NovelToon NovelToon
Remarried

Remarried

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy tree

Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.

Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.

Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?


"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.


"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.


Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tak terasa waktu pun terus berjalan. Sudah tiga bulan usia kandungan Tiara, dan selama itu juga hubungannya dengan Tom hanya terlihat baik di luar namun tidak di dalam.

Karena kenyataannya, kini mereka seperti orang asing yang hanya bertegur sapa jika di hadapan Gio. Jika tidak ada putra mereka, maka keduanya lebih memilih menghindar bahkan kini mereka sangat jarang tidur dalam satu kamar. Terlebih Tom selalu pulang larut malam, dan kalau pun pulang cepat pria itu lebih memilih tidur dan menghabiskan waktunya di ruang kerja.

Awalnya Tiara tak pernah mempedulikan masalah itu, karena tahu mungkin suaminya itu sudah lelah memohon dan meminta maaf padanya. Namun entah mengapa sudah satu Minggu ini Tiara ingin sekali berdekatan dengan Tom, dan yang lebih gilanya lagi ia merindukan sentuhan suaminya tersebut. Mungkin karena hormon ibu hamil yang membuatnya seperti itu, atau mungkin juga karena keinginan anak yang ada di dalam kandungannya yang ingin selalu berada di dekat sang ayah. Tapi yang jelas semua keinginan itu, membuat Tiara pusing setengah mati.

Tidak mungkin bukan, jika Tiara tiba-tiba mendekati Tom dan meminta pria itu untuk menyentuhnya. Bisa-bisa suaminya itu akan besar kepala, dan menganggap masalah mereka kemarin sudah selesai. Padahal jangankan selesai, untuk memaafkan Tom saja ia belum bisa. Walaupun pria itu sudah menjelaskan anak yang ada di dalam kandungan Julia kemungkinan besar bukan dari benihnya. Karena hingga kini wanita itu tetap tidak mau melakukan tes DNA, dengan alasan takut kandungannya kenapa-kenapa.

Untuk hubungan Tom dengan Julia sendiri, Tiara tidak tahu kini sudah sejauh apa. Karena yang ia dengar dari Hesti, wanita hamil itu hampir tiap hari mendatangi kantor Tom. Dan bukan hanya itu saja, Julia bahkan selalu mengikuti suaminya itu kemana pun Tom pergi.

"Ck, sekarang aku harus bagaimana?" tanya Tiara pada dirinya sendiri yang tengah duduk di atas ranjang. Saat hasrat itu kembali datang hanya dengan membayangkan Tom yang kini berada di dalam kamar mandi.

Ya, suaminya itu hari ini pulang lebih cepat. Karena tadi pagi Tom berjanji pada Gio akan menemani putra mereka merakit mobil-mobilan yang pria itu beli beberapa hari yang lalu.

"Nak, kenapa keinginanmu aneh sekali? Mom bingung harus bagaimana?" keluhnya dengan frustasi.

"Memangnya apa keinginan anak kita?"

"Tom..."

Tiara yang terkejut karena tidak menyadari dengan keberadaan Tom yang sudah keluar dari dalam kamar mandi. Hanya bisa menelan salivanya susah payah ketika menatap tubuh kekar suaminya yang tertetesi air dari rambutnya yang basah.

"Tidak ada," jawab Tiara dengan memalingkan wajahnya, karena tidak ingin tergoda saat hasratnya begitu menginginkan sebuah sentuhan.

Tom yang tengah fokus mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, kini menatap pada Tiara dengan menghela napas.

"Katakan apa keinginan anak kita, aku akan membelinya."

"Tidak ada Tom," jawab Tiara kembali dengan membaringkan tubuhnya. Ia harus secepatnya tidur, sebelum pikirannya itu semakin bertraveling kemana-mana.

Namun sialnya Tom justru mendekat, karena hidungnya kini mencium aroma maskulin sabun yang sering dipakai pria itu. Membuat hasratnya semakin tergelitik ingin menghirup aroma tubuh itu, dan bermanja ria di dalam pelukan tubuh berotot tersebut.

"Sayang, bukankah kita sudah sepakat untuk berdamai jika mengenai Gio dan kehamilanmu," ucap Tom dengan memberanikan diri menyentuh perut Tiara.

Ya, baru kali ini ia bisa menyentuh perut Tiara kembali, setelah mati-matian menahan diri untuk tak menyentuh sang istri walau hanya sekedar mengusap perut yang kini sudah terlihat menonjol. Itu semua dilakukan Tom bukan karena tidak peduli pada kehamilan Tiara, tapi karena ia tidak ingin kelepasan dengan menyentuh wanita itu yang kini tampak semakin sexy.

Apalagi pada bagian atas dan belakang sang istri yang semakin berisi, membuatnya gila ingin sekali menyentuhnya. Bahkan karena tidak bisa menahan hasratnya, Tom selalu menuntaskannya sendiri di dalam kamar mandi. Ia juga kerap tidur di ruang kerja, agar pikirannya tidak terus tertuju pada tubuh Tiara yang semakin menggoda.

