NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: tamat
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti / Tamat
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Topeng yang Retak dan Tatapan Sang Penguasa

​"Bellamy! Tunggu! Aku mohon dengarkan aku dulu!"

​Langkah kaki Bellamy dan Dallas di koridor lantai satu mansion Guinevere terhenti. Dari arah pintu samping dekat area dapur, Lucianna berlari tergopoh-gopoh dengan penampilan yang sangat berantakan. Gaun merah mudanya yang indah kini ternoda oleh cipratan sup, dan air matanya tampak mengalir deras.

​"Mau apa lagi kau, Ular Kecil?" Bellamy berbalik, melipat tangannya di dada sambil menatap Lucianna dengan pandangan meremehkan.

​"Bellamy... aku minta maaf! Tolong maafkan aku dan Javier!" Lucianna langsung menggenggam tangan Bellamy dengan tubuh gemetar, mencoba memasang wajah paling malang yang ia miliki. "Semua video itu... itu jebakan Damian! Aku tidak pernah mengkhianati Javier, apalagi berniat merusak pesta pertunanganmu! Kita sahabat sejak kecil, Bellamy. Kau tahu seberapa tulusnya aku, bukan?"

​Bellamy tertawa renyah, sebuah tawa dingin yang membuat bulu kuduk meremang. "Tulus? Meniduri Damian di hotel lalu menangis meminta lamaran Javier di panggung itu yang kau sebut tulus?"

​Lucianna tersentak, namun matanya perlahan beralih ke arah Dallas yang berdiri tegap di samping Bellamy. Melihat ketampanan dan aura berkelas Dallas yang kini jauh melampaui Javier, tabiat asli Lucianna kembali muncul. Ia melepaskan tangan Bellamy, lalu melangkah mendekati Dallas dengan tatapan memelas yang dibuat semanis mungkin.

​"Kak Dallas... tolong bicaralah pada Bellamy. Kak Dallas pasti mengerti posisiku, kan? Pria sebaik Kak Dallas tidak akan membiarkan seorang wanita menderita karena kesalahpahaman ini..." ucap Lucianna manja, mencoba menyentuh lengan jas Dallas.

​Plak!

​Dallas menepis tangan Lucianna dengan kasar sebelum jemari wanita itu sempat menyentuh kain jasnya. Sepasang matanya menatap Lucianna dengan pandangan sedingin es dan sarat akan rasa jijik yang amat pekat.

​"Jauhkan tangan kotormu dariku, Nona Francesca," suara bariton Dallas bergaung rendah dan tajam. "Kau mungkin bisa mempermainkan Javier dan sahabat-sahabat bodohmu dengan air mata murahan ini. Tapi di mataku, kau tidak lebih dari seonggok sampah yang menjijikkan."

​"Kak Dallas... kenapa kau sekasar ini padaku?" isak Lucianna, terkejut karena pesonanya sama sekali tidak mempan pada pria ini.

​"Ayo, Dallas. Meladeni pelacur ini hanya akan membuang waktu kita," Bellamy menarik lengan Dallas, berbalik tanpa mempedulikan Lucianna yang kembali menangis meraung-raung di koridor sepi itu.

​Di halaman depan mansion yang luas, Diego Costa berdiri menyandarkan tubuhnya pada mobil taktis lapis baja miliknya. Begitu melihat Dallas dan Bellamy melangkah keluar dari pintu utama, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang penuh misteri.

​"Bagaimana sambutan di dalam, Dallas? Apakah pamanmu menyambutmu dengan baik?" tanya Diego, nadanya santai namun sepasang matanya berkilat tajam.

​Dallas menghentikan langkahnya di depan Diego, keningnya berkerut dalam. "Ayah, apa yang sebenarnya terjadi? Nyonya Diane di dalam... dia memimpikan hal-hal yang sangat aneh tentang masa lalu dan masa depan yang tidak masuk akal. Dan Tuan James... dia menyebut Anda sebagai saudaranya. James yang asli tidak pernah memiliki hubungan darah dengan keluarga Costa."

