Sakit oleh rasa cinta, persatuan cahaya dan kegelapan, sepuluh tameng bersatu, memusnahkan dia yang kekal abadi.
Bella sosok aktris masa kini yang ternyata seorang anggota organisasi yang sangat di takuti di dunia.
Karena sebuah kejadian, ia bertrasmigrasi ke dunia entah berantah, di mana elemen dan juga sihir berada.
Dan yang membuat nya terkejut ternyata dia adalah sosok ramalan, yang akan melawan iblis abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31 ( melawan murid academy)
Siang hari nya shaqueena sedang berada di alun alun kota bersama Xi'er karena mereka melihat ada pertunjukan seni di sana.
"Apa ini. " tanya shaqueena.
"saya tidak tau nona, tapi yang saya dengar ada pertunjukan seni dari academy, semacam merekomendasikan seperti itu. " ucapan Xi'er juga bingung.
"Ah seperti itu. " gumam shaqueena, mengerti.
Ia dan Xi'er maju untuk masuk ke barisan paling depan, dapat mereka lihat ada beberapa orang berpakaian sama, mungkin semacam seragam sekolah jika di dunia manusia.
"Apakah nona akan ke academy. " tanya Xi'er.
"Ya aku ingin masuk ke sana. " ucap shaqueena.
"Apakah kamu juga ingin. " tanya shaqueena.
"Aku tidak mau nona. " ucap Xi'er.
"kenapa, bukannya bagus pergi ke sana. " tanya shaqueena aneh.
"Mungkin untuk sebagian orang memang, tapi saya tidak mau, saya pergi ke kota untuk bekerja nona. " ucap Xi'er.
"Ah, begitu baiklah. " ucap shaqueena mencoba mengerti.
Dia juga tidak bisa memaksakan kehendak nya kan, keputusan orang orang pasti berbeda tentang hidup nya.
Shaqueena pun fokus melihat pertunjukan seni di depannya, jika di lihat dengan seksama, sebenarnya ini mirip seperti mengiklankan kelas rekomendasi untuk elementer.
Mereka memberi tau jika elementer yang di miliki oleh mereka akan kuat jika di asah depan benar.
Dan memberi tahu jika, elemen yang di milik mereka sebenernya bisa di padukan dengan lingkungan.
Seperti elemen air yang bisa di ubah menjadi es, dan bisa membuat senjata tajam dari es itu.
'Tapi aku sudah tau. 'Batin shaqueena terkekeh.
Mereka terkagum-kagum, hingga para orang tua semakin yakin untuk memasukan anaknya ke academy magic Zivia itu.
"Wah hebat, anak ku harus masuk. " ucap seorang ibu-ibu di sebelah shaqueena.
"benar, kita hanya masyarakat kelas bawah, setidaknya anak anak kita harus bisa sukses kan. " timpal seorang wanita lainnya.
Shaqueena tersenyum hangat mendengarkan itu, ternyata tidak seburuk itu pemikiran mereka tentang belajar.
"Nah untuk siapa pun yang bisa mengalahkan dia, bisa mendapatkan tiket gratis untuk masuk ke dalam academy magic Zivia. " ucap seorang pemuda sambil menunjukkan seorang pemuda gemuk di sisiNya.
Shaqueena melihat pemuda itu seperti nya pemilik elemen wasser, ya elemen yang paling di takuti di benua ini.
Mereka yang mendengar itu takut dan tidak ada yang berani, ya walaupun sekali pun mereka yang memiliki elemen yang sama dengan pemuda itu.
"Kenapa kalian tidak mau menyerangnya." tanya pemuda itu terkekeh.
"Dia kan kuat. " ucap seseorang menjawab pertanyaan pemuda itu.
"Ya seperti yang kalian tau elemen wasser adalah elemen terkuat kan. " ucap pemuda gemuk itu tertawa remeh.
Shaqueena tertawa pelan, namun karena keadaan yang cukup mencekam, tawa shaqueena terdengar oleh mereka yang ada di sana.
"Ah nona cantik yang bercadar di sana. " tunjuk pemuda tadi pada shaqueena.
Shaqueena menunjuk dirinya sendiri dan di angguki oleh pemuda itu, shaqueena melihat kode pemuda itu untuk mendekati nya.
Shaqueena pun maju ke depan, orang orang melihat kearahnya, yang terlihat kecil di bandingkan para pemuda di sana.
"Apakah nona begitu kuat hingga meremehkan kami. " ucap seorang pemuda dengan tersenyum manis, namun shaqueena tau pemuda itu tidak suka padanya.
"Ah tidak. " ucap shaqueena polos.
"Siapa nama mu. " tanya shaqueena.
"Queen." ucap shaqueena terkekeh.
"nama yang bagus, jadi apa elemen mu. " tanya pemuda itu.
