NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: tamat
Genre:Misteri / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Dendam yang Valid

​Surau tua di Pesantren Al-Ikhlas belum sepenuhnya tenang setelah muntahan jarum karat itu berhenti berdentang di atas ubin.

Namun, keheningan yang tercipta justru terasa jauh lebih mengintimidasi daripada badai angin hitam sebelumnya.

Bau anyir kembang kantil membusuk perlahan bermutasi menjadi aroma air mata yang pekat—sebuah sensasi rasa sesak yang menyesakkan dada, bukan karena serangan fisik, melainkan hantaman emosi yang luar biasa masif.

​Kyai Zainal masih terduduk lemah di atas sajadahnya, sementara Danu bersiap memapah raga Maya untuk segera dipindahkan ke dalam mobil.

Namun, baru saja tangan Danu menyentuh pundak Maya yang berbalut kain mori, tubuh wanita muda itu kembali tersentak bangun dengan kelenturan yang tidak masuk akal.

​Kali ini, tidak ada erangan kasar atau lenguhan bapak-bapak tua dari wetan.

​Kesadaran di dalam raga Maya meremang, beralih sepenuhnya pada frekuensi energi yang sangat halus, jernih, namun sarat akan kepedihan yang teramat dalam.

Sepasang mata Maya yang semula putih bersih kini perlahan memancarkan sorot mata yang sayu, berair, dan menatap lurus ke arah Aryo. Itu adalah pancaran getaran jiwa Sekar yang dihadirkan langsung oleh jin kiriman Pring Sedapur untuk menuntaskan tuntutan hak batinnya.

​"Aryo ...."

​Suara yang keluar dari bibir Maya yang hancur itu berubah total. Lembut, bergetar, dan menggunakan dialek bahasa Jawa halus khas Banyuwangi—suara asli Sekar belasan tahun lalu saat mereka masih hidup merangkak di bawah atap joglo Kemiren.

​Aryo seketika membeku di tempatnya. Langkah terhenti bak dihantam paku. Seluruh persendiannya lemas; nama itu, suara itu, adalah mimpi buruk sekaligus penyesalan terbesar yang selalu ia kubur di balik tumpukan uang kertas di Jakarta.

​"Sekar ...?" bisik Aryo dengan bibir bergetar, air matanya kembali tumpah.

Kesadaran di dalam raga Maya meremang, beralih sepenuhnya pada frekuensi energi yang sangat halus, jernih, namun sarat akan kepedihan yang teramat dalam. Atmosfer di dalam surau seketika berubah; ketegangan mistis yang mencekam berganti menjadi nestapa yang memilukan hati. Suasana menjadi begitu hening, hingga derak kayu surau yang memuai pun terdengar jelas.

Raga Maya yang dirasuki energi Sekar itu tersenyum tipis—sebuah senyuman yang begitu menyedihkan dan penuh kedukaan, hingga membuat Kyai Zainal yang menyaksikan di dekat mimbar hanya bisa menggelengkan kepala sambil mengelus dadanya yang sesak.

Sang Kyai memejamkan mata, melafalkan istighfar pelan menyaksikan bagaimana dosa masa lalu seseorang kini datang menagih bayaran.

​"Kamu masih ingat namaku, Mas?" tanya suara itu, terputus oleh desisan halus dari luka robek di pipinya. "Kira-kira ... apa kamu juga masih ingat malam ketika bapakku menghembuskan napas terakhirnya di pangkuanmu? Malam ketika kamu bersumpah di atas jasadnya bahwa kamu tidak akan pernah membiarkan aku menangis sendirian di dunia ini?"

Aryo tidak menjawab. Suaranya tercekat di tenggorokan. Ia hanya bisa tersungkur dan bersujud, membenturkan dahinya berulang kali ke ubin surau yang dingin. Ia menangis meraung-raung, menahan beban dosa yang kini dikuliti tanpa ampun di depan semua orang. Memori masa lalunya yang kelam berputar kembali bagaikan film bisu di dalam kepalanya.

