Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar Baru
"Cepat habiskan, setelah ini aku akan mengantarmu untuk melihat kamarmu"
"Eitsss tunggu, tunggu.. Kamarku? Apa maksudmu dengan kamarku?"
"Sekarang kau akan tinggal disini, di tempatku"
"Apaaaaa... Kau gila.. Aku mana bisa tinggal disini, aku punya rumah sendiri ya walaupun aku menyewanya tapi itu adalah rumahku, tidak, aku tidak mau tinggal disini"
"Kau tidak punya hak untuk menolak" Dominic kembali melanjutkan makan nya.
"Hei dengar ya, aku masih punya hak atas diriku,lagipula aku masih harus bersekolah, jika kau menyuruhku tinggal disini bagaimana dengan sekolahku, aku akui memang aku senang dengan tempat ini tapi aku tidak mau tinggal disini, bagaimana aku bisa pergi kesekolah dengan jarak sejauh itu, yang ada kakiku bisa patah, tidak,aku tidak mau! " Nayara menggeleng.
"Kau bisa berhenti sekolah dan Kau bisa belajar dari rumah, aku akan carikan guru terbaik untukmu"
"Aku tidak mau, kau tidak bisa memaksaku seperti ini, aku masih ingin bersekolah bersama teman-temanku"
"Agar kau bisa berduaan dengan bajingan itu, itu yang kau mau? " Urat di keningnya timbul.
Ia menghela nafas "...aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentangku,tapi aku sama sekali bukan wanita seperti itu, mereka semua adalah temanku, dan aku tidak membedakan mereka mau itu pria ataupun wanita, kenapa kau marah saat aku dekat dengan bara? "
"Karena kau milikku, tidak ada pria manapun yang boleh mendekati mu kecuali aku, bahkan jika itu temanmu! "
"Kau cemburu? "
"Menurutmu? "
"Entahlah aku tidak tahu, apa kau menyukaiku, maksudku apa kau mencintai ku?"
"Ya"
"Kenapa? kenapa kau begitu menyukai ku? Apa yang kau lihat dari diriku? menurutku,aku tidak memiliki apapun untuk membuatmu tertarik! lalu apa yang membuatmu begitu menginginkanku sampai harus melukai temanku? "
"Aku tidak tahu, mungkin sesuatu dalam dirimu! "
Naya mengerutkan dahinya.
"Kenapa? "
"Hanya itu? "
Dominic mengangguk "Ya"
Naya menghela nafasnya "ya sudahlah lupakan, jawabanmu sama sekali tidak memuaskan"
"Kau ingin jawaban seperti apa? "
"Tidak jadi, lupakan saja pertanyaan ku tadi, aku ingin makan saja, menghabiskan semua makanan ini dengan tenang"
Tidak ada percakapan setelah itu, mereka makan dengan tenang.
***
Mereka berhenti didepan pintu, pengawal yang berjaga memberi hormat.
"Ini kamarmu"
"Kamarku? bukannya tadi aku sudah bilang kalau aku tidak mau tinggal disini, aku memiliki tempat tinggalku sendiri! "
"Kau bisa melihatnya lebih dulu"
Dominic membuka kamar tersebut dan berjalan lebih dulu.
Saat pintu terbuka,kyna terpukau dengan apa yang dilihatnya "Wow kamar ini persis terlihat sama dengan di film,yang biasa aku tonton.hanya ukuran nya jauh lebih besar dan lebih mewah"
"Kemarilah,Apa kau menyukainya"
"Ya.. Tapi apa benar Ini kamarku? "
"Tentu saja"
"Semua yang berada di kamar ini adalah milikmu, kau bebas melakukan apapun" Lanjut Dominic.
"Emm aku tidak mau, aku tidak ingin tinggal disini"
"Kenapa? Bukankah tadi kau menyukainya?"
"Aku memang menyukai kamar ini tapi aku hanya ingin tinggal di rumahku saja"
"Jika kau ingin tetap bersekolah di sana bersama teman-temanmu kau harus tinggal disini, kau tidak memiliki hak untuk menolak semua keinginanku, jika kau masih keras kepala maka.... " Ia menggantung sejenak ucapannya.
"Kau ingin mengancamku dengan menggunakan teman-temanku lagi, benar begitu? " Balas naya cepat.
"Ternyata kau cukup pintar untuk mengerti maksudku! "
"Dasar kau ini,selalu memaksakan kehendakmu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain"
"Kau mau atau tidak! semua keputusan ada ditanganmu! "
Naya menghela nafas kasar “baiklah aku akan tinggal disini, tapi barang-barangku di sana bagaimana? "
"Semua keperluanmu akan disediakan, kau tidak perlu membawa barang rongsokanmu kedalam mansionku"
"Apa kau harus sekali mengatakan seperti itu.. Dasar pria sombong" Naya memalingkan wajahnya.
"Baiklah, aku harus pergi.. Aku akan kembali nanti malam, jika kau memerlukan sesuatu kau bisa memanggil pengawal atau pelayan yang berjaga di depan pintu kamarmu"
"Ya"
Dominic mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar kyna.
Naya akhirnya merebahkan tubuhnya keatas kasur king size miliknya, ini bahkan sangat empuk.
"Dalam sehari hidupku langsung berubah 180 derajat, mau meratapi nasib tapi ini membuatku bisa menikmati hidup mewah, tapi disatu sisi aku malah terbelenggu dengan pria kejam itu, oh ayolah naya, nikmati saja dahulu kehidupan mewah ini, seiring berjalannya waktu mungkin kau akan mencintainya atau mungkin tidak"
Setelah berpikir tentang hidupnya,nayara akhirnya tertidur.