NovelToon NovelToon
TEROR!

TEROR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Sabrina, seorang gadis desa yang cerdas, berhasil meraih impiannya berkuliah di kampus elite ibu kota lewat jalur beasiswa.

Namun, kehidupan barunya yang tampak sempurna hancur berantakan ketika sebuah tragedi tak terduga terjadi: Sabrina nekat melompat dari lantai atas gedung kampus dan tewas seketika.

Kematian tragis tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kampus megah itu hingga mendorong Sabrina mengambil langkah se-ekstrem itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menabrak sesuatu!

Jarum jam sudah melampaui angka tiga pagi ketika pintu kaca tebal Diskotik akhirnya mendorong keempat pria muda itu kembali ke dunia luar.

Udara malam langsung menyergap kulit mereka yang basah oleh keringat dan alkohol. Efek dari botol demi botol wiski mahal yang membakar tenggorokan kini telah mencapai puncaknya, meracuni kesadaran, melumpuhkan motorik, dan membiarkan mereka melangkah dalam keadaan benar-benar teler.

"Gila... kepala gue berasa muter," racau Fano seraya tertawa lepas tanpa alasan yang jelas. Langkah kakinya menyilang tak beraturan, nyaris tersandung kakinya sendiri jika Rian tidak memegang bahunya.

Rian sendiri tak kalah parah. Matanya yang merah menyipit berat, napasnya berbau alkohol pekat saat ia terkekeh menanggapi racauan Fano.

Di belakang mereka, Adrian berjalan dengan pandangan sayu dan kepala yang terasa seberat timah. Muka pucatnya yang tadi tertutup ketakutan kini berganti menjadi senyum teler yang linglung.

Sementara itu, Julian berjalan paling belakang dengan langkah gontai. Pandangannya kabur, membiarkan dengung musik diskotik yang masih bergema di telinganya menutupi rasa sesak yang terkadang masih menyelusup di dadanya.

Di area parkir VIP yang lengang, empat mobil mewah milik mereka terparkir rapi di bawah pendar kuning lampu jalanan.

Dalam kondisi mabuk berat yang membahayakan, akal sehat mereka telah menguap sepenuhnya. Tidak ada yang berpikir untuk memesan taksi atau memanggil sopir pribadi.

"Gue... gue balik duluan, bro," igau Rian seraya melambaikan tangannya yang terkulai lemah.

Ia berjalan sempoyongan mendekati mobil sports hitam miliknya, menempelkan kunci jarak jauh, lalu membuka pintu dengan gerakan kasar.

Tanpa memikirkan risiko, Rian menjatuhkan tubuhnya ke kursi pengemudi dan membanting pintu hingga tertutup rapat.

Tak lama kemudian, Fano dan Adrian pun melakukan hal yang sama. Adrian merogoh saku celananya dengan jemari yang gemetar hebat sebelum akhirnya berhasil membuka pintu sedan mewahnya dan merayap masuk ke dalam kabin.

Julian berdiri sejenak di samping mobil SUV hitamnya. Ia menyandarkan siku ke atap mobil, memejamkan mata erat-erat saat sensasi mual dan pusing menghantam kepalanya secara bertubi-tubi.

Kesadarannya yang tersisa tinggal sepersekian persen. Dengan sisa-sisa tenaga, Julian membuka pintu, memanjat masuk ke dalam kabin yang dingin, lalu menghempaskan tubuhnya ke jok kulit.

Satu per satu deru mesin mobil berkapasitas besar itu menyala, menggerung memecah keheningan dini hari di pelataran parkir.

Lampu-lampu utama menyala terang, menyorot jalanan lengang yang memanjang di hadapan mereka. Empat mobil itu mulai bergerak perlahan meluncur keluar dari area diskotik.

Lampu-lampu jalanan kota menyambar kencang di atas kaca depan sedan mewah Adrian, membiaskan garis-garis cahaya kuning dan putih yang kabur.

