NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:523.7k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Sebuah Ancaman Untuk Ardana

     "Ku tak habis pikir, kurangku di mana...kau tega menduakan aku...."

     Penggalan lirik lagu penyanyi Astrid dari ponsel Nayra terdengar menyayat kalbu. Sesekali Nayra mengusap bening di sudut matanya yang memaksa jatuh. Entah kenapa, ia begitu larut dalam lirik lagu itu. Begitu dalam dan menyayat hati.

     "Nay, mencintai kamu Mas, tapi sepertinya cinta Nay tidak berbalas. Lalu harus sampai kapan Nay harus bertahan?" Tulisan itu tertuang kembali dalam sebuah buku diary miliknya. Tetes air mata sesekali menetes mengenai buku diary itu. Nayra langsung menggeser letak buku diary itu, agar tidak terkena tetesan air matanya.

     "Lakukan saja tugasmu dengan baik Nay. Karena kamu masih bertahan dan terikat pernikahan. Terlebih pernikahan kalian kuat secara hukum negara dan kedinasan serta agama. Tidak mudah lepas begitu saja atau bercerai, kalau dari salah satu pihak tidak terbukti melakukan kesalahan fatal. Kalaupun memang melakukan kesalahan fatal, tapi kamu harus mempunyai bukti yang kuat untuk diajukan ke pengadilan militer," ucap Nayma suatu waktu.

     "Itulah, makanya Mbak sempat menolak perjodohan yang pernah Ibu dan Bapak bicarakan satu tahun sebelum Mbak menikah dengan Mas Reno. Tapi, Bu Karina lebih menyukai kamu sebagai calon mantu yang ingin dijodohkan dengan Arda."

     Kalimat itu pernah tersampaikan Nayma saat mereka bertemu beberapa bulan yang lalu sebelum pertemuan kemarin di rumah orang tua mereka. Meskipun Nayra jarang bercerita mengenai rumah tangganya, akan tetapi Nayma sang kakak satu-satunya, seakan lebih tahu dalamnya apa yang saat ini dirasakan sang adik.

     "Kalau mau sabar, jalani semua dengan sabar. Kalau mau goyah, cepat cari bukti di mana kesalahan fatal Arda. Tapi, sepertinya kamu akan sulit mendapatkan bukti itu," ragu Nayma saat itu diiringi desahan napas yang berat.

     "Itulah makanya Mbak menolak menikah dengan seorang aparat. Mbak tidak akan kuat jika dalam posisi diselingkuhi. Tapi, mudah-mudahan Arda tidak selingkuh, meskipun selama ini sikapnya selalu dingin padamu."

     Obrolan beberapa bulan lalu dengan Nayma, kembali terngiang. Nayra mulai menyadari, betapa sulitnya menjadi seorang istri seorang aparat yang tidak mencintainya dan masih belum selesai dengan masa lalunya.

     "Gimana aku bisa cari bukti kalau Mas Arda itu beneran selingkuh? Sementara Mas Arda bilang hubungan dengan perempuan itu adalah sebatas profesional," gumamnya masih kepikiran hubungan Ardana dan Tiana.

     Kembali gambar bocah perempuan dalam kain hasil rajutan itu, ia tatap dalam. Gambar itu seperti hidup dan berkata, 'Mama, aku sedang menujumu'.

     "Nayra...tidak bosan kamu berada di sini sejak sore tadi? Mama dan Papaku datang, bersikaplah yang normal, tidak murung seperti ini. Awas, ya, jangan katakan yang tidak-tidak tentang hubungan aku dengan Tiana. Kalau kamu tidak tahu akar masalahnya, jangan coba-coba berkata apa-apa atau berulah," ancam Ardana mengejutkan Nayra yang tadi sempat melamun menatap gambar bocah perempuan yang ada di kain hasil rajutannya.

     "Mama dan Papa datang?" Nayra terkesima, wajahnya berubah riang. Jujur saja meskipun sikap Ardana dingin dan datar serta seperti tidak menganggapnya, akan tetapi kedua orang tua Ardana itu, begitu sayang dengannya.

