NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 35

Tama seketika terdiam mendengar syarat tersebut.

​"Juragan tahu, kan... di dalam satu kerajaan, tidak boleh ada dua permaisuri yang tinggal bersama," ucap Elsa rendah, menatap tajam suaminya.

​Tama memejamkan matanya rapat-rapat, meresapi kata-kata tajam yang baru saja keluar dari mulut istri mudanya. 'Betul juga katamu, Eca,' batin Tama membenarkan dalam hati. Rasa bersalahnya pada Elsa membuat dia tidak ingin menyiksa gadis ini dalam perang batin di rumah utamanya.

​"Baiklah... Saya akan membawa kamu pulang, tapi tidak ke rumah utama saya," ucap Tama pada akhirnya, mengambil keputusan besar.

​Elsa langsung menoleh cepat. Wanita muda itu menatap Tama dengan wajah yang dipenuhi rasa penasaran. "Lalu... Juragan mau bawa aku kemana?" tanya Elsa bingung.

​"Nanti kamu juga tahu... Sekalian kita pergi bulan madu," ucap Tama dengan nada suara yang merendah dan terdengar seksi.

​Kepala Tama kembali tertunduk, memagut bibir Elsa sekali lagi untuk menyegel kesepakatan mereka. Elsa yang kini merasa hatinya sudah jauh lebih tenang, lantas membalas lumatan bibir suaminya dengan cara yang tak kalah intens, membiarkan jip itu menjadi saksi keintiman mereka di pinggir jalan.

•••••••••••••••

Tama memandang lekat wajah damai Elsa yang tengah tertidur terlelap di samping kursi kemudi. Deru mesin mobil jip terdengar menderu pelan seiring jalanan yang mulai menanjak membelah perbukitan. Tak lama kemudian, mobil jip besar itu perlahan berhenti tepat di depan teras sebuah vila megah yang memiliki halaman lumayan luas.

​Setelah mematikan mesin, Tama keluar dari mobil. Dia melangkah lebar mendekati pintu penumpang di sampingnya, membukanya dengan hati-hati, lalu dengan sigap menggendong tubuh mungil Elsa ke dalam dekapan dadanya. Pria itu membawa sang istri muda melangkah masuk memasuki area dalam vila.

​"Selamat datang, Juragan..." sapa seorang wanita paruh baya—penjaga vila tersebut—dengan anggukan penuh hormat begitu melihat kedatangan tuannya.

​Tama langsung memberikan kode isyarat dengan anggukan kepala agar wanita itu tidak melanjutkan ucapannya, takut suara itu akan mengusik tidur lelap Elsa. Dengan langkah pasti, Tama bergegas membawa Elsa masuk ke dalam kamar utama yang terletak di dalam vila tersebut.

​Tama merebahkan tubuh Elsa dengan sangat perlahan di atas ranjang empuk berseprai putih. Pria itu lantas merundukkan tubuhnya, mendaratkan sebuah ciuman lembut yang cukup lama di kening Elsa. Tak tahan untuk berjauhan, Tama ikut naik ke atas ranjang besar itu, lalu menarik tubuh Elsa dan mendekapnya erat-erat ke dalam pelukannya.

​Tiba-tiba rasa jahil merayapi benak sang Juragan. Karena merasa teramat gemas melihat wajah tidur Elsa yang tenang, Tama mulai mencium-cium seluruh wajah istrinya bertubi-tubi. Elsa merintih pelan, merasa tidurnya sedikit terganggu, namun kelopak matanya tak kunjung terbuka.

​Melihat reaksi itu, Tama semakin gemas saja. Pria itu perlahan merunduk, sengaja mengusap-usapkan kumis dan brewok tipisnya yang kasar pada leher jenjang Elsa yang sensitif.

​"Ck... Om, apaan sih? Eca masih ngantuk..." gumam Elsa kesal dengan suara serak khas orang tidur.

​"Ayo bangun, Eca. Saya ingin main-main sama kamu," bisik Tama dengan nada gemas di dekat telinga Elsa.

​"Nggak! Aku ngantuk," tolak Elsa ketus, mengalihkan kepalanya ke arah kanan demi menghindari gangguan suaminya.

​Tama tertawa kecil melihat penolakan itu. Pria itu sama sekali tidak menyerah; dengan gerakan perlahan namun pasti, dia menyesapkan bibirnya pada leher mulus Elsa, menyedotnya pelan hingga meninggalkan sensasi hangat.

​"Shhh... Juragan ngapain sih?!" tanya Elsa kesal.

​Gadis itu akhirnya terpaksa membuka kedua matanya lebar-lebar. Tama lalu menghentikan aktivitasnya, mendongak untuk melihat hasil karyanya di leher Elsa yang kini telah meninggalkan jejak tanda keunguan yang kontras.

​"Kita di mana, Juragan?" tanya Elsa linglung, mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan setelah kesadarannya terkumpul seutuhnya.

​"Di vila saya. Mulai sekarang kamu tinggal di sini, ya!" ucap Tama lembut.

​Elsa mengerutkan dahinya bingung. "Tapi... ini masih satu desa sama rumah Juragan?" tanya Elsa memastikan.

​"Masih, Sayang...! Hanya saja tempat ini agak jauh. Vila ini adanya di puncak, dekat dengan kebun teh milik saya," kata Tama dengan nada suara yang merendah.

​Elsa menatap lekat wajah Tama yang berada sangat dekat di atasnya. Perempuan muda itu memandang lekat bibir tegap Tama yang tampak sedikit basah, lalu beralih pada sepasang Eyes' suaminya yang memperlihatkan binar cokelat redup yang begitu menawan.

​"Kenapa Juragan ganteng banget, sih..." gumam Elsa pelan tanpa sadar. "Kayaknya aku butuh hidung Juragan buat anakku nanti," ucapnya teramat lirih, menyuarakan isi hatinya secara spontan.

​"Apa...?" tanya Tama, pura-pura tidak mendengar jelas meski jantungnya mendadak berdesir hangat.

​Elsa seketika tersadar dari ketidaksengajaannya. Wajahnya memerah sempurna. "Ah, ee-enggak...! Aku... aku lapar!" jawab Elsa gugup, buru-buru mengalihkan pembicaraan.

​Tama tersenyum kecil melihat tingkah salah tingkah istri mudanya. "Baiklah, mari kita keluar untuk makan. Tadi aku sudah bilang sama Bibik di bawah buat masakin makanan, kalau-kalau istri saya ini beneran lapar saat bangun," kata Tama menggoda.

​Elsa langsung mengangguk cepat. Wanita muda itu lantas mendorong dada bidang Tama agar menjauh, lalu dengan gesit bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamar duluan, meninggalkan Tama yang masih terduduk di tempatnya.

​Tama memandangi punggung Elsa yang menghilang di balik pintu dengan tatapan dalam. "Tadi kamu bilang apa, El...? Kamu ingin hamil anakku? Kamu butuh hidungku buat anak kita nanti, hemm...?" ucap Tama lirih pada kesunyian kamar.

​Kedua sudut bibir pria besar itu perlahan tertarik sedikit ke atas, mengukir sebuah senyuman lebar penuh kebahagiaan yang tak bisa dia sembunyikan lagi.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!