NovelToon NovelToon
ATIQAH

ATIQAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Patahhati / Nikahmuda / Cerai / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraini Gita

Atiqah...Hubungan cintanya terlihat mulus tapi tidak. Toxic Relationship.

"Aziel aku bawa ke Amerika. Ini satu cara biar kamu nggak macam-macam di belakangku. Kalau kamu masih mau ketemu Ziel, tetap disini dan jangan membuat ulah. Aku tau setiap gerak gerik kamu," ucap Ardi dengan raut wajah yang berbeda. Kemarin dan hari ini suaminya itu bersikap manis dan memujanya, tapi detik ini juga Ardi berubah seketika.

"Kamu bohongi aku? jadi kemarin kamu cuma ngerayu aku? aku cuma jadi budak naf*su kamu? iya? jawab aku Ardi! --menarik kaos Ardi pada bagian leher-- Mama! selangkah lagi Mama bawa Ziel pergi, aku nggak segan-segan lapor polisi!" Atiqah berteriak keras. Anne sudah bersiap pergi membawa Aziel. Atiqah sudah berurai air mata.

Apakah jalan hidup Atiqah akan berakhir bahagia?

Terus dukung karya karya aku ya...walaupun belum sebaik dan sebagus penulis top lainnya. Terimakasih banyak 🙏😊 I LOVE YOU ALL 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Kabar dari Fajar

Bu Asri mendapat telepon dari pak Musri selaku pihak sekolah. Dengan terburu-buru bu Asri menutup warungnya di pasar. Suaminya pak Bondan yang sudah mulai bekerja, mengharuskannya ke rumah sakit seorang diri.

"Bulek, kenapa ditutup? bulek mau kemana?" tanya Fajar yang saat itu memang akan mampir ke warung bu Asri.

"Eh nak Fajar. Mau beli lauk ya? maaf banget. Bulek harus tutup warung dulu" sambil memutar kunci pintu warung berwarna hijau bertuliskan Warung Asri.

"Mau makan sih, tapi gak papa lain kali aja. Bulek mau kemana? buru-buru banget" Fajar masih berdiri didepan warung.

"Mau ke Rumah Sakit. Atiqah luka-luka kata gurunya. Yowes, bulek ke Rumah Sakit dulu. Besok kesini lagi aja yo?" Bu Asri hendak berjalan keluar pasar ke pangkalan ojek. Tapi Fajar menawarkan diri mengantarnya.

"Saya anter bulek. Sekalian mau tau juga keadaan Atiqah. Kok bisa luka-luka ya? gurunya tadi bilang sebabnya apa?" Fajar menyalakan motornya, bu Asri berpegangan pundak lalu naik dengan posisi miring.

"Gak bilang apa-apa lagi. Katanya nanti dikasih tau kalo udah disana. Mudah-mudahan gak serius. Baru sekarang Atiqah kaya gini" suara bu Asri terdengar cemas.

"Amin...bulek tenang, jangan panik" Fajar melajukan motor maticnya ke arah Rumah Sakit dimana Atiqah dirawat.

Bu Asri dan Fajar berjalan beriringan dengan langkah cepat. "Ruangan IGDnya dimana ya? bulek baru pertama kali masuk ke sini. Ini Rumah Sakit mahal. Kenapa dibawa kesini? masih ada Rumah Sakit yang lebih deket dari sekolah" bu Asri berkeliling menatap sekitar, mencari petunjuk arah.

"Kesana bulek" tunjuk Fajar ke arah kiri. Lantas mereka jalan menyusuri lorong yang langsung terhubung dengan bagian samping IGD.

"Duh jadi muter-muter gini. Ternyata pintunya disana" bu Asri kembali memutari taman dan terlihat beberapa guru, Putra juga Ardi duduk menunggu di kursi panjang. Sedangkan dua pengawal Ardi duduk sedikit menjauh dari Tuannya.

Fajar menatap Ardi. Laki-laki yang memaksa Atiqah di taman Mall bulan lalu, pikirnya.

"Bu Asri" Ardi bangkit dan akan mendekati tapi ditahan oleh Pak Musri.

"Kamu duduk! Biar saya aja" pak Musri bangkit lalu menyalami bu Asri.

"Bagaimana Atiqah anak saya pak? sebenarnya ada apa? kenapa anak saya sampai masuk rumah sakit?" bu Asri langsung mencecar banyak pertanyaan pada pak Musri.

"Emm...begini bu--" belum sempat pak Musri menjawab, dua petugas dari kepolisian datang.

"Siang pak...menurut panggilan tadi, apa benar anda bapak Musri guru sekolah SMAN 60?" satu petugas bertanya.

"Iya, betul. Saya Musri. Sesuai laporan saya tadi, silahkan bapak bawa murid saya yang bernama Putra Anggoro" menunjuk Putra yang duduk menunduk. Sudah tidak ada jalan keluar lagi baginya. Putra memejamkan mata, masa depannya hancur begitu saja.

"Baik, saya akan bawa ke kantor dan memeriksanya. Untuk saksi silahkan ikut juga bersama kami" Ardi bangkit dari duduknya, mendekati polisi. Begitu juga dengan dua pengawalnya.

