Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membujuk Bagas
Keesokan harinya,
Sejak kembali ke Bandung, Belinda hanya sibuk mencari Bagas.
Chairul pun tak luput dari kekacauan itu, Belinda memaksa menemui Bagas yang sedang meeting di kantor nya.
Di ruangan Chairul
" Hentikan kekonyolan mu itu! Bagas tidak menyukai wanita itu kenapa kamu selalu memaksanya? " tanya Chairul
" Kita sudah menyetujui perjodohan ini lima tahun yang lalu, bagaimana bisa aku diam saja saat wanita itu koma, dia membutuhkan Bagas. Tidak kah kamu tahu betapa Manda mencintai Bagas? dia tidak akan menyakiti Bagas " jelas Belinda
Chairul menutup dokumen dihadapannya
" Terserah kamu saja, tapi jangan ganggu pekerjaan Bagas, karena pekerjaan lah dia bisa kembali bersemangat setelah kegagalan nya " seru Chairul
Belinda berdecak kesal dan meninggalkan ruangan Chairul, dia menuju ke ruangan Bagas dan menunggunya selesai meeting.
Sementara itu di Jakarta,
Moetia masih bersama Gio menunggu Manda yang sudah di pindahkan di ruang rawat.
Moetia sedang tertidur dengan bersandar di dada Gio.
Gio bahkan menyelimuti Moetia dengan jaket nya, sesekali Gio membenarkan rambut Moetia yang menutupi wajahnya.
' Jangan sedih Moetia, aku akan terus menemani masa-masa sulit mu ini ' batin Gio tersenyum getir
Gio membelai lembut pipi Moetia hingga membuat Moetia terbangun.
Moetia membuka matanya dan mendongak melihat Gio
" Gio " lirih Moetia
Gio tersenyum, lalu Moetia menarik dirinya duduk dengan benar disamping Gio.
Moetia mengusap wajahnya lalu melepas jaket Gio.
" Apa kamu tidak tidur semalaman? " tanya Moetia
" Aku sudah tidur " sahut Gio
Moetia memicingkan pandangan mata nya pada Gio.
Gio menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kikuk.
" Maksud ku kemarin " sambung Gio sambil tertawa garing.
Moetia menghela nafas nya panjang
" Maaf sudah melibatkan mu, aku akan mentraktir mu saat kita kembali ke Bandung " ucap Moetia datar
Gio menggenggam tangan Moetia dan Moetia memandang ke Gio
" Aku bahkan akan sangat sedih jika tidak bisa terlibat dalam hidup dan masalah mu Moetia " ucap Gio tulus
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan ternyata Malika dan Soraya yang masuk.
Soraya melihat ke arah tangan Gio yang menggenggam tangan Moetia.
Moetia menyadari itu, lalu segera menarik tangan nya dan bangun.
" Mama, Tante " sapa Moetia sedikit gugup
Soraya tersenyum dan mendekati Moetia.
Gio ikut berdiri dan memperkenalkan dirinya
" Pagi Tante, saya Gio teman Moetia " kata Guo sopan dan sedikit membungkukkan badannya.
Soraya tersenyum dan menyenggol bahu Moetia
" Pacar kamu ya? " tanya Soraya senang
Moetia membulatkan matanya
" Mama " sahut Moetia malu
Malika lalu meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja.
" Moetia, Gio kalian sarapan dulu ya " ucap nya
Moetia akhirnya mengajak Gio untuk sarapan, sementara Malika mengajak Soraya menemui dokter untuk menanyakan perkembangan Manda.
Ketika Moetia dan Gio sedang membereskan peralatan makan mereka, Malika masuk dengan senang dan menghampiri Moetia lalu memeluknya.
" Tante, ada apa? " tanya Moetia kaget
Malika menatap Moetia
" Terimakasih nak, dokter bilang semalam Manda kejang-kejang dan kondisinya memburuk, lalu saat kamu bicara padanya Manda membaik dan kondisinya kembali stabil. Terimakasih Moetia, Tante tidak tahu bagaimana jika kamu tidak ada " ucap Malika sambil menangis
Moetia ikut menangis
" Jangan bicara begitu Tante, Manda adalah sahabat terbaik Moetia, apapun akan Moetia lakukan demi kesembuhan Manda " ucap Moetia lembut
Soraya mendekati Moetia dan mengusap lembut kepalanya.
