Setelah menyegel Bangsa Yao, bangsa pembawa kerusakan dan kehancuran. Dunia memulai lembaran dari nol kembali. Lambat laun kisah-kisah menjadi sejarah. Sejarah menjadi legenda. Hingga akhirnya dilupakan...
Tentang perjalanan seorang pemuda menuju tahta tertinggi.
***
Pak Tua Shi menangis. Ini adalah air suci. Air yang mampu membuat siapapun mengubah gubuk reyot menjadi halaman immortal.
Airnya mengalir dan meresap ke tanah, terbuang sia-sia.
Ini sangat langka dan ternilai harganya.
Ini tidak ada di dunia ini.
Ini akan menjadi rebutan para bigshot di seluruh dunia.
Ini akan membuat sekte ampas menjadi penguasa semesta.
Untuk mandi .... Hanya untuk mandi ...
Pak Tua Shi pingsan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Penyusup
Suara dentang logam memecah keheningan malam di halaman depan Paviliun Shen. Shen Mubai berhadapan dengan seorang penyusup yang wajahnya tertutup kain. Pertarungan mereka sangat sengit.
Para pelayan mengintip dari balik jendela, sementara kru keamanan menonton pertunjukan dari jauh.
Shen Mubai bergerak mantap, tiap gerakannya kokoh bagaikan gunung. Pukulannya selaras dengan langkahnya. Penyusup itu juga tak kalah hebat, pedangnya meliuk-liuk seperti batang bambu, dengan gesit menghindari pukulan-pukulan Shen Mubai, dan menangkis sabetan pedang dengan sarung tangan besinya.
Dari kejauhan, Zhao Ren, yang memikul pedang besar di punggungnya, menyaksikan dengan takjub. Ia mencoba menghafal setiap gerakan, berharap bisa mencontohnya di masa depan. Semangatnya membara.
"Layak dinikmati, ya?" Mao Yu datang dari belakang Zhao Ren.
"Tuan Muda..." Zhao Ren menangkupkan tinjunya, memberi salam, lalu kembali fokus pada pertarungan.
Meskipun penyusup itu hebat, usia dan pengalaman tidak bisa dibohongi. Shen Mubai akhirnya menemukan celah. Sebuah pukulan keras menghantam perut penyusup, membuatnya tersungkur.
"Ren-er, sudah selesai. Ayo kita tunggu di dalam," ajak Mao Yu. Keduanya berjalan menuju aula utama.
"Tangkap!" teriak Shen Mubai. Kru keamanan segera menangkap penyusup itu, mengikatnya, dan membawanya ke aula.
Momen Komedi dan Penganiayaan
Di aula, penutup wajah penyusup dibuka. Semua orang melihat wajahnya, seorang pemuda tampan berusia 20-an, dari kalangan elit.
Di tengah ketegangan itu, Paman Zhao muncul. "Kontribusi Keluarga Zhao!" teriaknya mantap.
AWCCCHHH!
Penyusup itu berteriak.
Paman Zhao menyabetkan kocokan ekor kuda tepat di wajah penyusup, meninggalkan bekas merah menyala. Akhirnya ia tahu fungsi alat itu. Ia berpose bangga.
Rasa panas menyengat wajah penyusup, ia meringis menahan sakit.
Mao Yu, yang seolah mendapat inspirasi, berkata, "Ren-er, bawa Little Tan kemari. Mari kita siksa penyusup ini."
Zhao Ren segera berlari, membawa pedang besarnya, menuju kamar Mao Yu. Penyusup itu merasa waswas, ia tidak pernah diperlakukan seperti ini. Ia hanya bisa pasrah pada nasib.
Zhao Ren datang dengan membawa Little Tan, yang sekarang sudah sebesar dua telapak tangan orang dewasa. Rutin diberi makan buruan, Little Tan telah menjadi binatang buas tahap pertama.
AWCHHH...! AWCHHH...! AWCHHH...!
Jeritan demi jeritan menggema di Paviliun Shen, lalu perlahan melemah. Little Tan, yang puas, sudah menggigit hampir seluruh tubuh penyusup.
Penyusup itu kini terkapar lemas. Pakaiannya sobek, dan tubuhnya penuh bekas gigitan.
"Satu penyusup lain berhasil kabur," lapor Li Hua.
"Kultivasiku tidak sepadan untuk mengejarnya."
Penyusup yang tertangkap mengutuk nasib buruknya, iri pada temannya yang bisa kabur. Ia hampir menangis.
"Kedai Hwa lantai dua, meja nomor 12," kata Mao Yu.
"Katakan, siapa namamu dan dari mana asalmu?"
Mao Yu mengenali penyusup itu. Li Hua dan Shen Mubai yang tidak menyadarinya, semakin hormat pada Mao Yu.
"Chen Dewei, murid langsung Kepala Sekte Mutiara Terbit dari Benua Tengah," jawab penyusup itu.
"Lanjutkan penyiksaan jika kalian ingin kehancuran total!"
"Oke... Tan Tan Kecil, maju!" Mao Yu mengabaikan ancaman itu.
"TIDAAAKK...!"
ADUDUH...! ADOWHHH...! AWCHHH...!
Seluruh kerumunan membeku. Sekte Mutiara Terbit? Mereka baru saja menganiaya penerus sekte terkuat di seluruh benua. Lima tahun lalu, sekte ini pernah menghancurkan sekte elit hanya karena kesalahpahaman. Mereka semua lemas. Dibandingkan Sekte Mutiara Terbit, Paviliun Shen tidak ada apa-apanya.
"Oh, jadi sekte terkuat?" kata Mao Yu.
"Bagus, berarti mereka kaya raya. Li Hua, tulis surat ke Sekte Mutiara Terbit. Kirim ke Guild Makelar. Tuan Mudamu yang gagah ini minta tebusan."
Semua orang melotot, mata mereka hampir lepas.
"Kalian ini kenapa?" Mao Yu mengernyit.
Kirain MC sedang ngigau...🤣🤣😄😄😃😃🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
koneksi dr 1 plot ke yg lain sangat anu...
lanjouts.
pejalanan mencari kitab suci..?
lanjouts..