"Kau ingin apa, jagoan?" ucap Tom kembali masih dengan mengusap perut sang istri.

Ya, dokter tempat biasa mereka memeriksa kandungan mengatakan kemungkinan besar anak yang ada dalam kandungan Tiara berjenis kelamin laki-laki.

"Tom hentikan!" ucap Tiara dengan sedikit mendesah tanpa sadar.

"Tiara, kau .." Tom tak menyangka mendengar suara ******* wanitanya, apalagi saat melihat kedua mata Tiara yang dipenuhi oleh kabut gairah.

"Tom...." Tiara kembali mendesah saat tangan suaminya naik ke atas lalu menekannya dengan lembut.

Melihat tak ada penolakan dari istrinya, Tom pun memberanikan diri mencium bibir merah yang sangat dirindukannya itu. ********** dengan lembut, dan menuntut saat Tiara membalas ciumannya.

Posisi mereka yang intim dan keadaannya yang hanya terbalut handuk di atas pinggang, memperlancar kegiatan panas mereka yang begitu menggebu di atas ranjang. Keduanya seakan menemukan oase di atas gurun pasir yang gersang, saling memuaskan dahaga yang telah mereka tahan sejak lama.

"Tom..." desah Tiara dengan menatap wajah tampan suaminya di sela penyatuan mereka.

"Ya sayang, sebut namaku!" Tom meneruskan kegiatannya di bawah sana dengan hati-hati karena tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan istrinya. "Aku mencintaimu, Tiara," ucapnya sebelum menenggelamkan kepalanya pada sumber asi yang akan di gunakan calon anak mereka nanti.

Kedua insan itu pun bergumul di atas ranjang dengan diiringi suara *******, dan erangan yang memenuhi seluruh ruangan.

"Terima kasih sayang," ucap Tom setelah keduanya sama-sama mendapatkan kepuasan.

"Terima kasih untuk apa?" sahut Tiara dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.

"Untuk percintaan panas tadi." Tom hendak memeluk tubuh telanjang istrinya. Namun tidak bisa, karena Tiara sudah menepisnya lebih dulu dengan kasar.

"Yang tadi bukan percintaan, tapi kegiatan panas saling memuaskan. Karena aku menginginkannya bukan karena cinta, tapi kebutuhan. Oh ya, berapa aku harus membayar mu? Karena tadi kau sudah memuaskanku," ucap Tiara panjang lebar tanpa mempedulikan jika apa yang dikatakannya dapat membuat Tom marah.

Dan benar saja, pria itu langsung turun dari atas ranjang lalu mengambil pakaiannya dengan terburu-buru.

"Kau pikir aku gigolo yang dibayar untuk memuaskan hasrat wanita?" ucap Tom dengan menahan kemarahannya. "Lain kali jika kau sedang menginginkannya, panggil aku. Karena dengan senang hati kita akan saling memuaskan seperti tadi tanpa bayaran sepeserpun."

Setelah mengatakan semua itu, Tom pun keluar dari dalam kamar dengan menutup pintu secara kasar. Meninggalkan Tiara yang kini terdiam dengan air mata yang menetes di kedua pipinya.

Ya, dia tahu apa yang dikatakannya tadi begitu kejam seolah-olah menganggap Tom sebagai pria bayaran. Tapi Tiara melakukan semua itu dengan sengaja sebagai bentuk pertahanan diri, agar tidak terluka lagi untuk kesekian kalinya oleh sang suami. Jadi ia lebih memilih untuk melukai Tom terlebih dulu dengan kata-kata kejamnya seperti tadi.

1
Abizar Alfarizki
😭😭😭😭
wiwin winarti
pasti itu si wanita ular
wiwin winarti
makanya jadi laki tu yang bener
wiwin winarti
kadang ayah juga tidak cocok
wiwin winarti
Tom gak sadar dulu dia yg abai
wiwin winarti
laki laki emang egois
wiwin winarti
demi anak harus menyingkirkan ego
wiwin winarti
tidak usah sampai berlutut klo tom punya hati tidak akan berbuat seperti yg di perkirakan
wiwin winarti
tisu mana tisu
wiwin winarti
kasihan Gio
wiwin winarti
tuh kan bener anaknya kembar
wiwin winarti
kayanya kembar anaknya
wiwin winarti
aku mampir mom
Khanza Safira
Momy gina aku balik lagi nih baca baca karyamu soalnya kangeen bangeet ❤️
ᵈᵉᵉ🌸🍒⃞⃟🦅
begoooo ga punya pendirian amat
Efa Ernawati
thank you author....
Siti Sumarni
selalu suka dg ceritamu momy..
Nur Anna
bagus 2x baca
Gabriel Orlando
sesak dadaku 😭😭😭😭😭😭😭😭
Gabriel Orlando
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!