NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb 6

Di dalam perjalanan menuju ke suatu tempat yang Ryn belum ketahui, suasana di mobil sangat sunyi. Ryn tidak akan memulai percakapan jika lawan bicaranya masih tak bersuara. Sedangkan Sian, ya dia tipe pria yang irit bicara bahkan terlalu banyak diam. Seringnya Sian membatin, ngedumel sendiri haha.

"Kita akan bertemu papaku." Tiba-tiba Sian mengatakan hal mengejutkan. Sontak Ryn menoleh melayangkan tatapan tajam.

"Kenapa baru bilang? Mendadak sekali." Kesal Ryn merasa belum siap dan tak ada persiapan sama sekali.

"Turun." Perintah Sian saat mobil berhenti di depan sebuah butik kenamaan.

"Tuan Lee Tak meminta bertemu di sini? " Heran Ryn, karena kesal Sian akhirnya menyentil kening Ryn.

"Aw... " Ryn meringis sembari mengusapnya.

"Cepat ikut saja."  Sian turun dari mobil diikuti Ryn di belakangnya.

Para staf butik menyambut hormat kedatangan mereka, terlebih Sian. Jarang sekali pria tampan dan kaya itu mengunjungi butik wanita. Dia hanya pernah beberapa kali memesan gaun untuk wanita penghiburnya. Itupun Asisten Jun yang menelepon.

"Pilihkan dia gaun formal untuk acara makan malam." Ujar Sian memberi perintah. Kedua staf senior dan junior itu sigap menuntun Ryn melihat-liha lemari berisi pakaian mewah yang indah dan mahal tentunya.

Di ruang ganti Ryn merasa kedua staf itu seperti meremehkan dirinya. Menatap tubuhnya dari ujung kaki sampai kepala. Ryn risih namun berusaha sabar tak ingin membuat keributan.

"Aku bisa melakukannya." Ryn akhirnya angkat bicara ketika staf senior hendak menaikkan resleting gaun.

"Cih, seharusnya begitu. Jangan sok cantik. Tuan muda Lee sudah sering membeli gaun di sini untuk para kekasihnya." Kata Staf senior menyulut amarah Ryn.

"Besok kau juga akan di buang oleh tuan muda Lee. Punggungmu saja buruk rupa, dia pasti jijik saat melihatnya." Timpal staf junior.

Plak...

Tak segan Ryn menampar pipi si junior. Keduanya terperangah kaget Ryn malah melawan. Si senior berniat membalas namun dengan sigap Ryn mencekal lengannya erat sekali hingga dia meringis.

"Lihat baik-baik! " Kata Ryn pada mereka. Lalu ia pun keluar dari balik tirai, di sofa ada Sian tengah duduk tenang menunggunya selesai. Perhatiannya teralihkan saat Ryn muncul dengan wajah kesal.

"Ada apa? " Tanya Sian, kedua staf tadi menyusul sebelum tamu VIP mereka marah.

"Tuan, dia berani sekali menampar staf kami. Tolong beri dia hukuman yang setimpal." Ryn terkekeh sinis mendengar staf senior mencuri start darinya untuk mengadu.

"Mereka menghinaku buruk rupa, katanya kau akan membuangku besok. Sian, butik ini memiliki aura negatif karena pelayanannya. Pantas saja sepi. " Panjang lebar Ryn menjelaskan alasannya menampar staf butik.

Sian lalu menghubungi asisten Jun dan mengabaikan perselisihan mereka.

"Beritahu Lea, pecat stafnya atau butiknya aku hancurkan." Perintah Sian berhasil menciptakan perasaan takut bagi keduanya.

Ups, Ryn mana tahu butik ini milik dokter Lea. Seharusnya dia lebih bermurah hati, tapi salah kedua staf itu kenapa menyulut emosi seorang Zhao Ryn.

"Ampun tuan, jangan pecat kami." Mereka langsung berlutut meminta pengampunan dari Sian.

