NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:785.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Sebuah Ancaman Untuk Ardana

     "Ku tak habis pikir, kurangku di mana...kau tega menduakan aku...."

     Penggalan lirik lagu penyanyi Astrid dari ponsel Nayra terdengar menyayat kalbu. Sesekali Nayra mengusap bening di sudut matanya yang memaksa jatuh. Entah kenapa, ia begitu larut dalam lirik lagu itu. Begitu dalam dan menyayat hati.

     "Nay, mencintai kamu Mas, tapi sepertinya cinta Nay tidak berbalas. Lalu harus sampai kapan Nay harus bertahan?" Tulisan itu tertuang kembali dalam sebuah buku diary miliknya. Tetes air mata sesekali menetes mengenai buku diary itu. Nayra langsung menggeser letak buku diary itu, agar tidak terkena tetesan air matanya.

     "Lakukan saja tugasmu dengan baik Nay. Karena kamu masih bertahan dan terikat pernikahan. Terlebih pernikahan kalian kuat secara hukum negara dan kedinasan serta agama. Tidak mudah lepas begitu saja atau bercerai, kalau dari salah satu pihak tidak terbukti melakukan kesalahan fatal. Kalaupun memang melakukan kesalahan fatal, tapi kamu harus mempunyai bukti yang kuat untuk diajukan ke pengadilan militer," ucap Nayma suatu waktu.

     "Itulah, makanya Mbak sempat menolak perjodohan yang pernah Ibu dan Bapak bicarakan satu tahun sebelum Mbak menikah dengan Mas Reno. Tapi, Bu Karina lebih menyukai kamu sebagai calon mantu yang ingin dijodohkan dengan Arda."

     Kalimat itu pernah tersampaikan Nayma saat mereka bertemu beberapa bulan yang lalu sebelum pertemuan kemarin di rumah orang tua mereka. Meskipun Nayra jarang bercerita mengenai rumah tangganya, akan tetapi Nayma sang kakak satu-satunya, seakan lebih tahu dalamnya apa yang saat ini dirasakan sang adik.

     "Kalau mau sabar, jalani semua dengan sabar. Kalau mau goyah, cepat cari bukti di mana kesalahan fatal Arda. Tapi, sepertinya kamu akan sulit mendapatkan bukti itu," ragu Nayma saat itu diiringi desahan napas yang berat.

     "Itulah makanya Mbak menolak menikah dengan seorang aparat. Mbak tidak akan kuat jika dalam posisi diselingkuhi. Tapi, mudah-mudahan Arda tidak selingkuh, meskipun selama ini sikapnya selalu dingin padamu."

     Obrolan beberapa bulan lalu dengan Nayma, kembali terngiang. Nayra mulai menyadari, betapa sulitnya menjadi seorang istri seorang aparat yang tidak mencintainya dan masih belum selesai dengan masa lalunya.

     "Gimana aku bisa cari bukti kalau Mas Arda itu beneran selingkuh? Sementara Mas Arda bilang hubungan dengan perempuan itu adalah sebatas profesional," gumamnya masih kepikiran hubungan Ardana dan Tiana.

     Kembali gambar bocah perempuan dalam kain hasil rajutan itu, ia tatap dalam. Gambar itu seperti hidup dan berkata, 'Mama, aku sedang menujumu'.

     "Nayra...tidak bosan kamu berada di sini sejak sore tadi? Mama dan Papaku datang, bersikaplah yang normal, tidak murung seperti ini. Awas, ya, jangan katakan yang tidak-tidak tentang hubungan aku dengan Tiana. Kalau kamu tidak tahu akar masalahnya, jangan coba-coba berkata apa-apa atau berulah," ancam Ardana mengejutkan Nayra yang tadi sempat melamun menatap gambar bocah perempuan yang ada di kain hasil rajutannya.

     "Mama dan Papa datang?" Nayra terkesima, wajahnya berubah riang. Jujur saja meskipun sikap Ardana dingin dan datar serta seperti tidak menganggapnya, akan tetapi kedua orang tua Ardana itu, begitu sayang dengannya.

