Cinta pertama seharusnya indah.
Tapi milik Lay Amelty Ranza berubah jadi neraka.
Ahber Mazchar, ketua OSIS paling dingin, bilang dia cinta Lay.
Andkay, si badboy posesif, berteriak "LO HANYA MILIK GUE!"
Eskay, sahabat terbaik Ahber, tiba-tiba mendekati Lay diam-diam.
Tapi di balik senyum mereka... ada darah.
15 tahun lalu, keluarga Ahber membantai satu keluarga di Gudang B-09.
Sekarang balas dendam itu datang. Melalui cincin perak bergambar burung.
Cincin pertama: Milik Burung, si pembunuh.
Cincin kedua: Milik Nayla, adik yang pura-pura mati.
Cincin ketiga: Sekarang ada di tangan Ahber.
Di dalamnya tersimpan 3 Triliun dan rahasia yang bisa menghancurkan 2 keluarga besar.
Keluarga Mahesa dan Keluarga Dirga mengincar mereka.
Dan ada "A"... dalang yang mempermainkan semuanya dari awal.
Lay diculik. Dikhianati. Dipaksa memilih.
Sampai pesan terakhir itu masuk ke HP Ahber:
"Maaf gue salah."
Salah mencintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nila edrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
*HARI H. SABTU. JAM 2 SIANG.*
Taman kota disulap.
Tenda putih 4x6 meter berdiri di bawah pohon angsana. Ada meja panjang isi makanan, meja gambar buat anak-anak, dan sound kecil putar lagu pelan.
Balon warna pastel, peach, biru, dan putih. Di spanduk besar tertulis pake krayon:
`SELAMAT ULTAH RAKA & LAYLA - 7 TAHUN`
Di bawahnya gambar 2 anak pegang pesawat kertas.
Ahber datang jam 2.15 bawa 2 box kue besar.
Eskay udah di sana dari jam 1. Lagi cek sound sama tukang tenda. Pake dress santai warna sage + cardigan.
“Dateng.” Eskay nyamperin. Rambutnya dikuncir.
“Iya. Macet dikit.” Ahber turunin kue. “Raka mana Kay?”
“Di mobil. Ganti baju. Katanya mau pake baju kayak pilot.” Eskay ketawa kecil.
Layla turun dari mobil pake dress kuning. Rambut dikuncir 2 pake pita.
“Papa! Tante Eskay! Bagus gak?”
“Bagus banget Sayang.” Ahber jongkok nyubit pipinya.
Eskay ikut jongkok. “Cantik banget. Kayak bidadari.”
Jam 3. Tamu mulai dateng. Teman sekolah Layla, teman les Raka, beberapa orang tua.
Total ada 20 anak + orang tua.
Jam 3.30. Raka keluar dari mobil. Kemeja putih, dasi kupu-kupu, topi pilot mainan.
Layla langsung lari. “Raka! Keren!”
“Terima kasih.” Raka nunduk malu-malu. “Ini buat kamu.” Dia kasih kotak kado ke Layla.
Di dalam: set krayon jumbo + buku gambar tebal.
Layla teriak: “Waa makasih Tante! Eh maksudnya makasih Raka!”
Ahber dan Eskay berdiri di belakang, liatin.
“Anak kita akur banget ya.” Kata Eskay.
“Iya.” Ahber senyum. “Kayak kita dulu.”
*JAM 4: ACARA DIMULAI*
Eskay pegang mic. Suaranya lembut tapi jelas. “Selamat sore semuanya. Makasih udah dateng ke ultah Raka dan Layla.”
Layla maju. “Halo! Aku Layla. Ini Raka. Hari ini kita ulang tahun bareng!”
Anak-anak tepuk tangan.
Acara 1: Makan + main.
Acara 2: `Sesi Gambar Bareng`. Meja panjang digelar kertas A3. Semua anak disuruh gambar “Sahabat”.
Layla dan Raka jadi ketua. Ngajarin lipat pesawat kertas.
“Terbangin ke temen kalian!” teriak Layla.
Tawa anak-anak memenuhi taman.
Ahber dan Eskay duduk di bangku, jagain dari jauh sambil minum teh.
“Ber.” Eskay tiba-tiba manggil.
“Hm?”
“Aku seneng banget. Udah lama gak ngerasain rame-rame gini.”
Ahber ngangguk. “Aku juga Kay. Makasih udah ngajak.”
*JAM 4.45: KONFLIK KECIL*
Tiba-tiba suara ribut dari meja gambar.
“Ini gambar aku!”
“Bukan! Ini punyaku!”
2 anak cowok rebutan krayon warna biru tua.
Satu dorong. Yang satu nangis.
Orang tua langsung panik.
Layla langsung lari. “Hei! Jangan berantem!”
Raka ikut. “Gantian aja. Ini ada 2 kok.”
Tapi anak yang satu udah keburu emosi. Dia lempar krayon. Kena kepala Raka. _Duk._
Raka diem. Terus pegang kepalanya.
“RAKA!!” Eskay langsung berdiri dan lari. Wajahnya panik.
Ahber juga ikut.
