NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manipulasi Rian

“A-Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya,” jawab Endah dengan kepala tertunduk.

“Anda mengaku tidak mengenalnya, tetapi bisa bersikap seakrab ini dengannya. Bahkan dia memeluk dan mencium Anda. Kenapa Anda membiarkan orang asing memeluk dan mencium Anda?”

Seketika Endah terdiam. Gadis itu masih menundukkan kepalanya. Dia memainkan jari-jari tangannya. Kegugupan terlihat begitu jelas dari sikapnya.

“Baiklah, karena Anda diam, saya akan jelaskan situasinya. Disaksikan banyak orang, Prisa terjun dari rooftop gedung FISIP. Tidak ada yang mendorongnya, tidak ada yang menyuruhnya melakukan itu.

Ditambah lagi, menurut pengakuan teman-temannya, dia masih bersikap biasa sebelum terjun dari atap gedung. Dan Anda juga ada bersamanya, bukan?”

“I-Iya.”

“Dari hasil autopsi, terdapat LSD dalam kandungan darahnya. Prisa bukan seorang pecandu narkoba, bahkan dia tidak pernah merokok atau meminum alkohol. Lalu, bagaimana zat halusinogen ini bisa masuk ke tubuhnya?”

“S-Saya tidak tahu.”

“Benarkah?”

Asep menekan kembali tombol play. Kali ini rekaman video menunjukkan Rian sedang memasukkan sesuatu ke dalam minuman. Ketika Rian melakukan itu, Endah memperhatikannya.

“Dalam rekaman terlihat jelas kalau Anda menyaksikan apa yang dilakukan Rian. Apa yang dimasukkan Rian ke dalam minuman adalah cairan LSD.

Inilah yang menyebabkan Prisa mengalami halusinasi dan terjun dari atap gedung. Apa yang dilakukan Rian masuk ke dalam pembunuhan berencana.

Dan Anda adalah kaki tangannya. Hukuman yang dijatuhkan bisa cukup lama.”

“T-Tidak, saya bukan kaki tangannya,” jawab Endah cepat.

“Kalau begitu katakan yang sejujurnya!”

Endah menelan ludahnya getir. Tak pernah terbayangkan olehnya berada di posisi ini sebelumnya. Dipikirnya Prisa bunuh diri karena diputuskan Rian.

Pria itu memang berjanji akan memutuskan Prisa dan menjalin hubungan dengannya.

“A-Aku memang melihat Rian memasukkan cairan itu ke dalam minuman Prisa. Tapi dia mengatakan itu hanya obat penenang karena dia berencana memutuskan hubungan dengan Prisa.”

“Dari mana kamu tahu kalau Prisa berhubungan dengan Rian?”

“A-Aku adalah salah satu penggemar Rian. Sama seperti Prisa, aku juga sering melihat live-nya saat berjualan di TokTok.

Suatu saat aku melihat Rian sedang berjalan dengan Prisa. Aku menanyakan pada Rian dan mengiyakan, tapi dia memintaku merahasiakan hubungannya dengan Prisa.

Dia bilang hanya terpaksa menerima Prisa sebagai pacarnya karena Prisa memaksanya dan mengancam akan berbuat nekat jika tidak menerima cintanya.”

“Apa kamu tahu kalau Prisa sedang hamil anak Rian?”

“A-Apa? Prisa hamil?”

Dari reaksi yang ditunjukkan Endah, Asep bisa menilai jika gadis itu juga tidak mengetahui perihal kehamilan Prisa. Berarti wanita itu memang masih menyembunyikan kehamilannya.

“Aku benar-benar tidak tahu soal kehamilan Prisa. Aku juga tidak tahu kalau yang dimasukkan Rian ke dalam minuman Prisa adalah LSD.”

“Baiklah, cukup untuk sekian.”

“Apa saya boleh pulang?”

“Untuk sementara, ya. Tapi Anda tidak boleh ke mana-mana selama penyidikan berlangsung. Anda juga harus bertanggung jawab atas perbuatan Anda. Anda baru bisa pulang setelah orang tua Anda datang.”

Wajah Endah semakin resah. Entah apa yang akan dilakukan kedua orang tuanya saat mendengar masalah ini. Gadis itu terlibat dalam pembunuhan berencana. Ketakutan serta-merta menyergap. Dia takut kalau harus mendekam di balik jeruji.

Asep bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan. Tak lama kemudian seorang petugas masuk dan membawa Endah keluar. Wanita itu akan ditempatkan di ruang lain sambil menunggu kedua orang tuanya datang menjemput.

Sementara itu, Nino segera menemui pengacara yang dihubungi Rian. Pengacara itu tidak datang sendiri melainkan bersama seorang wanita berusia tiga puluhan.

“Dengan Bapak Wendi?” tanya Nino seraya mengulurkan tangannya.

“Ya,” jawab Wendi sambil membalas uluran tangan Nino.

“Apa yang terjadi pada Rian?” tanya wanita yang datang bersama Wendi.

“Maaf, Anda siapa?” tanya Nino.

“Saya Rindi Antika. Saya kekasihnya Rian. Apa yang terjadi pada Rian?”

“Rian menjadi tersangka pembunuhan Prisa Handayani.”

“Siapa dia?” tanya Rindi dengan kening berkerut. Ini pertama kalinya dia mendengar nama Prisa.

“Dia adalah kekasih Rian.”

“Apa?”