Di dalam kabin yang tertutup rapat, dentuman musik bertempo cepat meraung dari sistem suara berkualitas tinggi yang ia pasang.

Suaranya diputar begitu keras, menggetarkan kemudi dan kaca spion, seolah-olah Adrian memindahkan suasana Diskotik langsung ke dalam kendaraannya.

Adrian bersandar layu di jok kulit. Kepalanya terkulai agak miring, bergerak-gerak patah mengikuti ketukan bass yang pekak.

Efek wiski mahal yang meracuni darahnya membuat kesadarannya melayang jauh di awan-awan.

Pandangannya remang dan buram, garis marka jalan di depannya tampak berbayang tiga, namun hal itu justru membuatnya terkekeh pelan.

"Yeah... take me higher, baby!" jerit Adrian parau.

Ia membesarkan volume musik melalui tombol di roda kemudi, lalu ikut bernyanyi dengan suara sumbang yang terbata-bata.

Tangan kanannya mencengkeram lingkar kemudi secara acak, sementara tangan kirinya terangkat ke udara, menepuk-nepuk atap mobil mengikuti irama lagu.

Rasa pusing yang menghantam kepalanya disambut dengan senyum teler yang makin lebar.

Mobil yang dikendarainya melaju kencang membelah aspal jalanan dini hari yang lengang. Adrian menginjak pedal gas lebih dalam tanpa memedulikan jarum spedometer yang terus merayap naik.

Dalam otak yang sudah terbius alkohol, ia merasa menang.

"Cuma mimpi... cuma mimpi goblok..." gumamnya di sela-sela lagu, tertawa meremehkan ketakutannya sendiri.

Ia bergoyang lebih kuat, melambaikan tangannya seolah sedang berada di tengah lantai dansa. Pemandangan luar yang gelap gulita berganti dengan cepat di balik jendela.

Adrian menginjak gas lagi, membiarkan mesin mobilnya mengerang nyaring di tengah keheningan kota yang terlelap.

Kepala Adrian terangguk-angguk berat, matanya setengah terpejam menikmati alunan bass yang menggelegar di kabin sedan mewahnya.

Bibirnya masih merapalkan lirik lagu dengan suara sumbang, sementara tangan kanannya memukul-mukul setir mobil dengan penuh rasa percaya diri semu.

Jalanan di hadapannya tampak kosong, membentang panjang di bawah pendar temaram lampu jalanan dini hari.

Namun, di tengah kesadarannya yang telah lumpuh oleh alkohol, sesorang mendadak muncul dari sisi jalan, berdiri tegak tepat di jalur yang sedang ia lalui.

Seketika, mata Adrian membelalak lebar. Jantungnya seakan copot dari tempatnya.

Di bawah sorot lampu utama mobilnya yang menyilaukan, terlihat seorang wanita berdiri mematung di tengah aspal, menatap lurus ke arah mobil Adrian yang melaju kencang.

"Argh?!" teriak Adrian histeris, suara musik yang tadinya memekakkan telinga mendadak terasa berdengung samar di kepalanya.

Rasa teler yang menderanya seketika lenyap dalam sepersekian detik, digantikan oleh gelombang panik yang membakar sekujur tubuhnya.

Otaknya yang lamban memerintahkan kaki kanannya untuk berpindah menginjak rem sekuat tenaga. Namun, semua sudah terlambat. Waktu berjalan terlalu lambat, sementara laju mobil terlalu kencang.

BUMMM!

Suara benturan keras menghantam bagian depan sedan itu. Tubuh orang tersebut terpelanting ke atas kap mesin, membentur kaca utama dengan bunyi gedebuk yang mengerikan, sebelum akhirnya terpental jauh ke depan dan jatuh menghantam aspal dengan keras.

SKRRRRTTT!

Suara decitan ban mobil yang bergesekan kasar dengan aspal menggema nyaring memecah keheningan malam.

Adrian terdorong ke depan, dadanya membentur setir dengan keras sementara napasnya tersengat habis. Sedan mewah itu akhirnya berhenti setelah meluncur beberapa meter, meninggalkan jejak hitam bekas rem di atas jalanan.

