NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Untuk Anak Kembar Sang CEO

Ibu Pengganti Untuk Anak Kembar Sang CEO

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: bbsya

Demi membiayai pengobatan rumah sakit ibunya, Alya terpaksa mengambil keputusan paling nekat dalam hidupnya: menerima tawaran menjadi pengasuh sekaligus "Ibu Pengganti" rahasia. Tugasnya tidak mudah, ia harus menjinakkan Leon dan Lulu, sepasang anak kembar jenius berusia empat tahun yang terkenal super rewel dan selalu berhasil mengusir puluhan pengasuh sebelumnya.
​Namun, sebuah keajaiban terjadi. Di hari pertama mereka bertemu, si kembar langsung memeluk Alya dan memanggilnya "Mama".
​Hal itu membuat Adrian Vasillo, seorang CEO dingin, kejam, dan tidak tersentuh, terkejut setengah mati. Adrian yang selama ini menutup hatinya dari wanita, akhirnya menawarkan kontrak pernikahan demi kebahagiaan anak kembarnya. Alya mengira tugasnya hanya berpura-pura menjadi ibu yang baik di depan si kembar. Namun, ia keliru.
Di balik tatapan dingin Adrian, pria itu mulai menuntut hak-haknya sebagai seorang suami nyata. Di saat perasaan Alya mulai goyah, satu per satu rahasia masa lalu mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bbsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan di Kota Gudeg

Keesokan harinya, pendar matahari pagi menyambut kedatangan rombongan Vasillo Group di sebuah rumah joglo kuno yang sangat mewah di kawasan mewah Kaliurang, Yogyakarta. Rumah tersebut dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang rindang, memancarkan atmosfer ketenangan yang ganjil namun sarat akan intimidasi.

Adrian dan Alya melangkah masuk ke dalam pendopo utama didampingi oleh Malik dan dua pengawal pribadi. Di ujung meja kayu jati panjang, seorang pria paruh baya mengenakan kemeja batik tulis modern sedang duduk sambil menyesap kopi hitamnya. Pria itu memiliki perawakan tegap dengan garis wajah yang tegas namun tampak lebih matang daripada foto empat tahun lalu di berkas lama.

Rendra Adiputra.

Begitu mendengar langkah kaki, Rendra berdiri dari kursinya. Matanya langsung terkunci pada sosok Alya yang berjalan anggun di samping Adrian. Ada kilat kerinduan dan kepedihan yang mendalam di mata pria itu, sebelum akhirnya ia memaksakan diri untuk tersenyum formal.

"Lama tidak bertemu, Alya," sapa Rendra, suaranya terdengar berat dan serak. Ia kemudian beralih menatap Adrian, mengulurkan tangannya. "Dan selamat datang di tempat saya, Tuan Adrian Vasillo. CEO yang paling ditakuti di ibu kota."

Adrian tidak menyambut uluran tangan itu. Ia langsung menarik kursi untuk Alya, memastikan istrinya duduk dengan nyaman, sebelum ia sendiri duduk di kursi utama berhadapan langsung dengan Rendra. Malik berdiri sigap di belakang mereka dengan tas dokumen yang siap dibuka.

"Aku tidak datang ke sini untuk bernostalgia atau bersikap ramah, Tuan Adiputra," cetus Adrian dingin, melipat kedua tangannya di atas meja. "Katakan berapa harga yang kamu inginkan untuk lahan akses jalan resor kami. Jangan membuang waktuku dengan drama masa lalu."

Rendra menarik kembali tangannya dengan santai, lalu duduk kembali di kursinya sambil terkekeh getir. "Uang? Anda pikir saya melakukan ini karena butuh uang dari Vasillo Group, Tuan Adrian?"

Rendra mencondongkan tubuhnya ke depan meja, matanya menatap tajam ke arah Adrian namun sesekali melirik Alya. "Empat tahun lalu, wanita yang ada di samping Anda ini adalah tunangan saya. Kami sudah merencanakan pernikahan yang indah, sampai keluarga Anda... mantan istri Anda yang gila itu, Elena... menyeret Alya ke dalam mobil sialan itu dan menghancurkan seluruh hidup kami!"

