NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Nadia tidak berniat memberi tahu Reno di mana ia tinggal sekarang. Bukan karena ingin bersembunyi. Melainkan karena ia membutuhkan ketenangan. Rumah kontrakan kecil itu adalah satu-satunya tempat yang membuatnya merasa aman setelah semua yang terjadi. Ia tidak ingin Reno datang sewaktu-waktu hanya untuk mengusik hidupnya lagi. Karena itu, Nadia menghubungi sebuah jasa pengiriman kendaraan. Ia menyerahkan kunci mobil beserta dokumen yang diperlukan, lalu meminta mobil itu diantarkan langsung ke kafe milik Reno.

Saat mobil itu meninggalkan halaman rumah kontrakannya, Nadia hanya memandanginya sampai menghilang di ujung jalan. Tidak ada penyesalan. Yang ada hanyalah rasa kehilangan atas kenangan yang ikut pergi bersama mobil itu.

Beberapa jam kemudian, ponselnya kembali berbunyi. Pesan dari Reno.

[Kamu sendiri yang memaksa aku seperti ini. Kelak jangan menyesal, Nad, kalau hidupmu susah! Jangan nangis-nangis, apalagi sampai mengemis minta balik lagi!]

Nadia membaca pesan itu perlahan. Lalu sekali lagi. Entah mengapa, kali ini air matanya tidak jatuh. Ia hanya mengembuskan napas panjang. "Semoga itu semua nggak terjadi," bisiknya pelan. Bukan karena ia takut kehilangan kemewahan yang dulu diberikan Reno. Ia hanya takut Kian ikut merasakan sulitnya hidup akibat keputusan yang ia ambil hari ini. Namun, ketakutan itu tidak membuatnya ingin kembali. Ia lebih memilih hidup sederhana dengan hati yang tenang daripada hidup berkecukupan di dalam rumah yang dipenuhi pengkhianatan.

Nadia mengangkat wajah, menatap langit sore dari jendela rumah kontrakannya. "Ya Allah," doanya lirih, "kalau jalan yang kupilih ini memang benar, kuatkan langkahku. Jangan biarkan anakku kekurangan karena kesalahanku. Dan jika suatu hari hidupku benar-benar susah, jangan biarkan aku kehilangan kehormatan hanya karena ingin bertahan." Ia mematikan layar ponselnya tanpa membalas pesan Reno. Tidak semua ancaman harus dijawab. Kadang, jawaban terbaik adalah membuktikan bahwa seseorang bisa tetap berdiri, meski berkali-kali diremehkan.

***

Malam itu, setelah semua tangisnya perlahan reda, Nadia duduk seorang diri di ruang tamu rumah kontrakannya yang masih dipenuhi kardus. Rumah itu memang sederhana, tetapi justru di sanalah ia kembali menemukan ketenangan yang selama ini hilang.

Di atas meja, sebuah map cokelat berisi dokumen-dokumen penting tergeletak rapi. Nadia membukanya perlahan. Buku nikah, kartu keluarga, fotokopi akta kelahiran Kian, hingga berkas-berkas lain yang telah ia siapkan sejak meninggalkan rumah Reno. Tatapannya berhenti pada buku nikah itu. Dulu, buku kecil itu ia anggap sebagai awal kebahagiaan. Kini, buku yang sama akan menjadi saksi berakhirnya pernikahannya.

Nadia menarik napas panjang. Tekadnya sudah bulat. Ia tidak akan memberi kesempatan kedua kepada laki-laki yang berkali-kali memilih mengkhianati kepercayaannya. Ia akan menggugat cerai Reno. Bukan karena membenci. Melainkan karena ia sudah terlalu lelah memperjuangkan hubungan yang hanya dipertahankan seorang diri.

Perlahan Nadia menutup kembali map itu. Pandangannya beralih ke sebuah kotak beludru kecil yang selama ini ia simpan dengan baik. Di dalamnya tersimpan mahar pernikahan yang dulu diberikan Reno. Selama bertahun-tahun, Nadia tidak pernah menjual ataupun menggunakannya. Ia menyimpannya sebagai kenangan atas hari ketika mereka mengucapkan janji suci. Namun kini, benda itu tidak lagi ia lihat sebagai simbol cinta. Melainkan sebagai modal untuk memulai hidup baru.

