NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sisa badai

​Suara riuh tawa menggema di koridor SMA Highgate Academy sebuah sekolah elit berarsitektur megah, tempat di mana status sosial diukur dari digit rekening orang tua. Di sini, seragam bukan sekadar identitas, melainkan ajang pamer kemewahan. Namun, atmosfer berkilau itu mendadak pekat dan menyesakkan di sudut kelas paling belakang.

​Brak!

​Isi sebuah tas ransel yang sudah usang dan pudar warnanya berhamburan ke lantai marmer yang mengilat. Buku-buku catatan yang disampul rapi, kotak pensil murah, hingga kotak bekal plastik kini berserakan tak keruan.

​Pemiliknya, Valencia—atau yang biasa dipanggil Cia—hanya bisa menunduk dalam-dalam. Tubuhnya bergetar hebat di atas kursi kayu. Dia adalah anomali di sekolah ini: seorang siswa beasiswa, si miskin yang tersesat di istana para konglomerat.

​"Ups, sori! Gue sengaja," cetus sebuah suara manja yang sarat akan nada merendahkan.

​Tiga orang gadis berdiri mengitari meja Cia bagai predator yang mengunci mangsa. Seragam mereka dimodifikasi sedemikian rupa—rok mini yang jauh di atas lutut, kemeja ketat yang sengaja dibuka kancing atasnya, serta rambut bergelombang yang tertata sempurna hasil salon mahal.

​Di tengah-mana, berdiri sang 'ratu'. Amora Luca Alessandro. Wajahnya luar biasa cantik, namun tatapannya sedingin es. Sebagai putri tunggal dari pemilik yayasan Highgate Academy, Amora adalah hukum di sekolah ini. Mengusik Amora sama saja dengan mencari tiket menuju neraka.

​Amora melangkah maju, ujung sepatu hak tingginya menginjak salah satu buku catatan Cia hingga kotor. Dengan kasar, ia mencengkeram dagu Cia, memaksa gadis malang itu menatapnya yang tengah tersenyum sinis.

​"Gue kira lo yang nyuri uang gue... secara, lo 'kan miskin," ejek Amora, menekankan kata terakhir dengan penekanan yang menusuk. Ia lalu melempar dompet bermerek miliknya ke atas meja. "Tapi ternyata setelah diperiksa, nggak ada tuh. Sialan, bikin tangan gue kotor aja."

​Cring!

​Tanpa belas kasihan, Amora menjambak rambut Cia ke belakang, membuat Cia memekik tertahan. Air mata Cia sudah mengalir deras, membasahi pipinya yang pucat. Ia terlalu takut untuk melawan, bahkan untuk sekadar bersuara.

​"Dengar ya, parasit. Lain kali kalau muka lo yang melarat itu kelihatan mencurigakan lagi di depan gue, gue nggak bakal segan-segan bikin lo ditendang dari sekolah ini!" Amora mengempaskan kepala Cia dengan kasar, lalu berbalik sembari mengibaskan rambutnya yang wangi.

​Gengnya tertawa terbahak-bahak, menyusul langkah Amora keluar kelas. Di sekitar mereka, puluhan pasang mata siswa lain hanya menonton. Tak ada satu pun yang berani bergerak. Jangankan membantu, menatap mata Cia saja mereka enggan, takut tertular sial.

​Dengan tangan yang gemetar dan isak tangis yang tertahan di tenggorokan, Cia berlutut di lantai. Sendirian. Ia memunguti satu per satu barang-barangnya yang kotor, meratapi harga dirinya yang telah diinjak-injak hingga hancur tak bersisa.

​Hah!

​Sepasang mata terbuka lebar. Napasnya memburu, memutus pasokan udara yang sempat terasa mencekik lehernya.

​Keringat dingin membasahi pelipis gadis itu. Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar, menyiram wajahnya yang kini bukan lagi milik seorang anak SMA yang rapuh.

​Gadis itu terduduk di atas ranjangnya, memijat pelipisnya yang berdenyut lambat. Ia menoleh ke arah cermin besar di sudut kamar. Di sana terpantul bayangan seorang wanita muda berparas tegas, anggun, dan matang.

​Valencia yang sekarang telah berusia 20 tahun.

