NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 11

Elsa terbangun saat rasa haus dan lapar yang teramat sangat mulai menggerogoti perutnya. Gadis itu mengerang pelan, lalu dengan hati-hati menurunkan kakinya dari ranjang jati. Sambil memegangi perutnya yang keroncongan, dia berjalan dengan langkah lemas keluar dari kamar utama.

​Namun, tepat saat hendak melewati area kamar tidur milik Andini, langkah kaki Elsa mendadak terkunci.

​Sayup-sayup, telinganya menangkap suara-suara aneh dari dalam sana. Suara derit ranjang, racauan rendah penuh gairah, serta desahan napas yang teramat ribut saling bersahutan memecah keheningan koridor. Elsa mengerjapkan matanya, mencoba memperjelas penglihatan dalam keremangan. Benar saja, pintu kamar Andini rupanya tidak tertutup dengan sempurna, menyisakan celah yang lumayan lebar.

​Didorong rasa penasaran yang membumbung, Elsa melangkah super pelan mendekati celah itu, lalu mengintip ke dalam.

​Seketika, matanya membelalak sempurna. Di depan matanya saat ini, terpampang nyata sebuah pemandangan yang teramat panas—pertunjukan adu kenikmatan secara langsung antara sang Nyonya Utama dan si Tuan Juragan.

​'Gila... mereka lagi anu-anu!' batin Elsa menjerit histeris.

​Wajahnya mendadak terasa terbakar karena malu. Namun, seolah terhipnotis, matanya enggan berkedip saat melihat posisi Tama yang sedang mendominasi tubuh Andini dengan intens dari arah belakang. Desahan demi desahan penuh kenikmatan terus lolos dari bibir Andini, memenuhi seisi ruangan.

​Elsa perlahan menelan air liurnya yang terasa seret. Entah karena atmosfer ruangan yang terlalu pekat atau karena efek raga Elsa yang sudah dewasa, lambat laun dia menyadari tubuhnya ikut bereaksi. Sensasi aneh menjalar hingga ke bagian bawah tubuhnya yang mendadak terasa basah akibat menyaksikan adegan dewasa tersebut.

​Apalagi saat melihat bagaimana tubuh masif Tama merunduk, mencengkeram rahang Andini agar mendongak demi menerima ciuman kasarnya yang menuntut. Gairah Elsa semakin menjadi-jadi. Gadis itu refleks menggigit kuku jarinya kuat-kuat, menahan gejolak panas yang ikut meletup di dalam dadanya.

​Namun, di tengah kepuasan aktivitas panasnya, sebuah keanehan terjadi pada diri Tama. Tepat setelah melepaskan tautan bibirnya dari Andini, mata tajam sang Juragan tidak sengaja melirik ke arah kaca buram lemari pakaian di depannya.

​Melalui pantulan kaca itu, Tama melihat siluet tubuh seseorang yang sedang berdiri mematung mengintip di balik celah pintu. Pria itu tidak perlu repot-repot mencari tahu siapa pelakunya. Dari warna biru brukat kebaya yang masih melekat di tubuh siluet itu, dia tahu persis kalau pengintip itu adalah Elsa.

​Tama menggelengkan kepalanya pelan, sebuah senyuman misterius nyaris terbit di sudut bibirnya.

​'Anak nakal ini... Berani-beraninya mencoba mengintip, ya? Kamu penasaran juga rupanya,' batin Tama penuh arti, sementara aktivitas bawahnya dengan Andini masih terus berlanjut.

​Di luar pintu, Elsa mendadak tersadar dari keterpakuannya. Sadar bahwa situasi ini terlalu berbahaya, dia buru-buru memundurkan langkahnya dengan gemetar. Dengan detak jantung yang berpacu gila-gilaan, dia bergegas mengambil langkah seribu menuju area dapur.

​Anehnya, rasa lapar yang sangat mendera perutnya tadi tiba-tiba menguap entah ke mana. Hilang tak berbekas. Yang tersisa di dalam raga Elsa saat ini hanyalah rasa aneh berupa gairah panas yang menuntut untuk segera didinginkan.

​Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Elsa meraih sebuah gelas, menekan tombol air dingin pada dispenser, lalu meneguk air itu dengan rakus hingga tandas.

​Setelah merasa gejolak panas di tubuhnya agak mereda, Elsa mengembuskan napas panjang. Dia membalikkan badannya hendak kembali ke kamar. Namun, detik itu juga, tubuh Elsa terjingkat kaget setengah mati.

​Gelas di genggamannya nyaris saja terlepas begitu mendapati sosok Juragan Tama tahu-tahu sudah berdiri tegap tepat di belakangnya dengan dada bertelanjang, menatapnya dengan sepasang mata tajam yang menghunus gelap.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!