NovelToon NovelToon
[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: sugiatiidhln

[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BUDAYAKAN PULA TINGGALKAN JEJAK!]

[FOLLOW AKUN IG; SUGIATIDAHLAN]

[NO PLAGIAT! SANKSI BERLAKU!]



Kisah tentang;


"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri mulai lelah dengan kesabaran ku."

@Annisa Az-Zahra

Bagaimana jika seandainya kalian adalah siswi berhijab satu-satunya di sekolah kalian? bagaimana jika seandainya kalian tidak sengaja melakukan tingkah konyol yang menjerumuskan kalian ke dalam masalah?


Hidup Zahra yang mulai di tumbuhi bunga-bunga berwarna-warni kini kembali terlihat hampa saat sebuah RAHASIA BESAR berhasil merubah segalanya.



®picturebypinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugiatiidhln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27. LAA TAHZAN!

"Aku nggak bakalan manfaatin kak Farhan. Aku nggak punya hak untuk hal itu, dan satu lagi. Aku bukan orang yang senang di atas kesedihan orang lain. Aku nggak tau masalah kamu apa, aku juga ... Hiks ... nggak pengen ngeliat kamu di gituin ... aku ... akuu ..." Zahra menyeka air matanya, kedua manik coklatnya menatap manik mata hitam pekat pemuda itu.

Yah!

Sekarang Verrel menatap Zahra. Terbesit rasa bersalah di hati pemuda itu.

Apa gadis itu menangis karenanya? Tapi kenapa?

Kenapa gadis itu menangis?

Seharusnya Gadis itu senang kan? Dia bisa BEBAS! mungkin itu yang sekarang ada pikiran Verrel.

Matanya menatap kedua manik mata coklat itu dengan dalam ... Menunggu kelanjutan akan kalimat gadis itu.

Zahra menyeka air matanya. "Aku ... nggak seperti yang kamu pikirin. Aku nggak sebodoh itu," lanjut Zahra berusaha tenang. Entah kalimat itu sesuai dengan hatinya atau tidak, Zahra tidak peduli.

"Maksud lo?" tanya Verrel to the point. Apa saat ini ia merasa bahwa bukan kalimat itu yang di tunggunya?

Apa Verrel berharap lebih?

Tidak!

Pasti Verrel sudah gila. Ia tidak mungkin terjebak ke dalam permainannya sendiri!

"Aku bakalan jadi suruhan kamu selama dua bulan kan? Bahkan udah nggak cukup dua bulan. Aku nggak butuh jalan pintas untuk bebas, dan aku juga nggak ngerti hubungan aku, kamu dan Kak Farhan itu apa. Apa pengaruhnya kalo aku tau Kak Farhan saudara kamu?" ujar Zahra berusaha tenang. Gadis itu menuntut penjelasan dari Verrel, ia benar-benar tidak mengerti.

"Jadi lo nggak mau bebas dari gue gitu?" tanya Verrel tak percaya.

Zahra mengangguk mantap dengan tersenyum tipis yang terbit di bibirnya mendengar ucapan Verrel sudah tak sedingin tadi.

"Lo bodoh pen! Lo nggak tau Farhan suka sama lo, cinta sama Lo. Walau lo nggak nurutin gue skalipun, gue nggak bisa ngeluarin lo karena Farhan pen!" batin Verrel.

Verrel bernafas lega, fikirannya kacau sedari tadi. Dan sekarang mulai kembali membaik karena Apa yang di fikirkannya tidak sesuai realita.

Verrel kembali berfikir, sekarang ia tau alasan kenapa Farhan dengan begitu mudahnya menaruh rasa oleh gadis seperti Zahra.

Verrel tau, banyak gadis-gadis di luar sana yang mengincar Farhan. Lebih cantik dan lebih segalanya dari Zahra, tapi kepolosan dan ketulusan hati Zahra menjadi daya tarik sendiri untuk gadis itu. Apalagi Zahra yang tak ingin disentuh, membuat pemuda yang dekat dengannya semakin penasaran.

"LAA TAHZAN!!" kata Zahra lembut, dengan senyum tipisnya. Menoleh ke arah Verrel, entah mengapa ia merasa benar-benar lega sekarang.

Deg!

Jantungnya kembali berdetak tak karuan, lantas Zahra langsung memalingkan wajahnya. Zahra semakin bingung kenapa jantungnya selalu berdetak lebih cepat jika ia sedang menatap Verrel. Berbeda saat ia menatap Farhan tadi, Zahra biasa-biasa saja.

Tapi kenapa Verrel beda?

Bahkan Zahra dengan yakinnya berniat menanyakan hal ini kepada Raihan, kali aja Zahra terkena penyakit jantung.

Verrel mengernyit bingung mendengar ucapan Zahra. "Laa ... apa tadi?"

"LAA TAHZAN!" jawab Zahra.

Zahra memilih berjalan menghampiri tempat duduk yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Bangku yang di buat khusus untuk para pejalan kaki yang ingin beristirahat.

Verrel mengikuti gadis itu menuntut penjelasan. "Gue nggak ngerti Lo ngomong apa?" tanya Verrel bingung.

Zahra menarik nafas panjang dan menghembuskannya. "LAA TAHZAN! artinya jangan bersedih. INNALLAHA MA'ANNA sesungguhnya Allah selalu bersama kita," jelas Zahra sejelas-jelasnya mana mungkin Verrel yang katanya pintar tidak mengerti.

"Banyak yang ingin bahagia, namun mereka lupa bahwa bahagia itu datangnya dari hati yang selalu dekat dengan Allah," ujar Zahra bijak. Entah kenapa kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Verrel mendudukkan dirinya di bangku yang sama, memandang jalanan di depannya. Berusaha mencerna ucapan gadis itu. "LAA TAHZAN! Boleh juga," batin Verrel.

