NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:791.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Sebuah Artikel

     Udara pagi di kota kecil Tamalanrea itu, hanya sebentar terasa sejuk. Sekitar jam delapan pagi, hawa terasa mulai hangat dan membuat tubuh cepat gerah. Bisa jadi karena kota Tamalanrea dekat dengan laut.

     Meskipun Tamalanrea bukan kota besar atau pusat kota, akan tetapi kota kecamatan itu punya segalanya.

     Tamalanrea termasuk kawasan yang cukup penting, karena ada kampus besar seperti Universitas Hasanuddin. Banyak perumahan, kos-kosan, dan fasilitas pendukung mahasiswa.

     Lokasinya dekat dengan akses keluar kota dan tidak terlalu jauh dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

     Namun, suasana Tamalanrea lebih tenang dibanding pusat kota Makassar.

Sebab sebagian masih ada lahan terbuka yang ditumbuhi pohon-pohon.

     Nayra kini sedang menikmati pagi di kota itu di balkon apartemen, sambil menikmati teh panas dan roti kering sisa bekal yang ia beli di bandara Soeta.

     Flat yang ia tempati berada di lantai 7. Sehingga ia bisa melihat keadaan di bawahnya yang terkesan indah.

     "Tidak aku sangka, aku bisa sampai ke kota ini," gumamnya mendadak sedih. Nayra teringat kembali keluarganya di Bandung. Ibu, Bapak, kedua mertua, Nayma dan tentu saja Ardana.

     Nayra langsung menepis nama itu. Dia tidak ingin sakit hati lagi setiap mengingat namanya. Namun, namanya hidup, nama Ardana tidak bisa hilang begitu saja, apalagi ia baru pergi beberapa hari. Sayangnya, setiap kenangan tentangnya, hanyalah tentang kepahitan.

     "Kamu sekarang bisa lega Mas, bahkan kamu bisa menikahi Mbak Tiana tanpa harus siri. Nay yakin, kamu pasti senang Nay pergi," bicaranya diiringi air mata.

     "Ya Allah, aku ingin melupakan Mas Arda sampai kenangan terkecil sekalipun," bisiknya penuh harap.

     "Aku harus bisa melupakannya, karena aku berada di sini untuk melupakannya."

     "Ting tung."

     Suara bell di depan pintu apartemennya, cukup membuat Nayra terkejut. Ia terburai dari lamunannya. Perlahan ia bangkit dan bergegas menuju pintu.

     "Eh, Bu Ghina! Masuk, Bu."

     Nayra menoleh ke sekeliling, siapa tahu Bu Ghina bersama orang lain. Tapi ternyata tidak, Bu Ghina datang sendiri sambil membawa kantong yang isinya entah apa.

     Bu Ghina masuk dan menyerahkan kantong ukuran sedang itu pada Nayra. "Ini buat kamu. Makan selagi hangat."

     Nayra berbinar sekaligus heran. Hatinya bertanya-tanya, apa gerangan yang diberikan Bu Ghina untuknya? Ia mulai membuka kantong kresek itu. Di dalamnya terdapat wadah kemasan bening yang biasa digunakan para penjual jajanan. Tapi isinya belum Nayra ketahui.

     "Bukalah. Kamu pasti suka. Ini sarapan pagi kamu, sengaja saya bawakan, sebagai ucapan selamat datang karena kamu sudah datang jauh-jauh dari kota kembang," ujarnya tersenyum penuh ketulusan.

     Mereka kini duduk saling berhadapan di depan meja sederhana di dalam apartemen itu.

     Dengan rasa penasaran yang besar, Nayra mulai membuka tutup kemasan itu. Isinya masih hangat dan wanginya menggiurkan.

     "Eumm, apa ini?" gumamnya heran.

     Itu Bassang, bubur jagung khas Makassar yang disajikan panas. Terbuat dari jagung pulut, tepung terigu, dan santan, rasanya gurih dan hangat di perut. Cobalah, mumpung masih hangat," jelas Bu Ghina detil.

     Nayra tersenyum malu-malu, ia merasa sudah merepotkan Bu Ghina, orang yang baru pertama kali dijumpai di dunia nyata.

     "Wangi banget jagungnya. Sangat enak kayaknya," serunya menikmati wangi bassang yang sudah tercium kemana-mana.

     "Biar kamu yakin, segera makan dan rasakan sensasinya," suruh Bu Ghina seperti tidak sabar melihat Nayra makan bassang yang dibawanya.

    Nayra mulai menyendok bubur jagung atau bassang itu. Suapan pertama, ia berhenti mengunyah seakan sedang merasakan dan menilai bagaimana rasa bassang.

     Bu Ghina menatap, menunggu seperti apa reaksi Nayra saat pertama kali menikmati sarapan pertamanya di kota ini dengan makanan khas Makassar.

     "Wahh...ini sangat enak dan menghangatkan. Rasa dan wangi jagungnya sangat saya sukai," pujinya jujur. Padahal Nayra baru pertama kali merasakan bassang sepanjang hidupnya.

     "Di lain waktu, kamu pasti bakal menemukan makanan khas lainnya daerah kami yang tidak kalah enak dari bassang," ujar Bu Ghina bangga.

     Hanya beberapa menit, bassang itu ludes tanpa sisa dari wadah kemasannya. Bu Ghina senang karena Nayra menyukai bassang yang dibawanya.

     "Terima kasih banyak, Bu. Maaf, saya malah merepotkan Ibu," ucap Nayra malu-malu.

     "Tidak apa-apa, kamu tidak usah malu atau merasa merepotkan saya."

