NovelToon NovelToon
Gadis Polos Salah Server

Gadis Polos Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cintapertama / Ketos
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: HILANG

“Ehh, kalian ada yang liat Naya nggak?” tanya Arin dengan napas memburu dan gurat panik yang tercetak jelas di wajahnya, menginterupsi meja rombongan Devan.

Mendengar nama Anaya disebut dengan nada sepanik itu, Devan yang tadinya sedang menyesap minumannya mendadak berhenti. Sepasang mata elangnya langsung terkunci rapat pada raut wajah Arin, menunggu penjelasan dengan detak jantung yang tiba-tiba berdesir tidak tenang.

“Naya nggak balik-balik dari toilet! Gue udah nungguin dia dari sebelum bel istirahat, dan ini bahkan udah hampir setengah jam sejak dia pergi!” jelas Arin bertubi-tubi dengan mata yang mulai memerah menahan tangis karena takut teman kecilnya itu kenapa-kenapa.

Mendengar penjelasan Arin, rahang Devan seketika mengeras. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung bangkit berdiri hingga kursinya terdorong ke belakang dengan kasar.

Sambil melangkah lebar membelah kantin, tangannya dengan cepat merogoh ponsel di saku celana untuk menghubungi Arka.

Di sisi lain, Arka yang baru saja menyelesaikan urusan klub basket langsung membaca pesan darurat dari Devan. Detik itu juga, jantungnya mencelos. Ia berlari sekuat tenaga menuju titik yang disebutkan Devan.

“Mana adek gue?!” tanya Arka dengan napas memburu dan wajah yang sudah pucat pasi saat berhasil menemui gerombolan Devan di koridor utama.

“Kita masih cari. Ini udah hampir setengah jam Anaya gak balik ke kelas,” celetuk Reno dengan raut wajah yang sama sekali tidak bersahabat.

Cowok itu ikut panik; tentu saja ia khawatir dengan keadaan adik bungsu sahabatnya, apalagi selama ini mereka semua sudah menganggap Anaya seperti adik kecil sendiri.

“Gue udah suruh anak-anak OSIS sebar ke seluruh toilet gedung utama, tapi nihil,”

sambung Devan, suaranya terdengar sangat rendah dan dingin, menyembunyikan badai kepanikan yang sedang berkecamuk hebat di dalam dadanya.

“Tinggal satu tempat. Toilet di belakang gedung .”

***

Sementara itu di tempat Anaya berada, suasana terasa semakin mencekam. Rasa dingin yang menusuk tulang akibat air bekas pel yang membasahi sekujur tubuhnya, kini berpadu dengan rasa takut yang luar biasa.

Perlahan, dadanya mulai terasa sesak. Oksigen di sekitar rasanya menipis.

Dalam kesendirian dan kegelapan toilet yang minim pencahayaan itu, memori kelam yang tersimpan rapat di kepala Anaya mendadak berputar kembali seperti kaset rusak.

Ingatannya ditarik paksa pada masa lalu yang menyakitkan—saat ia disekap oleh bibinya di kampung. Dikurung di dalam gudang yang gelap gulita, pengap, tanpa diberi makan dan minum selama semalaman.

Kejadian traumatis itulah yang meninggalkan luka batin mendalam bagi Anaya, melahirkan Nyctophobia akut yang membuatnya selalu didera ketakutan berlebihan setiap kali berada di ruang sempit dan gelap sendirian.

“Abang... Daddy... Mommy... tolong Naya, hiks... gelap...” cicit Anaya dengan suara terputus-putus.

Tubuh mungilnya sudah menggigil hebat, meringkuk di sudut bilik toilet yang basah sambil memeluk kedua lututnya sendiri. Napasnya memburu pendek-pendek, detak jantungnya berpacu terlalu cepat hingga kepalanya terasa pening luar biasa.

Anaya yang sudah kehabisan energi, lemas, dan kehilangan pasokan udara segar itu akhirnya tidak mampu lagi bertahan. Perlahan, sepasang matanya terpejam rapat seiring dengan kesadarannya yang merosot tajam. Tubuhnya yang basah kuyup itu berakhir ambruk, pingsan di atas lantai toilet yang dingin.

