Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 - Ledakan Pesona di Hadapan Tetua
Langkah kaki Han Yu yang dikawal ketat oleh Mei Li dan Qing Er akhirnya berhenti di ujung koridor, tepat di depan sepasang pintu kayu cendana raksasa yang dilapisi lempengan emas dan dihiasi ukiran rumit makhluk suci naga dan feniks. Dengan suara derit yang berat, megah, dan bergetar, pintu raksasa itu terbuka perlahan-lahan ke dalam, memperlihatkan sebuah aula pertemuan yang sangat luas dengan meja bundar yang terbuat dari batu giok pualam utuh di tengahnya. Di sekeliling meja tersebut, duduk sepuluh orang wanita dewasa dengan pakaian kebesaran klan yang memancarkan aura kultivasi yang sangat dalam, berat, dan menekan udara di sekitarnya. Di posisi tengah singgasana meja, duduk Ratu Lin Xian yang langsung menatap kedatangan Han Yu dengan sepasang mata hijau yang memancarkan senyuman misterius penuh selidik. Begitu Han Yu melangkah masuk dengan anggun, beberapa tetua wanita yang duduk di ruangan itu langsung mengedipkan mata ke arahnya secara terang-terangan, benar-benar terpukau oleh ketampanan surgawi dan proporsi tubuhnya yang sempurna. Han Yu tidak menunjukkan kepanikan; dia hanya membalas tatapan mereka dengan sebuah senyuman tipis yang sangat sopan namun memikat.
"Kuharap kamu merasa nyaman dan tidak kekurangan suatu apa pun selama berada di dalam sel penjara kami, Han Yu," ucap Ratu Lin Xian, suaranya yang merdu mengalun indah memecah keheningan aula, menciptakan getaran yang menenangkan bagi siapa saja yang mendengarnya. "Kami telah mengerahkan tetua peramal terbaik untuk menyelidiki esensi garis energimu, dan hasil ramalan suci membuktikan bahwa kamu memang bukan mata-mata jahat yang dikirim oleh Wilayah Luoshen. Namun, demi menjaga stabilitas dan keamanan seluruh rakyat lembah, kami tetap tidak bisa melepaskan seorang kultivator dengan energi iblis murni sepertimu begitu saja ke dunia luar. Kamu diharuskan untuk menetap di Kota Linglong di bawah pengawasan langsung dari pihak istana. Sebagai kompensasi atas kebebasanmu yang terbatas, aku akan memberimu hak istimewa untuk memilih dua orang pelayan pribadi dari klan kami."
"Kebaikan dan kemurahan hati Ratu Lin Xian yang agung sungguh setinggi langit dan sedalam samudra. Saya, seorang musafir tak punya arah, tentu saja akan melakukan apa pun yang Anda perintahkan sebagai imbalan atas jaminan keselamatan nyawa saya yang berharga ini," jawab Han Yu dengan intonasi suara yang dipenuhi pesona memikat yang sangat pekat.
Han Yu kemudian bangkit dari posisi membungkuk hormatnya dengan gerakan yang sangat fleksibel dan anggun layaknya seorang pangeran bangsawan. Pada saat yang sama, dia sengaja membusungkan dadanya yang bidang, membuat struktur otot-otot tubuhnya yang kekar dan kokoh di balik jubah hijau lumut tipis itu tercetak dengan sangat jelas dan menonjol, secara sengaja mencuri perhatian dan mengunci pandangan setiap mata wanita yang ada di dalam aula pertemuan tersebut.
"Lalu, perintah takdir seperti apa yang ingin Ratu yang menawan ini berikan kepada pelayan barumu yang setia ini?" tanya Han Yu, dengan keberanian tinggi sengaja mengubah cara panggilannya menjadi jauh lebih intim dan berani.
Ratu Lin Xian terkekeh pelan, menyembunyikan rasa terkejutnya atas keberanian mental pemuda iblis di hadapannya. "Untuk saat ini, angin belum membawa tugas khusus yang harus kamu kerjakan di wilayah lembah suci kami. Kamu cukup menikmati fasilitas yang kami sediakan."
Han Yu menyunggingkan sebuah senyuman getir yang dipaksakan, sebuah ekspresi wajah yang justru menambah kesan melankolis dan romantis pada paras tampannya, lalu dia kembali membungkuk penuh hormat. "Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang terdalam atas segala bentuk gangguan ini. Meskipun semua ini terjadi secara tidak sengaja karena arus takdir yang kejam, saya sadar telah melanggar batasan hukum klan dengan memasuki wilayah suci tanpa adanya izin tertulis dari Ratu yang mulia. Oleh karena itu, saya siap dengan lapang dada menerima perintah apa pun dan dengan senang hati akan membantu memenuhi segala bentuk keinginan dari para tetua agung yang berada di ruangan ini."
