatapan angkuh dari lelaki di depannya. Sorotnya mengerat, lantas dia menekuk lehernya ke arah kanan dan kirinya.

    Manusia biadab yang lebih hina dari jin dan setan seperti dia memang pantas untuk mati!

    Jin dan setan aja masih tunduk terhadap tuhan, sementara manusia ini nampaknya sama sekali tidak takut dengan tuhan, sungguh manusia bed*bah yang pantas untuk ku musnahkan.

    Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya menyatu dan kemudian berputar-putar kecil di bawah dan seketika air laut biru yang semula tenang mulai bereaksi, lautan tenang bergelombang, menggulung airnya dari tengah hingga ke pesisir tanpa disadari oleh lelaki tua dan dua ajudannya di depan.

    "Manusia seperti Anda harusnya mati!" tegas Kano menggunakan tangannya yang lain untuk mencengkeram tengkuk lelaki tua itu dengan sekuat tenaganya sehingga lelaki itu melunturkan cengkeramannya pada kerah baju Kano.

    "Sialan! Anak ingusan sialan!" gertak lelaki itu yang tak bisa berkutik, tengkuknya terasa membeku.

    Selagi ketuanya melakukan pekerjaannya, seluruh anggota Atlantis Aodra mulai bergerak sesuai rencana yang telah disusun tadi saat mereka di danau. Mereka menghampiri kedua ajudan yang sedari tadi hanya menatapi Kano dengan terbelangah, tetapi satupun dari mereka tidak ada yang berani untuk membantu bosnya yang berada dalam genggaman Kano.

    "Kau akan mati malam ini," sergah Kano dengan penuh emosi.

    Bola mata lelaki itu membuntang dan berontak untuk melepaskan diri sehingga senyuman miring Kano terkulai di hadapan lelaki itu. Tangannya yang sudah berputar-putar di bawah dengan cepat menggerakkannya sampai air di lautan itu tidak tenang, dengan iringan putaran angin yang bergulung cepat.

    Dalam sekejap mata, air yang bergelombang tadi menaik membuat semua mata yang melihatnya ikut melalak, termasuk dengan seluruh anggota Atlantis Aodra yang sedang meringkus dua ajudan bandar narkoba itu yang kini telah terkapar lemah tak berdaya karena telah mereka keroyok sampai wajahnya tak terdeteksi, berlumuran darah dan luka lebam-lebam, ditambah bagian pelipis yang robek.

    Mendekap tubuh sang bandar narkoba itu dengan airnya, lelaki tua itu dipenjara dalam air yang bergulung ke udara, debur angin yang bersibakan ke mana-mana terdengar bergemuruh sehingga suara rintihan dari sang bandar narkoba tersebut terbungkam oleh suara angin dan gelombang laut yang saling bersahutan.

    Semuanya menyaksikan bagaimana Kano membunuh lelaki itu dengan kejam dan tatapan dari pria bermata biru layaknya air laut yang ada di hadapannya kini itu nampak tidak bergeming, sorotnya yang tajam membuat seluruh anggotanya menelan ludah dengan kasar.

    Selamat tinggal dan temui neraka dengan segera!

    Beberapa menit berlalu, tepat di menit 34 lelaki tua itu tergulung oleh air laut yang dingin dengan rasa asin yang mematikan. Laut biru yang menjadi ladang nelayan untuk menemukan ikan-ikan yang bisa mereka jual itu sudah menjelma menjadi laut kematian.

    Bylan berlari dari arah dua ajudan yang kini tak sadarkan diri itu menuju pada Kano. "Ketua, bagaimana dengan mereka?" tanya Bylan mengarahkan telunjuknya ke arah dua ajudan sang bandar narkoba yang kini telah tewas kekurangan oksigen dan terlalu banyak minum air laut itu.

    Lelaki tua itu telah mengambang di atas laut biru . Lantas Kano melenggang ke hadapan dua lelaki bertubuh kekar itu, dia mengusapkan telapak tangannya di atas pangkal kepala keduanya, lalu dia mendongak dan menatapi seluruh anggotanya.