***

Setelah seluruh anggota OSIS dikerahkan untuk menyisir setiap sudut toilet utama sekolah, hasilnya tetap nihil. Anaya tidak ditemukan di mana pun. Satu-satunya tempat yang tersisa dan belum mereka datangi hanyalah toilet di bagian belakang gedung.

Tanpa membuang waktu lagi, Devan, Arka, dan Arin berlari sekuat tenaga menyusuri koridor gedung belakang yang sepi.

“Bang, apa mungkin Anaya ke toilet belakang gedung ini?” tanya Arin cemas. Suaranya bergetar hebat, berkejaran dengan air mata yang mulai deras membanjiri pipinya.

“Kita coba cek. Kamu jangan nangis begini, oke?” ucap Arka sesaat seraya mengusap pelan air mata di pipi Arin, mencoba menyalurkan sedikit ketenangan di tengah badai kepanikan mereka.

Arin sempat tertegun mendapati perlakuan hangat Arka. Namun, sadar bahwa sekarang bukan saatnya untuk BAPER, gadis itu segera menggelengkan kepala dan bergegas menyamakan langkah dengan dua laki-laki jangkung di depannya.

Sesampainya di depan toilet, mereka langsung menangkap sesuatu yang janggal. Di depan pintu utama, tertera papan penanda bertuliskan 'TOILET RUSAK'.

Padahal, semua tahu toilet tersebut masih sering digunakan oleh para staf sekolah dan kondisinya baik-baik saja.

Menyadari ada yang tidak beres, Arka dan Devan langsung menuntut keduanya untuk bertindak nekat. Tanpa ba-bi-bu, mereka berdua mendobrak pintu kayu itu sekuat tenaga.

Brak! Brak!

Pada dobrakan ketiga, pintu utama akhirnya terbuka kasar. Pandangan mereka langsung tertuju pada salah satu bilik toilet di sudut ruangan yang tampak diganjal kuat menggunakan sebuah gagang pel dari luar.

Kemarahan Arka sudah berada di ubun-ubun. Dengan satu sentakan kasar, ia menendang gagang pel tersebut hingga terlepas dan menarik pintu bilik hingga terbuka lebar.

Detik itu juga, jantung Arka seolah berhenti berdetak. Dunia di sekitarnya mendadak hening saat matanya menyuguhkan pemandangan yang paling menghancurkan hatinya.

“Adeeeekkkk!” pekik Arka histeris.

Pertahanannya runtuh melihat adik kesayangannya berada dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Tubuh mungil Anaya terkulai lemas di lantai, basah kuyup oleh air keruh, dengan wajah yang pucat pasi dan sepasang mata yang terpejam rapat. Gadis kecilnya sudah kehilangan kesadaran sepenuhnya.

Arin yang berdiri di belakang Arka langsung membekap mulutnya sendiri. Napasnya tercekat, menahan isakan tangis yang terasa mencekik dan menyesakkan dadanya.

Melihat tubuh Anaya yang basah dan tak berdaya, memori kelam masa lalu Arin mendadak bangkit. Trauma masa SMP saat adiknya sendiri pernah mengalami kejadian serupa sampai kehilangan nyawa seketika menghantam kesadarannya.

Pikiran Arin mendadak kacau, membuatnya mulai meracau tidak jelas di tempatnya berdiri.

“Bang... bawa Naya, Bang... Angkat Naya, bawa Naya ke rumah sakit sekarang juga!” racau Arin dengan tatapan mata yang mulai kosong dan tubuh yang gemetar hebat.

“Naya pasti baik-baik aja... Adik aku baik-baik aja, dia nggak apa-apa...”

Mendengar racauan Arin yang semakin tidak terkendali, Arka yang sedang berlutut memeluk tubuh sedingin es milik Anaya langsung menoleh. Ia sadar ada hal yang sangat tidak beres sedang terjadi pada psikologis teman adiknya itu.

