Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Mesin Cuci Rusak
Sebentar lagi liburan sekolah. 2 hari lagi waktunya pembagian raport. Tahun ajaran baru ini, Aqilla sudah mulai masuk TK. Desi sudah mendaftarkan Aqilla di sekolah TK yang sama dengan Bagas dan Rafi dulu. Tanpa terasa, anak-anak Desi mulai besar dan bersekolah semua. Desi harus lebih giat lagi dalam bekerja. Semua demi anak-anaknya.
Hari sabtu waktunya pembagian raport kenaikan kelas. Untung Desi sudah menyelesaikan raport murid-muridnya. Hari ini sudah selesai di tanda tangan kepala sekolah, tinggal memasukkannya ke dalam sampul raport yang berwarna merah.
'Alhamdulillah, pekerjaan sudah hampir selesai. Besok saja memasukkannya ke dalam sampul raport.' , bathin Desi sambil menyimpan raport yang sudah ditanda tangani ke dalam loker nya dan menguncinya.
Hari ini, Desi ingin cepat beristirahat sejenak karena badan dan pikirannya sudah lelah karena beberapa hari ini begadang menyelesaikan raport murid-muridnya. Desi tidak ingin sakit, dia harus beristirahat agar pada saat pembagian raport nanti, dia bisa menjalankan tugasnya sebagai wali kelas dengan baik.
Sebenarnya, jam pulang masih beberapa jam lagi, namun ia ingin segera beristirahat. Mungkin nanti sore ia bisa kembali ke sekolah untuk absen. Kemudian, Desi pulang ke rumah bersama Bagas dan Rafi. Namun, Aqilla belum ia jemput karena ia ingin merebahkan badan sebentar untuk beristirahat. Dia ingin tidur sebentar. Desi berpesan pada kedua anaknya supaya jangan keluar rumah. Kemudian, Desi mengunci pintu rumah nya. Dan dia pun ke kamar untuk tidur sebentar.
"Bagas. Rafi, mama tidur sebentar ya, mama pusing, lagi nggak enak badan. Kalian jangan nakal ya, mainnya di dalam rumah aja." , pesan Desi pada kedua anaknya.
"Iya ma, mama istirahat aja. Kita main nya di dalam rumah aja kok." , jawab Bagas.
"Iya kan dek?" , tanya Bagas pada adeknya.
"Iya mama, iya abang." , jawab Rafi.
"Mama percaya, anak-anak mama anak yang pintar." , jawab Desi.
Kemudian, Desi segera tidur di kamarnya.
Setelah beberapa jam tertidur, Desi kaget bangun. Dia segera melihat jam. Ternyata sudah jam dua lewat lima belas menit. Desi segera bangun dan bersiap-siap menjemput Aqilla di rumah mbok Muna kemudian ke sekolah untuk absen.
"Bagas, Rafi, kalian di rumah aja ya, mama ingin menjemput Aqilla di rumah mbok. Nanti pulangnya sekalian mama beli makanan. Maafin mama ya, kalian pasti sudah lapar ya?" , ujar Desi.
"Iya mama. Beliin kentaki ya ma." , jawab Bagas.
"Iya sayang. Mama pergi dulu ya, kasihan adek Qilla kelamaan dijemput nya." , ujar Desi.
Kemudian, setelah mengucapkan salam, Desi pun pergi. Dia ke sekolah dulu sebentar untuk absen pulang. Habis itu, dia mampir membelikan pesanan Bagas dan Rafi. Desi juga membelikan buat mbok, Aqilla dan Desi sendiri.
Sesampainya di rumah mbok, Desi langsung disambut pertanyaan oleh Aqilla.
"Mama, kok baru jemput aku?" , tanya Aqilla.
"Iya sayang, mama lagi kurang sehat. Tadi mama bobo dulu baru jemput Aqilla." , jawab Desi.
"Mbok, maaf ya, saya baru jemput Aqilla. Tadi saya pulang cepat mbok terus tidur. Kaget bangun tadi langsung ke sekolah absen pulang terus baru ke rumah mbok." , jelas Desi pada mbok Muna.
"Iya bu nggak papa. Kalau ibu lagi sakit, biarin aja Aqilla nginap disini bu." , jawab mbok Muna.
"Iya, makasih banyak mbok. Mbok tenang aja. Saya sehat kok cuma butuh istirahat aja." , jawab Desi.
