NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beban Fisik Yang Nyata

Empat bulan telah berlalu sejak Ashela Safira pertama kali menginjakkan kaki di desa kecil di lereng bukit Sukabumi ini.

Udara yang dulu terasa asing dan menusuk tulang, kini menjadi sahabat karib yang menyapanya setiap pagi.

Desa ini tidak lagi terasa sebagai tempat pelarian, melainkan tempat di mana ia menanam harapan baru di tengah luka yang perlahan mengering.

Pagi itu, Ashela berdiri di depan cermin kecil yang sudah retak di sudut kamar kontrakannya. Ia mengenakan kaos longgar dan kain sarung yang diikat rapi di pinggang.

Saat ia menyamping, perutnya yang mulai membuncit terlihat jelas yaitu sebuah tonjolan kecil yang kini menjadi pusat semestanya. Meski belum terlalu besar, kehadiran nyawa di dalamnya mulai memberikan beban fisik yang nyata.

Ashela menghela napas, merasakan tendangan halus yang seolah menyapa paginya.

"Sabar ya, Nak. Mama harus berangkat kerja dulu," bisiknya sambil mengelus permukaan perutnya yang terasa hangat.

Bekerja di perkebunan teh dalam kondisi hamil bukanlah perkara mudah. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar menampakkan diri, Ashela harus mendaki jalanan setapak yang menanjak dan licin karena embun.

Kakinya yang dulu lincah, kini seringkali membengkak di sore hari. Pinggangnya mulai terasa pegal jika ia duduk terlalu lama saat mendata hasil petikan daun teh.

Tugasnya kini sedikit disesuaikan oleh Pak RT atas permintaan Mak Esih yang merasa iba.

Ashela tidak perlu berkeliling ke tengah blok perkebunan tapi ia cukup duduk di pos penimbangan, mencatat berat keranjang-keranjang teh yang dibawa oleh para buruh petik. Namun, tetap saja, hawa dingin yang lembap dan jarak tempuh dari rumah ke pos seringkali membuatnya terengah-engah.

"Neng Asha, istirahat dulu. Ini ada ubi rebus dan teh hangat," teriak Bu Neneng, salah satu pemetik teh yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri.

Ashela tersenyum, menyeka peluh di dahinya dengan ujung kerudung. "Terima kasih, Bu. Tanggung, tinggal catatan Pak Dadang saja yang belum masuk."

"Duh, Neng... kamu ini terlalu rajin. Ingat itu si jabang bayi, jangan sampai kamu kecapekan," ujar Bu Neneng sambil meletakkan sepiring ubi di atas meja kayu pos penimbangan.

Ashela hanya terkekeh pelan. "Justru karena ada dia, saya jadi semangat, Bu. Kalau saya malas-malasan, nanti dia mau makan apa?" ujar Ashela mencoba tegar dan kuat karena sekarang sang anak hanya mempunyai Ashela saja.

Kalimat itu bukan sekadar basa-basi. Sejak hamil, semangat Ashela untuk mengumpulkan uang justru berlipat ganda. Selain untuk biaya persalinan dan perlengkapan bayi yang sudah ia cicil sedikit demi sedikit, ia masih menyisihkan sebagian uang untuk dikirim ke Jakarta secara anonim demi melunasi sisa hutang ayahnya. Ia tidak ingin anaknya lahir dengan memikul beban masa lalu yang gelap.

Kemandirian Ashela menjadi buah bibir di desa tersebut. Banyak warga yang menaruh empati besar padanya.

Di mata mereka, Ashela adalah seorang janda muda yang malang namun sangat tegar. Mereka seringkali datang membawa nasi bungkus, sayuran hasil kebun, atau bahkan baju-baju bayi bekas yang masih layak pakai.

"Neng, ini ada sedikit bayam dan telur dari kandang Emak. Dimasak ya, biar bayinya sehat," ucap Mak Esih suatu sore saat Ashela baru pulang kerja.

Ashela seringkali merasa haru hingga ingin menangis. Kebaikan warga desa ini adalah hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Namun, di balik rasa terima kasihnya, Ashela tetap menjaga batas. Ia tidak ingin terlalu bergantung pada orang lain. Segala sesuatu yang bisa ia lakukan sendiri, akan ia lakukan.

Pernah suatu ketika, atap dapur kontrakannya bocor saat hujan badai melanda. Bukannya meminta tolong pada tetangga pria, Ashela justru memanjat kursi kayu dengan hati-hati, mencoba menyumbat lubang itu dengan plastik dan kayu seadanya. Ia tidak ingin dianggap lemah. Baginya, menjadi ibu berarti harus bisa menjadi pelindung, dan itu harus ia mulai dari sekarang.

"Aduh, Neng Asha! Turun! Jangan nekat begitu!" teriak Mak Esih yang kebetulan lewat. "Nanti kalau jatuh bagaimana? Biar Mang Ujang saja yang betulkan besok pagi."