​Luka lama itu rupanya enggan sembuh. Enam tahun telah berlalu, namun memori tentang Highgate Academy, tentang Amora Luca Alessandro, dan tentang semua penghinaan itu selalu datang berkunjung dalam bentuk mimpi buruk yang terasa begitu nyata.

​Cia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya memutih. Rasa takut yang dulu mendominasi, kini telah menguap, berganti menjadi kobaran api yang membakar dadanya.

​"Amora..." gumam Cia lirih, namun nadanya sedingin malam.

​Dendam yang ia simpan rapat-rapat selama bertahun-tahun kini menuntut untuk dibayarkan. Waktu bagi si gadis beasiswa yang lemah telah usai. Kini, saatnya keadaan berbalik.

​Suara gemercik air hangat dari shower perlahan menenangkan detak jantung Cia yang sempat berpacu akibat mimpi buruk tadi. Di bawah guyuran air, ia memejamkan mata, membiarkan sisa-sisa memori Highgate Academy luruh bersama air yang mengalir ke pembilangan.

​Begitu keluar dari kamar mandi, Cia berdiri di depan cermin besar. Ia menatap lekat-lekat tubuhnya yang kini proporsional, tinggi, dan terawat. Kulitnya tampak mulus di bawah terpaan cahaya lampu kamar. Namun, Cia tidak pernah lupa bahwa dulu, tubuh ini dipenuhi oleh bekas luka—lebam kebiruan akibat dorongan kasar, luka gores, hingga bekas sundutan yang sengaja ditinggalkan oleh tangan-tangan kejam mereka.

​Butuh waktu bertahun-tahun, kerja keras tanpa lelah, dan serangkaian operasi rekonstruksi kulit yang menyakitkan untuk menghapus semua jejak fisik itu. Cia tersenyum tipis, sentuhan jemarinya di atas kulit mulusnya menjadi bukti bahwa ia telah berhasil menyembuhkan fisiknya, meski hatinya masih sekaku es.

​Hari ini adalah hari penting. Cia mulai bersiap-siap. Ia memilih celana panjang kain berwarna cokelat tua yang memeluk kakinya dengan pas, memberikan kesan jenjang dan profesional. Atasannya adalah kemeja putih berpotongan leher V yang mengekspos tulang selangkangannya yang tegas, memberi kesan elegan namun tetap berwibawa.

​Rambut hitamnya yang lebat ditarik ke atas, diikat rapi membentuk sanggul modern yang kokoh tanpa ada sehelai benang rambut pun yang berantakan. Terakhir, ia memoles wajahnya dengan makeup minimalis namun tajam—sedikit eyeliner untuk mempertegas tatapan matanya, serta lipstik berwarna nude yang segar.

​Sempurna. Gadis beasiswa yang dulu menunduk ketakutan kini telah menjelma menjadi wanita karier yang memikat dan mematikan.

​Setengah jam kemudian, Cia sudah berdiri di lobi utama Aethelgard Group, salah satu perusahaan korporat terbesar dan paling disegani di pusat kota. Gedung pencakar langit berstruktur kaca itu menjulang megah, merefleksikan kesibukan para pekerja kelas atas yang berlalu-lalang di dalamnya.

​Cia melangkah masuk dengan ritme kaki yang konstan dan percaya diri. Bunyi ketukan sepatu hak tingginya bergaung halus di atas lantai marmer lobi yang mewah. Beberapa pasang mata sempat melirik ke arahnya, mengagumi kecantikan natural dan pembawaannya yang anggun, namun Cia tetap fokus menatap lurus ke depan.

​Di perusahaan raksasa inilah Cia membangun hidup barunya. Tidak ada yang tahu masa lalunya yang kelam di Highgate Academy. Di sini, dia dikenal sebagai Valencia, seorang karyawanti yang cerdas dan penuh dedikasi.

​Tiga tahun sudah ia mengabdi di perusahaan ini. Cia memulainya benar-benar dari bawah, merangkak naik dengan ketekunan, lembur hingga larut malam, dan performa kerja yang selalu melampaui target. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar cara untuk menyambung hidup, melainkan fondasi utama untuk memperkuat posisinya di dunia nyata.

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!