Ye Ning, putri sah Menteri Sayap Kiri, hanya ingin membangun kerajaan bisnis, mengumpulkan kekayaan, dan membawa kemakmuran bagi keluarganya. Namun semua menjadi berantakan ketika Tuan Muda Bai datang dan mengacaukan rencananya. Di saat yang sama, Putra Mahkota Li Yan, pria yang dahulu menolak perjodohan dengannya, tiba-tiba berkata bahwa ia akan menceraikan istrinya.
Di antara ambisi, cinta, dan pengkhianatan, Ye Ning harus memilih: tetap menjadi wanita pebisnis yang bebas atau terjerat dalam permainan politik yang mengancam keselamatan keluarganya.
Mampukah Ye Ning melindungi orang-orang yang dicintainya ketika dua pria paling berpengaruh di kekaisaran mulai menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga_Persik98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 : Hari Pertama di Istana
Jumlah peserta yang lolos tahap seleksi pertama adalah sebanyak seratus orang. Semua datang dalam waktu bersamaan, setiap peserta dibagi menjadi empat regu di mana setiap regu diwakilkan berdasarkan halaman. Halaman tersebut adalah Halaman Timur, Halaman Barat, Halaman Selatan, dan Halaman Utara. Setiap Halaman terdiri dari lima kamar dan setiap kamar berisi lima orang peserta.
Sedangkan halaman Ye Ning dan yang lainnya berada di halaman Timur pada kamar baris ketiga. Setelah meletakkan barang bawaan di ranjang masing-masing, mereka mulai memperkenalkan diri. Terlihat gadis paling ramah dan terlihat tomboi diantara mereka memperkenalkan diri terlebih dahulu.
"Salam kenal, Namaku Han Ming Zi, Putri seorang pedagang di Ibu kota" ucapannya sungguh langsung dan lugas.
Kemudian gadis polos pemalu yang merupakan putri pejabat di Kementerian Personalia juga memperkenalkan diri
"Hai semua, Namaku Shen Jiu Lin. Salam kenal, senang bertemu kalian"
Semua gadis kecuali gadis misterius itu tersenyum menyambut Jiu Lin yang lugu. Lalu Lu Wan juga memperkenalkan dirinya sendiri. Setelah itu giliran Ye Ning, "Salam kenal semuanya, Namaku Xiao Ye Ning. Semoga kita bisa berteman dengan baik"
Setelah ucapan itu, gadis misterius itu mendengus dan mencemooh "huh, kita di sini untuk bersaing bukan untuk bertema"
Han Ming Zi yang mendengar itu langsung menunjuk gadis itu, dan berteriak. Saat ingin maju, Jiu Lin dan Lu Wan menahannya dengan baik.
Lalu Ye Ning berkata
"baiklah jangan bertengkar. Ucapannya ada benarnya juga. Oh iya, ngomong-ngomong siapa namamu?"
" Qing He " Jawabnya pendek kemudian berbalik menuju ranjangnya dan melanjutkan merapikan barangnya, meninggalkan empat gadis yang sedang berkumpul.
Melihat sikap ketusnya tersebut, membuat Ming Zi kembali tersulut emosi. Jiu Lin dan Lu Wan bersusah payah untuk menenangkannya. Setelah Ming Zi cukup tenang dia meminta maaf kepada yang lain karena baru kali ini ia melihat gadis sombong seperti itu. Ye Ning hanya tertawa mendengarnya. Melihat tawa Ye Ning, Jiu Lin seperti mengingat sesuatu.
"ah, aku baru ingat kamu adalah Ye Ning yang terkenal itu? Putri Menteri Sayap Kiri ? Yang beritanya sempat menggemparkan ibu kota?"
Mendengar ucapan itu membuat Ye Ning tersipu malu, dan Ming Zi juga mengingat sesuatu
"ahh, kamu yang membuat pemuda tampan itu menerobos istana?"
Ssstttt.. Ye Ning sontak langsung menutup mulut Ming Zi dan berbisik
"sstt jangan keras-keras. Kejadian itu mendesak karena urusan keluarga. Tolong jangan dibesar-besarkan ya?"
Ming Zi mengangguk patuh, kemudian Ye Ning melepaskan tangannya. Jiu Lin yang bersemangat meminta untuk Ye Ning bercerita seperti apa pria itu. "Kisah kalian sangat terkenal di berbagai restoran, dan para pendongeng laris manis jika menceritakan kalian" Ucap Jiu Lin bersemangat.
Lalu Lu Wan ikut bergabung "tetapi tak berapa lama para pendongeng dilarang menceritakan kalian" ucap Lu Wan sambil menunduk sedih. Ming Zi dan Jiu Lin juga ikut mengangguk sedih,
"Kenapa?" Tanya Ye Ning.
" Loh kamu tidak tahu?" Tanya Ming Zi kaget, Lalu ia merangkul para gadis lainya untuk merapat dan mulai bercerita
"Ayahku memiliki banyak kenalan para pendongeng di ibukota. Mereka bilang suatu hari ada sekelompok manusia hitam yang memberikan mereka 1 tael emas untuk menutup mulut tentang cerita Gadis Pemberani dan Pemuda Tampan"
" Kenapa? " Tanya Ye Ning, ia juga ikut penasaran karena berita apapun tentang dunia luar seolah sengaja di blokir agar tidak sampai kepadanya.
" Ayahku tidak tahu pasti. Tapi pihak lain sepertinya tidak menyukai cerita itu. Mungkin pengagum rahasiamu yang lain" ujar Ming Zi menggoda. Semua gadis menatap Ye Ning dan bersorak.
Ye Ning tersipu malu dan meminta mereka untuk berhenti membahas itu. Setelah menaruh barang bawaan mereka, semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan.