     Melihat Nayra segirang itu, Ardana sangat khawatir kalau Nayra tiba-tiba menceritakan penemuannya atas pertemuan dirinya dan Tiana. "Gawat, aku bisa diamuk Papa dan ditampar Mama," gumamnya.

     Ardana masih berada di depan pintu Sanggar Mini Nayra, lalu ia perlahan memasukinya. Selama ini dia belum pernah betul-betul tahu apa isi dalam ruangan itu. Setahunya hanya sebuah ruangan yang selalu dipakai Nayra merajut, menulis dan menggambar.

     "Apa ini... sebuah gambar hasil kain yang dirajut? Ini hasil rajutan Nayra?" gumamnya seperti tidak yakin. Beberapa saat Ardana mengamati gambar wajah bocah kecil dalam kain hasil rajutan Nayra. Tiba-tiba hatinya berdesir, saat bulatan mata gadis kecil dalam kain rajutan itu ditatapnya.

     "Rajutan ini, apa benar-benar hasil rajutan tangannya?" gumamnya masih belum percaya. Ardana menyusur hampir seluruh ruangan itu, hingga sampai pada sebuah laci di meja itu, tangan Ardana berhenti, ia bermaksud membukanya. Namun, teriakan suara Bu Karina yang memanggil Nayra, sontak mengejutkannya.

     Ardana keluar dari ruangan Sanggar Mini itu, lalu menutup kembali pintunya.

     "Mama, Papa...kalian sehat?" Nayra menyambut kedua mertuanya.

     Bu Karina dan Pak Idris tersenyum melihat Nayra, mereka sangat bahagia. Karena mereka menyayangi Nayra begitu tulus.

     Ardana tiba di ruang tengah, mengamati kedekatan antara kedua orang tua dan istrinya. Kadang Ardana merasa heran, kenapa kedua orang tuanya sangat menyayangi Nayra. Sementara kepada dirinya, justru selalu menatap penuh curiga.

     "Kami baik-baik saja, Nay. Kami bawa oleh-oleh untukmu. Kurma muda khusus promil. Ini oleh-oleh dari Tantenya Ardana, saat umroh kemarin," ujar Bu Karina seraya memberikan paper bag ukuran sedang yang isinya kurma muda khusus promil.

     "Terimakasih, Ma." Nayra sangat terharu, bahkan sampai kini kedua mertuanya begitu perhatian padanya. Bukan hanya kedua mertua, adik Bu Karina juga perhatian terhadapnya. Jadi, seandainya sesuatu terjadi pada rumah tangganya, pasti orang tua Nayra dan keluarga Bu Karina akan ikut sedih.

     "Lalu, gimana sekarang, apa sudah ada tanda-tanda?" Pertanyaan Bu Karina begitu menyentak Nayra, dia tentu akan mengulang jawaban yang sama.

     "Belum, Ma."

     "Oh...tidak apa-apa, kalian berdua harus tetap berusaha. Salah satunya dengan makan kurma muda ini. Kamu juga Arda, bisa makan kurma muda ini, agar vitalitas tubuh kalian terjaga," tukas Bu Karina sambil menoleh ke arah Ardana.

     "Ya, Ma."

     Kehadiran kedua orang tua Ardana di rumah ini, membuat suasana rumah yang biasanya sepi dan dingin, kini menjadi hangat. Ardana sejak tadi, selalu sigap berada di samping Nayra. Ia takut kalau Nayra tiba-tiba berceletuk kalau dirinya sedang menangani seorang pasien gangguan psikis yang ternyata mantan kekasihnya.

     Bu Karina dan Pak Idris berencana nginap sehari di rumah Ardana. Hal ini membuat Ardana sedikit kalang kabut, sebab jam delapan malam nanti dirinya ada janji temu bersama Tiana, seperti yang dijanjikannya tadi siang.

     "Kalau Tiana tidak aku temui, aku khawatir dia stres lagi." Ardana diam karena bingung.