​Diego terkekeh rendah, mengeluarkan sebatang cerutu namun tidak menyalakannya. "James yang asli memang tidak punya hubungan denganku, Dallas. Tapi pria paruh baya berambut putih di dalam sana..." Diego menggantung kalimatnya, matanya menyipit menatap ke arah jendela kamar lantai dua. "...gerak-geriknya, tatapan matanya, hingga kelicikannya dalam memotong aset Fernando... sangat mirip dengan adik tiriku yang keras kepala di kehidupan yang lain. Sylvester."

​Dallas tertegun. "Sylvester? Siapa dia, Ayah?"

​Diego tidak menjawab pertanyaan Dallas. Pandangannya justru beralih perlahan, mengunci sosok Bellamy yang berdiri di samping putrinya. Diego memperhatikan bagaimana Bellamy membalas tatapannya dengan berani, tanpa ada rasa takut sedikit pun—sebuah ketangguhan mental yang sangat tidak cocok untuk seorang putri manja yang selama ini dirumorkan gila karena mengejar Javier Enrique.

​'Keberanian ini... cara dia melirik dan tersenyum sinis... kau bukan Bellamy yang lemah itu. Kau sangat mirip dengan putri nakal Sylvester yang selalu membuat onar di markas Minerva,' batin Diego, sebuah kesimpulan gila telah terbentuk sempurna di kepalanya. Namun, ia memilih untuk menyimpannya rapat-rapat malam ini.

​Sementara itu, di balik senyuman tenangnya, jantung Bellamy mendadak berdegup kencang. Sudut matanya menyipit tajam menatap pria paruh baya di hadapannya. 'Bagaimana pria ini bisa tahu nama Sylvester? Siapa dia sebenarnya?' batin Bellamy mulai dilanda kepanikan yang teramat sangat.

​Seingatnya dari sisa memori tubuh ini dan info yang ia tahu, Diego Costa hanyalah suami dari Danila yang hidup miskin dan terasing. Tidak ada catatan bahwa Diego mengenal ordo mafia Minerva, apalagi mengetahui nama asli ayahnya, Sylvester. Ada rasa takut yang tiba-tiba merayap di dada Bellamy—takut jika kedoknya dan sang ayah terbongkar, bahwa jiwa di dalam tubuh James dan dirinya bukanlah jiwa asli pemilik rumah ini.

​"Nona Bellamy," sapa Diego dengan nada formal yang sarat akan makna terselubung, memecah kecamuk pikiran gadis itu. "Kau mengagumkan malam ini. Sangat... berbeda dari rumor kota."

​Bellamy dengan cepat menguasai ekspresi wajahnya, kembali memasang binar cegil-nya yang khas untuk menutupi kecurigaannya. Ia tersenyum manis, lalu dengan sengaja bersandar manja di lengan Dallas. "Terima kasih atas pujiannya, Papa Mertua. Aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku. Dan Dallas? Dia adalah milikku sekarang."

​Dallas menghela napas panjang, wajah kakunya sedikit memerah akibat ucapan blak-blakan Bellamy. Ia mengalihkan pandangan, menatap ayahnya dengan frustrasi. "Ayah, tolong jelaskan padaku. Hubungan rumit apa yang dimaksud Tuan James? Dan kenapa semua orang di rumah ini bertingkah seolah-olah mereka mengenal kita dari dunia yang berbeda?"

​Diego menepuk pundak Dallas dengan kuat, melirik Bellamy sekilas yang masih menatapnya dengan pandangan menyelidik. "Belum saatnya kau tahu semuanya, Dallas. Nikmati saja kemenanganmu malam ini. Fernando dan Javier sudah hancur. Distrik barat sudah ada di tanganmu. Sisanya? Biarkan para tetua yang menyelesaikannya."

...****************...