"Kalian bersalah padanya." Sian memberitahu. Ryn berdiri di sebelah Sian demi melihat ekspresi keduanya.

"Kami minta maaf nona, tolong jangan biarkan kami di pecat." Mohon staf senior menangkup kedua tangannya.

"Sudahlah, sebaiknya kita pergi. Tuan Lee Tak pasti sudah menunggu." Mendadak Ryn malas memperpanjang masalah dengan mereka.

"Lalu mereka bagaimana?" Tanya Sian, dia justru menunggu Ryn mengamuk lebih lama lagi. Baginya menarik jika Ryn berani membela diri.

"Biarkan dokter Lea yang memutuskan." Jawab Ryn asal, dia bergegas keluar meninggalkan butik disusul Sian tentunya.

Usai melanjutkan perjalanan sekitar lima belas menit, Sian dan Ryn tiba di depan Restoran Le Dinning. Ryn langsung menghentikan langkah Sian sebelum masuk.

"Kenapa harus di sini? Mereka mengenaliku." Apakah Ryn tidak sadar jika dia sering sekali mengeluh pada Sian, dan pria itu membiarkannya.

"Aku sudah memilihmu, pandangan mereka tidak penting. Bukankah kau bisa menghadapinya tadi?" Benar juga apa kata Sian. Ryn tersenyum mengangguk dan Sian tertular. Pria dihadapannya ikut menyunggingkan bibirnya.

Sian dan Ryn langsung dituntun ke ruang VIp. Lee Tak tidak sendirian di sana, melainkan bersama seorang wanita cantik berpakaian elegan. Siapa lagi kalau bukan Yuri Chen. Wanita yang akan Lee Tak jodohkan dengan Sian. Putri sulung keluarga Chen kontraktor nomer satu di Jasata.

"Duduklah." Sian menarik kursi untuk Ryn duduki.

"Dia tidak diundang Sian, suruh dia tunggu di luar." Perintah Lee Tak tanpa menoleh sedikitpun ke arah Sian maupun Ryn.

"Dia kekasihku, wajar jika Zhao Ryn duduk disampingku." Balas Sian tak mau kalah.

"Biarkan saja paman." Yuri angkat bicara menyudahi perdebatan ayah dan anak.

Mereka berempat menikmati makan malam tanpa bersuara. Ryn curi pandang memperhatikan tuan Lee Tak pemimpin Lee Group sebelumnya. Sama tampannya dengan sang anak Sian. Tapi menurut Ryn dia lebih menyeramkan, tegas dan berwibawa.

"Kau bebas dengan siapa saja, tapi Yuri adalah calon istrimu yang terbaik." Putus Lee Tak dan Sian tentu tidak bisa membantah.

"Jika sudah selesai, kami akan pergi." Tanpa menunggu jawaban Lee Tak maupun Yuri Sian beranjak, ia menarik tangan Ryn untuk membawanya keluar.

***

Sejak Sian membawanya bertemu Lee Tak Ryn belum pernah bertemu lagi dengan pria itu. Kabarnya Sian sibuk menyiapkan acara peluncuran merek pakaiannya. Dan hari ini Ryn mendapat gaji pertamanya sebagai pramusaji di hotel Le Star.

"Selamat ya Ryn, akhirnya kau gajian juga." Ucap Bass menepuk pundak Ryn singkat. Glenn yang berada di dapur memperhatikan interaksi keduanya.

"Terima kasih Bass, kau selalu mengajariku banyak hal." Ucap Ryn tulus mengungkapkan isi hatinya.

"Hey kau sudah seperti adikku Ryn jadi santai saja." Bass dan Ryn bersiap pulang namun masih menunggu Bandi kembali.

"Sial sial, ini berita luar biasa." Seperti biasa Bandi datang dengan sesuatu yang menghebohkan.

"Langsung saja, aku tidak ingin appetizer." Pak Lim seolah sudah terbiasa menanti apapun gosip tentang Sian Lee.