Dengan gerakan cepat namun penuh kehati-hatian, Arka mengangkat tubuh ringkih Anaya ke dalam gendongannya. Sembari berlari cepat keluar dari toilet menuju area parkiran, Arka berseru tegas kepada cowok di sebelahnya, “Dev, bawa Arin! Dia nggak baik-baik aja!”

Mendengar perintah itu, Devan menoleh ke arah Arin yang masih menangis histeris sembari meracau. Ia mengangguk cepat, lalu menarik lembut namun tegas lengan Arin untuk mengikuti mereka, memaksa gadis itu ikut berlari bersamanya membelah koridor sekolah.

“Pakai mobil gue, Ka!” teriak Devan parau, begitu melihat Arka yang sempat tampak kebingungan di area parkir.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Arka berlari ke arah mobil Devan. Arka langsung masuk ke bangku belakang, memeluk erat tubuh Anaya yang menggigil ke dalam pangkuannya, mencoba memberikan kehangatan yang ia punya.

Di bagian depan, Arin masuk dan duduk di samping kemudi dengan tubuh yang masih bergetar. Sementara itu, Devan langsung mengambil alih kemudi. Ia tahu, dalam kondisi sekacau ini, Arka tidak akan mungkin bisa menyetir dengan fokus sementara adiknya sedang kehilangan kesadaran di kursi belakang. Devan menginjak pedal gas sedalam-dalamnya, membuat mobil mewah itu melesat membelah jalanan Jakarta menuju rumah sakit terdekat.

...****************...

# HAI GUYSSS ✨#

GIMANA NIH CERITA DI BAB 33..

PASTI SERU BANGET KAN!!

STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.

THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶

1
Noey Aprilia
Emang hantu....jd siap2 jjritan krna d gntayangin sm naya.....🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
hey paman dan bibi gila kanaya datang untuk membalas apa yg sudah dilakukan
fatmawati (pipit)
mungkin kah dokter itu kaki tangan dari keluarga clara
Renn
akhirnya aku bisa baca degem lagi 🙈
Sandhyaruntala: Welcome back kak🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Wooww...
s polos yg brubah jd bar2....tp lbh suka alice sih....dia berani dn tegas,mskpn anaya jg mnggemaskn kl lg mode polos....
fatmawati (pipit)
anaya skrg sudah berubah menjadi dingin dan kaku
mungkin gk kalau naya itu diluar polos tapi didalam di psikopat
partini
gadis polosnya udah ganti ini Thor
Noey Aprilia
Mnimal dia bs mlindungi drinya sndri...ga kya pas lg polos,ngalah trs sking baiknya....kl ky gni kn mkin seru....
fatmawati (pipit)
double yg ini 🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): OK ku tunggu selanjutnya
total 2 replies
fatmawati (pipit)
alter ego anaya bangun sisi Lain dari anaya yg akan membuat saudara² terpaku 🤣🤣🤣🤣
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
ukuran badan Naya seberapa sih Thor ko main pangku aja
Sandhyaruntala: Kecil 🤭 ukuran dia itu petit emang yang kesannya imut imut gitu🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Woowww...
cwek lugu trnyta pnya sisi lain yg brbhya...ayo bls tu cwek gila,bkin dia kapok sklian....
fatmawati (pipit)
double 🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit): iyalah🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
fatmawati (pipit)
naya punya alter ego, yg muncul saat tidak naya mau menyerah
partini
wow gas hajar balik
Sandhyaruntala
Huhu kasian itu anak nggak tau apa apa jadi korban
Dewiendahsetiowati
semoga ada yang nolong anak yang disiksa Alena
fatmawati (pipit)
bagus critanya, juga plot twist ya bikin deg deg kan lhooo
siapa ya musuh dari keluarga anaya
Mom Ilaa
penasaran siapa ya
Sandhyaruntala: Makin di baca makin seru loh kak🤭
Ayo lanjutt ke bab berikutnya🔥🔥
total 1 replies
Mom Ilaa
devan mulai ada rasa kah
Sandhyaruntala: Hayooooo hehehe, pesona degem nggak kaleng kaleng🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!