NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah

Dendam Berdarah

Status: tamat
Genre:Hantu / Horor / Kutukan / Tamat
Popularitas:56.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Liburan keluarga Pak Gunawan dan Bu Sri yang sedang hamil tua berakhir tragis ketika mereka, bersama dua pelayan dan seorang tukang kebun, ditemukan tewas mengenaskan di vila mereka.

Penyelidikan mengungkap bahwa pembantaian tersebut dipicu oleh aksi perampokan yang berubah menjadi pembunuhan brutal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisah kain yang di temukan

"Aku ketiduran?" tanya Sri yang kebingungan menatap Bagas. Rasa pening yang luar biasa mendadak menyerang kepalanya, membuat ingatan tentang mimpi buruk tadi terasa tumpang-tindih dengan realitas di depannya.

"Iya," sahut Bagas pendek.

Pak Basri yang sejak tadi mengamati Sri dengan saksama akhirnya mengembuskan napas panjang. Beliau memasukkan kembali botol minyak angin kecil ke dalam kantongnya.

Wajah tuanya yang dipenuhi kerutan tampak sangat lelah di bawah temaram cahaya senter yang mulai meredup.

Lelaki tua itu melangkah mendekat, lalu berkata.

"Sebaiknya kamu perbaiki perasaan dulu. Tenangkan hatimu, sebut nama Gusti Allah di dalam hati."

Sri hanya bisa mengangguk lemah, mencoba mengatur napasnya yang masih sedikit memburu. Namun, kata-kata terakhir dari sosok perempuan dalam mimpinya tadi, jangan percaya siapa pun di desa itu, terus berputar-putar di kepalanya bagai kaset rusak. Sri menatap telapak tangannya yang masih terasa sedingin es.

Setelah memastikan kondisi Sri sudah sedikit lebih stabil, Pak Basri menepuk pundak Kang Tono dan Tedi yang sejak tadi berdiri waspada dengan parang terhunus.

"Jika sudah lebih baik, kita tidak bisa berlama-lama lagi di bawah pohon ini," lanjut Pak Basri dengan nada suara yang sengaja dikuatkan untuk mengusir sisa-sisa ketakutan yang menggelayuti rombongan kecil itu.

Beliau berbalik, mengarahkan berkas cahaya senternya menembus kelebatan belukar di depan mereka.

"Kita sebaiknya lanjutkan berjalan untuk pulang. Kita cari arah baru, semoga saja nanti sudah bisa menemukan jalan keluar dari hutan itu sebelum semakin gelap."

Bagas membantu Sri berdiri. Namun, saat Sri mencoba menumpu tubuhnya dengan tangan di atas permukaan tanah yang lembap, jemarinya secara tidak sengaja menyentuh sesuatu yang terselip di antara celah akar pohon besar tersebut.

Sri menarik benda itu dan mengangkatnya ke dekat pendaran cahaya senter. Benda itu terlihat seperti robekan kain usang yang sudah mulai membusuk karena lembap.

"Apa itu?" tanya Bagas, ikut mencondongkan kepalanya dengan dahi berkerut penasaran.

Sri mengamati kain itu lekat-lekat, merasakan debaran aneh yang tiba-tiba mencuat di dadanya.

"Seperti kain baju," jawab Sri.

Pak Basri yang melihat benda di tangan Sri segera melangkah mendekat. Beliau menyorotkan senternya tepat ke robekan kain tersebut, mengamatinya sejenak sebelum akhirnya mengembuskan napas panjang.

"Mungkin milik orang yang pernah masuk hutan, atau mungkin tanda yang mereka tinggalkan agar tahu jalan yang sudah dilewati," katanya mencoba memberi penjelasan yang masuk akal.

Mendengar itu, Sri hanya terdiam dan menyimpan kain tersebut ke dalam saku jaketnya. Kalimat Pak Basri terdengar masuk akal bagi yang lain.

Padahal, kenyataan yang sesungguhnya jauh lebih kelam dan terikat erat dengan darah daging Sri sendiri.

Mereka sama sekali tidak tahu bahwa itu adalah robekan kain milik Ibu kandung Sri, yang tertinggal dua puluh tahun lalu di hutan terkutuk ini saat beliau berjuang melahirkan Sri di tengah pelarian.

