NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Begitu bel istirahat berbunyi dan langkah kaki Bu Arumi tidak lagi terdengar, suasana kelas 7 C yang tegang langsung pecah. Tyo dengan tergesa-gesa berlari ke depan kelas sambil merogoh kantong seragamnya, mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan kimia khusus.

"Zam, tahan bentar! Gue punya cairan khusus buat ngilangin perekat lem ini," bisik Tyo panik sambil meneteskan cairan itu ke sela-sela celana Azzam dan permukaan kursi.

Sreeet...

Azzam menarik badannya dengan sentakan kuat. Ia akhirnya berhasil lolos dan bisa berdiri, namun sialnya, bagian belakang celana birunya menyisakan noda hitam pekat dan lengket yang merusak penampilan ringkasnya.

"Sialan! Celana gue jadi kotor begini!" umpat Azzam kesal setengah mati, wajahnya merah padam menahan malu dan amarah.

Di balik kaca jendela koridor yang sedikit terbuka, Arumi yang sengaja mengintip tanpa sepengetahuan murid-muridnya hanya bisa menyunggingkan senyum geli. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol mereka yang akhirnya kena batunya sendiri.

'Haish... Dasar bocah. Hobi sekali main-main seperti ini. Mulai sekarang, itu adalah permainan terakhir kalian. Pokoknya kalian harus menjadi murid-muridku yang disiplin!' gumam Arumi pelan sebelum melangkah pergi meninggalkan area kelas dengan perasaan menang.

*

*

Beberapa jam berlalu, bel panjang tanda pulang sekolah akhirnya bergaung. Azzam berjalan beriringan dengan Azzura menuju area parkiran. Namun, langkah kaki Azzam mendadak terhenti ketika jalurnya dicegat oleh salah seorang murid senior bertubuh bongsor.

"Eh, bocah tengil... Sini lu!" seru Danu, kakak kelas kelas 9 yang memang terkenal memiliki hobi membuat masalah dan menindas adik kelas.

Azzam menghentikan langkahnya, memberi isyarat kepada kembarannya untuk menunggu. Ia meninggalkan Azzura seorang diri di bawah pohon beringin yang cukup rindang.

"Kak Azzam, jangan lama-lama!" seru Azzura dengan raut wajah cemas.

Azzam tidak menyahut. Dengan berani, ia tetap melangkah mendekat ke arah Danu dan gengnya yang berjumlah lima orang. Mereka langsung mengepung Azzam di sudut parkiran yang mulai sepi.

"Ada apa kau memanggilku?" tanya Azzam datar, menatap Danu tanpa rasa takut sedikit pun.

Danu mendengus kesal melihat ketenangan adik kelasnya itu. "Cih, dasar bocah songong! Begitu cara lo menyambut kakak seniormu, hah?"

"Kasih pelajaran aja, Nu! Tuman bocah masih piyik begitu udah songong dan sok jagoan!" kompor Agung, salah satu anggota geng Danu, mencoba memprovokasi keadaan agar memanas.

Mendengar hasutan itu, Azzam mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat di dalam saku celananya. Ini sudah ketiga kalinya geng manusia idiot ini, begitu Azzam menyebut mereka di dalam hati mencoba mengusik dan memerasnya.

"Sudahlah, jangan kebanyakan bacot. Mau kalian itu apa, hah?" tanya Azzam geram, suaranya mulai meninggi.

Danu yang merasa kekuasaannya ditantang langsung maju selangkah, menjulurkan tangannya dan menarik kerah seragam baju Azzam dengan kasar hingga remaja itu tertarik ke depan.

"Eh kunyuk, elo sudah bosan hidup, ya? Jangan pura-pura bego deh lo!" gertak Danu tepat di depan wajah Azzam. "Tempo hari kan gue pernah bilang sama elo, gue minta dana buat acara geng gue. Kita kekurangan dana! Dan setahu gue, di kelas elo itu kebanyakan anak pengusaha dan pejabat kaya. Beda banget sama kelas gue yang notabenenya bukan orang-orang hebat kayak bokap nyokap elo!"