Ia mengusap kotak itu pelan. "Maaf," bisiknya lirih. "Aku harus menggunakannya." Bukan untuk bersenang-senang. Melainkan untuk bertahan hidup. Hasil penjualan mahar itu akan cukup untuk membayar uang kontrakan, membeli mesin jahit, dan memenuhi kebutuhan Kian selama beberapa bulan ke depan, sambil menunggu usahanya menghasilkan.

Nadia tersenyum tipis. Barangkali Tuhan memang telah menyiapkan jalan itu sejak lama. Dulu mahar itu menjadi awal pernikahannya. Kini, mahar yang sama akan menjadi langkah pertama menuju kebebasannya.

Ia menatap Kian yang sedang tertidur lelap di kamar. "Mulai besok," ucapnya pelan dengan penuh keyakinan, "Ibu akan bekerja lebih keras. Mungkin hidup kita tidak akan mudah, tapi Ibu janji... kita tidak akan hidup dari belas kasihan orang yang sudah menghancurkan hati kita."

Malam itu, Nadia tidak lagi memikirkan bagaimana caranya kembali kepada Reno. Yang ia pikirkan hanyalah satu hal. Bagaimana caranya membuktikan bahwa ia dan Kian bisa membangun masa depan mereka sendiri, meski harus dimulai dari titik nol.

***

Ruang tunggu pengadilan dipenuhi pasangan suami istri yang datang dengan cerita mereka masing-masing. Sebagian memilih berdamai, sebagian lagi bersiap mengakhiri rumah tangga yang telah lama retak.

Nadia duduk tenang di bangku panjang sambil menggenggam map berisi dokumen gugatan. Di sampingnya, Kian memeluk lengan ibunya. Meski wajahnya terlihat tenang, hanya Nadia yang tahu betapa keras jantungnya berdetak. Sudah hampir satu bulan sejak ia meninggalkan rumah Reno. Hari ini adalah pertama kalinya mereka bertemu kembali. Suara langkah kaki membuat Nadia mengangkat kepala. Reno datang bersama Karin. Perut perempuan itu kini terlihat semakin besar. Keduanya berjalan berdampingan tanpa sedikit pun rasa canggung.

Tatapan Reno langsung tertuju pada Nadia. "Aku benar-benar nggak nyangka kamu senekat ini," katanya dengan nada dingin.

Nadia menutup map di pangkuannya. "Menekatkan diri keluar dari pengkhianatan bukan sesuatu yang perlu disesali."

Reno mendengus. "Bagus. Kalau memang maumu cerai, setelah semuanya selesai jangan pernah datang minta balikan. Aku bersumpah, aku juga nggak akan menerima kamu lagi."

Nadia hanya tersenyum tipis. "Tenang saja. Itu tidak akan terjadi."

Jawaban singkat itu justru membuat Reno semakin kesal. "Lalu satu lagi." Reno melangkah mendekat. "Kian tetap anakku. Aku bisa saja membawanya tinggal bersamaku."

Seketika wajah Nadia berubah tegas. "Kamu mau memisahkan aku dari anakku?"

"Itu hakku sebagai ayah."

Nadia berdiri hingga mereka saling berhadapan. "Jangan pernah mencoba mengancamku dengan Kian."

"Aku serius."

"Aku juga serius, Reno." Suara Nadia tetap pelan, tetapi setiap katanya terdengar jelas. "Kalau kamu berani mengambil Kian dengan cara yang melanggar hukum atau mengintimidasiku, aku juga akan menempuh semua jalur hukum yang tersedia. Aku akan membuka semua yang selama ini kamu sembunyikan, termasuk perselingkuhanmu yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangga kita." Reno terdiam. Nadia menatap Karin sekilas. "Kalian mungkin mengira aku perempuan yang akan diam selamanya." Ia kembali menatap Reno. "Tapi mulai hari ini, aku akan melawan dengan cara yang benar. Jadi jangan pernah menguji seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya."

Reno mengepalkan tangan, tetapi tidak mampu membalas. Pada saat itu, petugas pengadilan memanggil nama mereka. Nadia menggenggam tangan Kian erat-erat. Tanpa menoleh lagi kepada Reno, ia melangkah memasuki ruang sidang. Hari itu, bukan hanya gugatan cerai yang akan diperjuangkannya. Melainkan juga hak seorang ibu untuk melindungi anaknya dari luka yang tidak pernah ia pilih.

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!