NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Di Dunia Modern

Dewa Pedang Di Dunia Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Isekai / Dunia Masa Depan
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.

Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.

Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.

Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.

...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikepung Pria Dengan Pedang

Setelah gajinya dinaikkan 10 kali lipat oleh Ah Yin, Zhang Lin pulang dengan perasaan gembira. Ia bahkan kembali membelikan Li Na dan Lin Yi ayam goreng ketika sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Zhang Lin tidak pernah membayangkan jika dirinya akan dikepung oleh beberapa orang dengan menggunakan pakaian hitam dan juga penutup wajah merupakan sutra berwarna hitam sama dengan seluruh pakaian yang mereka pakai; dan yang lebih mengejutkan lagi pada saat itu adalah senjata yang ada di tangan mereka.

Jika pada film-film yang selama ini sudah Zhang Lin tonton mereka menggunakan pistol, tetapi kali ini berbeda. Orang-orang itu memakai pedang dan juga pisau di tangan mereka. Seakan-akan mereka datang dari zaman yang sama dengan Zhang Lin.

"Siapa kalian?! Dan apa yang kalian inginkan?!"

Zhang Lin meletakkan ayam goreng yang sudah dia beli ke pinggir, dan kemudian memasang kuda-kuda untuk siap menghadang orang-orang yang datang untuk menyerang dirinya.

Orang-orang misterius itu tidak memberikan jawaban apapun atas pertanyaan yang diajukan oleh Zhang Lin; tanpa banyak basa-basi mereka langsung mengarahkan pedang ke arah Zhang Lin. Dan bahkan bukan hanya itu saja, tetapi mereka bahkan menyerang Zhang Lin dengan pedang itu sampai membuat lengan baju Zhang Lin robek.

Itu artinya... orang-orang berpakaian hitam itu benar-benar berniat untuk membunuh Zhang Lin!

"Sepertinya kalian tidak sedang bermain-main denganku saat ini! Dan sepertinya kalian benar-benar serius ingin menyerangku dan juga membunuhku disini. Katakan kepadaku, siapa yang memberikan perintah kepada kalian untuk melakukan ini?!"

Zhang Lin terus mengajukan pertanyaan walaupun dia tahu bahwa orang-orang itu tidak akan pernah memberikan ia jawaban yang ia inginkan.

"Jika tidak ingin menjawab pertanyaan itu, maka jawab saja satu pertanyaanku ini. Tempo hari... di pasar; anak panah itu ulah kalian juga bukan?"

Sekali lagi Zhang Lin mencoba untuk bertanya. Dan beruntung kali ini pertanyaan itu dijawab oleh salah satu dari orang-orang berpakaian hitam itu.

"Memang benar itu juga adalah kami. Kenapa? Ingin mencobanya lagi?"

Pria itu tampak angkuh menjawab pertanyaan dari Zhang Lin; dan ketika pria itu lengah karena menjawab, Zhang Lin langsung menyerang pria itu dan merebut pedang di tangannya lalu menodongkan pedang tersebut langsung ke arah leher pria itu.

"Jangan ada yang bergerak! Jika kalian tidak ingin aku membunuh kawan kalian, jatuhkan sen—"

PANGG!

Suaranya begitu keras sehingga tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.

Tanpa peringatan seseorang dari arah belakang memukul kepala Zhang Lin dengan menggunakan batu dan langsung membuatnya jatuh seketika. Dan kesadarannya pun langsung hilang begitu saja.

Dan pada detik-detik sebelum kesadarannya habis, Zhang Lin jelas-jelas melihat bahwa seorang pria menggunakan jas rapi sedang memotong leher salah satu dari para pria yang sebelumnya menghadang dirinya hingga pria itu terjatuh dengan bersimbuh darah.

Pada saat itu tidak ada yang bisa dilakukan oleh Zhang Lin; bahkan untuk berteriak saja pun ia tidak bisa. Dan ketika kesadarannya semakin habis dan habis, tiba-tiba...

Prakk!

Zhang Lin merasa wajahnya terasa begitu panas setelah mendapatkan tamparan dari seseorang yang rasanya ia kenal; dan ternyata tamparan itu datang dari Li Na.

