NovelToon NovelToon
Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Suami Salah Tuduh: Fitnah Berujung Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: Oceanluv_

Zakia tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah total karena fitnah yang ia dapatkan. Di usia yang masih muda yakni 22 tahun, Zakia terpaksa melewati jalan hidupnya dengan cara bekerja tanpa kenal lelah, semua itu ia lakukan demi membantu keluarganya. Bahkan, keinginannya untuk melanjutkan kuliah terpaksa ia urungkan demi membantu keluarga untuk mencicil motor.

Zakia selalu menatap langit dan berharap bisa mendapatkan setitik kebahagiaan di sela-sela kesengsaraan yang ia Terima. Namun siapa sangka, harapan kecil itu terpaksa runtuh dalam satu hari. Sebuah fitnah yang tidak pernah ia bayangkan menghancurkan nama baiknya, mulut manusia lebih cepat menyebarkan fitnah dari pada fakta, hal itu membuat hidup penuh dengan penenakan.

Akhirnya, demi menyelamatkan kehormatan kedua mempelai keluarga, Zakia dan pria itu terpaksa menjalan pernikahan. Akankah mereka akan menjadi pasangan yang penuh cinta? Atau hanya menjadi pasangan suami istri di atas kertas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oceanluv_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Keadaan masjid saat ini sudah mulai ramai karena akan diadakan acara akad nikah, siapa lagi kalau bukan Daren dan Zakia, dua orang yang akan bersaksi di rumah Allah untuk saling menjaga, saling percaya, saling membantu dan saling mencintai sampai akhir hayat mereka.

Keadaan masjid yang tadinya dipenuhi oleh mulut orang yang bercerita perlahan-lahan mulai hening saat acara yang paling sakral yaitu akad akan dimulai.

Di depan sana, terlihat Rega dan Daren duduk saling berhadapan, mereka saling menatap dan pasti kepalanya penuh dengan pemikiran masing-masing.

"Bang, selama ini gue yang jadi laki-laki di rumah kita karena kami memang udah ga punya ayah, dia satu-satunya kakak gue, gue sayang sama dia biarpun kadang kasar pas ngomong sama dia, tapi sebagai sesama laki-laki, gue bisa kan percaya sama lo buat jaga kakak gue," kata Rega pelan.

Daren memejamkan mata, ia diam untuk beberapa saat, rasanya begitu berat dan gugup ketika proses akad akan dimulai, padahal tadi dia masih bisa santai-santai saja, tapi begitu berhadapan dengan para tamu, saksi dan juga Rega pundaknya serasa dijatuhi beton yang banyak.

"Gue usahain Ga, gue juga manusia pasti ada kesalahan, tapi gue pastiin kakak lo ga bakal trauma sama yang namanya hubungan selama dia hidup bareng gue," ucap Daren mantap.

Rega hanya mengangguk, berat rasanya ingin memisahkan diri dengan sang kakak, tapi cepat atau lambat hal ini akan terjadi, karena setiap manusia mempunyai jodoh kan? Entah itu berbentuk pasangan atau kematian yang pasti ke dua hal itu akan mengalami perpisahan.

"Baik, kalau begitu kita mulai akadnya ya, Rega jangan. gugup begitu juga dengan Daren, baca Bismillah biar lebih tenang," nasehat pak penghulu.

Daren dan Rega mengangguk bersamaan, mereka berdua mulai berjabat tangan dan memantapkan hati masing-masing, ini momen sakral dan harus diikuti dengan hati yang tenang.

Sedangkan dari jauh di bagian area perempuan, Zakia memperhatikan hal itu dari jauh, dia gugup bukan main, Zakia memang duduk tapi dia memperhatikan sambil memainkan jari jemarinya, Rega dan Daren dua orang yang ia gandeng dalam melewati kehidupannya.

Yang satu telah melindunginya dan kini menyerahkan tanggung jawab itu kepada orang baru yang ada di depannya.

"Yok Rega, kita mulai ijab qabulnya."

Rega menggenggam tangan Daren erat dan menatapnya dalam, bukan tantangan melainkan penekanan bahwa kakaknya telah ia serahkan dan harus dirawat sebaik mungkin.

"Saya nikahkan engkau Darenio Syafiq Wijaya bin Jamrud Wijaya dengan kakak kandung saya Zakia Sukma binti Adianto pradipto dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 10 gram dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Zakia Sukma binti Adianto Pradipto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

"Bagaimana para saksi, sah?"

"Sah!"

"Alhamdulillah."

Semaunya kompak mengucap syukur karena acara sakral itu berjalan dengan lancar, dua orang yang menjadi tokoh ijab dan qabul itu bahkan mampu mengucapkannya dengan satu tarikan nafas.

