NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Presdir

Terjerat Cinta Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:745.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia.l

Karya pertama.
Masih tahap revisi.
Banyak typo bertebaran.



Hana seorang gadis yang cantik dan lembut, dirinya harus berurusan dengan Reihan, pria yang mencintainya tapi tidak suka di bantah.



Nb: Aku buat ceritanya enggak berat-berat tapi ringan dan datar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia.l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 25.

"Akh!!"

Hana berteriak namun seketika pria itu mendorong tubuhnya ke tembok.

"Kamu kan?" ucap Hana terhenti.

"Ya, aku Alex" jawab Alex.

"Kenapa kamu mengikutiku? apa sih mau mu, hah?" tanya Hana begitu kesal dengan pria yang terus membuntutinya.

"Kau tahu, sejak pertama kali aku melihatmu, kau itu berbeda dan aku sangat suka." ucap Alex.

"Maaf, tapi aku tidak suka dengan pria sepertimu, kau paham Tuan?" jawab Hana dengan tegas.

"Terlambat. Kau sudah memiliki hatiku di dalam sini" ucap Alek sambil menunjuk dadanya.

"Kenapa kau begitu keras kepala?" Hana bingung harus menjelaskan dengan cara apa lagi kepada pria di depannya ini.

Alex sama sekali tak memperdulikan ucapan Hana. Ia malah semakin mendekatkan wajahnya, dan berusaha ingin menciumnya.

Namun belum sempat Alex menciumnya, Hana langsung mendorong kuat tubuh Alex dan berlari meninggalkan tempat itu.

Alex berusaha mengejar Hana tapi ia urungkan niatnya saat melihat ada beberapa orang yang sedang melintasi lorong sepi itu.

"Sial! kenapa wanita itu susah sekali untuk di dekati?" ucap Alex mendengus kesal.

Saat sudah sampai di parkiran, akhirnya Hana bisa bernafas dengan lega, setidaknya batang hidung pria itu tak terlihat lagi di hadapannya.

"Huh... seperti di kejar-kejar rentenir saja aku ini. Dasar pria gila." ucap Hana terus mengumpat.

Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang memegang kedua bahunya.

"Aakh!!" pekik Hana karena ia pikir itu adalah Alex.

"Sayang.... kau kenapa?" tanya Reihan begitu panik.

"Mas Reihan... aku kira siapa." ucap Hana sembari mengusap dadanya.

"Katakan ada apa?" tanya Reihan lagi.

"Tadi tak sengaja aku melihat hantu di toilet." jawab Hana berbohong agar Reihan tidak khawatir kepadanya.

"Benarkah? yasudah... kamu jangan takut karena ada aku di sini, lebih baik kita pulang saja, oke." ucap Reihan menenangkan Hana.

Mereka berdua segera memasuki mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.

-

Sore ini mereka berdua akan kembali ke kotanya. Reihan sengaja mempercepat kepulangannya karena ia dan kedua orang tuanya harus menyiapkan lamaran untuk Hana.

"Apa supir sudah membawa semua barangnya di bagasi mobil?" tanya Reihan kepada pelayan.

"Semuanya sudah beres, Tuan." jawab pelayan itu.

"Sayang.... ayo kita berangkat." ajak Reihan kepada Hana yang sedang duduk di sofa.

Hana mengangguk. "Iya Mas..."

Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam di pesawat, akhirnya mereka berdua telah sampai di bandara.

Juna yang sudah menunggu mereka selama lima belas menit, tersenyum senang saat melihat adik dan Bosnya sudah sampai.

"Kak Jun..." panggil Hana langsung memeluknya.

"Akhirnya kamu pulang juga dek, Kakak begitu kerepotan sekali kalau tidak ada kamu di rumah," keluh Juna.

"Makannya cari istri!" ejek Reihan.

"Jangan sirik Bos." balas Juna.

"Cih! sirik kau bilang?" ucap Reihan dengan nada sinis.

"Sudah jangan ribut. Kalau kalian terus berdebat, aku akan pulang sendiri." ancam Hana kepada mereka berdua sambil membawa koper yang berisi oleh-oleh.

"Sayang... tunggu aku..." panggil Reihan.