"Saya saksi dan siap untuk bersaksi atas tindakan pelecehan yang dilakukan olehnya" ucapan Ardi membuat bu Asri dan Fajar terkejut.

"Pelecehan?" gumam bu Asri yang masih berdiri disamping pak Musri. "Apa yang kamu lakuin ke anak gadis saya? APA??" bu Asri histeris, menarik baju Putra yang sudah di borgol.

Keributan didepan ruang IGDpun terjadi. Bu Asri menangis, membayangkan putrinya yang tidak-tidak.

"Bulek, sabar...sabar bulek" Fajar menahan bahu bu Asri yang masih meronta, menangis. Ardi akan menenangkan ibu kekasihnya tapi Fajar sudah lebih dulu melakukannya.

Putra dibawa oleh kedua petugas, Ardi dan pengawalnya ikut serta ke kantor polisi untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

"Maaf atas kelalaian sekolah kami bu. Semua terjadi begitu cepat. Kami mengetahuinya saat Ardi dan Putra berkelahi di lorong kelas. Dan Atiqah sudah pingsan" pak Musri sedikit bercerita tentang kejadian tadi.

"Ya ampun. Anakku Atiqah..." bu Asri kembali menangis. Fajar merangkul, mengusap lengan bu Asri.

Dokter keluar dari ruang IGD, mengabarkan jika Atiqah sudah bisa dipindah ke ruang rawat inap. Brankar dimana Atiqah masih terpejam berbaring, didorong oleh dua perawat menuju kamar kelas VVIP. Ardi yang mengurusnya semua sebelum bu Asri datang.

"Pak, apa benar dikamar yang ini? ini pasti mahal sekali. Saya, saya tidak punya uang sebanyak itu. Biar anak saya di kamar yang biasa aja pak" ucap bu Asri pada pak Musri saat baru saja masuk ke kamar VVIP itu. Bu Lia dan bu Maya sudah berpamitan pulang, selebihnya pak Musri yang mengurus.

"Kamarnya benar ini bu. Ardi yang mengurus semuanya tadi. Jadi ibu tidak perlu khawatir" ucap pak Musri, duduk di kursi samping ranjang.

"Nak Ardi?" bu Asri kembali merasa sungkan pada Ardi. Bagaimana nanti kalau orangtua Ardi sampai tahu. Sudah jelas akan menambah masalah baru untuk keluarganya.

"Iya bu" pak Musri membenarkan ucapannya.

Fajar yang sejak tadi diam tak bersuara, masih berpikir dan mencerna soal pelecehan yang dialami Atiqah dan juga Ardi. Ardi begitu loyal dan perhatian pada Atiqah.

Apa mereka ada sesuatu? atau Ardi sedang melakukan pendekatan? mustahil dia melakukan semua tanpa ada sesuatu dibalik kebaikannya. Pertanyaan dan spekulasi timbul dalam pikirannya sendiri.

"Nak Fajar pulang aja. Bulek bisa jagain Atiqah. Tapi bulek minta tolong sampein ke paklek kalau Atiqah masuk rumah sakit. Gak perlu kesini. Biar paklek jagain Robi dirumah. Makasih banyak ya nak Fajar udah nganter bulek kesini" bu Asri baru sadar akan keberadaan Fajar. Menyuruhnya untuk pulang dan berterimakasih.

"Gak papa bulek? Fajar aja yang nungguin Atiqah. Bulek dirumah. Kasian capek dari pagi ngurus warung" memang wajah bu Asri terlihat lelah. Pagi buta sudah bangun menyiapkan masakan untuk warungnya di pasar, lalu berjualan hingga siang tadi.

"Bulek yang gak enak sama nak Fajar. Baru pulang dari Bandung tapi malah mau nungguin Atiqah" bu Asri bingung. Suaminya belum sembuh benar tapi sudah harus bekerja, masih butuh perawatan darinya.

"Memangnya gak papa? aduh, bulek minta maaf banget ya nak Fajar. Bulek ngrepotin semalam aja. Besok pagi bulek kesini yang jagain Atiqah" bu Asri memegang tangan Fajar, mengucapkan rasa terimakasihnya.

"Iya bulek gak papa. Gak usah khawatir. Fajar jagain Atiqah. Bulek pulang, istirahat" bu Asri mengangguk sambil tersenyum.

"Bu Asri saya antar saja. Sekalian saya mau ke kantor polisi untuk mengecek kelanjutan laporan tadi" pak Musri bangkit, berdiri memakai tas ranselnya.

"Terimakasih banyak pak Guru" bu Asri dan pak Musri pergi meninggalkan Fajar dan Atiqah.

Atiqah masih tertidur. Dokter sengaja memberikannya obat tidur untuk memulihkan kondisinya. Fajar menggeser kursi lebih dekat dengan Atiqah yang berbaring. Merapihkan helaian rambut di dahi. Mata Atiqah lebam, bibir bawahnya bengkak dan terdapat luka.

"Kenapa bisa gini? aku sedih liatnya" memegang tangan Atiqah.

