NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Perjalanan di dalam mobil itu terasa mencekam, hanya diisi keheningan yang berat. A-Wei duduk di samping Lin Liu, sementara sopir di depan mengemudi tanpa sepatah kata pun, membawa mereka menyusuri jalanan kota menuju arah yang tidak dikenali Lin Liu.

"Mau bawa aku ke mana?" tanya Lin Liu akhirnya, tidak tahan dengan keheningan yang mencekik itu.

"Sabar saja, sebentar lagi sampai," jawab A-Wei singkat, matanya menatap lurus ke depan tanpa ekspresi.

Setelah sekitar dua puluh menit perjalanan, mobil itu akhirnya berhenti di depan sebuah gedung perkantoran yang cukup megah di pusat kota, jauh berbeda dari kesan gang gelap dan kumuh. Lin Liu digiring masuk melalui pintu belakang, menaiki lift menuju lantai paling atas, hingga akhirnya tiba di sebuah ruangan kerja mewah dengan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian.

Chen Datong duduk di balik meja kerjanya yang besar, tangannya terlipat rapi di atas meja, menatap Lin Liu dengan senyum tipis yang sulit diartikan begitu dia masuk ke ruangan itu.

"Duduklah, Lin Liu," katanya, menunjuk kursi di seberang mejanya. "Maaf soal cara pemanggilan yang agak memaksa tadi, tapi ini hal yang cukup penting untuk ditunda lebih lama."

"Di mana Zhang Ming?" Lin Liu bertanya tegas, tidak beranjak duduk meskipun dipersilakan.

Chen Datong mengangkat alis, tampak sedikit terhibur dengan sikap keras kepala Lin Liu. "Zhang Ming sedang beristirahat di tempat lain untuk sementara waktu. Dia agak terlalu banyak bicara belakangan ini, jadi aku pikir dia butuh waktu untuk merenung."

Dada Lin Liu tertusuk mendengar kalimat itu, menyadari bahwa firasat buruknya semalam ternyata benar. "Kalau kau sampai menyakitinya—"

"Aku tidak melakukan kekerasan tanpa alasan, Lin Liu," Chen Datong memotong dengan nada tenang, meskipun matanya menyimpan ketajaman yang mengintimidasi. "Aku hanya ingin bicara denganmu secara langsung, tanpa perantara yang bisa membocorkan hal-hal yang seharusnya tetap rahasia."

Lin Liu akhirnya duduk, meskipun tubuhnya masih tegang, siap menghadapi apa pun yang akan dikatakan pria di hadapannya. "Bicara soal apa?"

Chen Datong menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap Lin Liu lama sebelum akhirnya berbicara. "Aku dengar kau mulai dekat dengan putri keluarga Huang. Menarik sekali, mengingat keluarga Huang dan aku punya sedikit... hubungan bisnis yang belum sepenuhnya selesai."

Mata Lin Liu melebar, tidak menyangka nama Huang Ruoxi akan disebut langsung dalam pembicaraan itu. "Apa hubungannya dia dengan semua ini?"

"Ayahnya berutang cukup besar padaku, sama seperti orang tuamu dulu," Chen Datong menjelaskan santai, seolah sedang membicarakan cuaca. "Pertunangan putrinya dengan Liu Feng itu bukan sekadar kesepakatan bisnis biasa, Lin Liu. Itu adalah salah satu cara ayahnya melunasi sebagian utang padaku, karena Liu Feng adalah salah satu investor pentingku."

Lin Liu terdiam, mencerna informasi itu dengan perasaan campur aduk antara terkejut dan marah. Seluruh kepingan yang selama ini terasa terpisah kini mulai membentuk gambaran yang jauh lebih rumit dan mengerikan dari yang dia bayangkan.

"Jadi kau yang mengatur semua ini? Perjodohan Ruoxi, utangku, bahkan mungkin kepergian orang tuaku?" suara Lin Liu bergetar menahan amarah yang meluap.

Chen Datong tersenyum tipis, tidak membenarkan maupun menyangkal tuduhan itu secara langsung. "Aku hanya pengusaha yang menjalankan bisnis sebagaimana mestinya, Lin Liu. Tapi kalau kau ingin tahu lebih jauh soal orang tuamu, dan ingin memastikan Nona Huang tidak terjebak dalam pernikahan yang tidak dia inginkan, mungkin kau harus mempertimbangkan tawaran yang akan kuberikan."

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!