​"Aku menemanimu saat kemejamu masih lungsuran, Mas. Aku yang membersihkan darah ayam cemani di tanganmu saat kamu pulang merapalkan jimat penglaris proyek pertamamu di kota."

Raga Maya melangkah satu demi satu dengan gerakan kaku, mendekati posisi Aryo yang masih bersujud di lantai. Setiap pijakan kakinya meninggalkan bercak darah tipis di ubin.

Dari sudut kelopak matanya yang robek akibat pecahan paku, mengalir air mata darah yang bercampur air mata bening manusia murni—sebuah perpaduan antara kesakitan fisik sang wadah dan penderitaan jiwa sang entitas.

"Aku tidak pernah meminta berlian. Aku tidak pernah menuntut gedung pencakar langit di Sudirman. Yang kuinginkan hanya kamu pulang dengan selamat ke rumah, Mas. Tidak lebih."

​Suara lembut itu mendadak bergetar hebat, berubah menjadi penuh amarah dan luka batin yang telah membusuk menembus waktu.

​"Tapi apa yang kamu lakukan setelah menara-menara betonmu berdiri tinggi, Mas? Kamu kirimkan aku selembar kertas surat cerai sepihak melalui pengacaramu! Kamu usir aku dari rumah yang kutemani pembangunannya dengan doa-doa subuhku! Kamu ganti posisiku dengan perempuan ini di atas ranjang yang kubeli dengan hasil penjualan tanah pusaka bapakku!"

​"Dendamku ini valid, Aryo!" raung entitas tersebut, suaranya kini kembali berlapis dengan desisan jin Alas Purwo yang menggelegar.

"Hukum alam tidak tidur, Aryo! Rasa sakit hatiku adalah bahan bakar dari setiap paku yang menusuk rahim perempuan simpananmu ini! Wanita tidak tau diri yang sudah menjarah ranjangku! Setiap jarum yang keluar dari kulitnya adalah hitungan malam di mana aku menangis sendirian meratapi pengkhianatanmu di Kemiren!"

​Danu melangkah maju, memposisikan dirinya di antara Aryo dan raga Maya yang kian beringas. Wajah sang detektif tampak mengeras; ia menyadari bahwa konfrontasi spiritual ini bukan lagi tentang sihir hitam biasa yang dikirim dukun bayaran.

Ini adalah eksekusi berbasis karma dan keadilan nyata dari korban yang teraniaya.

Kesakitan batin Sekar yang mendalam telah memberikan legitimasi hukum tak terbatas bagi jin Pring Sedapur untuk menghancurkan hidup Aryo hingga ke akar-akarnya.

​"Cukup, Sekar," ucap Danu dengan suara baritonnya yang mantap dan memotong distorsi emosi di dalam ruangan. "Aryo memang bersalah secara moral dan adat. Tapi raga perempuan ini sudah membayar harga yang terlalu mahal untuk kesalahan yang tidak ia rancang dari awal. Lepaskan wadah ini, tuntut Aryo secara langsung di tanah wetan."

"DIAM KAMU, LELAKI KOTA! JANGAN IKUT CAMPURRR!!"

Suara gabungan itu menggaung dahsyat, menggetarkan struktur bangunan tua tersebut hingga debu-debu kayu berjatuhan dari atap.

Gelombang dorongan gaib yang sangat kuat tercipta di udara, menghantam dada Danu secara telak sebelum sang detektif sempat memasang pertahanan.

​Tubuh tegap Danu terhempas melayang ke belakang sejauh beberapa meter, membentur dinding kayu jati surau dengan dentuman keras.

Brak!

"Uhuk!" Danu tersungkur di lantai, terbatuk darah segar yang membasahi lantai. Dadanya terasa remuk dihantam kekuatan spiritual yang penuh amarah murka.