Sementara Gio yang melihat kejadian itu hanya bisa memandang Moetia dengan tatapan kagum juga sedih.
' Hati mu terbuat dari apa Moetia, apa kamu tidak sadar yang kamu lakukan ini akhirnya hanya akan menyiksamu ' batin Gio
Sementara itu di ruangan Bagas, Belinda masih menunggu Bagas dengan tidak sabar.
Dia terus bolak-balik di ruangan itu hingga Bagas dan Reno masuk ke ruangan itu.
" Ibu, ngapain ibu ke kantor? " tanya Bagas lalu kembali duduk di kursi nya dan memeriksa dokumen.
Reno juga menyapa Belinda
" Siang Tante " sapa Reno
Belinda mengangguk lalu mendekati Bagas
" Nak, ibu minta kamu ikut ibu ke Jakarta ya, Manda koma. Manda terus mengucapkan nama kamu nak " bujuk Belinda
Bagas menutup dokumen nya lalu melihat ke Belinda.
" Bu, Bagas sibuk! lagian disana juga kan banyak yang jagain dia " jawab Bagas malas
Belinda masih tidak menyerah
" Manda sangat mencintai kamu nak, setidaknya datang lah sekali saja agar dia sadar " ucap Belinda
Bagas membuka dokumennya lagi
" Maaf Bu, Bagas harus selesaikan pekerjaan Bagas, ibu akan diantar sama Reno " sahut Bagas
Belinda menghela nafas dalam lalu keluar dari ruangan Bagas dengan tidak senang.
Setelah Belinda keluar, Reno mendekati Bagas
" Bos, aku beneran harus nganter Tante Belinda? bukannya dia ada supir " tanya Reno
" Terserah " sahut Bagas malas
Di rumah sakit,
Dokter kembali memeriksa Manda, beberapa saat yang lalu Manda kembali kejang.
Malika bahkan sedang menangis di rangkulan Soraya yang juga terlihat cemas.
Sementara Gio terus menggenggam tangan Moetia yang terus gemetar.
Setelah Manda di tangani, dokter Lukman kembali menemui Moetia
" Pasien kembali drop, sepertinya anda harus memberinya semangat lagi nona " ucap nya
Moetia mengangguk paham
" Baik dok " jawab Moetia
Malika dan Soraya menghampiri Moetia
" Apa kata dokter? " tanya Soraya
" Ma, Tante, sepertinya Moetia harus membawa Bagas kemari ! " jawab Moetia
" Manda selalu bereaksi dan membaik ketika Moetia mengatakan akan membawa Bagas kemari " lanjut Moetia
" Bagaimana kamu akan membawanya kemari nak, mbak Belinda saja tidak bisa membujuknya untuk datang " keluh Malika
Moetia mengusap lengan Malika
" Bagas itu klien Moetia Tante, Moetia janji sama Tante, Moetia akan bawa Bagas kemari secepatnya " ucap Moetia yakin
Moetia memeluk mamanya
" Ma, Moetia akan ke Bandung sekarang juga dengan Gio " ijin Moetia pada Soraya
Soraya mengangguk
" Mama percaya sama kamu nak " seru Soraya
Moetia pergi bersama Gio, di dalam taksi Gio memesankan tiket untuk nya dan Moetia.
" Apa kamu yakin Bagas akan datang jika kamu memintanya sendiri? " tanya Gio khawatir
Moetia menggeleng kan kepalanya perlahan
" Dia harus datang " sahut Moetia sedih
Gio merangkul Moetia yang kembali meneteskan air mata.
Dua jam kemudian Gio mengantarkan Moetia sampai di depan kantor Bagas.
Moetia turun dari taksi
" Kamu yakin tidak ingin ku antar bertemu dengannya? " tanya Reno cemas
Moetia mengangguk cepat
" Aku yakin, kembalilah ke cafe kak Diana pasti sedang menunggumu. Gio terimakasih sudah menemaniku kemarin " ucap Moetia lalu masuk ke kantor Bagas
Gio hanya bisa tersenyum getir melihat kepergian Moetia, dia juga akhirnya memutuskan kembali ke cafe.
Moetia mengetuk pintu ruangan Bagas.
" Masuk " seru Bagas.
Saat melihat Moetia masuk ke dalam ruangan nya, Bagas segera berdiri dan menghampiri Moetia dengan cepat.
Bagas sangat senang lalu memeluk Moetia.
" Sayang, akhirnya kamu kembali " ucap Bagas senang.
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