NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Krek krek.

"Bocah kurir, kau akan menyesal karena berani menantang Jagat si tangan besi," ancam Jagat dengan suara berat.

Deni hanya mengorek kuping kanannya dengan jari kelingking lalu meniup kotorannya.

Fuh.

"Banyak bicara sekali paman cacing, eh maksudku paman naga, cepat mulai saja aku sudah lapar," ejek Deni memancing emosi.

Wajah Jagat langsung berubah merah karena marah tatonya dihina mirip cacing.

"Mati kau bocah," teriak Jagat sambil melompat maju.

Jagat mengayunkan kepalan tangan kanannya yang sangat besar ke arah wajah Deni.

Wush.

Pukulan itu sangat cepat dan angin pukulannya terasa sampai ke wajah Clara yang duduk agak jauh di belakang.

Deni melihat kepalan tangan itu bergerak menujunya tapi di mata Deni gerakan itu lambat sekali.

Deni hanya menggeser kepalanya ke kiri sedikit saja tanpa memindahkan kakinya.

Syuut.

Pukulan keras Jagat hanya mengenai udara kosong dan sama sekali tidak menyentuh kulit wajah Deni.

Jagat kaget karena pukulannya bisa dihindari dengan mudah oleh pemuda biasa berjaket kurir ini.

"Mustahil, bagaimana bisa dia membaca gerakanku," pikir Jagat dalam hati menahan panik.

Jagat lalu memutar tubuhnya dan menggunakan kaki kirinya untuk menendang perut Deni dari arah samping.

Brak.

Tendangan itu sangat kuat sampai pinggiran meja rapat ikut bergetar terkena hantaman anginnya.

Tapi Deni hanya menaikkan telapak tangan kirinya ke atas dan menangkap kaki besar Jagat itu.

Tap.

Kaki Jagat berhenti bergerak tepat di telapak tangan Deni dan tidak bisa didorong maju sedikitpun lagi.

Mata Tuan Hermawan melotot lebar sampai hampir keluar melihat kejadian tidak masuk akal itu.

"Kekuatan macam apa itu, Jagat menendang dengan tenaga penuh tapi ditahan pakai satu tangan saja," batin Tuan Hermawan ketakutan.

Deni tersenyum menatap Jagat yang sedang berusaha menarik kakinya tapi tidak bisa lepas dari cengkeraman.

"Tendanganmu ini terlalu pelan paman, lebih keras tendangan emak-emak yang menawar sayur di pasar," ejek Deni santai.

Deni lalu melepaskan kaki Jagat dan langsung menempelkan telapak tangan kanannya ke dada Jagat.

Dorongan itu kelihatan sangat pelan dan dilakukan tanpa tenaga sama sekali.

Duk.

Tapi saat telapak tangan Deni mendorong dada Jagat, tubuh besar Jagat langsung melayang ke belakang seperti kapas ditiup angin badai.

Wush.

Tubuh Jagat melayang menabrak kursi-kursi kosong di belakangnya lalu menghantam tembok ruangan rapat dengan sangat keras.

Brak.

Jagat jatuh tengkurap ke lantai karpet dan langsung memuntahkan darah kental dari mulutnya.

Uhuk uhuk.

Pria bertato naga itu langsung pingsan tidak bergerak lagi di atas lantai dengan mata tertutup rapat.

Ruang rapat itu tiba-tiba menjadi sangat sunyi senyap seperti di tengah kuburan.

Hanya terdengar suara nafas Tuan Hermawan yang tersengal-sengal karena ketakutan luar biasa.

Clara menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan karena tidak percaya pertarungannya selesai dalam waktu kurang dari satu menit.

Deni menepuk-nepuk kedua tangannya seolah sedang membersihkan debu lalu berjalan santai mendekati meja Tuan Hermawan.

Tap tap tap.

Tuan Hermawan memundurkan kursinya jauh-jauh karena takut Deni akan memukul tubuh gemuknya juga.

"Nah Tuan Hermawan yang terhormat, paman cacingnya sudah tidur nyenyak di lantai sana," ucap Deni sambil menunjuk tubuh Jagat.

