Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.
Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.
Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab²⁶
Keesokan paginya, Tania tiba di sebuah kafe eksklusif yang berada jauh dari keramaian pusat kota. Davina sudah lebih dulu berada di sana. Wanita itu duduk tenang sambil memainkan sendok kecil di dalam cangkir kopinya.
Beberapa menit kemudian, Tania datang dan langsung mengambil tempat duduk di hadapannya.
"Aku tidak menyangka Ardynata akan bergerak secepat itu," ujar Davina.
Tania menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Mereka pasti mulai curiga setelah Naura kembali."
"Kalau hasil penyelidikan mereka menemukan kebenaran, semuanya akan berakhir."
Tania menatap Davina dengan tatapan tajam. "Karena itu kita tidak boleh menunggu."
Davina mengangkat alis. "Lalu apa rencanamu?"
"Kita harus membuat mereka berhenti mencari." Tania tersenyum tipis.
"Maksudmu?"
"Kita buat Naura sibuk mempertahankan dirinya sendiri."
Davina mulai memahami maksudnya. "Kamu ingin menyerang reputasinya?"
"Tepat."
Tania mengambil ponselnya dan membuka beberapa foto. "Naura sekarang dianggap sebagai wanita hebat oleh semua orang. Direktur Ardynata Group, ibu yang baik, bahkan ada Alaska yang selalu mendukungnya."
Nada suaranya berubah penuh kebencian. "Aku ingin menghancurkan citra itu."
"Kamu sudah punya rencana?" Davina melihat layar ponsel Tania.
Tania tersenyum menyeringai. "Selama ini... orang-orang melihat Naura sebagai korban. Tapi bagaimana kalau mereka mulai berpikir bahwa Naura juga memiliki sisi buruk?"
Davina terdiam beberapa saat. "Kamu ingin membuat cerita palsu?"
"Bukan cerita palsu, kita hanya perlu memutar fakta."
___
Sementara di Ardynata Group, Naura sedang memimpin rapat bersama beberapa kepala divisi.
"Untuk proyek ekspansi wilayah timur, saya ingin semua data diperiksa ulang sebelum keputusan final."
Beberapa direktur mengangguk.
Naura kini jauh lebih percaya diri dalam memimpin. Tidak ada lagi keraguan dalam suaranya. Namun setelah rapat selesai, Bastian menghampirinya dengan wajah sedikit serius.
"Naura, ada sesuatu yang harus kamu lihat."
Bastian menyerahkan tablet, Naura menerima benda itu dan membaca berita yang muncul di layar. Ekspresinya perlahan berubah.
Sebuah artikel baru saja diterbitkan.
"Benarkah Direktur Baru Ardynata Group Mendapatkan Posisi Karena Hubungan Keluarga?"
Naura mengerutkan kening. Artikel itu berisi tuduhan bahwa dirinya hanya memanfaatkan status sebagai cucu Kakek Guntur untuk mendapatkan jabatan. Bahkan ada beberapa komentar yang sengaja menyudutkannya.
"Ini baru muncul pagi ini," ujar Bastian.
Naura membaca beberapa kalimat terakhir. "Sepertinya seseorang ingin membuat orang-orang meragukan kemampuanku.
"Haruskah kita meminta tim hukum perusahaan menangani ini?" Bastian terlihat khawatir.
Naura diam sejenak. Dulu, mungkin berita seperti ini akan membuatnya merasa hancur. Namun sekarang ia sudah berbeda.
"Tidak perlu terburu-buru."
"Tapi..."
"Aku ingin tahu dulu siapa yang berada di baliknya." Naura menyerahkan kembali tablet itu. "Kalau seseorang ingin menyerangku, aku tidak akan melawannya dengan emosi. Aku akan mencari tahu siapa dia."
Di tempat lain, Tania sedang melihat berita tersebut melalui laptopnya.
"Naura tidak panik, itu memang berbeda dari dulu." Tania sedikit mengernyit.
"Lalu, kita harus bagaimana?" tanya Davina.
Tania menutup laptop. "Kalau satu serangan tidak cukup, kita lakukan yang kedua."
"Apa?" Davina penasaran.
"Kita sentuh bagian yang paling sensitif, keluarganya. Naura mendapatkan kembali keluarga Ardynata setelah bertahun-tahun kehilangan mereka. Jadi aku akan membuat mereka kembali meragukannya."
Sore hari, Naura pulang lebih awal ke mansion Ardynata.
Ia menemukan Kakek Guntur sedang duduk di ruang keluarga bersama Laura dan Lionel.
Begitu melihat ibunya datang, kedua anak itu langsung berlari menghampiri.
"Mama!"
Naura tersenyum dan langsung memeluk mereka. "Bagaimana hari kalian?"
"Seru! Kakek kalah main catur sama Lionel," ujar Laura sambil tertawa.
Kakek Guntur pura-pura tersinggung.
"Bukan kalah, Kakek hanya memberi kesempatan."
Semua orang tertawa kecil.
Melihat pemandangan itu, hati Naura terasa hangat. Inilah yang selama ini ia cari, keluarga.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, ponsel Kakek Guntur tiba-tiba berbunyi. Wajah pria tua itu berubah setelah membaca pesan yang masuk.
"Kek?" Naura langsung menyadari.
Kakek Guntur menatap layar beberapa detik sebelum mengangkat wajahnya. "Ada kabar buruk."
Suasana langsung berubah.
"Ada apa?"
Kakek Guntur menarik napas. "Ada seseorang yang mengaku memiliki bukti bahwa hasil DNA delapan tahun lalu tidak pernah dipalsukan."
"Maksudnya?"
"Dia mengatakan bahwa kamulah yang sebenarnya bukan bagian dari keluarga Ardynata."
Wajah Naura langsung membeku. Laura dan Lionel yang tidak memahami situasi hanya saling melihat. Alaska yang baru saja datang dari belakang langsung memperhatikan perubahan suasana.
Dan di tempat lain, Tania tersenyum puas melihat berita yang baru saja ia buat mulai menyebar.
"Permainan baru saja dimulai, Naura. Kali ini, aku ingin melihat bagaimana caramu mempertahankan keluargamu."
*
*
*
Maaf ya, kawan-kawan, update beberapa hari ini agak terkendala. Biasanya aku up 2–3 bab sehari seperti 2 karyaku yang lain, tapi sekarang harus lebih pelan. Aku baru periksa ke dokter, ternyata aku terkena saraf kejepit, kemungkinan karena terlalu lama duduk saat menulis.
Cerita ini tetap akan lanjut, hanya saja update-nya sedikit lebih slow. Terima kasih sudah sabar menunggu 🙏🏻🥰
🤭🤭
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,
dulu juga aq pernah ngalamin sama Kya kk ,,
sampe gx bisa dduk terlalu lama ,,
Itu menurutku ya🤭🙏🏻
😂😂😂😂😂😂😂😂😂