Kain bercak darah yang sengaja dirobek oleh Lela untuk membungkus tubuh Sri yang masih merah, sebelum Lela membawa bayi itu keluar dari kegelapan hutan dan membesarkannya sebagai anaknya sendiri.

"Ya sudah, sebaiknya kita segera pergi. Semoga saja Gusti Allah tunjukkan jalan yang benar untuk kita keluar dari hutan," kata Kang Tono dengan nada suara yang bergetar namun penuh harap. Ia mengencangkan pegangan pada parangnya, seolah-olah bersiap menghadapi apa pun yang mungkin menghadang di depan.

Ucapan Kang Tono barusan seakan memutus mantra ketegangan yang sempat mengikat mereka di bawah pohon raksasa itu.

Pak Basri mengangguk tegas, menyetujui ucapan lelaki itu tanpa banyak bicara lagi. Beliau langsung membalikkan badan, memimpin di barisan paling depan dengan senter yang menyala mantap, membelah belukar rapat yang seolah tak berujung.

Bagas merapatkan posisinya di samping Sri, memastikan gadis itu tidak tertinggal satu langkah pun. Sementara Sri berjalan dalam diam, dengan tangan yang terus-menerus meraba saku jaketnya, tempat robekan kain jarik tua itu tersimpan.

Di balik rasa lelah yang luar biasa, debaran aneh di dadanya kian mengencang. Hutan di sekeliling mereka perlahan kembali dipenuhi suara jangkrik dan gemerisik daun, seolah melepas kepergian mereka setelah berhasil bertahan sari sesat yang beberapa kali membawa mereka kembali di tempat yang sama.

Mereka terus melangkah membelah kegelapan malam, menaruh seluruh harapan pada sisa tenaga yang ada dan doa yang terus dirapalkan dalam hati.

Berharap agar langkah kaki kali ini benar-benar membawa mereka pulang, menjauh dari rahasia kelam yang perlahan-lahan mulai mengusik takdir Sri.

1
Siti Yatmi
akhirnya tamat juga...aku suka cerita mu thor..ga terlalu lama, ga membosankan....semangat terus ya thor...meluncur ke karya baru...😍
Maple latte: terima kasih ya🙏😘
total 1 replies
Siti Yatmi
bagus lah...mereka mati semua..soalnya kalo hukum yg bicara..hemmm...paling penjara doang, ga lama bebas, bisa suap..wk2
Siti Yatmi
huaaaa...hua....sedih thor..tiba2 airmata meluncur sendiri....sumpah kalo dibuat film..pasti bagus ini thor...nangis ga sadar.../Sob/
Siti Yatmi
bagussss......seruuuu.....
Siti Yatmi
hemmm.....enak toh....alam yg bunuh..ga perlu aji turun tangan...horee..aku bahagia...
Siti Yatmi
kasian...sumi..berkorban segitu rupa...semoga kamu bisa melepas dendam mu sekarang waktunya
Sriwahyuu
lanjut Thor , ditunggu karya barunya💪
Maple latte: terima kasih ya🙏😘
total 1 replies
Maure Nia
🌸bagus banget ceritanya...aku suka cepet lanjut ya Thor untuk selanjutnya...karya" baru👌💪juga tetap semangat
Maple latte: terima kasih ya🙏🥰
total 1 replies
Siti Yatmi
bantaiiii....jatmiko....aetujuuuuuu
Riska Salahudin
bagus banget
Yulia Lia
ikut nangis thoor
Yulia Lia
kapan giliran Jatmiko yhoor
Yulia Lia
balaslah Sumi sama persis seperti yg kau rasakan
Maple latte
Terima kasih banyak ya🙏🥰🥰
Mega Arum
terimakasih kak... novel yg sangat bagus, selalu menunggu karya kaka selanjutnya...terutama kisah2 horor,, sukses selalu kak
Yulia Lia
baru tahu kau rasa takut mana yang sok hebat tadi yg katanya mau menghajar sri
Yulia Lia
mampus kau jatmiko
Maure Nia
pak RT tunggu giliran mu...tapi Sri gimana ibu nolongin gak....lanjut thor
Maure Nia
wah rupanya gitu kejadian malam itu...apa Sri juga denger semuanya
sekarang Sri tau hal yg sebenarnya...mudah"an Sumi bisa menghabisi Jatmiko brengsek😡
Mega Arum
lanjut kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!