    Nayra terharu, ternyata di kota yang baru pertama kali ia singgahi ini, ia mendapat sambutan yang sangat baik dari Bu Ghina.

     "Gimana, kamu suka apartemen ini?" Bu Ghina mengalihkan fokus pembicaraan.

     "Suka sekali, Bu. Sepertinya saya akan betah tinggal di sini. Tapi, nanti saya bayar bulanannya ke siapa atau lewat apa?"

     Bu Ghina menggeleng pelan sambil tersenyum. "Tidak perlu pikirkan bayaran apartemen ini. Sebab apartemen ini merupakan tempat cuma-cuma buat karyawan 'Beranda Makassar'. Kamu hanya tinggal menempati, dan merawatnya dengan baik."

     "Yang benar, Bu?"

     Bu Ghina mengangguk pasti. "Sekarang, kita alihkan obrolan kita pada hal yang lebih serius. Pertama-tama saya ingin bilang bahwa saya salut sama kamu. Salut karena sudah nekad datang ke kota ini, sendirian lagi," ungkap Bu Ghina.

     Bu Ghina bisa mengenal Nayra, karena ia merasa tertarik dengan sebuah artikel atau tulisan di sebuah kolom 'Ruang Netizen' di Beranda Makassar. Beranda Makassar sendiri merupakan surat kabar terbesar di kota Makassar.

     Artikel berjudul, 'Aku Dan Calon Anakku', begitu menyentuh hati Bu Ghina. Sementara di surat kabar Beranda Makassar, belum ada redaksinya yang berani memuat sebuah tulisan tentang itu.

     Setelah Bu Ghina membaca dan mendalami isinya yang sempat membuatnya meneteskan air mata, ia buru-buru mencari nama sang penulis yang tertera. Bu Ghina hanya menemukan alamat IG. Lewat IG tersebut, perkenalannya dengan Nayra berlanjut sampai mereka bertemu.

     "Sudah setahun lebih kita saling kenal, tapi hanya lewat IG. Saya mengenalmu lewat tulisan tanpa mengenal wajahmu. Dan semua tulisanmu di IG itu, semua membuat saya terharu," tutur Bu Ghina berkaca-kaca.

     "Saya salut, ternyata kamu sangat nekad. Kenapa kamu sampai mendatangi kota ini, demi apa? Padahal kamu masih bisa menjadi Redaksi atau Editor lewat jarak jauh, kita ini seperti yang kamu tahu, basisnya online," lanjut Bu Ghina sangat dipahami Nayra.

     "Saya paham, Bu. Tapi...ada hal lain yang membuat saya nekad memutuskan datang ke kota ini." Ucapan Nayra terjeda, ia berpikir beberapa saat.

     "Saya ingin melihat langsung kantornya. Saya akan merasa bangga bila saya bisa mendatangi kantornya di sini," lanjutnya lagi meyakinkan. Namun, sudut hati lain, bukan hanya alasan itu semata yang membuat Nayra memutuskan rela meninggalkan kota kelahirannya Bandung. Melainkan, ingin menjauh dari Ardana.

     "Saya senang mendengarnya. Itu memang akan kamu lalui, kalau ada seminar atau pertemuan langsung dengan pemilik 'Beranda Makassar," pungkas Bu Ghina bangga.

Segitu dulu, lanjut bab 36. Nah, jadi ketahuan kenapa Nayra memutuskan ke Makassar.

1
Deera__
ini warnanya gimana campuran hitam navy kah? 🤧🤣🤣🤣 lucu kakaknya. pasti kecapean nulis
Deera__
aku nggak kecapean Thor... malah kurang banyak kalau bisa 5000an lebih kaya 😍😋🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
aku yang baca ikut merasakan kagum, bahagia dan adem seakan masuk ke rumah barunya Arda dn Nayra. 😍😍😍
Aneidy Sumarni
muter muter trus smpe harus lompat2 bacanya yg kreatif dong
Deera__
jodohnya Tama ini 😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Hay salam kenal Anara sayang. kamu udh tumbuh jadi anak cantik ya 😍😍
Deera__
kayaknya emang Arkana sudh takdirny yg akan menolong membantu menemukan Nayra. pasti berhasil
Deera__
wah pasti Nayra udh lahiran dn anaknya udh tumbuh balita cantik 😍😍😍
Deera__
tarik ulur dulu lah biar syahhhduuuu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
semoga aja jodoh untuk bertemu Nay. atau othor lagi coba main petak umpet dulu Ardan. dikasih hukuman karna kejam dan dinginnya Ardan selama 3 tahun ini 🤣🤣🤣🤣
Deera__
kok malah borneo jauh Mamat. SULAWESI ARDAN SULAWESI /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/📢📢📢
Deera__
padahal istrimu di pulau Sulawesi bukan Sumatera /Shy//Smug/
Deera__
sabar ya... mending ama si San San itu atau semoga bertemu jodh yg baik yg lain kamu Tama.
Deera__
untung Nayra bertemu dengan ibu Ghina orang yang sngat baik dan tulus
Deera__
aamiin. semoga kak othor dan keluarga besar maupun kecilnya sehat, panjang umur dunia akhirat, dikelilingi orng baik dn selalu dalam lindungan-Nya aamiin.
Deera__
pasti Hamil itu kamu Nay, akibat ulah nakalll colongan si Ardan pas Nay demam kemarin² /Slight//Slight//Shy//Shy/
Deera__
waduuhh saingan Ardan nihh bosss. senggol bossquueee/Casual//Casual//Proud//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Deera__
wah enak tuh Coto Makassar 🤤🤤😍😋
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!