"Ayok Aqilla, kita pulang sayang." , ucap Desi pada Aqilla.
"O iya mbok, ini buat mbok. Saya langsung pamit ya mbok. Makasih banyak mbok, udah mau dititipin Aqilla. Assalamu'alaikum." , ucap Desi sambil menyerahkan nasi ayam kentaki pada mbok Muna.
"Nggak papa ibu, mbok malah senang kok. Makasih banyak nasinya bu. Wa'alaikumsalam." , jawab mbok Muna.
"Dadah mbok, aku pulang dulu." , kata Aqilla sambil dadah kearah mbok Muna.
"Dadah Qilla. Besok kesini lagi ya."
"Iya mbok."
Desi pun pulang dengan berjalan kaki ke rumah. Sesampainya di rumah, Desi langsung disambut oleh anak-anaknya.
"Mama, kok lama." , ujar Rafi.
"Iya sayang, maaf ya. O iya, ini mama belikan pesanan kalian.", jawab Desi.
"Asyik, nasi ayam kentaki." , jawab Rafi kegirangan.
"Iya, ini dimakan ya, kita sama-sama satu. Tapi, jangan lupa cuci tangan dulu ya." , jawab Desi.
"Ok mama." , ucap Bagas dan Rafi sambil mencuci tangan di dapur. Desi dan Aqilla pun mencuci tangan juga.
Kemudian, mereka makan dengan lahap nya. Selesai makan, anak-anak bermain kembali.
"Bagas, tolong awasi adek-adekmu ya, mama mau cuci baju dulu." , perintah Desi pada Bagas. Bagas pun menurut.
"Iya mama." , jawab Bagas.
Kemudian, Desi ke belakang untuk mencuci.
Desi segera memasukkan baju ke dalam mesin cuci dan memberinya detergen cair. Namun, saat dinyalakan, mesin cucinya tidak mau nyala. Desi mencoba beberapa kali.
'Sepertinya mesin cucinya rusak.' , keluh Desi.
Kemudian, Desi terpaksa mencuci menggunakan tangan.
'Nyuci pake tangan dulu aja dah, aku belum ada uang untuk perbaiki mesin cuci.' , gumam Desi di dalam hati.
Selesai mencuci, Desi segera menjemurnya. Kemudian, karena hari sudah sore, ia menyuruh anak-anaknya mandi. Setelah itu, ia memandikan Aqilla. Lanjut, Desi mandi juga supaya badannya segar.
Hari ini adalah hari pembagian raport. Desi juga sudah menyiapkan kado untuk wali kelasnya Bagas dan Rafi. Selesai Desi membagikan raport di kelasnya, Desi lanjut mengambil raport Bagas. Alhamdulillah, Bagas dapat peringkat pertama, Desi sangat bangga. Lanjut dia mengambil raport nya Rafi. Alhsmdulillah juga, walaupun bukan peringkat pertama, Rafi masih masuk peringkat sepuluh besat. Desi sangat bangga dengan prestasi anak-anaknya.
Desi merasa bersyukur sekali, hari ini dia mendapatkan rezeki yang tak terduga. Desi mendapat kenang-kenangan dari korlas berupa bed cover. Juga dari para wali murid, dia mendapatkan hadiah-hadiah, ada juga yang memberi dalam bentuk uang. Desi sangat bersyukur.
Desi dan anak-anaknya pulang. Desi naik mobil taksi kali ini, agar bisa membawa hadiah-hadiah dari wali murid. Juga tidak lupa, dia menjemput Aqilla di rumah mbok Muna dan memberi mbok Muna kue bolu. Kemudian lanjut pulang ke rumah.
Sampai di rumah, dia segera merapikan barang-barang nya. Kemudian, Desi pun beristirahat sejenak sekedar melepas lelah.
Anak-anak dia biarkan bermain di dalam rumah.
Sore hari, mereka semua mandi lalu Desi mengajak anak-anaknya pergi jalan-jalan ke taman supaya mereka tidak sumpek bermain di dalam rumah terus. Aqilla senang sekali bisa bermain ayunan dan perosotan di taman.
Sebelum maghrib, Desi mengajak anak-anaknya pulang. Mereka pulang dengan hati yang riang. Desi juga membeli beberapa camilan untuk dimakan di rumah. Dia juga membeli lauk untuk makan malam mereka. Anak-anak Desi merasa bahagia bisa bermain di taman.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.