Ia benar-benar terkejut karena terbangun di tempat dimana ia pertama kali bertemu dengan Li Na—rumah sakit. ​

"Kenapa Kakak menampar dia? Kepalanya baru saja dipukul oleh batu. Dan juga Kakak menampar dia... bagaimana jika nanti dia benar-benar menjadi gila? Kakak mau tanggung jawab atas dirinya selama-lamanya? Kakak ingin menikah dia jika dia menjadi bodoh?"

Zhang Lin yang pada saat itu merasa sangat lemah masih bisa menyempatkan dirinya sendiri untuk memberikan jawaban atas apa yang dikatakan oleh Lin Yi.

"Bahkan jika di dunia ini hanya tersisa satu wanita, yaitu Li Na... aku lebih memilih mati tanpa menikah sekalipun! Aku tidak akan mau bersamanya bahkan jika dia memaksa!" seru Zhang Lin dengan suara yang lemah karena pada saat itu kondisinya pun memang masih sangat lemah.

Namun bagi Li Na kondisi Zhang Lin pada saat itu sudah sangat sehat karena bisa-bisanya berkata seperti itu dengan sangat lancar; dan untuk memuaskan dendam di hatinya, Li Na memberikan pukulan di perut Zhang Lin hingga ia batuk-batuk dan hampir saja kehabisan napas sampai-sampai seorang suster datang untuk memeriksa.

"Tolong selamatkan aku..."

Zhang Lin memegangi tangan suster tersebut. Ia tidak bisa membiarkan suster itu pergi begitu saja meninggalkan dirinya bersama dengan Li Na yang 100 kali lebih berbahaya dibandingkan orang-orang tadi.

Namun suster itu memiliki pekerjaan yang jauh lebih ribet daripada harus mengurusi Zhang Lin dan Li Na.

"Maaf, Sus. Dia tidak apa-apa. Kami disini menjaga dia. Suster bisa lanjutkan bekerja."

Jika dilihat dari luar, Li Na tampak benar-benar seperti seorang wanita normal. Tetapi jika dilihat dengan lebih jeli, dia benar-benar sangat tidak normal. Bahkan, seorang dewa pedang sekalipun takut kepada dirinya.

"Jadi, katakan kepadaku. Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Li Na, akhirnya bersikap jauh lebih serius dibandingkan sebelumnya.

"Dompet kamu tidak hilang, ponsel kamu juga tidak hilang, bahkan barang-barang yang kamu pakai satu pun tidak ada yang hilang. Tapi kenapa seseorang tiba-tiba memukul kamu? Apa yang terjadi? Apakah kamu mungkin bisa memikirkan siapa orang yang telah melakukan ini kepadamu?" tanya Li Na.

Pada saat itu Zhang Lin benar-benar tidak berpikir untuk melibatkan Li Na dengan masalah yang pada saat ini ia hadapi bersama dengan orang-orang yang sangatlah berbahaya; orang-orang yang tidak segan-segan untuk membunuh seseorang begitu saja.

Karena itu pada saat itu Zhang Lin berbohong kepada Li Na.

"Kupikir itu hanya seorang pencuri," jawab Zhang Lin.

"Dasar bodoh! Tadi kan aku sudah bilang, tidak ada satupun dari barang-barang kamu yang hilang. Dan bukankah itu artinya sudah jelas jika kamu tidak sedang dirampok! Kamu tidak kehilangan apa-apa kan?"

"Ada kok."

"Apa?"

"Ayam."

"Ayam?"

"Iya. Ayam. Aku kehilangan dua ekor ayam!" ungkap Zhang Lin.

Li Na dan Lin Yi langsung sama-sama tertawa pada saat itu ketika mendengar apa yang baru saja diungkapkan oleh Zhang Lin.

"Hanya demi dua ekor ayam goreng, seseorang melakukan tindakan kriminal seperti ini? Apakah kamu berpikir bahwa aku akan percaya dengan hal itu? Kamu pikir aku ini bodoh?!"

Li Na sekali lagi hampir saja melayangkan pukulan kepada Zhang Lin. Tetapi beruntung pada saat itu Lin Yi menahan sang kakak untuk tidak melakukannya.

"Tapi, itu memang benar. Aku memang kehilangan dua ekor ayam goreng!" tekan Zhang Lin.

Walaupun terdengar bodoh, tetapi pada saat itu Zhang Lin harus membuat Li Na dan Lin Yi percaya dengan alasan bodoh yang dia buat.

...

-Bersambung-​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!