     Melihat Nayra segirang itu, Ardana sangat khawatir kalau Nayra tiba-tiba menceritakan penemuannya atas pertemuan dirinya dan Tiana. "Gawat, aku bisa diamuk Papa dan ditampar Mama," gumamnya.

     Ardana masih berada di depan pintu Sanggar Mini Nayra, lalu ia perlahan memasukinya. Selama ini dia belum pernah betul-betul tahu apa isi dalam ruangan itu. Setahunya hanya sebuah ruangan yang selalu dipakai Nayra merajut, menulis dan menggambar.

     "Apa ini... sebuah gambar hasil kain yang dirajut? Ini hasil rajutan Nayra?" gumamnya seperti tidak yakin. Beberapa saat Ardana mengamati gambar wajah bocah kecil dalam kain hasil rajutan Nayra. Tiba-tiba hatinya berdesir, saat bulatan mata gadis kecil dalam kain rajutan itu ditatapnya.

     "Rajutan ini, apa benar-benar hasil rajutan tangannya?" gumamnya masih belum percaya. Ardana menyusur hampir seluruh ruangan itu, hingga sampai pada sebuah laci di meja itu, tangan Ardana berhenti, ia bermaksud membukanya. Namun, teriakan suara Bu Karina yang memanggil Nayra, sontak mengejutkannya.

     Ardana keluar dari ruangan Sanggar Mini itu, lalu menutup kembali pintunya.

     "Mama, Papa...kalian sehat?" Nayra menyambut kedua mertuanya.

     Bu Karina dan Pak Idris tersenyum melihat Nayra, mereka sangat bahagia. Karena mereka menyayangi Nayra begitu tulus.

     Ardana tiba di ruang tengah, mengamati kedekatan antara kedua orang tua dan istrinya. Kadang Ardana merasa heran, kenapa kedua orang tuanya sangat menyayangi Nayra. Sementara kepada dirinya, justru selalu menatap penuh curiga.

     "Kami baik-baik saja, Nay. Kami bawa oleh-oleh untukmu. Kurma muda khusus promil. Ini oleh-oleh dari Tantenya Ardana, saat umroh kemarin," ujar Bu Karina seraya memberikan paper bag ukuran sedang yang isinya kurma muda khusus promil.

     "Terimakasih, Ma." Nayra sangat terharu, bahkan sampai kini kedua mertuanya begitu perhatian padanya. Bukan hanya kedua mertua, adik Bu Karina juga perhatian terhadapnya. Jadi, seandainya sesuatu terjadi pada rumah tangganya, pasti orang tua Nayra dan keluarga Bu Karina akan ikut sedih.

     "Lalu, gimana sekarang, apa sudah ada tanda-tanda?" Pertanyaan Bu Karina begitu menyentak Nayra, dia tentu akan mengulang jawaban yang sama.

     "Belum, Ma."

     "Oh...tidak apa-apa, kalian berdua harus tetap berusaha. Salah satunya dengan makan kurma muda ini. Kamu juga Arda, bisa makan kurma muda ini, agar vitalitas tubuh kalian terjaga," tukas Bu Karina sambil menoleh ke arah Ardana.

     "Ya, Ma."

     Kehadiran kedua orang tua Ardana di rumah ini, membuat suasana rumah yang biasanya sepi dan dingin, kini menjadi hangat. Ardana sejak tadi, selalu sigap berada di samping Nayra. Ia takut kalau Nayra tiba-tiba berceletuk kalau dirinya sedang menangani seorang pasien gangguan psikis yang ternyata mantan kekasihnya.

     Bu Karina dan Pak Idris berencana nginap sehari di rumah Ardana. Hal ini membuat Ardana sedikit kalang kabut, sebab jam delapan malam nanti dirinya ada janji temu bersama Tiana, seperti yang dijanjikannya tadi siang.

