NovelToon NovelToon
PENYIHIR TANPA SIHIR

PENYIHIR TANPA SIHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:797
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Lahir tanpa sihir (Nirmala) di dunia yang memuja kekuatan membuat Askara dibenci oleh ayahnya sendiri. Namun, sebuah rahasia besar terungkap: Askara tidak kosong, ia adalah "pemangsa sihir" yang mampu menyerap, menggabungkan, dan memantulkan kembali setiap serangan musuh. Berbekal kemampuan unik ini dan stamina fisik yang terlatih, Askara memulai perjalanan jauh demi membuktikan bahwa seorang tanpa sihir pun mampu mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Uji Coba Sunya dan Perjalanan Sayap Emas

HALO SAHABAT SEMUA KALAU BACA NOVEL AKU INI JANGAN LUPA LIKE YA GUYS, COMENT JUGA GUYS,BANTU AKU YA GUYS SUPAYA NOVEL INI BISA TERPILIH DALAM 80 BAB TERBAIK,CARANYA DENGAN LIKE DAN JANGAN LUPA VOTE. TERIMAKASIH

...SELAMAT MEMBACA...

Setelah menyelipkan pedang abu-abu gelap barunya ke dalam sarung kulit hitam yang kokoh di pinggangnya, Askara berdiri di ambang pintu bengkel. Ia merapikan jubah hitamnya yang kini terpasang rapi, menutup sebagian wajahnya dengan tudung misteriusnya yang khas. Pemuda itu membalikkan badannya, menatap sang maestro pandai besi yang berdiri di dekat tungku yang telah mendingin.

"Aku pergi, Tuan Moses. Terima kasih atas segalanya," ucap Askara dengan nada suara yang tenang namun sarat akan rasa hormat. "Pedang ini... akan kupastikan namanya terdengar hingga ke ujung benua."

Moses menyilangkan tangan di depan dada kekarnya, seulas senyuman bangga terukir di wajah tuanya yang dipenuhi jelaga.

"Pergilah, Askara. Jangan buat mahakaryaku tumpul karena keraguan. Tebas apa pun yang berani menghalangi jalan dan tekadmu!"

Dengan anggukan mantap sebagai perpisahan, Askara berbalik dan melangkah meninggalkan bengkel usang di Distrik Bawah tersebut. Langkah kakinya terasa jauh lebih ringan dan mantap. Di pinggangnya, Sunya terpasang dengan anggun, siap menemani sang empu menembus takdir baru yang menanti di Hutan Sihir Kegelapan.

Sementara itu, di belahan wilayah lain yang berjarak ratusan mil dari Kota Toga, debu jalanan mengepul hebat di bawah derap kaki puluhan kuda perkasa.

Rombongan besar Guild Elang Emas telah memulai ekspedisi agung mereka. Di barisan tengah, berkuda dengan anggun,

Rose menatap lurus ke arah cakrawala barat yang mulai diselimuti kabut gelap abadi. Zirah peraknya berkilau diterpa cahaya matahari, dan sebuah tongkat sihir pendek dengan permata safir biru terikat erat di pinggangnya.

"Semuanya, tetap dalam formasi!" seru sang kapten ekspedisi dari barisan depan, suaranya menggema di sepanjang barisan kesatria sihir. "Kita akan memasuki wilayah luar Hutan Kegelapan dalam tiga hari. Persiapkan mental dan sihir kalian!"

Rose menarik napas dalam-dalam, meraba kalung kecil di balik pelindung dadanya. Askara... aku sudah dalam perjalanan. Semoga takdir mempertemukan kita di bawah rimbunnya pohon kegelapan itu, batin Rose, matanya berkilat penuh tekad yang tidak lagi rapuh seperti dulu.

Di saat yang sama, Askara telah melangkah keluar dari gerbang luar Kota Toga. Wilayah perbatasan ini langsung menyuguhkan pemandangan gersang yang didominasi oleh perbukitan batu dan hutan mati yang jarang-jarang. Area ini terkenal sangat rawan karena sering menjadi tempat berkeliarannya monster-monster liar yang bermigrasi dari dalam hutan sihir.

Baru saja Askara berjalan beberapa ratus meter melewati pos penjagaan perbatasan yang kosong, tanah di sekelilingnya mendadak bergetar pelan. Dari balik semak-semak berduri dan celah bebatuan gersang, muncul tiga ekor Stone-Claw Wolf—monster serigala berukuran sebesar anak sapi dengan cakar dan taring yang terbuat dari batuan kristal tajam.

GRRRRR...

Ketiga monster itu mendengus, air liur mereka yang mengandung asam sihir menetes ke tanah, melubangi kerikil di bawahnya. Mereka mengitari Askara, bersiap untuk menerkam mangsa baru mereka secara bersamaan.

