NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Fahri pun menimpali dengan nada santun. "Betul, pak Reno. Saya datang untuk menghadiri acara putra saya sekaligus memenuhi undangan Kian yang ingin kami sama-sama menyaksikan pentas hari ini."

Reno hanya mengangguk pelan. Meski penjelasan itu terdengar masuk akal, tatapannya masih menyiratkan rasa tidak percaya. Entah karena rasa penasaran atau kecemburuan yang perlahan mulai muncul, ia masih terus memperhatikan Fahri yang berdiri di samping Nadia dengan sikap tenang dan penuh hormat.

***

Di balik keceriaan acara kenaikan kelas itu, Kian dan Ray ternyata menyimpan sebuah rahasia kecil yang belum diketahui oleh orang-orang dewasa. Sejak melihat ibu Kian dan ayah Ray mulai saling mengenal dan berbicara dengan baik, keduanya diam-diam merasa sangat senang. Bagi mereka, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat orang-orang yang mereka sayangi bisa akrab satu sama lain.

Saat menunggu giliran tampil, Kian dan Ray duduk berdampingan di ruang persiapan sambil berbicara dengan suara pelan agar tidak terdengar teman-teman mereka. "Ray, Ayahmu baik sama ibuku , ya?" bisik Kian.

Ray mengangguk cepat. "Iya. Ayah juga sering bilang kalau Tante Nadia orangnya baik."

Kian tersenyum lebar. "Kalau gitu... kita bikin rencana."

"Rencana apa?"

"Supaya Mamaku sama Ayahmu bisa terus berteman."

Mata Ray langsung berbinar. "Iya! Nanti kalau mereka sering ketemu, kita juga bisa sering main bareng."

Kian mengangguk penuh semangat. "Iya. Kita ajak mereka ke taman, makan bareng, atau nonton."

Bagi kedua anak itu, semuanya terdengar sangat sederhana. Mereka belum memahami rumitnya hubungan orang dewasa. Yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka bahagia ketika melihat ibu Kian dan ayah Ray saling menghormati dan bisa mengobrol tanpa bertengkar.

"Kita jangan kasih tahu orang dewasa dulu," bisik Ray sambil terkekeh.

"Iya. Ini rahasia kita berdua." Keduanya lalu saling menyentuhkan kelingking sebagai tanda janji. Wajah mereka dipenuhi senyum polos, merasa telah menyusun rencana yang hebat. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa rencana kecil yang lahir dari kepolosan dua sahabat itu suatu hari nanti bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan orang-orang di sekitar mereka.

Tepuk tangan bergemuruh memenuhi aula ketika pentas seni resmi berakhir. Para orang tua berdiri dari tempat duduk mereka untuk menyambut anak-anak yang berlarian keluar panggung dengan wajah penuh kebanggaan. Kian dan Ray tampak tersenyum lebar sambil masing-masing membawa setangkai bunga yang sejak tadi mereka sembunyikan di belakang punggung.

Begitu melihat Nadia, Kian langsung berlari menghampiri. "Ibu!"

Nadia membuka kedua tangannya. Kian segera memeluknya erat, lalu mengulurkan bunga yang dibawanya.

"Ini buat ibu. Semangat ya... karena ibu selalu menjadi semangat buat Kian."

Mata Nadia langsung berkaca-kaca. Ia menerima bunga itu dengan senyum haru, lalu mencium kening putranya. "Terima kasih, Sayang. Ibu bangga sekali sama Kian."

Di sisi lain, Ray menghampiri Fahri. "Ayah!" Fahri tersenyum lebar saat putranya menyodorkan bunga. "Ini buat Ayah. Terima kasih sudah datang."

Fahri mengusap kepala Ray dengan penuh kasih. "Ayah yang seharusnya berterima kasih. Hari ini Ray tampil hebat." Pemandangan itu membuat beberapa orang tua ikut tersenyum melihat tingkah polos kedua anak tersebut.

Namun, Karin yang berdiri di samping Reno justru merasa iri melihat momen itu. Dengan nada manja, ia menatap Kian. "Kian... Tante juga mau dong dikasih bunga."

