NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan yang Pulih

Setelah berjalan kembali ke gubuk kayu reyot di kaki Gunung Tiga Jari, matahari mulai bergerak turun ke arah barat. Garis-garis cahaya kemerahan menembus celah-celah dinding kayu gubuk yang renggang.

Di dalam kamar berukuran kecil yang sederhana, dia duduk bersila di atas ranjang bambunya. Kedua matanya terpejam rapat, memfokuskan sirkulasi energi Qi emas di dalam nadinya untuk memperkuat fondasi fisik Pemurnian Tubuh tahap lima miliknya.

Suara langkah kaki yang ramai dan derap roda kereta kayu mendadak terdengar berhenti tepat di depan halaman gubuk kayu mereka. Kebisingan itu langsung memecah kesunyian sore hari di kaki gunung tersebut.

Pintu kayu gubuk terbuka perlahan dari arah dalam. Pria paruh baya berambut acak-acakan dengan kaki yang sedikit pincang berjalan keluar, menatap heran ke arah rombongan tamu yang berdiri di halaman tanahnya. Pria itu adalah Luo Hao, ayah dari Luo Chen.

"Selamat sore, Tuan Luo Hao," sapa pria tua berjubah abu-abu yang berdiri di barisan paling depan dengan sikap sangat hormat. Di belakangnya berdiri empat orang pelayan berpakaian kuning yang masing-masing membawa kotak kayu berukir indah. Pria tua itu adalah Tetua Gu, sosok alkemis tingkat dua yang sangat dihormati di Kota Qingfeng.

Cangkir tanah liat berisi arak murah di genggaman tangan kanan Luo Hao hampir saja terlepas ke tanah setelah mengenali wajah tamu tersebut. Kerutan di dahinya semakin dalam, dipenuhi rasa tidak percaya karena seorang tokoh besar dari Paviliun Pil Seribu Obat mendadak mendatangi gubuk reyotnya.

"Ada urusan apa Sehingga mengundang kehadiran seorang alkemis terhormat dari Paviliun Pil mendatangi gubuk miskin kami hari ini, Tetua Gu?" tanya Luo Hao dengan nada suara parau yang dipenuhi rasa ketegangan dan kebingungan.

Dua orang pelayan baju kuning di belakang melangkah maju, meletakkan kotak-kotak kayu itu dengan rapi di atas meja bambu di teras gubuk.

"Saya datang ke sini khusus untuk menemui putra Anda, Alkemis Luo Chen, sekaligus menyampaikan dokumen kerja sama resmi dari pemilik paviliun kami," jawab Tetua Gu sambil membungkukkan badannya sedikit di hadapan Luo Hao. "Putra Anda adalah naga di antara manusia. Hari ini, dia telah mengguncang seluruh Paviliun Pil Seribu Obat dengan bakat alkimianya yang luar biasa."

"Ujian kualifikasi? Alkemis Luo Chen?" tanya Luo Hao dengan dahi berkerut, matanya berkedip cepat mencoba memproses informasi yang terdengar sangat mustahil tersebut. "Putraku sama sekali tak mempunyai pemahaman tentang obat-obatan sejak lahir. Bagaimana mungkin dia bisa meracik pil?"

"Benar, Tuan Luo Hao. Namun hari ini, Luo Chen membuktikan kepada kami semua bahwa teori dasar bukanlah batasannya," jelas Tetua Gu dengan nada suara yang menggebu-gebu dan penuh kekaguman. "Dia menyelesaikan ujian tertulis dengan nilai seratus penuh dalam waktu lima belas menit. Bukan hanya itu, dia meracik Pil Kondensasi Qi Tingkat Satu kualitas sempurna tanpa menggunakan tungku fisik, melainkan menggunakan teknik pemurnian kuno legendaris dan Inti Api binatang buas secara langsung di telapak tangannya!"

Mendengar seluruh rentetan penjelasan yang sangat luar biasa tersebut, tubuh Luo Hao bergetar hebat. Jantungnya berdegup sangat kencang, dan sepasang matanya yang biasanya tampak redup karena depresi kini melebar dengan pancaran rasa bangga yang sangat besar.

Pintu kamar kayu kecil di dalam gubuk terbuka perlahan dengan bunyi derit yang pelan. Langkah kaki Chen'er terdengar mantap saat dia berjalan keluar dari dalam gubuk menuju ke arah teras bambu tempat mereka berkumpul.

Seketika itu juga, Tetua Gu langsung berbalik badan dan membungkukkan tubuhnya hingga membentuk sudut sembilan puluh derajat di hadapan dia.