Menghadapi kepungan tersebut, Askara sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Alih-alih gentar, sepasang mata di balik tudung hitamnya justru berkilat penuh kegembiraan yang membara. Tangan kanannya perlahan turun, menggenggam erat gagang Sunya.

"Pas sekali," gumam Askara dingin. "Kalian akan menjadi korban pertama untuk menguji ketajaman pedang baruku."

SRAAAK!

Dua ekor serigala batu itu melompat bersamaan dari arah kiri dan kanan, mengincar leher dan kaki Askara dengan cakar kristal mereka yang berkilau sihir tanah.

Askara menarik Sunya dari sarungnya dalam satu gerakan melingkar yang sangat cepat. Desingan besi yang tajam membelah udara gersang. Sebelum mengayunkan pedangnya,

Askara memicu sedikit sihir kegelapan murninya—mengalirkannya setipis rambut di sepanjang mata pisau, persis seperti kontrol yang ia pelajari saat ujian ketiga bersama Moses.

Bilah pedang abu-abu gelap itu seketika memancarkan pendaran hitam pekat yang tenang. Askara melangkah maju, memutar tubuh fisiknya dengan lincah, dan menebas serigala pertama yang berada di udara.

CRASH!

Askara tertegun. Sensasi tebasan itu hampir tidak terasa di tangannya. Bilah Sunya membelah cakar batu dan tubuh keras sang monster serigala dengan sangat mudah, seolah-olah ia hanya menebas udara kosong. Tanpa sempat melolong kesakitan, monster pertama itu langsung terbelah menjadi dua bagian dan tumbang ke tanah.

Namun, kejutan sesungguhnya baru saja dimulai.

Tepat setelah tebasan pertama selesai, Askara merasakan getaran hangat yang menjalar dari bilah pedang masuk ke dalam telapak tangannya, lalu mengalir lancar menuju wadah kosong di dalam jiwanya. Askara terbelalak takjub saat menyadari sisa-sisa energi sihir tanah murni milik monster serigala yang baru saja ia tebas tidak menguap ke udara, melainkan terhisap habis secara instan oleh bilah Sunya dan langsung disalurkan ke dalam tubuh fisiknya!

Sihir tanah serapan itu otomatis melapisi mata pedang Sunya, mengubah pendaran hitamnya menjadi berselimut warna cokelat keemasan yang sangat padat tanpa perlu Askara memuntahkan energinya sendiri lagi.

"Pedang ini... menyerap sihir musuh secara langsung dari luka tebasannya?!" batin Askara terkejut sekaligus sangat takjub dengan kemampuan luar biasa senjatanya.

Serigala kedua yang melihat rekannya tewas seketika menggeram panik, mencoba melompat mundur untuk menjaga jarak. Namun, Askara tidak memberikan celah sedikit pun.

Dengan pedang yang kini sudah teraliri sihir tanah serapan secara otomatis, Askara mengayunkan tebasan horizontal ke arah depan.

BOOM!

Sebuah gelombang tebasan berbentuk sabit yang terbuat dari

duri-duri batu tajam menyembur keluar dari bilah Sunya, melesat cepat dan langsung menghancurkan serigala kedua hingga berkeping-keping. Dan begitu tebasan itu mengenai target, energi sihir tanah yang meledak itu kembali terhisap sebagian masuk ke dalam pedang, menjaga kestabilan aliran energinya agar tetap menyala tanpa berkurang sedikit pun.

Serigala ketiga yang tersisa seketika kehilangan seluruh insting berburunya. Monster itu membalikkan badan dan mencoba lari tunggang-langgang kembali ke balik tebing.

Askara menatap punggung monster yang ketakutan itu dengan senyuman puas yang melebar di wajahnya. Ia menegakkan pedangnya, mengagumi riak-riak energi yang mengalir tenang di atas bilah abu-abu gelap buatan Moses tersebut. Sungguh sebuah mahakarya yang berada di luar akal sehat manusia.

"Sekali saja aku memberikan pemicu sihir di awal... pedang ini akan terus aktif dan menguat dengan sendirinya dengan menyerap energi dari setiap musuh yang kutebas," gumam Askara pelan sembari mengarahkan ujung Sunya ke arah serigala terakhir. "Kau benar-benar luar biasa, Moses."

Dengan satu hentakan kaki yang kuat, Askara melesat maju seperti bayangan hitam, mengejar monster terakhir untuk menyempurnakan uji coba pedang barunya sebelum ia benar-benar melangkah masuk ke dalam gerbang maut Hutan Sihir Kegelapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!