Kian yang masih memeluk Nadia hanya melirik sekilas ke arah Karin. Ia tidak menjawab sedikit pun. Perhatiannya tetap tertuju pada ibunya. Beberapa detik kemudian, Kian kembali mengajak Nadia melihat bunga yang diterimanya, seolah tidak mendengar permintaan Karin sama sekali.

Karin memaksakan senyum, tetapi wajahnya tampak menegang karena diabaikan.

Reno yang menyaksikan kejadian itu hanya terdiam. Ia tahu Kian tidak memiliki kedekatan dengan Karin. Karena itu, ia tidak bisa memaksa putranya memberikan perhatian yang memang tidak lahir dari hati.

Sementara itu, Nadia memilih tidak berkomentar. Ia hanya menggenggam tangan Kian sambil tersenyum, menikmati momen sederhana yang begitu berarti bagi mereka berdua.

Acara pembagian rapor akhirnya selesai. Para orang tua mulai berpamitan dengan guru, sementara anak-anak berlarian ke sana kemari sambil menunjukkan rapor mereka dengan wajah penuh kebanggaan. Kian keluar dari kelas sambil menggenggam rapornya erat, lalu menghampiri Nadia yang sejak tadi menunggunya di depan kelas. "Bu, ayo. Kata Om Fahri sama Ray, nanti kita langsung berangkat."

Nadia tersenyum mengangguk. "Iya, sebentar ya."

Saat itulah Reno melangkah mendekat. "Kian."

Kian menoleh. "Iya, Yah?"

Reno berjongkok agar sejajar dengan putranya. "Hari ini Ayah sengaja datang buat kamu. Gimana kalau habis ini kita jalan-jalan? Ayah traktir makan, terus kita main seharian."

Kian tampak terdiam beberapa saat. Wajah kecilnya menunjukkan kebingungan. "Maaf, Yah. Kian sudah punya janji. Kian mau nonton sama ibu, Om Fahri, sama Ray."

Mendengar nama Fahri disebut, wajah Reno langsung berubah. "Janji itu bisa dibatalkan."

Kian menggeleng pelan. "Nggak bisa, Yah. Soalnya kami sudah janjian dari kemarin. Ray juga sudah nunggu."

Reno berusaha tersenyum, meski rasa kecewanya mulai terlihat. "Kan masih bisa lain kali."

Kian menundukkan kepala. "Tapi Mama bilang, kalau sudah janji harus ditepati."

Nadia yang melihat suasana mulai canggung akhirnya angkat bicara. "Mas, mereka memang sudah merencanakan ini sejak beberapa hari lalu. Bukan baru hari ini."

Reno menarik napas panjang. Ia menatap Kian dengan rasa kecewa yang sulit disembunyikan. "Kamu lebih milih pergi sama mereka daripada sama Ayah?"

Kian segera menggeleng kuat. "Bukan begitu, Yah. Kian sayang Ayah."

"Lalu?"

"Kian cuma nggak mau ingkar janji."

Jawaban sederhana itu membuat Reno kehilangan kata-kata. Ia menyadari bahwa bukan Kian yang menjauhinya, melainkan dirinya sendiri yang selama ini terlalu sering absen dalam kehidupan putranya. Kini, ketika ia ingin mendekat, Kian sudah memiliki rencana dan kebahagiaan yang dibangun bersama orang-orang yang selalu hadir di sisinya.

Sementara itu, Fahri hanya berdiri beberapa langkah dari mereka. Ia memilih tidak ikut campur, memberikan kesempatan kepada ayah dan anak itu untuk berbicara. Sikapnya yang menjaga jarak justru membuat Reno semakin tidak nyaman, seolah kehadiran Fahri telah mengisi ruang yang selama ini ia biarkan kosong.

Mendengar Kian lebih memilih menepati janjinya, Reno semakin tidak nyaman. Tatapannya beralih kepada Nadia, lalu sekilas kepada Fahri yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Nad," ucap Reno dengan nada menahan emosi, "jangan terlalu liar jadi orang. Kamu harus tahu batasan. Jangan sampai salah pergaulan."

Nadia langsung menoleh. Wajahnya yang semula tenang berubah kesal. "Lho, kenapa malah nuduh aku?"

"Aku cuma mengingatkan."

"Mengingatkan apa? Aku cuma mau menemani anak nonton bersama. Kebetulan Pak Fahri dan Ray juga ikut karena anak-anak mereka sudah janjian."

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!