"Rendra, cukup!" potong Alya dengan suara yang bergetar namun tegas. "Kecelakaan itu adalah tragedi bagi semua orang. Elena sudah menerima balasannya, dan aku sudah memilih jalanku sendiri sekarang. Jangan gunakan masa lalu kita untuk mengganggu bisnis suamiku!"

"Suamimu?" Rendra tertawa parau, matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam pada Alya. "Alya, kamu amnesia! Kamu lupa bagaimana kita dulu berjuang bersama! Pria di sampingmu ini hanya memanfaatkanmu untuk menjadi ibu pengganti anak-anaknya dan meredam skandal media! Kamu terjebak di dalam sangkar emas, Alya!"

"Jaga mulutmu, Adiputra," desis Adrian, aura pembunuh mendadak keluar dari tubuh tegapnya. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan, memangkas jarak dengan Rendra dengan pandangan mata yang sangat mengerikan. "Satu kata lagi keluar dari mulutmu yang menghina istriku atau pernikahanku... aku pastikan seluruh yayasan budaya dan sisa aset keluargamu di kota ini akan rata dengan tanah sebelum matahari terbenam."

Suasana di pendopo kuno itu mendadak menjadi sangat pekat oleh ketegangan. Rendra mengatupkan rahangnya, menyadari bahwa gertakan Adrian bukan sekadar omong kosong belaka.

"Lahan akses itu tidak dijual," ujar Rendra akhirnya dengan nada menantang yang tertahan. "Jika Anda ingin proyek resor bernilai triliunan itu berjalan, saya ingin Vasillo Group menyerahkan hak pengelolaan penuh atas proyek cagar budaya di sekitar area tersebut kepada yayasan saya. Dan... saya ingin Alya yang menjadi ketua komite pelaksananya."

Adrian langsung berdiri dari kursinya, menarik tangan Alya untuk ikut berdiri bersamanya. "Negosiasi selesai. Aku tidak akan pernah membiarkan istriku terlibat dalam permainan usangmu ini."

Adrian berbalik menatap Malik dengan dingin. "Malik, ubah cetak biru proyek resor kita. Alihkan jalur utama melewati tebing sisi barat. Biaya tambahan dua ratus miliar tidak ada artinya dibandingkan harus melihat wajah pecundang ini lagi di proyekku."

"Baik, Tuan," sahut Malik dengan senyum kemenangan yang tertahan.

Rendra ikut berdiri dengan panik, wajahnya mengeras melihat Adrian yang dengan mudah membuang ratusan miliar hanya untuk memotong kartu as miliknya. "Adrian! Jalur barat dilindungi oleh undang-undang konservasi lingkungan lokal! Anda tidak akan bisa mendapatkan izin analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) di sana!"

Adrian berhenti melangkah, menoleh sedikit dari balik bahunya dengan senyum dingin yang meremehkan. "Kamu lupa siapa aku, Rendra. Aku adalah Adrian Vasillo. Kementerian lingkungan hidup akan mengeluarkan izin itu besok pagi setelah aku menyumbangkan dana konservasi lima kali lipat dari harga lahan kotormu ini."

Tanpa memberikan kesempatan lagi bagi Rendra untuk membalas, Adrian menuntun Alya keluar dari pendopo menuju mobil mewah mereka yang sudah bersiaga di halaman luar, meninggalkan Rendra yang berdiri mematung penuh kemarahan yang membakar di bawah bayang-bayang rumah joglo tua itu. Permainan baru mungkin baru saja dimulai, namun Adrian telah membuktikan bahwa bentengnya tidak akan pernah bisa ditembus oleh sisa-sisa masa lalu mana pun.

1
Umi Fitriani
mampir Thor
Lili Inggrid
ceritanya menarik...runut..alur cerita enak untuk dibaca...semangat💪🔥👍
Rian Moontero
mampiiirr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!