     "Arda, kenapa kamu melamun?" sapa Pak Idris heran melihat Ardana seketika seperti orang bingung.

     "Oh...tidak, Arda sedang berpikir keras."

     "Berpikir keras tentang apa? Sekarang saatnya kamu berpikir keras tentang gimana caranya bisa membuat istrimu hamil," sergah Pak Idris.

     "Iya, Pa, Arda paham. Tapi...Papa tahu sendiri, Nayra belum hamil bukan Arda yang tidak usaha," kilahnya ketika Nayra sudah menjauh dibawa Bu Karina ke dapur.

     "Jangan banyak alasan Arda, jika kamu masih saja tidak menganggap Nayra atau justru kamu malah bermain-main di belakangnya, maka jangan salahkan tangan ini jika menyapa tubuhmu," peringat Pak Idris penuh ancaman sambil mengepalkan tinjunya ke atas.

     Ardana terlihat ciut, dia tahu orang tuanya sesayang itu terhadap Nayra.

     Kringggg.

     Tiba-tiba ponsel Ardana berdering. Terpaksa ia mematikan ponselnya demi keselamatan dirinya di depan sang Papa.

1
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
Deera__
gilaaa udh nakall banget kau Tiana dulu. emng kebanyakan pilot itu kang selingkuh, kang modus dan hobbi modal manis doang. banyak intrik dikehidupan Pilot. karna kesibukan kerjanya itu dan sering dikelilingi wanita² cantik lagi seorang pramugari atau pilot wanita
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deera__
miris hidupmu Nay 😢😢😢😓😓😓
Deera__
Ya Allah ya Rabb... jika sudh lelah dengan semua. GK sanggup bersama ma istrimu lebih baik pulangkan saja Nayra dengan baik² ke kedua orangtua dan kakaknya. Jangan terlalu dalam menggores luka dihati dan hidup istrimu. GK punya hati dan perasaan sedikit saja kamu.
Deera__
astaghfirullah ini namanya udh selingkuh. kurang ajar kau Ardana /Smug//Smug/
Deera__
diihh hueekk.. sok lembut dan perhatian. ma istri dingin cuek angkuh.. ku getok ya kau 🤣🤣🤣/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
Agustinar Agustinar
semoga mereka bersatu kembali dan tidak ada masalah
Deera__
emang suamimu itu gendeng dan aneh bin idiot Nay. jadi gk ush dimasukin ke hati. Cukup sekarang btasi diri. jangan berharap lebih. berharaplah dan serahkan semua pada Allah. ku jamin hidupmu tenang dan bahagia.
Deera__
kau waras kan? aneh dipeluk istri kok risih ilfeel. /Slight//Drowsy//Drowsy/
Ririn Danayanti
lanjut dan semangat KK author
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ari Sawitri
kaos kaki hitam warna navy???🤔🤔🤔 kok bingung ya?? jadinya ini kaos kaki warna hitam atau navy?😅😅
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk.... nanti revisi Kak. Makasih atas kejeliannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ari Sawitri
tolol emang.. itu lagi si Tama sok sok mau jd pahlawan kesiangan. egois semua. ya jelas lah klu aku jd mertua nayra akan berpikir itu suami dan anak mereka 🤨🤨😕 bodoh banget
Ari Sawitri
harusnya nayra tegas menolak Tama utk menemani smp bandung .. jd tambah runyam kan😔🤔 kecewa dg sikap nayra yg egois
Ari Sawitri
hah 🤨🤨🤨3 th kamu anggap apa? itu waktu yg lama yg diberikan nayra untuk kamu berubah bahlul😡😡😡 jengkel aku
Ari Sawitri
harusnya pakai kata pergi dr rumah ya .. klu minggat kok kasar ya 😅
Lina Zascia Amandia: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Endjang Setiawan
Seorang Letnan kok mudah dibohongi ya🤭
Novi Anit
menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak. Lanjut sampai tamat.
total 1 replies
Mama Gezkara
sombong sekali anda pak...
Mama Gezkara
siap kaaakk
Lina Zascia Amandia: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!