Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
“Kamu egois..” Lirih jeny kembali meneteskan air matanya.
Tomy tersenyum mendengar nya.
Tomy akui dirinya memang egois bahkan sangat. Tapi tomy melakukan nya karna tomy tidak ingin kehilangan jeny. Dan tomy tidak ingin jeny sampai jatuh ke pelukan lorenzo.
“Aku anter kamu ke rumah sakit.” Kata tomy mengabaikan ucapan lirih penuh luka jeny.
“Nggak perlu. Aku bisa naik taxi.” Jawab jeny cepat.
“Aku suami kamu. Atau kamu mau aku minta direktur rumah sakit tempat kamu bekerja mengeluarkan kamu?”
Jeny menatap tidak percaya pada tomy. Pemuda tampan yang dia kenal baik dan selalu melindunginya kini menjelma menjadi seorang pria yang arogan, egois, juga kejam.
“Tomy.. Aku rasa kamu bukan tomy yang dulu..” Geleng jeny lemah.
Tomy tersenyum miring.
Pria itu kembali menghidupkan mesin mobil nya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit tempat jeny bekerja.
“Aku ada urusan sebentar di kantor.. Nanti waktu makan siang aku jemput kamu..”
Jeny tidak menjawab.
Tomy benar benar berperilaku seenak nya. Tomy yang sekarang sangat jauh berbeda dengan tomy sahabat nya yang dulu selalu penuh dengan kelembutan dan mengalah padanya.
“Kamu dengar aku kan istriku?” Tanya tomy menoleh sekilas pada jeny.
“Terserah.” Jawab jeny datar.
Tomy tersenyum lagi.
Tomy tidak ingin melakukan itu sebenar nya. Tapi melihat bagaimana jeny yang sekarang tomy merasa harus melakukan cara yang berbeda dari dulu agar gadis itu luluh dan tunduk padanya.
Dan tomy melakukan nya semata mata demi bisa bersama dengan gadis itu selamanya.
Tomy menyadari semua itu memang salah nya. Jeny berubah karna nya yang tidak pernah ada waktu untuk menghubungi nya. Tapi tomy juga punya alasan tersendiri kenapa tidak pernah menghubungi jeny.
Mobil tomy berhenti tepat di depan sebuah gedung rumah sakit elit yang terkenal di kotanya. Tomy sebenar nya kagum dengan kemampuan istrinya. Meskipun dulu terlihat bodoh dalam pelajaran, namun nyatanya gadis itu bisa bekerja di sebuah rumah sakit yang tidak sembarang orang bisa.
Jeny hendak membuka pintu mobil untuk keluar namun lenganya di cekal oleh tomy dengan lembut.
Jeny menoleh.
Di tatap nya cekalan tangan besar tomy di lengan terbukanya.
“Selamat beraktivitas istriku..” Katanya sambil mengecup singkat pipi jeny.
Jeny terpaku di tempat nya.
Ciuman singkat tomy di pipi nya membuat aliran darah nya tiba tiba begitu sangat terasa. Detak jantung nya pun berpacu dengan cepat di sertai rasa panas yang menjalar dari wajah sampai ke telinga nya.
Tidak mau terlihat bodoh di depan tomy, jeny pun langsung menghempaskan cekalan tomy. Jeny juga menghapus bekas ciuman tomy di pipinya kemudian keluar dan turun dari mobil dalam diam.
“Dasar gila !” Umpat jeny sambil melangkah menjauh dari mobil mewah tomy.
Tomy tertawa pelan.
Amarah nya langsung surut begitu mendengar umpatan istrinya. Tomy tidak perduli apapun yang terjadi. Yang dia tau adalah jeny milik nya. Dan tomy akan terus memastikan gadis cantik itu berada di samping nya.
Setelah memastikan jeny masuk ke dalam gedung rumah sakit megah itu, tomy pun melajukan mobil nya. Pria tampan itu berniat menuju perusahaan papah nya. Dan hari ini adalah hari penyambutan kedatangan nya sebagai CEO disana.
Selama ini tomy memang membantu papah nya dari jauh. Jika rapat ataupun metting mereka melakukan video call. Dan semenjak itu pula perusahaan papah nya semakin berkembang dan maju. Ide ide dari tomy selalu di setujui oleh para pemegang saham di perusahaan papah nya.