"Caption lo nggak nyambung sama masalah gue!" tukas Verrel.

"Ututu kembali deh nyebelinnya," gerutu Zahra, kali ini ia keluarkan secara terang-terangan, bodo amat.

Di luar dugaan Verrel malah terkekeh mendengar nada kesal Zahra yang terdengar lucu menurutnya. Eh lucu! Verrel tarik kembali kata lucu itu.

"Lo kenapa jadi bijak gini?" cerca Verrel remeh.

Zahra berdecak sebal, kenapa Verrel selalu saja bersikap menyebalkan? tapi kali ini di waktu yang tidak tepat.

Verrel benar-benar tak menghargai caption-nya. Zahra sampai harus memutar otak untuk mengingat kata demi kata waktu Raihan mengucapakan itu.

"Kamunya aja yang selalu ngeremehin aku!" protes Zahra.

"Lo nya aja yang sok bijak" sanggah Verrel tak mau kalah.

"Kamu tuh! dasar cowok muka datar!!"

Verrel memalingkan wajahnya dari jalanan, netranya menatap gadis yang tengah mencak-mencak tidak jelas.

Verrel mengukir senyum di bibirnya. Benar-benar tersenyum ... Zahra sampai blushing di buatnya.

Deg!

"Tuh kan! Zahra sakit jantung ini ... HUWAAA KAK RAIII ZAHRA SAKIIIT ...," teriak Zahra dalam hati.

Verrel tersenyum ke arah gadis itu, senyum yang benar-benar hangat. "Kamu---kamu ngapain senyum-senyum gitu?" gugup Zahra, berusaha menetralisir detakan jantungnya. Gadis itu meneguk gugup salivanya.

"Gue cuman mau nunjukin kalo gue itu lebih tampan dari Farhan," songong Verrel dengan nada tak berdosanya.

"Kampret kamu yah!" umpat Zahra dalam hati. Zahra memutar bola matanya malas, dan lebih memilih memfokuskan pandangannya pada jalanan di depannya.

Verrel tidak tahu ada hati yang terbang dan terhempas begitu saja.

Jika Zahra gadis bodoh lalu Verrel apa?

Cowok muka datar yang nggk peka?

Eh, Zahra menggeleng dengan cepat kenapa pikirannya jadi seperti ini?

Zahra benar-benar tidak mengerti.

Hari ini banyak perasaan berbeda-beda yang Zahra dapat kan. Perasaan kesal pada pemuda itu saat di sekolah, perasaan marah, perasaan aneh, perasaan sedih, bingung, bercampur menjadi satu hari ini.

"Jadi gimana? Gue lebih tampan kan dari kakak kelas lo itu," tutur Verrel dengan nada angkuh mode on.

"Kakak kamu juga kali," protes Zahra.

"Jadi gimana?" tanya Verrel lagi tidak sabaran.

"Apa?" ketus Zahra.

"Gue lebih tampan dari Farhan kan?" tanya Verrel memastikan dengan alis terangkat satu menunggu jawaban gadis itu.

"Hm," dehem Zahra malas.

"Apa gue bilang," songong Verrel.

"Lo mau pulang?" tanya Verrel lagi dengan nada tak berdosanya.

"Nggak, aku mau nginap di sini!" kesal Zahra menjawab asal.

Verrel memutar bola matanya malas. Lantas pemuda itu menghentikan taksi yang tak jauh dari tempatnya sekarang.

Verrel menyebrang jalan menghampiri taksi di seberang sana, tentu saja dengan Zahra yang mengekor di belakangnya. Mana mungkin Zahra serius dengan ucapannya.

Langit mulai menggelap, senja sebentar lagi akan tenggelam. Waktu yang di tunggu-tunggu sebentar lagi tiba, senja tenggelam menandakan semua orang harus berhenti dari aktivitasnya, mengistirahatkan tubuhnya dari lelahnya berkerja seharian.

______________________________________

HAII, AKU MAU SAPA PARA READERS DULU EAKK 😆😆

MELALUI PART INI, AKU AUTHOR LAA TAHZAN! MINTA DUKUNGAN KALIAN DENGAN LIKE+ SHARE+ KOMENT CERITA AKU.

YANG IKHLAS YAH, WKWK🙏

BIAR AKU SEMANGAT UP-NYA. 🤗

LOFYUDEH BUAT KALIAN 🤗

1
alysa natalia_
kak ga ada niat buat di terbitkan?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
Rifa Endro
kebangetan Lo, Ra !!! kebangetan polos dan lugunya🙈🙈🙈
Nenk NOER
ceritanya menarik Aku udah baca sesion 1 dan 2 nya...
Nenk NOER
Udah baca sesion 1 dan 2 semuanya menarik..penuh air mata.. semangat Thor..terus berkarya..💪💪❤️
Nana_sabil
blm move on baca lagi deeh😁
Maryam Renhoran
Endingnya sangat mngecewakan
Maryam Renhoran
jadi malas bacanya, yg tertindas makin tertindas
jk_vn
suka novelnya,,pas inget waktu sekolah
anak_ultramen
othor ini menolak happy ending
alysa natalia_
kapan novel nya di terbitkan?
hellonan.
kak Farhan 😍
Nacita
part ini gue scroll doank ga pengen baca sumpah 😭😭😭😭😭😭
Nacita
anjrit gue santet tuh s martin....
Nacita
aku gasuka verel deket sm cwe lain selain zahra😔
Nacita
aduh cahlaaaa cahla....
Nacita
sedih sangatttt....
Nacita
iyakan rumit 😔
Nacita
semua yg baca mengutuk kamu martin sialan.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!