Azzam menyentak tangan Danu dengan gerakan kasar hingga cengkeraman di kerahnya terlepas. Ia melotot tajam, membalas intimidasi sang senior.

"Lepas! Elo kira gue bapak elu? Sana minta sama mereka, jangan pernah elo usik kehidupan gue lagi!" sungut Azzam geram.

Tanpa disangka oleh siapa pun, Arumi tengah melintas di area parkiran yang cukup sepi itu. Ia sengaja menunggu ojek online nya di sana karena menganggap lokasi tersebut sangat strategis dan tidak terlalu jauh dari ruang guru. Namun, pandangannya tidak sengaja menangkap siluet anak muridnya, Azzam, yang sedang dikerumuni dan diperlakukan kasar oleh sekelompok kakak kelas.

Jiwa pelindung seorang guru seketika membakar dadanya. Arumi buru-buru mengubah arah langkahnya dan bergegas mendekat ke arah kerumunan tersebut.

Azzura yang sedari tadi mengawasi dari bawah pohon beringin cukup terkejut dengan kemunculan wali kelas mereka yang tiba-tiba melesat maju.

"Apa yang sedang kalian lakukan di sini, hah?!" tegur Arumi dengan suara yang menggelegar lantang, memecah ketegangan di area parkiran tersebut.

Suara tegas bernada mengancam dari seorang guru membuat Danu dan komplotannya langsung tersentak kaget. Mereka menoleh dan mendapati seorang guru wanita menatap mereka dengan pandangan yang siap menguliti mereka hidup-hidup. Nyali Danu yang tadinya setinggi langit langsung ciut seketika.

"Cabut, cabut! Ada guru!" bisik Danu panik kepada teman-temannya.

Sebelum benar-benar membalikkan badan untuk melarikan diri dari sergapan Arumi, Danu sempat menunjuk wajah Azzam dengan tatapan penuh dendam.

"Tunggu pembalasanku, bocah!" ancam Danu setengah berbisik.

Geng senior itu pun segera pergi membelah parkiran, melarikan diri secepat mungkin setelah aksi pemerasan mereka kepergok oleh sang guru baru yang terkenal tangguh di SMP Chandrakanta.

Arumi melangkah cepat mendekati Azzam yang masih berdiri kaku di tempatnya. Raut wajah tegas yang tadi ia tunjukkan pada geng Danu seketika melunak, digantikan binar kecemasan seorang pendidik.

"Kamu tidak apa-apa, Azzam? Apa yang sudah mereka lakukan padamu barusan? Ayo, katakan sama Ibu," tanya Arumi lembut, berusaha membujuk anak muridnya agar mau terbuka.

Namun, alih-alih berterima kasih, Azzam justru menepis jarak di antara mereka. Luka batin ditambah rasa kesal setengah mati akibat insiden celana lengket tadi pagi membuat egonya meradang. Ia menatap Arumi dengan tatapan penuh permusuhan.

"Ibu tidak usah ikut campur dan sok baik padaku! Dasar guru tukang ngadu!" balas Azzam ketus. Tanpa menunggu jawaban, remaja itu langsung berbalik dan melesat pergi menghampiri Azzura, meninggalkan area parkiran dengan langkah seribu.

Arumi diam terpaku di tempatnya berdiri. hembusan angin sore menerpa jilbabnya, menemani keheningan yang ditinggalkan Azzam. Dari sorot mata anak itu sebelum pergi, Arumi masih bisa membaca dengan jelas rasa kesal dan benteng pertahanan yang begitu kokoh. Arumi menghela napasnya sejenak, mengusap dadanya untuk meredam riak amarah yang sempat tersulut akibat sikap tidak sopan sang murid.

"Sabar, Arumi... Anak itu hanya sedang terluka," bisiknya menenangkan dirinya sendiri.

*

*

Malam harinya, di sebuah mansion megah, Azzam memantapkan langkah menuju ruang kerja ayahnya di lantai dua. Dengan sebuah rencana busuk yang sudah tersusun rapi di kepalanya, ia memutar gagang pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Ceklek.