     "Kalau Tiana tidak aku temui, aku khawatir dia stres lagi." Ardana diam karena bingung.

     "Arda, kenapa kamu melamun?" sapa Pak Idris heran melihat Ardana seketika seperti orang bingung.

     "Oh...tidak, Arda sedang berpikir keras."

     "Berpikir keras tentang apa? Sekarang saatnya kamu berpikir keras tentang gimana caranya bisa membuat istrimu hamil," sergah Pak Idris.

     "Iya, Pa, Arda paham. Tapi...Papa tahu sendiri, Nayra belum hamil bukan Arda yang tidak usaha," kilahnya ketika Nayra sudah menjauh dibawa Bu Karina ke dapur.

     "Jangan banyak alasan Arda, jika kamu masih saja tidak menganggap Nayra atau justru kamu malah bermain-main di belakangnya, maka jangan salahkan tangan ini jika menyapa tubuhmu," peringat Pak Idris penuh ancaman sambil mengepalkan tinjunya ke atas.

     Ardana terlihat ciut, dia tahu orang tuanya sesayang itu terhadap Nayra.

     Kringggg.

     Tiba-tiba ponsel Ardana berdering. Terpaksa ia mematikan ponselnya demi keselamatan dirinya di depan sang Papa.

1
Rahma Lia
ceritanya bagus thor,,saya suka.. semangat berkarya thor💪💪
Lina Zascia Amandia: Terimakasih byk. Lanjut sampai tamat ya...🙏🙏🙏
total 1 replies
@Al**
/Good/
Mini Amora
berasa sesek pastinya thor
Lina Zascia Amandia: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Mini Amora
saya pembaca baru karyamu thor...

awal bab yg sangat menarik
smg selanjutnya trus menarik..

semangat berkarya author🩷
Lina Zascia Amandia: Makasih banyak Kak, semoga betah sampai tamat ya.
total 1 replies
Bungafitriyani
semangat kk cerita mu bagus
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak...
total 1 replies
Eri Dewa
bagus ceritanya, lanjut kak
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak..... 🙏🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Nenie Chusniyah
luar biasa ceritanya bagus sekali
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, mksh byk Kak...
total 1 replies
sweetpurple
Ga nyangka kalau akhirnya malah baikan lagi sama suaminya...
Ray
dasar bocil orangnya ditolak balonnya diterima 🤣🤣🤣
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkkwk....
total 1 replies
ayu cantik
suka
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... lanjut ke karya lain ya...
total 1 replies
Nur Aisyah Channel
iya hrs lnjut dong..aq ska bnget sm ceritanya
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak....
total 1 replies
Lisa Icha
kasihan ma Nayra sesakit itu diacuh ma suami sendiri apalagi mendengar dengan jelas suamimu berteleponan riang ma belahan jiwanya
Lina Zascia Amandia: 😥😥😥😥😥😥
total 1 replies
Lisa Icha
ini di pertengahan tahun 2026 aku mungkin yg terakhir baca karyamu Thor.Jalan ceritanya mudah difahami semangat berkarya
Lina Zascia Amandia: Wah makasih banyak ya Kak. Selamat datang di karya saya ya. Semoga selesai sampai tamat..... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Rina
Selalu bahagia ya kalian 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Piyah
harusnya sampe beranak dulu kembar
Lina Zascia Amandia: Hehehe.... pembaca yg lain keburu bosan Kak...
total 1 replies
Nar Sih
otw kak
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Patrick Khan
bwt kisah anak mereka kak..pasti seru
.makasi ceritanya kak😍😍❤️
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝗍𝖾𝗋𝗍𝗂𝗉𝗎? 𝖼𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗒𝖺? 𝖺𝗋𝖽𝖺𝗇𝖺 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝖽𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝗈𝖽𝗎𝗌
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya
Ita rahmawati
happy ending 🤗
otw cerita barunya Thor 😅
Lina Zascia Amandia: Siap Kak. Tungguin ya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!