Keterkejutan tampak di wajah Rindi. Dia menggeleng beberapa kali. Wanita itu tidak mempercayai apa yang didengarnya barusan.

Rindi dan Rian sudah berpacaran selama hampir tiga tahun. Selama tiga tahun pula dia yang membiayai kehidupan Rian.

Bahkan unit apartemen yang ditempati pria itu saat ini adalah miliknya. Begitu juga mobil yang biasa digunakan Rian, dibelikan olehnya.

“Tidak, tidak mungkin! Rian memang punya banyak penggemar, tapi dia tidak pernah menanggapinya. Pasti itu hanya pengakuan sepihak.”

“Bagaimana kalau kita bicara dulu?” tawar Nino.

Karena penasaran, Rindi mengikuti ajakan Nino. Bersama Wendi, wanita itu mengikuti Nino ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan tersebut, Nino kembali menginformasikan tentang Rian yang dijadikan tersangka pembunuhan.

“Korban yang bernama Prisa meloncat dari atap gedung kampusnya. Dari hasil autopsi, dalam darah wanita itu ditemukan zat LSD. Zat ini bisa menyebabkan halusinasi. Kami mencurigai saudara Rian yang sudah memasukkan zat itu ke dalam minumannya.”

“Tidak, itu tidak mungkin.”

“Kami memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan Rian memasukkan zat itu ke dalam minuman Prisa. Dia dibantu seorang teman Prisa.”

“Apa alasannya Rian melakukan itu?” Rindi masih belum percaya.

“Karena Prisa sedang hamil.”

“Tidak. Tidak mungkin!”

Karena Rindi terus menyangkal, Nino pun menunjukkan foto-foto kebersamaan Rian dan Prisa yang diambil dari ponsel wanita itu.

“Tidak, ini tidak mungkin. Bisa saja ini foto editan atau AI,” Rindi masih mencoba menyangkal.

“Bagaimana dengan ini?”

Kali ini Nino memperlihatkan rekaman CCTV di kafe ketika Rian bertemu dengan Endah. Mata Rindi membelalak ketika melihat Rian memeluk dan mencium pipi Endah.

“Ini semua bohong, kan?”

“Jika Anda masih tidak percaya, Anda bisa menemui wanita di rekaman ini. Dia juga berada di kantor ini.”

Rahang Rindi mengeras, mulutnya mengatup rapat, tatapannya tajam dan menusuk. Tangannya tampak mengepal erat.

“Saya ingin bertemu dengan Rian dulu, apa boleh?” tanyanya dengan suara berat. Mencoba menekan amarah yang hendak meledak.

“Silakan. Apa Pak Wendi akan mendampingi juga?”

“Tidak perlu! Saya akan menemuinya sendiri.”

Nino bangkit lalu memandu Rindi menuju ruang interogasi. Pria itu membuka pintu dan mempersilakan Rindi untuk masuk.

Dia memberikan kesempatan untuk Rindi berbicara berdua saja dengan Rian. Sementara dirinya akan melihat dari ruang sebelah.

Begitu melihat Rindi yang masuk, Rian segera bangkit dari duduknya. Dia mendekati Rindi dengan tergesa lalu memeluknya. “Syukurlah kamu datang, sayang. Tolong aku.”

Tidak ada reaksi apa pun dari Rindi. Bahkan wanita itu tidak membalas pelukan sang kekasih. Perlahan Rian pun melepaskan pelukannya.

“Kenapa kamu bisa dijadikan tersangka pembunuhan?”

“Aku juga tidak tahu, sayang. Kamu kan tahu, selama aku berjualan secara live di TokTok, banyak sekali perempuan yang ingin berkenalan denganku.

Bahkan di antaranya banyak yang ingin menjadi pacarku. Tapi aku menolaknya. Dan sepertinya wanita sinting yang bunuh diri itu tergila-gila padaku.

Aku jadi dikaitkan dengan kematiannya karena dia menyimpan fotoku di galeri hapenya.”

“Benarkah?” tanya Rindi dengan nada suara dingin.

“Iya. Kapan aku pernah bohong sama kamu, sayang.”

“Lalu bagaimana dengan perempuan di kafe? Apa rekaman itu juga rekayasa? Apa kamu dipaksa memeluk dan mencium pipinya?” sorot mata Rindi begitu tajam saat melontarkan pertanyaan itu.

Rian menelan ludahnya getir. Sikap posesif dan kecemburuan Rindi membuat pria itu jengah. Karena itu dia mencari pelampiasan dengan menjalin hubungan dengan wanita lain di belakang Rindi.

“I-Itu–“

“Itu apa?” potong Rindi cepat. Dia terus memandangi Rian yang seperti kehilangan kemampuan berbohongnya.

Rahang Rindi mengeras. Sorot matanya semakin tajam dan menusuk. Tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya, berusaha menahan amarah yang perlahan mendidih.

Kepalan tangannya tiba-tiba terangkat.

PLAK!!

Sebuah tamparan kencang mendarat di pipi Rian.

***

Dasar CEO mokondo🤣

Untuk nama teman Prisa, mohon maaf ada kesalahan. Awalnya Susan, jadi Endah. Tapi karena terlanjur, jadi ganti Endah aja ya. Nanti aku beliin bubur ayam buat ganti namanya. Terima kasih buat yg sudah mengingatkan. Maklum faktor U🤭🙏🏻

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!