"Alkemis Luo Chen, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kebodohan dan sikap tidak sopan saya di ruang ujian paviliun tadi siang," kata Tetua Gu dengan suara yang bergetar karena rasa bersalah. "Saya telah meragukan kemampuan Anda dan memprotes pembagian hasil kerja sama yang Anda ajukan kepada pemilik paviliun kami."

Dengan tenang, Luo Chen mengangguk kecil tanpa menunjukkan adanya rasa dendam atau kemarahan di wajahnya yang jernih. "Lupakan saja kejadian itu. Saya sama sekali tidak memasukkannya ke dalam hati."

Sebuah gulungan kertas tebal berwarna perak dikeluarkan oleh Tetua Gu dari balik lengan jubah abu-abunya dengan kedua tangan yang gemetar penuh rasa hormat.

"Pemilik Paviliun Ning telah mencoba meracik Pil Roh Pencair Qi sesuai dengan resep yang Anda tinggalkan tadi," jelas Tetua Gu dengan mata berbinar-binar. "Hasilnya sangat luar biasa! Tingkat efisiensi penyerapan energinya benar-benar mencapai lima puluh persen lebih tinggi, dan bahan herba yang digunakan hanya setengah dari biasanya! Pemilik Paviliun Ning sangat terkejut dan langsung menandatangani kontrak kerja sama ini secara pribadi."

"Selain itu, setiap bulan saya sendiri yang akan membawakan jatah hasil penjualan sebesar lima puluh persen dari keuntungan pil tersebut langsung ke kediaman Anda di kaki gunung ini," tambah Tetua Gu sambil menyerahkan kontrak perak tersebut ke tangan dia. "Kapan pun Anda membutuhkan herba spiritual atau bantuan apa pun di Kota Qingfeng ini, jangan sungkan untuk memberi tahu saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya."

"Saya menerima kesepakatan ini dan menghargai kerja keras Anda, Tetua Gu," jawab Chen'er sambil menerima gulungan kontrak perak tersebut dengan gerakan stabil.

Setelah membungkuk sekali lagi dengan sangat hormat di hadapan dia dan Luo Hao, Tetua Gu segera memimpin rombongan pelayannya untuk menaiki kereta kayu kembali menuju ke arah kota.

Gubuk reyot itu kembali sunyi setelah kepergian rombongan dari Paviliun Pil Seribu Obat. Dua orang tua di hadapan dia masih berdiri mematung dengan pandangan mata yang kosong akibat rasa terkejut yang belum hilang sepenuhnya.

"Chen'er, apa sebenarnya yang terjadi hari ini di kota?" tanya Luo Hao dengan suara bergetar sambil memegangi kedua bahu dia. "Dari mana kau mendapatkan formula pil kuno yang begitu luar biasa dan mengerikan itu? Bahkan seorang Alkemis Tingkat Empat seperti pemilik paviliun pun harus tunduk kepadamu!"

"Saya hanya beruntung tidak sengaja menemukan sisa-sisa lembaran buku kuno yang terkubur di lereng hutan Gunung Tiga Jari saat sedang latihan fisik beberapa minggu lalu, Ayah," jawab Chen'er dengan nada tenang, menjaga rahasia Kitab Maha Tahu, "Di dalam buku itu tertulis beberapa resep alkimia kuno dan instruksi sirkulasi api dasar."

Matanya menatap lurus ke arah gulungan kontrak perak di tangan dia, lalu beralih ke arah wajah putranya yang tampak sangat dewasa dan penuh percaya diri.

*Bakat dan kecerdasan Chen'er dalam hal alkimia benar-benar melampaui seluruh praktisi jenius di klan utama Luo,* pikir Luo Hao di dalam hatinya dengan air mata yang hampir menetes di sudut matanya yang berkerut. *Kakiku yang lumpuh dan dantianku yang hancur selama dua belas tahun ini bukan lagi akhir dari segalanya. Mungkin Putraku ini adalah seorang jenius sejati yang akan membangkitkan kembali nama besar keluarga kami nanti.*

Sambil melangkah mendekati kedua orang tuanya, dia menggenggam erat tangan ibunya, Mu Xue, yang sejak tadi terdiam sambil menahan tangis haru di sudut teras gubuk.

"Ayah, Ibu, saya berjanji mulai hari ini kita tidak akan pernah lagi hidup dalam kemiskinan dan penderitaan di tempat ini," kata Chen'er dengan nada suara yang dipenuhi keyakinan. "Dalam beberapa bulan ke depan, saya akan membawa kalian berdua kembali ke kota besar, memulihkan reputasi keluarga kita, dan membelikan tempat tinggal yang sangat layak untuk kalian berdua."

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!