"Padahal sore ini aku mau ajak kamu makan dirumah. Aku mau kasih kabar soal hubunganku sama Sherly. Bulan depan aku mau tunangan sama dia. Setelah aku lulus, kami mau nikah. Kamu seneng kan dengernya? ibuk juga udah gak marah lagi soal Sherly. Ini berkat semangat yang kamu kasih ke aku. Makasih ya" Fajar bercerita sambil menunduk tanpa tahu kalau Atiqah sudah membuka matanya. Ada rasa sesak di hati Atiqah. Padahal sejak adanya Ardi, Atiqah sudah bisa melupakan sosok Fajar cinta pertamanya.

"Selamat ya mas" ucap Atiqah lirih. Fajar mengangkat kepalanya.

Bersambung....

******

Lagi sakit, lemes eh denger kabar doi mau tunangan trus mau nikah. Sabar Atiqah...

Eits jangan lupa rate bintang 5nya sayang2nya aku 😁 like, komen juga giftnya 😁 nodong alus.

Matur tengkyu sadayana 🙏😘😘😘

1
Sri Lestari
sampe sini sedih bnget...ini seolah2 crita nyata aja....ya ampunnn seddih bngettt...
Sri Lestari
ardhi.ketua osis kog mesumnya kebangeten....!
Mujahidah Mamudi
Lumayan
TongTji Tea
relawan ko lemah .Selama aku jadi relawan ,Nggak ada relawan cewek yang lemah .apalagi udah sampai afrika .You messed up with me,Ya kalau g di gaplok Teflon ,ya minimal kursi.Nggak ada relawan menye-menye .
Rika Chandra
blum tau alurnya
Fhaira Nonk
cerita nya seru banget..makasih Thor udh bikin cerita tentang hubungan yg ga sehat..bnyak pelajaran bgt yg bisa di ambil dri kisah Atiqah ini🥰🥰semangat berkarya terus ya Thor😘😘😘
Anggraini Gita ✔: tengkyu 🤗🤗🤗
total 3 replies
Anggraini Gita ✔
menguras hati, emosi juga air mata
Maria Jechika
ceritax sdah bgus.cuma endingnya ngecewain.kisah ardi ini sdah berjuang mendapatkan atiqah tpi akhirx dipisahin.aku sedih.😭😭😭😭.kasihan ardi yg tempramen.sebenarx ksh dong kesempatan buat ardi..buat dia berusaha memperjuangkan cintanya kembali...mewek aku di part ini ardi pergi untuk selamanya..😭😭😭
Anggraini Gita ✔: Kalau dari sudut pandang penulis, Atiqah berhak bahagia. Karena toxic relationship udah bikin hidupnya terikat, sakit, juga tekanan batin. Dia dipisahin sama bayinya. Ardi terobsesi sama Atiqah. Buktinya dia gk peduli sama anaknya.

Beruntung Atiqah bisa lepas dari Ardi. Byk kasus di dunia nyata, istri tetap bertahan sama suaminya yg toxic karena byk sebab. Karena anak, gk punya penghasilan, gk berani sama keluarga suami dll.

Makanya di akhir bab aku tulis "Toxic Relathionship - Bertahan atau Mengakhiri-"

Tapi aku menghormati sudut pandang kak Maria 😊.

Terimakasih banyak buat kak Maria sudah mau membaca ceritaku, juga kasih kritikan buat aku 🙏🤗
total 1 replies
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
oooooowwhhhh senengnyaaa,,serasa berkaca pda dri sndr🤭
missyouuu
menuju akhir yg bahagia
ajenk
aziel sama anakku sama senengnya pas di bilang mau punya papa baru 😀😀😀
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
aaaaaaahh meleleh hatiq thooorrr,,dr awal smpek akhir inilah kisahq🤭🤭
ajenk
aaahhh hampir mirip dgn kisahku thor.. tersentuh dgn ceritamu.. bertemu setelah sudah menyandang status baru😔😔
Anggraini Gita ✔: 🤗🤗🤗🤗

semoga selalu bahagia ya kak 🙏
total 1 replies
🍾⃝🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳 🍂𝔧ⓊⓛιⒺ🍂
akhir nya bs baca jg 😂
Anggraini Gita ✔: setelah sekian purnama ya mba 😄
total 1 replies
Ajenk Hajra
jodoh nggak bakalan kmna... semoga Atiqah bahagia selalu..
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
bikin season 2 nya yah thor,,ku akn stia mnantimu thoooorrr
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
biar ziel kabur sm ibunya aja..
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️
Fajar Atiqah semoga bahagia selalu, pertemukan dengan Sherly Rio, Gedeg aku 😣😣😣
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️: hihihi sabar kok😊😊😊
total 2 replies
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️
Bukan Fajar yg rendahan tapi kamu yang Rendahan, untung sekarang udah nikah sama Atiqah🤭
Anggraini Gita ✔: alhamdulillah 🙏
total 1 replies
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
duch.. kl ketahuan Ardi bisa dimutilasi si guntur dan atiqah dihabisin di kasur
Anggraini Gita ✔: udah pasti mba 😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!