NovelToon NovelToon
Sistem Dewi Rubah

Sistem Dewi Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

⚠️⚠️TIDAK ADA UNSUR LGBT, NAMANYA JUGA DEWI RUBAH, YANG PALING DISUKAI ADALAH JIWA DAN TUBUH MEREKA⚠️⚠️

Bagaimana kalau seorang Dewi rubah yang dihukum malah melarikan diri? kucingnya yang selama ini seperti kucing biasa ternyata kucing dunia. bersenang-senang? tentu saja hal itu yang paling disukai nona rubah kita ini. bagaimana kesenangan nona rubah di dunia manusia dan pelarian nya? di setiap cerita akan beda judul utama karena dia tidak hanya melarikan diri, tetapi juga menjadi sistem kesenangan diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian Nona Rubah

Perjalanan menuju Kastil Penghukuman seharusnya memakan waktu setengah hari. Kastil itu terletak di ujung terjauh alam dewa-dewi, di atas pulau terapung yang dikelilingi lautan awan hitam. Tidak ada yang bisa melarikan diri dari sana. Begitulah yang semua orang percayai.

Tapi belum ada tiga jam sejak Lucy meninggalkan ruang pengadilan, sebuah ledakan mengguncang istana utama.

Kakak Pertama yang sedang berdiri di balkon, memandangi alam ciptaannya, langsung menoleh dengan gerakan cepat. Matanya menyipit.

Seorang pelayan dewa berlari masuk, wajahnya pucat. "Tu-Tuan! Dewi Lucy... dia... dia..."

"Bicara yang jelas."

"Dia melarikan diri!"

Meja di dekat Kakak Pertama langsung retak, kali ini lebih parah hampir terbelah dua. "MELARIKAN DIRI?! Bagaimana bisa?! Ada kucing penjaga yang mengawalnya!"

"Te-tentang itu..." Pelayan dewa itu gemetar hebat. "Kucing penjaga yang asli ditemukan terkurung di lemari persediaan di Kastil Penghukuman. Ternyata yang membawa Dewi Lucy tadi adalah... adalah kucing peliharaannya sendiri. Mereka kembar."

Rahang Kakak Pertama mengeras. "Kucing... peliharaannya?"

"Ya, Tuan. Kucing putih dengan mata biru. Dia sudah bersama Dewi Lucy sejak lama. Kami tidak menyangka mereka akan bertukar..."

Belum selesai kalimat itu, ledakan kedua terdengar kali ini dari arah portal dunia.

Wajah Kakak Pertama berubah gelap. Dalam sekejap, tubuhnya menghilang dan muncul di depan portal utama yang menghubungkan alam dewa-dewi dengan alam manusia. Tapi yang dia temukan hanyalah sisa-sisa energi portal yang baru saja diaktifkan.

"Siapa yang menggunakan portal ini?!" bentaknya pada penjaga portal yang berdiri dengan wajah kebingungan.

"De-Dewi Lucy, Tuan... Dia bersama seekor kucing putih... Mereka menerobos masuk sebelum kami bisa menghentikan mereka."

"Ini tidak mungkin. Portal ini hanya bisa mengarah ke alam manusia secara spesifik—"

"Itu portal yang rusak, Tuan," potong penjaga portal itu, lalu langsung menunduk ketakutan. "Portal yang... yang dirusak oleh Dewa Kesialan tiga abad lalu. Kami belum sempat memperbaikinya."

Kakak Pertama mengepalkan tangannya. Portal yang dirusak oleh adik ketujuhnya, tentu saja. Portal itu sekarang tidak lagi memiliki tujuan yang pasti. Bisa mengirim siapa pun yang melewatinya ke mana saja, ke dimensi mana pun, ke waktu mana pun. Bahkan dewa sekalipun tidak bisa melacaknya dengan mudah.

"Kumpulkan semua saudaraku. SEKARANG."

Kali ini, tidak ada yang berani terlambat. Keenam saudara Lucy berkumpul di ruang pertemuan darurat, masing-masing dengan ekspresi cemas yang berbeda-beda levelnya.

Kakak Pertama berdiri di depan, tangannya bertumpu pada meja besar yang kini memiliki retakan baru di tengahnya. Mata abu-abunya menyapu satu per satu saudaranya.

"Dia melarikan diri. Dengan kucing peliharaannya. Melalui portal rusak yang dibuat oleh Kakak Ketujuh."