"Lard." ucap shaqueena terkekeh.
Mereka yang mendengar itu terkekeh meremehkan shaqueena, namun gadis itu tidak berkutik ia hanya menerima ejek an dari mereka.
"Kenapa." tanya shaqueena heran.
"Tidak elemen lard juga bagus kok. " ucap pemuda lain tersenyum hangat pada shaqueena.
"Memang bagus, jika tidak ada para elementer seperti kami, kalian tidak mungkin makan kan. " ucap shaqueena terkekeh.
"Ah atau hanya mengandalkan ikan dari para elementer wasser itu." ucap shaqueena tertawa pelan.
Mereka terdiam mendengar ucapan shaqueena, pemuda yang memuji kekuatan shaqueena tersenyum hangat.
Dia juga pemilik elementer tanah, dan ya di dalam academy beberapa murid memandang rendah para pemilik elementer land ini.
Ia cukup kagum dengan keberanian gadis kecil di depannya ini, aura yang di keluar kan nya juga unik lembut tapi juga tegas.
'Aura nya sangat cocok dengan aura sahabat ku. 'Batin pemuda itu.
"Ah begitu ya, jika seperti itu apakah nona mau melawan ku, jika menang nona kecil bisa mendapatkan tiket gratis masuk ke academy. "Ucap pemuda gemuk di depannya.
" boleh kok. "Ucap shaqueena menatap polos pemuda gemuk itu.
" ah, sungguh berani rupanya, baiklah semua nya sekarang kita saksi kan pertarungan kali ini dengan semangat. "Ucap pemuda lainnya dengan bertepuk tangan.
" elemen lard, dan elemen wasser, kita lihat siapa yang akan menang. "Ucap pemuda itu terkekeh.
Mereka sedikit menjauh dari sana, para pemuda itu membuat binner pelindung di area pertarungan itu, agar tidak melukai warga di sana.
" Baiklah nona kecil, kita lakukan dengan cepat. "Ucap pemuda gemuk itu terkekeh.
Pemuda gemuk itu mulai mengeluarkan elemen wasser nya, dan membuat es berbentuk pedang sebagai senjatanya.
Shaqueena menggangu kan kepalanya, cukup handal juga lawannya itu, shaqueena pun mengeluarkan elemen land nya.
Dan membuat sebuah pedang berduri racun, tidak mematikan kok, hanya dapat membuat lemas saja, aman kan.
" kita mulai. "Ucap shaqueena terkekeh.
Mereka mulai menyerang dengan senjata masing-masing, shaqueena dengan gesit menghindar dan menyerang dengan cepat pemuda gemuk itu.
Para penonton di buat takjub dengan gadis bercadar itu, gerakan nya begitu anggun dan mematikan.
'Sial, ternyata dia tidak selemah itu. 'Batin pemuda gemuk itu.
Shaqueena menyeringai saat melihat tatap khawatir dari pemuda gemuk itu.
Shaqueena akui pemuda gemuk itu cukup kuat, hanya saja dia terlalu terburu-buru dalam menyerang, hingga dia mengeluarkan mana acak.
Dan membuat nya kelelahan, shaqueena tertawa pelan, ah seperti nya ia harus mengakhiri ini dari pada pemuda itu pingsan kan.
Shaqueena berlari ke arah pemuda itu dan melompat ke atas sambil menodongkan pedangnya ke arah bawah dengan cepat.
Prang.
Wush.
Angin berhembus kecang hingga menerbangkan debu-debu di dalam binner itu, membuat pandangan mereka terganggu karena terhalang.
Bunyi pedang yang saling bertabrakan membuat mereka mematung sejenak, mengira-ngira siapakan yang kalah di dalam binner itu.
Hingga asap debu itu mulai menghilang, mereka terkagum saat melihat shaqueena dengan gagah nya berdiri sambil menodongkan pedangnya nya.
Ke leher, pemuda gemuk yang sekarang sedang terbaring lemah di tanah, mereka bertepuk tangan dengan gembira.
"Wah wah, nona Queen kita yang menang semuanya. " ucap pemuda yang membela shaqueena tadi.
"kamu tidak papa. " tanya pemuda itu pada teman gemuknya yang terbaring di tanah.
Shaqueena jongkok dan menggumamkan mantra untuk menyembuhkan pemuda itu dari racun yang ia keluar kan tadi.
Hingga pemuda gemuk itu terbatuk dan bernafas dengan tenang, ia pun terduduk, membuat teman-teman nya merasa lega.
"Maaf karena menyerang mu berlebihan. " ucap shaqueena pada pemuda gemuk itu.
"Ah tidak papa. " ucap pemuda itu.
'Kepribadian yang baik. 'Batin pemuda yang membela shaqueena.
***