    "Operasi selesai. Empat di antara kalian bawa kedua ajudan ini ke rumah sakit dan bayar biaya rumah sakitnya lalu kalian enyah, jangan lupa tutupi wajah kalian," titah Kano pada anggotanya.

    "Baik ketua," sahut ke empat anggota Atlantis Aodra dan segera bergerak menyeret dua lelaki bertubuh besar itu menepi dan menjauh dari posisi Kano saat ini.

    "Tugas kalian, geledah mobil mereka, keluarkan seluruh harta yang bisa di rampas," titahnya lagi sambil dia menyelukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

    "Siap laksanakan ketua." Anggota yang tersisa segera bergerak ke mobil hitam yang terparkir dekat dengan gerbang dimana mereka masuk.

    Semua anggota menyisir mobil itu sampai tidak tersisa, termasuk dashboard dari mobil itu sendiri untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka malam ini. Di dalam sana ada enam koper berwarna hitam dan surat sebuah rumah di kawasan elit nomor satu di kota Sirevina ini.

    "Kami menemukan ini semua ketua," ucap salah Bylan menyerahkan keenam koper itu ke hadapan Kano.

    "Buka," cetus Kano singkat yang nampak penasaran dengan isi dari koper itu.

    Gegas keenam anggota yang menggenggam koper termasuk Bylan membuka semua kopernya dalam waktu yang bersamaan, di dalam koper itu berisi obat-obatan terlarang yang berupa pil, tablet dan serbuk di dua koper, sisanya berisi uang yang merekah membuat seluruh mata anggotanya melalak, menelan ludahnya yang kehausan melihat tumpukan uang di dalam koper itu.

    "Bakar obat-obatan haram itu bersama dengan mobilnya, hilangkan semua jejak, jangan ada yang tersisa satupun juga." Kano kembali memerintah seluruh anggotanya untuk memusnahkan jejak dari perlakuan buruknya malam ini.

    Mobil hitam beserta dua koper obat-obatan yang menyesatkan itu dilalap si jago merah dalam sekejap, dengan hitungan detik kobaran api itu membara, meluap-luap mengunyah mobil dan benda haram itu, kemudian percikan api berhamburan ke udara dan menciptakan dentuman dari mobil itu yang meledak-ledak.

    "Kembali ke motor kalian masing-masing , bawa koper dan surat itu ke hadapan mami dan papi."

    "Baik ketua, laksanakan!"

    Seluruh anggota berlarian keluar dari lokasi itu membawa koper dan surat itu, mereka melompat ke motornya masing-masing dan bersiap melajukan kendaraannya saat komando dari Kano kembali terurai.

    Namun, Kano tak kunjung menghampiri anggota geng motornya, dia mengirapkan satu tangannya yang secara otomatis menyeret air di lautan itu ke daratan dan menghapus semua jejak kaki dari seluruh anggotanya termasuk dirinya sendiri.

    Aku akan selidiki laut ini setelah urusan ini selesai, malam ini aku akan kembali ke sini.

    Batin Kano bergelora, dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan air laut itu, mengapa aroma asinnya sangat menyengat dan menusuk hidungnya. Dia harus mengerut untuk menahan aroma air laut yang tidak mengenakkan itu.

...----------------...

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ditunggu novel baru nya kak
Teriablackwhite: Terima kasih telah membaca Kak 🥰 ditunggu ya ...
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
fighting kak 💪
Teriablackwhite: Terima kasih 🥰 semangat juga ya
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
semangat kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
makin seru kak cayoooo 😁 💪
Teriablackwhite: Terima kasih akak 🥰🥰
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
seru banget kak

jangan lupa mampir di novel pertama qu


🙏
Teriablackwhite
Selamat membaca ya semuanya, semoga suka, jika ada kekurangan silakan berkomentar /Smile/
La
Semangat thorr
Qy ࿐
Tulisan nya rapih, dan bikin baper nih
Qy ࿐
luar biasa, jangan lupa mampir juga ya kak "Dibalik Pesona Dahlia"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!