" Kalian memiliki waktu 20 menit untuk sarapan, setelah itu berkumpul di aula terbuka untuk menerima pelajaran pertama. Oh ya, kalian boleh memanggilku Tang Momo" Kepala Dayang memberikan perintah. Semua gadis yang ada disana makan dengan tertib meskipun tanpa pelayan yang biasa menemani mereka.
Ye Ning bersama teman sekamar lainnya duduk di meja yang sama dan mulai makan dengan tenang. Belum selesai mereka makan tiba-tiba rombongan gadis yang berasal dari halaman Selatan berteriak.
"akhhh"
Semua orang kaget termasuk Kepala Dayang lalu berlari menghampiri mereka, semua gadis di halaman Selatan ketakutan seperti melihat sesuatu yang mengerikan. Ternyata seorang gadis tiba-tiba terjatuh dari kursi dengan suara keras. Kedua tangannya menegang, seluruh tubuhnya bergetar hebat, sementara busa putih mulai keluar dari sudut bibirnya.
Beberapa peserta menjerit ketakutan dan mundur beberapa langkah. Kepala Dayang sempat mundur saat melihatnya, dan seseorang dayang lain berkata "tidak, ini ini penyakit Dian Xian" [Epilepsi jika di zaman modern).
Mendengar pernyataan itu semua orang merasa ngeri, dan setelah beberapa saat kejangnya agak mereda gadis tersebut dibawa pergi oleh beberapa dayang dan kasim. Semua peserta yang ada disana menjadi tidak kondusif karena saling berbisik. Ini baru hari pertama mereka memasuki istana, sudah ada kejadian seperti ini.
"Hem. Baiklah selesaikan makan kalian, setelah itu langsung berbaris di Aula depan. Mengerti?" Tanya Kepala Dayang.
Setelah semua peserta serempak mengiyakan, Kepala Dayang pun pergi. Ming Zi yang ingin berbicara dari tadi mulai berbisik kepada yang lainnya.
"Kenapa gadis itu tidak menolak saja dengan alasan sakit? Kalau begini kan menjadi lebih rumit"
Jiu Lin juga penasaran namun tidak ada yang tahu alasannya, sehingga yang lain hanya bisa menggeleng. Qing He hanya menatap mereka dengan tatapan seperti 'dasar bodoh'. Melihat tatapan seperti itu membuat emosi Ming Zi semakin tersulut, namun Qing He langsung kabur dari meja makan.
Setelah semua selesai, mereka bertiga langsung menuju Aula depan dan mencari barisan. Aula depan sudah ramai dipadati oleh para peserta, namun Kepala Dayang belum datang juga, Saat mereka menunggu, Terlihat peserta yang tadi kejang dan pingsan berjalan melewati mereka bersama pengawal istana sambil menangis. Apakah ia akan dihukum ? itulah pertanyaan semua orang.
Tak lama kemudian, Kepala Dayang hadir dengan membawa lima tabib wanita. Berdiri di depan semua peserta ia berkata
"Karena kecerobohan kami dalam seleksi awal, maka seluruh peserta yang ada disini wajib diperiksa kesehatannya. Istana tidak dapat menerima Shizi Fei yang memiliki mengidap penyakit berat atau tersembunyi. yang dapat membahayakan dirinya dan keluarga kekaisaran.
Oleh sebab itu, Sebaiknya bagi peserta yang menyembunyikan penyakitnya sebaiknya memisahkan diri ke sebelah kanan sebelum kami mengetahuinya dan itu akan berakibat fatal"
Setelah pengumuman itu, beberapa gadis yang mulai takut memisahkan diri dari barisan dan membentuk barisan baru di sebelah kanan. Ye Ning yang melihat kesempatan emas pun tak mau ketinggalan, ia juga keluar dari barisan dan bergeser ke kanan. Lu Wan kaget melihatnya, bahkan Ming Zi dan Jiu Lin juga melongo melihat kepergian Ye Ning.
Akhirnya semua diperiksa oleh tabib, dan terakhir baru barisan yang memisahkan diri. Semua gadis ditanyai oleh Kepala Dayang hingga sampailah giliran Ye Ning.
" Nona, siapa namamu?" Tanya Kepala Dayang.
" Menjawab Tang Momo, Namaku Jiang Ye Ning Putri dari Xiao Wentian "
Mendengar jawaban Ye Ning, membuat alis Kepala Dayang itu berkedut. Ayah Ye Ning bukan pejabat biasa, bagaimana ia harus mengurusi hal ini. Kepala Dayang terlihat berpikir panjang, namun seorang dayang istana datang menghampirinya dan membisikkan sesuatu. Setelah itu, Kepala Dayang melihat Ye Ning sambil mendesah lelah.
"Nona, silahkan Anda kembali ke barisan awal" Ucapnya kepada Ye Ning.
Ketika mendengar itu Ye Ning berkerut dan berkata "Kenapa ? Tang Momo aku punya penyakit, kau harus mendengarnya. Aku paling gelisah jika tidak memegang batangan emas setiap malam, aku akan merasa panas dan pusing. Lalu mengamuk seperti binatang buas. Tang Momo.. Tang Momo"
"Antar Nona Ye Ning kembali " Perintah Kepala Dayang.
Ye Ning dibawa pergi secara paksa oleh dayang istana yang lain, Kepala Dayang hanya menggelengkan kepalanya dan tidak melihatnya lagi. Ye Ning cemberut dan kembali berdiri di barisannya semula. Melihat Ye Ning kembali teman sekamarnya menjadi lebih kaget, bahkan Lu Wan langsung menggandeng tangannya dan bertanya "kenapa kau dikembalikan?" Ye Ning menjawab sambil cemberut "sepertinya penyakitku bukan masalah"