NovelToon NovelToon
Akar Yang Menembus Langit

Akar Yang Menembus Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: cldazxx

Cerita ini bukan tentang siapa yang tercepat menjadi terkuat, melainkan tentang bagaimana seseorang yang dianggap paling lemah belajar memahami kekuatan yang sesungguhnya: kesabaran, ketahanan, kemampuan menahan badai tanpa tumbang, dan perlahan tumbuh melampaui batas yang dianggap mustahil oleh semua orang. Ia akan bertemu teman yang setia, menghadapi musuh yang meremehkannya, dan akhirnya mengungkap mengapa jalan kuno itu dihapus dari sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cldazxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Menyatukan Segel Dunia

Panas yang menyengat langsung melanda tubuh Lin Mo saat kulitnya menyentuh permukaan segel. Cahaya abu-abu pucat itu menderu seolah ribuan badai terperangkap di dalamnya, mencoba menyedotnya masuk, membelah kesadarannya menjadi kepingan-kepingan kecil seperti tanah di bawahnya. Tulang-tulangnya berderit keras, darah menetes dari ujung jarinya, dan rambutnya berkibar liar tertiup angin kekacauan.

"Mundur, Lin Mo! Itu kekuatan yang membenci segala bentuk keteraturan!" teriak Pengukir Batas dari belakang. Namun kali ini suaranya bukan lagi ancaman—ia penuh kekhawatiran tulus.

"Aku tidak akan melawannya," jawab Lin Mo dengan napas berat, matanya tetap terpejam rapat. "Aku akan memeluknya sampai ia tenang."

Ia tidak menyalurkan kekuatan untuk menolak atau menghancurkan. Sebaliknya, ia membuka sepenuhnya hati dan jiwanya pada segel itu. Ia membiarkan kekuatan pemutus itu mengalir masuk ke dalam dirinya, menyentuh setiap kenangan, setiap luka, setiap harapan yang ia miliki.

Ia memperlihatkan pada segel itu betapa sakitnya tanah yang terbelah, betapa kesepiannya orang yang tidak punya tempat pulang, betapa rapuhnya kehidupan yang melayang tanpa pegangan. Namun ia juga memperlihatkan keindahan yang lahir dari keterikatan: pohon yang tumbuh tinggi karena akarnya kuat, persahabatan yang kokoh karena saling menjaga, dan dunia yang indah karena langit dan tanah saling melengkapi.

Kekuatan pemutus itu bergejolak hebat di dalam dirinya, mencoba memisahkan pikiran dari perasaan, jiwa dari raga. Namun Lin Mo berdiri tegak. Ia adalah akar. Akar tidak lari dari badai—ia justru mencengkeram lebih kuat, menahan badai itu agar tidak merobohkan seluruh pohon.

Saat ia menahan ledakan itu, ia juga mulai bekerja dari dalam. Perlahan, dengan sabar, ia menenangkan setiap aliran energi yang liar di dalam segel. Ia menyadarkan mereka bahwa mereka diciptakan bukan untuk memutus, tapi dulu diciptakan untuk menyatukan. Bahwa kekuatan pemisahan tanpa tujuan hanyalah kekosongan yang menyiksa diri sendiri.

Di luar sana, seluruh benua bergetar hebat. Kepingan-kepingan daratan yang melayang mulai berjatuhan perlahan. Kepala Batu dan teman-temannya hanya bisa menahan napas, berdoa dalam hati, sementara Pengukir Batas menatap pemandangan itu dengan mata terbelalak—ia baru menyadari bahwa apa yang ia bangun selama ribuan tahun ternyata adalah penjara bagi kekuatan itu sendiri.

"Jadi... aku yang salah," bisiknya pelan. "Aku membebaskan mereka dari ikatan, tapi membiarkan mereka terperangkap dalam kekacauan abadi."

Ia melangkah maju, berdiri di samping Meng Chao dan Zhang Hao. "Aku tidak bisa menahan kekuatan ini seperti dia. Tapi aku bisa membantunya menstabilkan fondasi luar!"

Ia mengangkat pahat cahayanya, bukan lagi untuk memotong, tapi untuk mengukir pola penyatuan di pilar batu. Cahayanya kini berubah warna dari abu-abu menjadi perak lembut, menyatu dengan cahaya cokelat yang memancar dari tubuh Lin Mo.

Menit terasa seperti tahun. Keringat bercucuran di seluruh tubuh Lin Mo, kakinya sudah tenggelam ke dalam batu karena tekanan yang ia tanggung. Namun perlahan demi perlahan, cahaya segel berubah warna. Abu-abu pucat berpadu dengan cokelat hangat, lalu menjadi emas terang yang lembut. Raungan badai di dalamnya berubah menjadi aliran yang tenang dan teratur.

Terakhir kali Lin Mo mengerahkan seluruh sisa kekuatannya. Ia tidak memecahkan segel itu—ia mengubah fungsinya. Segel pemutus kini menjadi Segel Penyambung.

Dengan satu dentuman halus yang terdengar di seluruh penjuru benua, cahaya itu meledak ke segala arah, namun tidak merusak. Sebaliknya, seperti benih yang disebar angin, cahaya itu menempel pada setiap kepingan daratan, menjahit retakan di antara mereka, menyambungkan kembali fondasi yang putus, dan perlahan menarik kepingan-kepingan itu naik, menyatunya kembali menjadi satu daratan utuh yang kokoh.

Jurang kabut hitam di bawah sana perlahan menutup, digantikan oleh tanah yang naik dari kedalaman, menumbuhkan rumput dan bunga seketika. Angin yang tadinya menderu kini berhembus lembut membawa aroma tanah basah. Langit yang kelabu perlahan terbuka, memperlihatkan matahari yang hangat.

Segel di pilar itu perlahan menyusut, lalu menyatu dengan tubuh Lin Mo menjadi tanda kecil berbentuk akar di dadanya. Ia jatuh berlutut, napasnya terengah-engah, namun senyum terukir di wajahnya.

Pengukir Batas berjalan mendekat, lalu berlutut di hadapannya dengan tulus. "Terima kasih telah membuka mataku. Aku telah menempuh jalan yang salah terlalu lama. Izinkan aku menebus kesalahanku dengan menjaga benua ini."

Lin Mo mengangkatnya berdiri. "Tidak ada yang tidak bisa diperbaiki selama masih ada kemauan untuk berubah. Sekarang, mari kita bangun dunia yang baru bersama-sama."

Di kejauhan, Suku Penjaga Retakan berteriak bahagia, berlari menyentuh tanah yang utuh di bawah kaki mereka untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Dunia tidak lagi terbelah.

 

1
Anime aikō-kā
Akar Yang Menembus Langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!