"Songong sekali mereka berdua, aku malah di tinggal sendiri...." Juna segera menyusul mereka berdua yang sudah meninggalkannya lebih dulu.

Mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil, lalu Pak supir menjalankan mobilnya menuju rumah Juna.

Setelah sampai, Juna lebih dulu keluar dari dalam mobil, sedangkan Reihan menahan Hana di dalam mobilnya dan menyuruh supir untuk keluar sebentar, supir pun mengangguk.

"Sayang... Besok siang kau harus siap-siap karena Mami, Papi akan datang kesini untuk melamar mu," pinta Reihan.

"Apa! besok mereka akan datang? kenapa secepat ini? aku kan sangat gugup sekali," ucap Hana yang panik.

"Tenanglah, kau tidak perlu khawatir. Sebaiknya kau istirahat supaya besok terlihat lebih segar."

Hana mengangguk. "Ya."

Reihan pun mencium kening Hana dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam rumah, setelah itu Reihan kembali ke mansion nya.

Hana masuk ke dalam kamarnya yang di ikuti Juna di belakangnya.

"Dek... kamu bawa oleh-oleh apa? lihat dong!" tanya Juna ingin tahu.

"Nih buat Kak Juna. Aku tahu Kakak paling suka koleksi parfum kan? dan ada gantungan kunci juga di dalamnya." ucap Hana memberikan paper bag kepada Juna.

"Wih... Parfum! nah, ini baru adiknya Kakak..." Juna begitu senang saat Hana membawakan parfum yang ia suka.

"Kak"

"Hem"

"Kak Juna tau besok aku akan di lamar?" tanya Hana.

"Tau dong... Sebelumnya mereka meminta izin sama Kakak," jawab Juna.

"Ohh... begitu ya." gumam Hana sambil menyangga dagunya dengan satu tangannya.

*

*

Waktu yang di tunggu-tunggu sudah tiba. Reihan beserta kedua orang tuanya sudah berada dalam perjalanan menuju rumah Hana.

Di dalam kamar Hana yang sedang merias wajahnya di bantu Amel dan Tika.

Tak lama Mira pun datang membawakan beberapa kebaya dengan model yang berbeda.

Hana mengerutkan keningnya. "Apa aku tidak salah lihat, banyak sekali kebaya yang kau bawa, Mira."

"Tuan Reihan mengirimkan ini semua untuk Mba Hana coba, katanya." jawab Mira yang mendapat amanah dari Tuannya.

Hana menghela nafasnya. "Yasudah... taruh saja semuanya di tempat tidur. Nanti akan aku coba satu persatu."

"Baik Mba" jawab Mira.

"Mira, kamu di sini aja temenin kita sambil gosip, hehe..." ucap Tika.

"Betul" sambung Amel.

"Oke..." balas Mira.

Setelah mencoba semua kebayanya satu persatu, akhirnya pilihan Hana jatuh pada kebaya berwarna hijau tosca. meski sederhana, tapi terlihat sangat cantik saat Hana memakainya.

"Bagaimana, bagus tidak?" tanya Hana kepada mereka bertiga.

"Bagus Mba..." sahut ketiganya sembari mengangkat jempol ke arahnya.

1
Andariya 💖
eh..eh main sosor sj😀😀😀🤪
Andariya 💖
wah..di bos nyosor sj
Andariya 💖
suka pada pandangan pertama, ya bossss
Andariya 💖
mampir
Michelle Rafa
ini knp GK ada lanjutannya Thor
Rini Maryani
lanjut ka
Clay Primrosse
kok gak ada lanjutannya sih, bikin penasaran aja
Clay Primrosse
lanjutkan
Susanihikmah
up lagi kakk
ice lemon tea
nyam...
ice lemon tea
siap
ice lemon tea
yay
ice lemon tea
aku suka karya mu thor pas sekali mantap
ice lemon tea
suka.......
Herman
lanjutannya mana nih...🤔
E
hadir... lanjut 👍
E
semangat 💪
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
doyan ceker ayam jg nih bayi 😀😀😀😀😀
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
makanya leo Dinda tuh jangan di sia siain dah pergi aja loe kehilangan
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
Leo kasihan dah ah dah mandi minyak wangi dah bergaya gak di lirik pula ma Dinda 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!