Ashela akhirnya turun dengan wajah memerah karena malu. "Saya cuma tidak mau airnya masuk ke kompor, Mak."

"Iya, Emak tahu kamu hebat. Tapi sekarang kamu punya nyawa lain di dalam sana. Jangan egois dengan memaksakan tenaga," nasihat Mak Esih dengan nada yang tulus.

Malam itu, saat sendirian di kamar, Ashela merenungi kata-kata Mak Esih. Ia menyadari bahwa kemandiriannya terkadang dipicu oleh rasa takut yaitu takut jika ia terlihat lemah, orang akan mulai bertanya-tanya tentang masa lalunya. Ia takut jika ia tidak kuat, dunia akan kembali menghancurkannya seperti malam itu di Jakarta.

...****************...

Masuk bulan keenam kehamilannya, tantangan semakin berat. Rasa mual yang sempat hilang di trimester kedua kini berganti dengan rasa sesak napas dan nyeri punggung yang tajam.

Seringkali di tengah kesibukan mencatat hasil teh, Ashela harus berhenti sejenak, memejamkan mata, dan mengatur napasnya yang memburu.

Pernah suatu hari, hujan turun sangat deras di perkebunan. Jalanan setapak menjadi sangat licin dan berlumpur. Saat hendak turun dari pos penimbangan menuju jalan utama, kaki Ashela terpeleset. Ia jatuh terduduk di atas tanah merah yang becek.

"Astaghfirullah!" pekiknya tertahan.

Rasa sakit menjalar dari tulang ekornya, namun yang pertama ia lakukan adalah memeluk perutnya dengan kedua tangan.

"Nak... kamu tidak apa-apa? Maafkan Ibu... Maafkan Ibu..." liriknya merasa bersalah karena hampir membuat sang bayi celaka.

Ia menangis di tengah guyuran hujan, bukan karena rasa sakit di tubuhnya, melainkan karena rasa takut yang luar biasa akan keselamatan janinnya.

Di saat seperti itu, ia merasa sangat kesepian. Ia merindukan sosok yang seharusnya ada di sampingnya, memegang tangannya, dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Namun, bayangan wajah Elvano yang dingin segera mengusir keinginan itu.

'Tidak, aku tidak butuh dia. Dia hanya akan membawa bencana bagi anak ini.' batinnya keras kepala.

Ashela mencoba bangkit sendiri. Dengan baju yang kotor penuh lumpur dan air mata yang bercampur air hujan, ia berjalan tertatih-tatih menuju rumah.

Sesampainya di rumah, ia segera membersihkan diri dan memastikan tidak ada flek atau tanda bahaya lainnya.

Syukurlah, bayinya seolah mengerti dan sebuah tendangan kuat terasa di perutnya, seolah sang anak sedang meyakinkannya bahwa ia baik-baik saja.

Rutinitas di kebun teh tetap ia jalani meski perutnya semakin berat. Setiap sore, setelah para pemetik teh pulang, Ashela akan tetap di pos untuk merapikan pembukuan. Ia seringkali menjadi orang terakhir yang meninggalkan area perkebunan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Aurel Bundha
lanjut💪💪💪💪
Ari Atik
ini si nenek biang masalah...
Ari Atik
gemes aq...
kok el gk peka,atau ingin mencari tau siapa leo sebenarnya...😡
Fatmawati Qomaria
harus terbongkar leo anak elvano dong kk
Eliermswati
waduh gawat nih thor pasti bkl ketemu sm leo mama nya el😂😂smga jngn d ambil kshn nnti ashela, smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
nah nah nenek biasanya jelie melihat kemiripan leo dan elvano.... duhh seruuu thorr
elief
lanjut thor, buat elvano menyadari keberadaan leo dan ashela. semoga mama elvano liat leo hehehe
erviana erastus
ikatan batin yg kuat antara anak dana ayah namun sang ayah belum sadar 😭
Fatmawati Qomaria
elvano apakah kamu tidak ada ikatan batin antara kamu leo dan asyilla?
karna biasanya perempuan menggunakan logika dari pada perasaan...
asyilla cobalah menggunakan hati mu untuk leo
🇧🇬
harus hepi ending ya 🌚🌚🌚 jangan lupa
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Khansa Caca
ayolah cerita nya hanya disitu situ saja langsung ke pointnya Thor biar lebih seru 🤭🙏
Eliermswati
wah akhirnya leo bs ngobrol bareng ayahnya😍😍 smngt leo smg cpt smbh dan bs main lg😍😍 smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
meleleh dehh leo ngobrol dg bapaknya.. bgmn perasaan ashilla ituuu.... whaaaa pasti terenyuh yaaa.... sukaaaaa semangat up thor😍💪🙏
elfanaya 💞
Sepertinya kamu belum sadar kalau itu anakmu el
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!