"Tuan muda Lee membawa masuk seorang wanita. Sepertinya dari keluarga Chen." Mendengar penuturan Bandi seharusnya bukan hal aneh, hanya saja hati kecil Ryn tetap tak suka.

"Benarkah mereka akan segera menikah?" Bass yang tentunya tidak mengerti perasaan Ryn malah menaburkan garam diatas lukanya.

'Cih dasar, Sian kau benar-benar maniak.' gerutu Ryn dalam hati.

"Ey, siapa tahu mereka hanya bermain. Kudengar dari Le dinning tuan muda memperkenalkan kekasihnya pada tuan besar." Bandi memang seorang informan sejati. Dia tahu segalanya kecuali identitas wanita yang ia maksud.

Kring...

Dering intercom membubarkan perkumpulan gosip sesama staf. Segera Ryn mengangkatnya.

"Room service selamat sore, ada yang bisa dibantu?" Sapa Ryn menggunakan bahasa formal meski ia dapat mengetahui siapa penelepon tersebut melalui layar.

"Bawakan aku wiski dan buah potong." Sahut seorang pria disebrang telepon.

"Baik tuan." Jawab Ryn kemudian.

"Suruh staf pria yang pergi, jangan mengujiku Zhao Ryn!" Sepertinya Sian memiliki penerawangan yang tajam, dia seolah bisa membaca pikiran Ryn.

"Aku mengerti." Balas Ryn, panggilan segera berakhir. Semua yang disana menanti Ryn buka suara.

"Tuan muda meminta Wiski, dan harus aku yang mengantarkannya." Bohong Ryn, bertolak belakang dengan apa yang Sian perintahkan.

"Tidak mungkin Ryn. Biar aku saja, kau pulanglah." Bass menawarkan diri karena mereka memegang peraturan ketat mengenai staf wanita tidak boleh mengantar layanan kamar.

"Jika dia marah aku yang dihukum. Sudahlah lagi pula hanya minuman, aku akan langsung keluar setelah itu." Ryn berlalu meninggalkan mereka menuju bar.

Pak Lim, Bass, Bandi dan Glenn menggelengkan kepala kompak menghadapi tingkah Ryn yang keras kepala. Mereka memilih bersiap untuk pulang. Di loker pria gosip malah terus berlanjut.

"Bukankah di hotel besar peraturan itu tidak lagi berlaku? Kenapa disini ketat sekali? " Masih penasaran Glenn kembali bertanya, siapa tahu kali ini mereka mau bercerita.

"Dulu pernah ada staf wanita mengantar minuman ke kamar tuan muda lalu besoknya langsung di pecat. Satu bulan kemudian tiba-tiba beredar kabar wanita itu mendiskon nyawa karena hamil anak tuan muda tapi tak diakui." Bandi menjelaskan kejadian lima tahun silam, dirinya dan pak Lim baru bekerja sekitar satu tahun waktu itu.

"Kami tidak tahu cerita sebenarnya seperti apa. Maka dari itu posisi pramusaji wanita selalu kosong selama ini atas perintah tuan muda sendiri." Tambah pak Lim melanjutkan cerita.

Sedangkan Ryn dia sedang berjibaku dengan pemandangan yang memuakkan. Yuri Chen tengah melakukan blowjob untuk Sian di atas sofa kamar tidur. Ia masuk begitu saja karena pintu kamar sudah terbuka seolah mempersilahkan.

"Letakkan minumannya di atas meja." Suara Sian terdengar memerintah menyadari ada yang masuk. Disana Sian juga menyimpan beberapa lembar uang sebagai tip.

"Terima kasih tipnya tuan." Balas Ryn menyahut dengan sengaja. Sian reflek mendorong Yuri agar menyingkir darinya.

"Sial." Umpatnya kasar langsung menaikkan resleting lalu mengejar Ryn keluar.

"Sian aku belum selesai." Teriak Yuri berusaha menghentikan Sian namun gagal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!