Kabin mobil mendadak hening, hanya menyisakan deru napas Adrian yang memburu cepat dan tersenggal-senggal.

Tangan Adrian gemetar hebat di atas lingkar kemudi. Keringat dingin bercucuran deras membasahi pelipis dan lehernya, membuang habis seluruh sisa racun alkohol dalam darahnya.

Tenggorokannya tercekat, kaku, tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.

Dengan pandangan ngeri dan napas yang tertahan, Adrian perlahan mendongak menatap kaca depan mobilnya.

Napas Adrian memburu liar, memecah kesunyian di dalam kabin mobil yang mendadak terasa begitu menyesakkan.

Jantungnya berdegup kencang seolah hendak merangsek keluar dari rongga dadanya. Pelipisnya basah oleh keringat dingin yang mengalir deras, menyatu dengan rasa pening yang kembali menghantam kepalanya.

Dengan tangan yang bergetar hebat dan rasa takut yang teramat sangat, Adrian perlahan melirik ke arah kaca spion tengah.

Matanya yang membelalak menangkap bayangan buram di belakang sana, sesosok tubuh manusia terbujur kaku di atas aspal yang gelap, dikelilingi genangan gelap yang perlahan merayap di bawah sorot lampu jalanan.

Rasa panik yang teramat pekat langsung melumpuhkan akal sehatnya.

Tidak... nggak boleh. Kalau ketahuan, hancur semuanya, batin Adrian berteriak histeris.

Alih-alih menepi, membuka pintu, dan memberikan pertolongan pertama, naluri pengecutnya mengambil alih.

Ketakutan akan kehancuran hidupnya sendiri membuatnya mengabaikan nyawa orang yang baru saja ia tabrak.

Tanpa berpikir panjang lagi, Adrian langsung memasukkan persneling, menginjak pedal gas dalam-dalam hingga ban mobilnya berdecit nyaring.

Sedan mewah itu melesat pergi dengan kecepatan tinggi, meninggalkan lokasi kejadian.

1
Nurr Tika
orang tuanya aja ga bsa ndidik jd kelakuanya jd gitu
Nurr Tika
adrian bkn mslah lgi
Nurr Tika
adrian udah di hantui walau lwat mimpi
Nurr Tika
penasaran knpa tiba" sabrina bundir
Nurr Tika
apa teman"julian ada hubunganya dengan kematian sabrina
Nurr Tika
julian km ga akan hidup tenang
Nurr Tika
kayanya sabrina hamil terus julian ga mau tanggung jawab
Nurr Tika
nanti km menyesal sabrina
Nurr Tika
sabrina knpa langsung suka sih harusnya selidiki dulu
Nurr Tika
ternyata julian palayboy
Siti Yatmi
nah kan..bener 1 lagi test pack menghancurkan wanita bodoh....sabrina kamu sadar ga sih...kamu itu cinta bukan budak nafsu, setiap ketemu ko pasti anu2..ya hamil lah...
Siti Yatmi
test pack.....jawaban yg selalu membuat hancur wanita bodoh....
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..kasian banget kamu, terlalu naif kamu jd cwe....
Siti Yatmi
nah..kan hamidun...deh...hadehhh..sabrina oon amat sih..ga selamanya itu pil bisa cegah kehamilan...astogeeeee....
Siti Yatmi
masih abu2 sementara..menerka nerka...😄
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..lo mah bukan polos, tapi begoooo....pacaran aja belom lama, udh mau aja di anu anu..haduhh
Siti Yatmi
hadehhh .julian....kamu mah bukan cinta, tapi nafsu....harus nya sabrina jgn mau...
Siti Yatmi
ngga ada caption nya thor..🤣
Siti Yatmi
thor...itu flash back kah???sumpah..ga mudeng aku...😄
Maple latte: iya itu flashback🤭 aduhh🤣
total 1 replies
Siti Yatmi
kaya lagu kotak...🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!