NovelToon NovelToon
Rayu Candu

Rayu Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak
Popularitas:235.3k
Nilai: 5
Nama Author: Armalik King

#Mature conten
#Harap bijak memilih bacaan
# Isi mengandung unsur 18+

Sebuah rayuan, bisa membuat seseorang terjebak dalam pusara angan-angan yang indah, melebihi logikanya tanpa sadar.

Disinilah kisah sang tokoh utama bermula. Elena tanpa sadar mulai masuk kedalam bujuk rayu yang akan mengubah hidupnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Jangan lupa, untuk menekan tap Love, like serta komentnya ya, Terima kasih telah membaca.

Find me on IG @Armalik King
Facebook @Armalik King

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armalik King, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumor Lain 2

Ditempat lain. Darren yang bergegas pergi dari kamar Elena. Ia berlari kecil menuju lift sambil membawa ponsel Lucy. Tak terasa, lift yang di naiki Darren telah sampai di lantai satu. Dimana ia berniat untuk pergi ke kamar tidurnya. Darren baru menyadari setelah seseorang berdiri menahan pintu lift dan berkata padanya, karena saking asyiknya Darren baru sadar bahwa lift itu bahkan kan kembali naik jika tak di halangi seseorang.

“Tuan, apa anda ingin diseduhkan teh herbal dari Himalaya juga?” tanya sang bibi yang berdiri dengan membawa nampan di depannya sambil menahan pintu lift oleh kakinya.

“Astaga! Apa ini dilantai satu?” tanya Darren, yang mengalihkan pandangan pada sang bibi Ruby dan sesekali celingukan dengan menoleh ke kiri dan kanan ruangan yang ada di depan lift itu.

“Iya, tuan!” jawab sang bibi dengan ramah.

“Hah? Ma-maaf, saya tidak memperhatikan anda, hehehe...” ujar Darren yang berjalan keluar dari dalam lift, sambil menggaruk kepala bagian belakang dengan jari telunjuknya saja.

Mereka berdiri didepan lift. Sang bibi tak jadi masuk kedalam lift karena mungkin saja Darren ingin teh herbal juga. Sekali lagi sang bibi menanyakan perihal teh herbal itu, seketika Darren mengendus wangi dari sebuah poci berbahan kaca dan terlihat berwarna kekuningan dengan beberapa daun yang melayang didalamnya. “Hmm, pantas saja! Sedari tadi saya menciu’m sesuatu yang begitu wangi!? Baiklah, aku ingin teh herbal itu juga!” ujar Darren yang seketika itu pamit pada sang bibi.

Namun, ia teringat hal yang penting yang harus di bicarakan dengan sang bibi. “Oh, ya!” ucap Darren yang kembali berbalik dan menatap sang bibi. Seketika iti juga yang bibi menoleh kearah Darren dengan alis yang terangkat seraya menanyakan maksud Darren.

“Anda antarkan saja ke kamar saya. Dan, ada hal yang harus di bicarakan... terima kasih banyak sebelumnya,” ucap Darren yang kembali pamit dan kali ini ia berjalan pergi menuju kamarnya.

Ditempat lain, Lucy dan Elena telah bersiap untuk makam malam saat ini. Terlihat jam yang menunjukkan pukul 6 sore. Terdengar ketukan pintu, dari kamar Elena. Setelah terdengar suara sahutan dari sang bibi yang berada di luar, Elena pun mempersilahkan bibi untuk masuk kedalam kamarnya. Sang bibi menyapa Elena dengan ramah dan menghidangkan teh herbal yang disimpan di meja.

Memang di kamar Elena yang luas itu, terdapat pula seperangkat meja dan kursi seperti ruangan tamu. Karena terkadang ayah dan ibu selalu sibuk, dan sang bibi lah yang selalu menemani Elena semalaman dengan tidur di sofa kamar tersebut. Setelah menyimpan teh herbal, sang bibi pun segera pamit karena ia juga harus menyeduh teh herbal untuk Darren.

Sepninggalan sang bibi, Lucy pun segera menikmati acara minuk teh di senja hari itu. Bukan lagi sore hari, tetapi karena sedari tadi mereka menghabiskan waktu, hanya untuk melihat rekaman video ketika di ruangan rahasia yang ada di perpustakaan.  “Ah, ini sangat segar dan nikmat sekali!” ujar Lucy dengan duduk di sofa dan pandangannya menatap kearah depan, dimana sebuah jendela besar terdapat di kamar itu.

“Apa kau sebahagia itu? Ckckckck, aku pikir selebriti akan selalu terlihat bahagia ketika ia membelk barang mewah, serta liburan mewah? Ternyata mungkin tidak semua? Termasuk kau, salah satunya,” ujar Elen dengan mengangkat gelas dan mencicipi teh herbal tersebut.

“Ya, aku tak seperti pada umumnya, sih! Yang jelas, aku tak tertarik dengan barang mewah! Karena dari kecil aku sudah mendapatkannga! Aku hanya ingin kebebasan dengan apa yang akan ku lakukan dalam hidupku!” tutur Lucy seperti bisa dengan ucapan panjang kali lebarnya.