Deringan ponsel membuat tomy menoleh sekilas ke arah tempat tadi jeny berada. Itu bukan suara deringan ponsel nya. Dan benar saja tenyata ponsel jeny tertinggal.
Tomy meraih ponsel milik istrinya. Senyuman miring di bibir tipis nya mengembang. Nama lorenzo tertera di layar menyala ponsel jeny.
“Pagi pagi sudah menelpon istri orang.” Gumam tomy sinis.
Malas mengangkat telpon dari lorenzo, tomy pun merijek bahkan langsung memblokir nomor lorenzo. Tomy tau mungkin jeny akan semakin marah padanya. Tapi tomy tidak perduli. Bagaimanapun alasan nya kedekatan jeny dan lorenzo memang harus di larang.
Tidak membutuhkan waktu lama mobil tomy sampai di parkiran luas depan gedung perusahaan milik papah nya. Pria tampan itu mematikan mesin mobil nya, mencabut kunci, dan mengenakan kaca mata hitam nya.
Dengan gaya cool nya tomy turun dari mobil dan langsung di sambut oleh para satpam yang berjaga di luar gedung.
“Selamat datang pak tomy..” Sapa satpam yang berdiri di samping pintu masuk.
“Ya..” Angguk tomy kemudian masuk ke dalam.
Sesaat tomy terdiam dan berhenti tepat di depan pintu. Pria tampan itu melepas kaca mata hitam nya. Pandanganya menyapu ke seluruh ruangan mewah perusahaan papah nya.
Dulu tomy sangat tidak mau berkunjung ke perusahaan papah nya. Tapi sekarang dirinya yang akan memimpin perusahaan itu.
“Ya tuhan.. Itu siapa.. Ganteng banget.”
Tomy menoleh dan tersenyum pada resepsionis yang terpesona oleh nya. Dengan gaya cool nya tomy kembali melangkah melewati para kaum hawa yang terpesona oleh nya.
“Pak tomy..”
Tomy berhenti melangkah ketika sampai tepat di depan lift. Pria tampan itu tersenyum ketika bertemu dengan wakil direktur yang selalu di percaya oleh papah nya.
“Pak samsul..” Senyum tomy.
Pak samsul memencet tombol lift menuju ruangan papah tomy. Pria baya itu mempersilahkan untuk tomy masuk terlebih dulu ke dalam lift baru setelah itu dirinya.
“Kapan pak tomy kembali dari belanda?” Tanya pak samsul ramah.
“Kemarin pak. Oya bapak apa kabar?” Jawab tomy kemudian bertanya dengan senyuman di bibir tipis nya.
“Kabar saya baik pak tomy.” Jawab pak samsul.
Tomy mengangguk.
Mungkin mulai saat ini dirinya harua terbiasa mengobrol dengan para orang tua seperti pak samsul.
Pintu lift terbuka.
Kali ini giliran tomy yang mempersilahkan untuk pak samsul keluar dari lift lebih dulu.
“Biar saya antar pak.” Kata pak samsul.
“Oh.. Ya.. Terimakasih pak..” Angguk tomy tersenyum.
Tomy dan pak samsul melangkah menuju ruangan direktur yang tidak lain adalah papah tomy.
“Silahkan pak..”
Tomy tersenyum.
Tidak enak sebenar nya karna orang yang jauh lebih tua darinya bahkan sampai begitu sopan padanya. Namun tomy di tuntut harus terbiasa. Karna sebentar lagi jabatan CEO akan di sandang oleh nya.
Saat itu pula dirinya harus bersikap profesional. Tidak pandang tua atau muda dirinya harus bersikap tegas.
“Pah...” Panggil tomy sambil mendekat pada papah nya.
“Mamah mana?” Tanya tomy menanyakan mamah nya yang biasanya memang mengikuti papah nya ke kantor.
“Mamah di rumah. Papah nggak izinin mamah ikut kali ini nak..” Jawab papah tomy.
Tomy mengangguk.
Pria tampan itu mendudukan dirinya di kursi seberang papah nya dengan santai.
“Apa yang kamu lakukan pada jeny?”
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......