​Sementara itu, di sebuah kediaman mewah milik keluarga Lorakalyn, suasana justru terasa seperti medan perang yang hancur berantakan.

​Javier Enrique duduk di lantai dengan botol wiski yang sudah kosong berserakan di sekitarnya. Wajahnya dipenuhi lebam keunguan akibat perkelahiannya dengan Damian tadi. Pikirannya kacau, harga dirinya hancur berkeping-keping di depan seluruh konglomerat kota.

​"Javier! Hentikan minummu!" bentak Damian yang baru saja masuk dengan wajah yang diperban di bagian rahang. "Kita harus memikirkan bagaimana cara merebut kembali saham kita dari Tobias! Bajingan itu sudah menguasai hampir empat puluh persen aset Enrique Group pagi ini!"

​"Pergi kau, Damian!" raung Javier, melempar botol kosong ke arah sahabatnya sendiri. "Kau tidur dengan Lucianna! Kau merusak pernikahanku! Kau menghancurkan hidupku, keparat!"

​"Lucianna yang datang merangkak kepadaku, Javier! Sadarlah!" teriak Damian frustrasi. "Wanita itu hanya memanfaatkan kita berdua! Dan sekarang, sementara kita saling baku hantam, Dallas dan Bellamy sedang tertawa di atas penderitaan kita!"

​Javier mencengkeram rambutnya sendiri dengan histeris. Bayangan Bellamy yang berlutut melamar Dallas di depan umum, serta tatapan meremehkan dari gadis yang dulu selalu mengejarnya itu, terus berputar di otaknya bagaikan kaset rusak.

​"Bellamy... Dallas... aku akan membunuh kalian..." desis Javier dengan mata merah menyala, tenggelam sepenuhnya ke dalam kegilaan puing-puing kehancuran yang ia ciptakan sendiri.

1
umie chaby_ba
udah tamat Thor?
Ariska Kamisa: udah kak 🙏
total 1 replies
lin sya
tamat kah thor, atau ada konflik lgi
Ariska Kamisa: stay read ya kak... 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut dong thor
lin sya
trllu ceroboh membiarkan musuh 2 kli lolos, pdhl gelar mafia, tp tdk ada kekejaman dan setengah2 dlm memberantas musuh
umie chaby_ba
lanjutkan thor . update nya yang banyak dong thor.. aku ga sabar pliss ..
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
ya tuhan kasihan dallas thor... author mah mempermainkan hati dallas /Chuckle/
Ariska Kamisa: sabar ya kak... semua akan indah pada waktunya 🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
berani banget si Nick mati kan lo jadinya/Right Bah!/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Livana di tempat sebenarnya badas juga
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... ada karakter cowok lain nih... buset bakal gimana nih
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
yah .. sedih banget dong baru juga dallas bahagia baru nikah dengan wanita yang dia cintai diam-diam. /Cry/
Ariska Kamisa: ini ujian buat dallas dan Bellamy 🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ceritanya menarik banget ,
Ariska Kamisa: terimakasih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jadi mereka harus berpisah /Grimace/
Ariska Kamisa: iyah kaak, 🤭
total 1 replies
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik 👍
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut dong thor🙏
Ariska Kamisa: siap kak👍
total 2 replies
Aditya Rian
lanjut dong
Ariska Kamisa: siap kak👍
total 1 replies
umie chaby_ba
kok odelia bisa kabur taa🤭
Ariska Kamisa: iyah ada bantuan kak🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
oh jadi penulisnya ibunya mereka berdua.
D itu ternyata Deborah?? 🤣
Ariska Kamisa: betul kak... stay read yaa🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kan kamu sendiri yang tidak menginginkan Bellamy bege... siapa yang selingkuh duluan juga cih... /Facepalm/
Ariska Kamisa: iyan aneh banget ya 🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
siapa lagi nih thor... /Whimper/
Ariska Kamisa: musuhnya mereka kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!