Elena mengangguk, “Ya, benar... kau hanya butuh kasih sayang yang lebih banyak dari ayahmu. Meskipun ia tak menunjukkannya, bukan berarti ia tak menyayangimu! Dan kenapa kau begitu keras kepala? Mengapa kau tak menjadi yang pertama saja mengucapkan saya atau ingin memeluk ayahmu?” tanya Elena dengan tatapan datarnya yang seolah menginterogasi Lucy.

“Astaga! Ya Tuhan! Apa kau sakit Elen? Tak masuk akal sekali! Hah? A-aku, harus mengungkapkan perasaanku terlebuh dahulu untuk orang tua itu yang bahkan ia hanya memandang lukisannya seharian jika di rumah! Ckckck... kau benar-benar sakit Elena!” ketus Lucy dengan wajah tak sukanya.

“Ya terserah mu, saja! Lagian, kau akan menyesal jika ayahmu tiada!  Aku bukan bermaksud buruk untuk mendoakanmu yang tidak-tida, ya!” celetuk Elena yang memang ucapannya selalu menyakitkan, tetapi memang begitulah kejujuran dengan keadaan yang sebenarnya. Lucy tak berkilah seperti biasanya ia hanya terdiam sambil mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk kearah luar jendel. Akhirnya mereka pun menikmati acara minum teh dengan hanya bersuara sesekali saja.

Darren sedari tadi mencoba mencari cara agar ia bisa menemukan sumber penyebar dari video rekaman itu. Tetapi hasilnya nihil. Darren akhirnya mencoba menghubungi detektif Felix. Ia pun menyampaikan masalah yang kini di hadapi Elena. Akhirnya, detektif Felix pun menawarkan bantuan, untuk menyelidiki masalah penyebar rekaman video itu. “Jika anda bisa mencari sumbernya dalam waktu beberapa minggu, saya akan memberikan anda apresiasi yang sesuai dengan hasil kerja anda!” tutur Darren dengan tak lupa berterima kasih juga pamit menutup ponselnya itu.

“Tu-tunggu pak!” ujar Darren kembali. Untung saja, paman Felix belum menutup panggilan itu.

“Jadi, bisakah6 anda merahasiakan penyelidikan tentang rekaman itu dari, Elena... karena bagaimana pun, maslah saat ini begitu banyak sehingga mengganggu pikirannya,” jelas Darren yang kemudian pamit, diikuti dengan terputusnya sambungan ponsel tersebut.

Tok...tok...tok

Terdengar suara pintu yang diketuk dengan nyaringnya. Wajah Darren seketika itu menjadi gugup. Ia takut seseorang mendengar pembicaraannya di ponselnya barusan. Sang bibi pun meletakkan nampan itu diatas nakas. Akhirnya Darren mengajak sang bibi untuk berbicara empat mata. “Mohon maaf... jika saya tak sopan begini. Hanya saja, saya ingin merahasiakan  terlebih dahulu dari Elen,” jelas Darren  dengan berdiri dan bersuaranya kecil, bisik-bisik pada sang bibi, yang ada di hadapannya itu. dan ia segera  mencoba menutup pintu.

“Ini tentang rumor yang tidak benar diinternet, dan saya ingin Elena tidak melihat atau mendengar rumor itu selama keadaannya, berubah menjadi lebih baik.”

“Baiklah! Saya akan berhati-hati,” ungkap sang  bibi yang kemudian pamit pergi. Sepeninggalan sang bibi, Darren pun bergegas meneguk minuman teh herbal itu, karena sebentar lagi waktu makan malam tiba.

Setelah tepat waktu makan siang, Elena dan para sahabatnya mulai pergi menuju ke ruangana makan malam. Terlihat Darren yang baru saja datang karena ia tak bersama Elena tadi. Dengan wajah canggung, Lucy mulai mengoceh. Darren selalu mengawasi sahabatnya itu yang cerewet. Karena, mungkin saja Lucy akan lupa dan tak sengaja membahas tentang rumor itu. Mata biru yang sedalam lautan milik Darren, selalu melirik dan menatap gerak gerik Lucy.

 

To be continue...

1
acthur2u🔥
lanjytin tur GK BLH pingsan dulu
acthur2u🔥
sip lanjt lagi
acthur2u🔥
lanjut bosq
Thenten
Hai kak Salam dari Menikahi Mafia Kejam ya. Aku udah Fav cerita kkak tolong Fav balik ya. Terimakasih ❤
Katarina Sutirah
lanjut
ste4v7💂
up banyak2 tor
miknik👾r*b*t
ckckck aku prihatin
miknik👾r*b*t
oh, ternyata
miknik👾r*b*t
nah mesti di basmi hama itu
miknik👾r*b*t
hmm, sepertiny
miknik👾r*b*t
goshting
miknik👾r*b*t
update plis
miknik👾r*b*t
n3xt
miknik👾r*b*t
lagi lagi terus
miknik👾r*b*t
lagi up banyak
miknik👾r*b*t
woow
miknik👾r*b*t
begitu kah?
miknik👾r*b*t
up lagi
miknik👾r*b*t
ok fine
miknik👾r*b*t
lanjtkan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!