Tepat setelah kalimat terakhir itu keluar dari bibirnya, sepasang mata biru jernih milik Han Yu tiba-tiba berkilat cerah menembus kegelapan aula. Tanpa menunda waktu lagi, dia meledakkan kombinasi dari tiga teknik spiritual warisan Kaisar Pesona sekaligus di dalam pusat meridiannya, yaitu teknik Komunikasi Penyelaras Rasa, Seni Pemikat Jiwa, dan Paras Sempurna. Seketika itu juga, sebuah gelombang energi pesona yang sangat masif, pekat, dan tak kasat mata meledak hebat dari pori-pori tubuhnya, menyapu ke seluruh penjuru aula giok dan langsung menyerang seluruh indra serta sistem saraf para wanita tingkat tinggi yang berada di sana.
Di bawah pengaruh ledakan pesona Han Yu yang tiada tanding, sepuluh tetua wanita ras suci Lembah Lingshu mulai menunjukkan perubahan ekspresi yang drastis. Tubuh mereka menegang, dan napas mereka mendadak menjadi pendek. Mereka semua adalah para kultivator ranah atas yang memiliki penampilan luar biasa, lekuk tubuh yang sangat seksi, serta kecantikan abadi yang tidak memudar oleh waktu:
Tetua Ruo Xi (Penatua Sihir Mantra): Sosok wanita yang sangat cantik, dingin, dan dipenuhi oleh kabut misteri. Rambut pirang panjangnya dikepang dengan gaya rumit kekaisaran, dihiasi oleh jimat-jimat kuno dan kristal spiritual yang terus berpendar keemasan. Mata hijaunya yang biasanya tajam kini berkilauan memantulkan api batin yang membara setelah terkena pesona Han Yu, sementara tubuhnya yang ramping bergetar kecil menahan gejolak rasa yang asing.
Tetua Feng Mian (Penatua Divisi Perang): Wanita yang melambangkan perpaduan sempurna antara kekuatan fisik yang mematikan dan keindahan visual. Rambut pirangnya yang tebal dan panjang tergerai bebas di punggung tanpa ikatan, memberikan kesan liar namun sangat menawan. Tatapan mata hijaunya yang penuh dengan ketegasan seorang jenderal perang kini mendadak melunak, ditunjang oleh postur tubuh langsing dengan otot-otot kencang yang membuktikan pengalaman bertarungnya yang luar biasa dalam mengeksekusi musuh menggunakan pedang.
Tetua Su Yin (Penatua Energi Asmara): Memiliki kecantikan surgawi yang tiada duanya di benua ini dengan fitur wajah yang teramat sempurna tanpa cela. Rambut pirangnya yang bergelombang indah seolah memiliki nyawa sendiri, dan setiap gerakan tubuhnya memiliki kelincahan serta daya pikat sensual yang sangat luar biasa seperti seekor kucing hutan yang sedang menggoda mangsanya di bawah sinar bulan.
Tetua Zhi Ruo (Penatua Seni Ilusi): Sosok kultivator wanita yang memancarkan aura misteri yang sangat pekat dan membingungkan indra. Rambut pirang panjangnya yang halus seolah menciptakan kabut magis tipis di sekeliling tubuh matangnya. Mata hijaunya mampu memancarkan cahaya spiritual yang dapat membuat siapa saja tenggelam dalam ilusi asmara yang memabukkan, sementara lekuk pinggulnya yang proporsional bergoyang sedikit dengan kontur yang sangat menggoda iman.
Tetua Ling Er (Penatua Ahli Taktik): Mewujudkan puncak kebijaksanaan, kecerdasan, dan keagungan seorang penasihat agung klan. Rambut pirangnya ditata dengan sangat rapi menggunakan tusuk konde giok, menyembunyikan ketajaman berpikir di balik kelembutan sikap luarnya. Gerakan tubuhnya sangat halus dan penuh perhitungan, memancarkan garis-garis keindahan khas wanita bangsawan yang murni.
Tetua Han Xiang (Penatua Pawang Binatang Suci): Wanita yang melambangkan kekuatan alam yang liar dan tekad baja yang tidak dapat dipatahkan oleh siapa pun. Rambut pirangnya membingkai wajah tegas seorang pejuang garda depan yang tangguh. Mata hijaunya yang biasa bersinar dengan amarah satwa yang membara kini meredup penuh ketertarikan, ditopang oleh bentuk tubuh yang kuat, kencang, dan penuh energi vitalitas yang menantang.
Di bawah tekanan atmosfer yang mendadak dipenuhi oleh kabut merah muda dari ledakan teknik pesona Han Yu, keenam tetua agung beserta pengawal lainnya kini hanya bisa menahan napas mereka dalam-dalam. Mereka menatap pemuda iblis yang berdiri dengan penuh rasa percaya diri di tengah aula itu dengan dada yang berdebar kencang, menyadari bahwa pemuda ini adalah ancaman paling manis bagi keteguhan iman kultivator mereka.