Sedangkan di bagian perempuan, Zakia yang sedari tadi menunduk kini menitikkan air mata, hidupnya kini sah telah berubah, perjalanan baru akan dimulai, dengan orang yang berbeda dan tentu dengan kisah yang berbeda.

Begitu juga dengan Sinta, ia menatap Rega di depan sana, tersenyum tapi air matanya terlihat menetes. Rega tak mampu melihat itu, alhasil ia membuang muka ke samping dan menahan agar air matanya tidak ke luar.

Setelah ini tidak akan ada lagi tiga orang di rumah itu, hanya berdua dan mungkin momen keseruan keluarga mereka akan berkurang karena satu anggota keluarga telah menemukan jalan hidupnya sendiri.

Daren yang selesai melakukan akad langsung menoleh ke arah Zakia, ia diam begitu juga dengan Zakia, tak mengucapkan apapun tapi kata mereka saling menatap untuk waktu yang lama, sampai akhirnya Zakia disuruh berdiri untuk menghampiri mereka.

Daren tak mengucapkan apapun, tapi rasanya lumayan lega saat sudah mengucapkan kalimat sakral itu tadi, kini tinggal pasang cincin dan tanda tangan buku nikah untuk mereka berdua.

"Zakia, pasang cincin di tangan suamimu."

Zakia memperhatikan tangan Daren dan cincin tersebut, ia menarik nafas, mengambil cincin itu lalu memasangkannya di jari Daren. Usai dari situ Zakia mencium tangan Daren, namun saat ingin menarik tangannya kembali, tiba-tiba tangan Daren memegang kepalanya dan membacakan doa.

Saat itu juga, darah di tubuh Zakia serasa berjalan lebih deras dari biasanya, spontan ia memegang erat tangan besar Daren demi menetralkan rasa gugupnya.

Rega memperhatikan itu semua, hatinya menghangat dan tanpa sadar senyum kecil terbit dari bibirnya, 'semoga kakak bahagia ya,' itulah isi batin Rega saat melihat kakaknya yang disambut dengan ketenangan oleh sang suami.

"Duh romantis banget mereka berdua Za, entar gue gimana ya?" tanya Dinda.

Reza yang sibuk mengambil foto momen itu hanya mengedikkan bahu acuh.

"Feeling gue sih bakal grasak grusuk, orang kayak lo ga mungkin bisa setenang kak Zakia, yang ada langsung kayak monyet mungkin di depan suami lo," ejek Reza.

"Hush, mulut sembarangan ngomong, gue mah tau malu kali, ya kali depan mertua kayak monyet lepas," jawabnya kesal.

"Tanpa ada mertua, kelakukan lo juga kayak monyet lepas, tau diri dikit dah," lanjut Reza. Reza mengarahkan kamera HP nya ke arah Dinda, Dinda yang tadinya merengut langsung berpose seindah mungkin. Lumayan mempermanis feed instagram.

"Udah jangan kebanyakan foto-foto, acaranya belum selesai elah," tegur Hana. Dua orang yang ditegur itu hanya bisa tertawa kecil.

"Widih bagus, entar fotoin gue lagi ya," bisik Dinda. Reza spontan berdecih, dia lupa bahwa wanita satu ini hobi berfoto, jika sudah begini bagaimana ingin mengelak?

Acara yang diadakan sebentar itu sudah mulai selesai, kini mereka berada di luar masjid dan akan mengadakan sesi foto keluarga, sedari tadi Zakia meringis ketika berjalan. Daren yakin, ada yang aneh dengan wanita ini.

"Kaki lo masih sakit?" tanya Daren. Anggota keluarga dengan riuh mencari angke foto yang bagus, sedangkan sang pengantin sudah berdiri du tengah.

"Ha? Eum iya dikit sih," jawab Zakia kikuk. Alih-alih melihat wajah Daren, ia memperhatikan anggota keluarga yang belum selesai dengan posisi mereka.

"Kalau ga nyaman, heelsnya di lepas aja," kata Daren. Zakia menoleh dan menaikkan alisnya, ia menatap ke bawah, heels yang ia pakai memang lumayan tinggi, sekitar 9 cm karena memang tinggi badan mereka lumayan terbanting.

"Gapapa, gue aman kok, ini momen sekali seumur hidup, harus dimanfaatkan bagus-bagus, bentar aja kok, entar juga bakal dilepas," jawab Zakia. Setelah itu ia kembali memperhatikan anggota keluarganya.

Daren yang melihat itu hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya, sikap keras kepala Zakia ini memang menjadi tantangan baru untuknya dalam menjalani kehidupan rumah tangga mereka nanti.

Finally akhirnya dua kesayangan kita nikah gaes yeaayyyy.

1
Oceanluv_
Hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!