Kakak Ketujuh langsung tersedak udara. "A-aku tidak sengaja—"

"Diam."

Kakak Ketujuh langsung diam.

"Kucing putih itu," lanjut Kakak Pertama, suaranya pelan tapi penuh tekanan, "kucing yang selama ini kita anggap sebagai hewan peliharaan biasa. Ternyata dia adalah... sesuatu yang lain."

"Apa maksudmu?" tanya Kakak Kedua, akhirnya berani bicara.

"Aku tidak tahu persis apa dia. Tapi jika dia bisa meniru kucing penjaga dengan sempurna hingga penjaga portal pun tidak bisa membedakan, maka dia bukan sekadar kucing biasa."

Keheningan menggantung.

"Aku ingin kalian semua pergi mencarinya," kata Kakak Pertama akhirnya. "Ke alam manusia, ke dimensi mana pun yang mungkin dimasuki portal itu. Temukan Lucy. Bawa dia kembali. Hidup atau—" dia berhenti sejenak, rahangnya mengeras, "—hidup. Bawa dia hidup-hidup."

Kakak-kakak Lucy saling berpandangan. Kakak Ketujuh membuka mulut, "Tapi, Kakak Pertama, portal itu tidak bisa dilacak. Lucy bisa berada di mana saja. Bahkan mungkin dia sudah tidak berada di alam manusia biasa—"

"MAKA CARI SAMPAI DAPAT!"

Bentakan itu membuat retakan di meja semakin melebar, dan kali ini, salah satu sudut meja itu benar-benar patah dan jatuh ke lantai dengan suara keras.

Keenam saudara Lucy langsung menunduk dalam-dalam, berdoa dalam hati untuk adik bungsu mereka.

Selamatlah, Lucy. Apa pun yang terjadi, selamatlah. Larilah sejauh mungkin jangan sampai ditangkap kakak pertama.

Sementara itu, di suatu tempat yang entah di mana, entah kapan...

Langit berwarna ungu dengan tiga bulan menggantung di atasnya. Angin berembus membawa aroma tanah basah dan sesuatu yang manis seperti bunga yang belum pernah ada di dunia mana pun.

Lucy membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa sedikit sakit, mungkin efek dari portal rusak itu. Di sebelahnya, seekor kucing putih dengan mata biru sedang menjilat-jilat kakinya sendiri dengan ekspresi sangat tenang.

"Kau..." Lucy mendorong tubuhnya untuk duduk, menatap kucing itu dengan campuran kesal dan kagum. "Kau benar-benar merencanakan ini sejak awal, ya?"

Kucing putih itu berhenti menjilat kakinya. Matanya yang biru menatap Lucy, lalu untuk pertama kalinya dia berbicara.

"Tentu saja, Tuanku. Aku ini bukan kucing biasa." Suaranya tenang, hampir seperti dengkuran. "Aku adalah sistem dunia. Dan mulai sekarang, kita akan menjelajahi dunia-dunia ini sambil bermain-main."

Lucy menatapnya lama, lalu terkekeh. "Sistem dunia? Jadi selama ini kau hanya pura-pura jadi kucing peliharaanku yang manis dan tidak bisa bicara?"

"Aku tidak pura-pura. Aku memang kucing peliharaanmu. Hanya saja..." kucing itu mengangkat satu kakinya dan membersihkan telinganya, "...aku juga sistem. Kebetulan saja."

Lucy mendengus, lalu bangkit berdiri. Kesembilan ekornya bergerak bebas, menikmati kebebasan yang baru saja dia dapatkan. Dia menatap langit ungu di atasnya, lalu tersenyum lebar sebuah senyum penuh kelicikan dan antisipasi.

"Baiklah, Kucing Sistem. Kalau begitu, ayo kita bersenang-senang. Kakak Pertama pasti sudah menyuruh semuanya mencariku sekarang."

"Kemungkinan besar, ya."

"Bagus." Mata biru Lucy berkilat. "Semakin mereka mencari, semakin seru pelarian ini."

Dia berbalik, rambut birunya berkibar diterpa angin dari dunia asing ini, dan melangkah maju menuju petualangan yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu ke mana arahnya.

Satu hal yang pasti, dia tidak akan kembali. Tidak dalam waktu dekat. Dan jika Kakak Pertama menginginkannya, dia harus menemukannya dulu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!