Zaky Tanuwijaya yang tengah fokus menatap layar laptop dengan kacamata bertengger di hidungnya langsung mengerutkan kening. Kehadiran putranya yang tiba-tiba membuat konsentrasinya buyar.

"Ada apa kamu menemui Papah?" tanya Zaky dingin tanpa menoleh, jemarinya masih menari di atas keyboard.

Azzam menarik napasnya dalam-dalam, lalu mulai memainkan dramanya. Dengan memasang wajah semenyedihkan mungkin, ia memutarbalikkan fakta tentang insiden tadi pagi. Azzam membuat skenario palsu, menuduh Bu Arumi sebagai guru kejam yang sengaja menjebaknya dengan lem di kursi depan kelas hingga celananya rusak dan ia dipermalukan di depan murid-murid lain.

Mendengar cerita yang mengalir terstruktur dari mulut putranya, Zaky akhirnya menghentikan ketikannya. Ia menoleh, menatap Azzam lurus-lurus. "Kau yakin guru baru itu telah bersikap seperti itu padamu?"

"Iya, Pah! Papah bisa lihat sendiri buktinya. Tanya saja sama Bik Pur, seragam celanaku sampai penuh noda lem perekat dan susah lepas. Kalau Papah masih belum percaya, Papah bisa tanya langsung kepada teman-temanku di kelas!" tantang Azzam meyakinkan, memanfaatkan fakta bahwa celananya memang benar-benar kotor.

Zaky menghembuskan napasnya secara kasar. Pria itu melepaskan kacamata bacanya, lalu memijit pangkal hidungnya yang terasa pusing. Sebagai seorang ayah dan juga donatur terbesar di sekolah itu, ia tidak bisa tinggal diam jika ada guru yang bertindak sewenang-wenang pada anaknya, terlepas dari seberapa nakalnya Azzam selama ini.

"Baiklah, Azzam. Kalau begitu, besok Papah akan pergi ke sekolah untuk menegur guru baru itu secara langsung. Sebaiknya kau segera kembali ke kamarmu, Papah masih ada pekerjaan yang belum selesai," ujar Zaky, berusaha bersikap sedikit melunak agar emosi putranya mereda.

"Makasih, Pah," ucap Azzam, menahan diri agar tidak kelepasan tersenyum.

Dengan rasa senang yang membuncah di dada, Azzam buru-buru keluar dari ruangan kerja ayahnya. Begitu pintu tertutup, sosok Azzura ternyata sudah berdiri di sana, menunggunya dengan wajah penasaran sejak tadi.

"Gimana, Kak?" bisik Azzura penasaran.

Azzam menyeringai lebar, menepuk bahu kembarannya dengan puas. "Beres, Ra! Besok si guru menyebalkan itu aku pastikan akan langsung dipecat oleh kepala sekolah setelah Papah turun tangan!" Ujar Azzam tertawa kemenangan dalam hati.

*

*

Di saat si kembar tengah merayakan rencana licik mereka, di sebuah rumah kontrakan sederhana, Arumi justru sedang sibuk di dapur. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun wanita cantik itu masih telaten menata bahan makanan untuk besok pagi.

Di atas meja dapur, berjejer sepuluh kotak makan kosong. Ya, Arumi sedang menyiapkan bahan untuk membuat nasi bento. Ia tidak lupa dengan janjinya tadi pagi, memberikan hadiah spesial untuk sepuluh murid yang telah maju ke depan mengikuti permainannya termasuk Azzam dan Azzura.

Sembari memotong sayuran membentuk karakter-karakter lucu, seulas senyum tulus terukir di bibir Arumi. Menurutnya, nasi bento buatan rumah dengan hiasan yang menarik pasti akan bisa sedikit mencairkan hati anak-anak kota yang terbiasa dengan kemewahan instan itu. Arumi sama sekali tidak tahu, bahwa bento cinta yang ia siapkan dengan ketulusan hati ini, besok pagi akan disambut oleh badai besar yang dibawa oleh masa lalunya sendiri.

Bersambung...

1
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
neny
ter arumi arumi...🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh kak🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
Nar Sih
arumi hati,,zaky emg serius sama kmu tpi ibu nya ngk suka dgn mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!