​Raga Maya menatap Danu dengan kilat mata yang tajam, sebelum akhirnya tubuh itu kehilangan keseimbangan, mengejang hebat untuk terakhir kalinya, dan jatuh ambruk tak sadarkan diri di atas pangkuan ubin yang bersimbah darah.

Sementara Aryo menutup kedua telinganya dengan tangan, meringkuk di pojok surau dengan tubuh gemetar hebat ketakutan.

"Pergi ... pergi kamu Sekar! Pergi sejauh mungkin ...."

Energi Sekar kembali menarik diri ke hulu, meninggalkan sisa keputusasaan yang mutlak di dalam surau tua yang kian dingin menyambut pagi.

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
Sekar tdk menikah lagi ?
Aryo terpatri di halaman rumah joglo tua ,sbgai tumbal keserakahan nya
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀 : Lanjutt kakkk sesii 2 ,cinta sekarr yg wingitt 🤭
total 2 replies
🍒D͜͡ ๓ KURNI ¢α¢αН🍒༄⃞⃟⚡
mampir meski telat 😁
AnnaYoung: wah, ada akak. makasih dah mampir 🤗
total 1 replies
kinoy
si Aryo y JD bambu di pekarangan
AnnaYoung: terima kasih sudah mengikuti cerita Sekar sampai akhir, kak. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Santett Pring Sedapur sudah usai , kebaya Sekar pun berganti.

Tidak lagi memakai kebaya beludru hitam dan kain jarik gajah oling.
AnnaYoung: makasih dah baca sampai selesai, kak. ♥︎
total 1 replies
Mega Arum
menarik... wlpn harus dg daya fikir yg lumayan berat untuk mengikuti alur cerita
AnnaYoung: terima kasih banyak sudah membaca hingga akhir, kak. ♥︎
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
teluh itu sungguh mengerikan,palagi klo yang di incar semua kudu mati ,yaaa tinggal waktu memutus nadi kehidupan.
mau gak percaya tapi ada ...

pasrahkan penjagaan ke illahi dari gangguan makhluk malam ,jin iblis itu nyata.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
mintalah maaf pada sekar ,aryo .
dan jangan serakah menguasai harta yang bukan milikmu.
lebih baik miskin daripada kaya tapi hidup tidak tenang.
Mega Arum
kenapa tdk ada figur lain, dr keluarga maya misalnya...
kinoy
mati Aryo y
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Paripurna sudah pring Sedapur ini.

Habis sudah riwayat Aryo.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Sekar said : Lingsir Wengi dinyanyikan untuk mengantar tidur panjangmu

duh Mbak Sekar terlalu lembut bilangnya
bilang aja untuk mengantar kematianmu Mas
😄😄
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Lingsir Wengi sekarang bukan lagi sebagai tembang pengantar tidur

tapi

lebih ke tembang pemanggil, pengiring hal hal keghaiban
kinoy
dah mati kah si Aryo y
AnnaYoung: insyaallah🏃‍♀️
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Kira2 Aryo curiga gak yaa ,kalau semua kejadian aneh ini adalah kiriman Sekar??
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
tunggu pembalasan tak kasat mata yang akan meneror keluargamu Aryo.
Sifat kemaruk mu akan menenggelamkan kalian dalam jurang kesedihan
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
jangan salahkan sekar ,maya, kau lah pencuri dan perusak rumahtangga nya .
kau lah racun yang sesungguhnya, datang tiba2, disaat Aryo kaya raya ,lalu merayu dan membiusnya dalam keserakahanmu.
ketamakan dan keegoisanmu merenggut kebahagiaan wanita lain.
maka jangan salahkan ,sekar.
Ndari Wsb
ceritanya bagus nggak cuma menceritakan masalah satu sex melulu
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
andai aryo menyerahkan nyawa pun
maya juga tdk lepas dari kutukan sekar
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
blm mati maya ?
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
Manusia tamak seperti aryo
bagus nya mati menderita seperti maya , mereka berbuat bersama
tapi secara fisik maya yang lebih hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!