NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Tiba di Gerbang Utara

Bagi orang-orang di dunia kultivasi ini, Ethan adalah sebuah anomali total—sosok asing tanpa silsilah sekte atau klan yang jelas, muncul entah dari mana dan tiba-tiba mengacaukan konstelasi kekuatan wilayah pinggiran.

"Pemuda asing dan gadis dari alam bawah? Sepasang tikus liar berani menantang sekteku?!" Mata Leluhur Sanca Suci berkilat penuh kekejaman dan keserakahan. "Tiga ahli Inti Emas tidak mungkin tewas oleh sembarang orang. Bocah itu pasti memiliki harta karun kuno warisan dari Langit Ketiga atau Keempat!"

Leluhur Sanca Suci berdiri, jubah ungunya berkibar keras memancarkan bau racun yang pekat.

"Kumpulkan lima penatua Inti Emas Tahap Menengah yang tersisa, bawa tiga ribu murid elit Angkatan Pertama! Aku sendiri yang akan memimpin ekspedisi ini. Aku ingin menguliti bocah asing itu hidup-hidup, merebut harta karunnya, dan meratakan Kota Logam Hitam hingga menjadi debu!"

---

Tujuh hari kemudian.

Langit di atas Kota Logam Hitam mendadak berubah menjadi gelap gulita, tertutup oleh awan hitam tebal yang bukan berasal dari mendung hujan, melainkan dari manifestasi murni awan beracun (*Poisonous Qi Cloud*) yang dibawa oleh pasukan raksasa Sekte Sanca Suci.

Lebih dari tiga ribu kultivator terbang menggunakan pedang rohani mereka, berbaris rapi di udara seperti kawanan belalang yang siap mengosongkan bumi. Di barisan paling depan, sebuah kereta perang raksasa yang ditarik oleh MNC empat ekor Sanca Sayap Emas ranah tinggi melayang dengan megah. Di atasnya, Leluhur Sanca Suci berdiri tegak dengan aura membunuh yang membubung ke langit.

"Kota Logam Hitam... serahkan dua bocah sialan itu, atau hari ini akan menjadi hari pemakaman massal bagi kalian semua!" Suara Leluhur Sanca Suci menggelegar menggunakan Qi suara, menghantam dinding gerbang utara kota hingga retak-retak.

Di atas tembok kota setinggi tiga puluh meter, suasana teramat sunyi. Ethan duduk tenang di kursi mekanisnya, mengenakan pakaian hitam kasual tanpa zirah perang karena meridiannya belum pulih. Di sampingnya, Mu Rong berdiri memegang Pedang-nya yang memancarkan hawa dingin.

Melihat ribuan musuh di langit, Mu Rong tanpa sadar melirik Ethan yang berada di sampingnya. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut pada tentara di langit, melainkan karena rasa cemas yang mendalam terhadap kondisi Ethan.

Ia tahu luka pria itu belum sembuh total. Ada dorongan kuat di dalam hatinya untuk melindungi pria ini, sebuah perasaan hangat yang melampaui logika seorang kultivator.

Ethan, yang menangkap tatapan itu dari balik kacamata siber tipisnya, menggeser tuas kursi rodanya sedikit mendekat ke arah Mu Rong hingga bahu mereka hampir bersentuhan. Ia tidak memegang tangannya—tahu situasi dan batas hubungan mereka saat ini—namun ia memberikan tatapan mata yang sarat akan kepastian dan kehangatan tersembunyi.

"Fokus pada pedangmu, Rong'er. Jangan biarkan mereka mengalihkan perhatianmu," ucap Ethan lewat frekuensi suara rendah yang hanya bisa didengar oleh Mu Rong. Suara itu seketika membuat detak jantung gadis itu semakin tidak beraturan, dan rona merah tipis menjalar di pipinya yang putih.

Mu Rong buru-buru membuang muka, mencoba menyembunyikan kegugupannya sembari mengeratkan genggaman pada pedangnya. "Aku tahu. Urus saja bagianmu, Ethan. Jangan sampai kau terluka lagi."

Ethan tersenyum tipis, sebuah ekspresi langka yang penuh dengan kepuasan taktis dan emosional. Ia melirik proyeksi waktu di sudut matanya, di mana barisan angka koordinat taktis terhadap tiga ribu murid sekte di langit telah sepenuhnya terkunci dalam warna merah menyala pada sistem pemanduan AI pusat militer miliknya.

Melalui implan saraf, ia mengirimkan satu perintah pendek ke dalam otak lima ratus pasukannya yang telah tiarap bersiap di sepanjang celah tembok dengan Senapan Gauss mereka.

"Target telah terkunci. Seluruh unit Korps Bayangan... Buka tembakan bebas."

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!