“Gak apa-apa Nak? Sakit?” Eskay jongkok, cek kepala Raka. Benjol kecil. Tangannya gemetar.
Raka cuma geleng. Tapi matanya berkaca-kaca. “Gak sakit Tante.”
Orang tua anak yang lempar langsung minta maaf berkali-kali. “Maaf ya Bu. Anak saya kelepasan.”
Suasana jadi tegang. Musik dimatiin.
Ahber liat Eskay. Rahangnya mengeras. 15 tahun lalu Eskay kalau panik pasti langsung nangis atau kabur.
Tapi kali ini... Eskay narik napas panjang.
Dia liat Raka. Terus liat Layla yang megang tangan Raka erat.
Eskay berdiri. Senyum ke orang tua itu walau masih khawatir. “Gak apa-apa Bu. Anak-anak wajar. Yang penting udah baikan ya.”
Dia jongkok lagi, ngusap kepala Raka. “Lain kali kalau marah, bilang ke Tante ya. Jangan dipendem.”
Raka angguk.
Layla nyodorin tisu. “Ini Raka. Buat lap.”
Ahber liat semua itu. Dadanya anget. _Dia udah berubah._
Acara dilanjut. Tapi aura udah beda. Lebih hati-hati.
*JAM 5.15: POTONG KUE + TIUP LILIN*
2 kue dibawa keluar. 1 coklat, 1 vanilla.
Lilin angka 7 dinyalain.
“Tiup bareng!” kata MC.
Layla dan Raka tiup bareng. _Huuusss_
Semua tepuk tangan.
“Permintaan apa?” tanya Eskay.
Raka jawab: “Semoga aku dan Layla sahabatan selamanya.”
Layla nyambung: “Dan semoga Papa dan Tante Eskay juga sahabatan selamanya.”
Taman diem 1 detik. Terus rame tepuk tangan + ada beberapa mama-mama yang “uuu”.
Ahber dan Eskay saling liat. Gak ada kata-kata. Cuma senyum malu.
*JAM 5.45: SESI KOMIK*
Ini acara inti.
Layla naik panggung kecil. “Sekarang kita mau presentasi komik kita! Judulnya ‘Janji Taman’!”
Dia dan Raka buka kertas A3 besar. 8 halaman ditempel.
Halaman 1: 2 anak ketemu di ayunan.
Halaman 2-3: Mereka gambar bareng.
Halaman 4-5: Ada 1 Papa dan 1 Tante di bangku belakang. Dulu musuhan.
Halaman 6-7: Hujan. Ngobrol. Baikan.
Halaman 8: 4 orang di bawah pohon. Tulisannya: `SAHABAT DULU. SAHABAT SEKARANG. SAHABAT SELAMANYA.`
Pas halaman terakhir dibuka, semua orang diem.
Terus... tepuk tangan paling meriah hari ini.
Ada beberapa mama-mama yang lap air mata.
Ahber di bawah panggung, ngelap mata juga. Cepet-cepet.
Eskay nepuk bahunya pelan. “Aku juga Ber.” bisiknya.
Setelah selesai, anak-anak pada foto bareng pake komik itu.
*JAM 6: BERES-BERES + NGOBROL*
Tamu pulang satu-satu. Tinggal Ahber, Eskay, Layla, Raka + 2 petugas.
Mereka ber4 duduk di rumput. Capek tapi seneng.
“Papa, capek gak?” tanya Layla.
“Capek. Tapi capek seneng.” Jawab Ahber.
“Tante juga?” tanya Raka ke Eskay.
“Iya Nak. Capek paling bahagia seumur hidup Tante.”
Angin sore dateng. Bawa daun kering.
“Ber.” Eskay ngeluarin sesuatu dari tas. 2 pesawat kertas. Udah dilipat rapi.
“Ini. Buat kamu dan Layla.”
Di sayapnya ada tulisan: `Terima kasih udah kasih aku rumah kedua. -Kay`
Ahber nerima. Tangannya gemetar dikit. “Makasih Kay.”
Layla langsung terbangin pesawatnya. Raka ikut.
2 pesawat itu muter di udara, terus jatuh bareng di rumput.
“Lihat! Jatuhnya bareng!” teriak Layla.
“Berarti kita emang jodoh sahabat!” kata Raka.
Ahber dan Eskay ketawa.
*JAM 6.30: PULANG*
Barang diangkut ke 2 mobil.
Sebelum masuk, Eskay nyamperin Ahber.
“Ber... makasih ya. Udah kasih aku kesempatan jadi bagian hari ini.”
Ahber angguk. “Makasih juga udah gak lari pas tadi.”
Maksudnya pas Raka kejedot. Eskay tau.
Eskay senyum. Matanya berkaca. “Dulu aku kabur karena takut. Sekarang aku diem karena mau tanggung jawab.”
Mereka salaman. Lama.
Layla dan Raka pelukan. “Besok ke taman lagi ya!”
“Iya! Janji!”
Mobil jalan beriringan keluar taman. Langit udah ungu.
Di jalan, Ahber liat kaca spion. Mobil Eskay di belakang.
Dia bisik: “Akhirnya... kita pulang bareng lagi.”
like + bunga biar semangat deh/Smile/