"Jadi sesuai kesepakatan mulut tadi, Nona Clara menang dan proyek resor ini jadi milik Grup Nirvana kan."

Tuan Hermawan menelan ludah berkali-kali karena tenggorokannya mendadak terasa sangat kering.

Dia melihat pengawal bayaran mahalnya terkapar pingsan dan dia tahu dia tidak punya pilihan lain lagi sekarang.

"Iya proyek ini milik kalian, aku akan mundur dari tender sekarang juga," jawab Tuan Hermawan dengan suara bergetar pelan.

"Jangan lupa janjimu soal ikan bakarnya juga ya Tuan, nanti kirim saja langsung ke kamar Nona Clara," tambah Deni mengingatkan lagi.

Tuan Hermawan hanya mengangguk cepat sambil membereskan dokumen proposalnya di atas meja oval itu.

Pria gemuk itu lalu berlari keluar ruangan meninggalkan Jagat yang masih pingsan sendirian di lantai.

Deni berbalik menghampiri Clara yang masih duduk diam bengong di kursinya.

"Tuh kan Nona bos, apa kubilang, proyeknya langsung dapat tanpa perlu capek-capek membaca proposal tebal itu," kata Deni bangga.

Clara akhirnya sadar dari keterkejutannya lalu tersenyum sangat lebar menatap Deni.

"Kamu memang sangat luar biasa Deni, aku tidak tahu harus berterima kasih pakai cara apa lagi," puji Clara memandang tulus.

Deni langsung merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan ponsel bututnya yang layarnya sudah retak-retak di pinggirnya.

Dia menyodorkan ponsel menyala itu tepat di depan hidung mancung bos wanitanya.

"Cara berterima kasihnya gampang sekali Nona bos, tolong ketik ulasan bintang lima di sini sekarang juga," pinta Deni tanpa rasa malu.

"Satu ulasan dari Nona sangat berguna untuk menambah kekuatanku melindungi Nona dari orang jahat ke depannya."

Clara tertawa pelan melihat kelakuan pengawalnya yang sangat mementingkan ulasan aplikasi dibanding meminta uang bonus.

"Baiklah kurir andalanku, aku akan berikan ulasan paling panjang dan paling bagus untukmu hari ini juga," ucap Clara mengambil ponsel itu.

Clara mengetik dengan lincah di layar ponsel Deni lalu menekan tombol kirim di bagian bawah aplikasinya.

Ting.

Suara mesin sistem di dalam kepala Deni langsung berbunyi sangat nyaring membawa kabar yang ditunggu-tunggu.

[Sistem Raja Kurir Merespon Pelanggan Clara memberikan ulasan bintang lima atas kemenangan duel proyek pesisir]

[Progres Tuan bertambah menjadi dua belas dari seribu ulasan bintang lima]

Deni tersenyum puas merayakan dalam hati karena melihat progresnya naik satu angka lagi hari ini.

"Terima kasih ulasannya Nona bos, ayo kita bereskan barang-barang ini dan kembali ke kamar untuk istirahat," ajak Deni bersemangat.

"Tuan Hermawan pasti akan memesankan ikan bakar porsi paling besar untuk kita berdua malam ini."

Clara menutup kopernya sampai berbunyi klik lalu berdiri dari kursi rapatnya.

"Iya ayo kita istirahat, kamu pasti capek sekali setelah bertarung pakai tenaga dalam tadi," kata Clara khawatir.

"Aku sama sekali tidak capek bertarung Nona, aku lebih capek menahan lapar sedari siang tadi," jawab Deni jujur memegang perutnya.

Mereka berdua berjalan santai keluar dari ruang rapat itu dan membiarkan staf hotel mengurus kekacauan yang tersisa di dalam sana.

Sore harinya sesuai janji paksaan, pihak Tuan Hermawan benar-benar mengirimkan nampan perak besar berisi ikan bakar ke kamar Clara.

Deni duduk bersila di lantai balkon kamar hotel yang menghadap langsung ke arah deburan ombak laut lepas.

"Wah bau bumbu kecapnya harum sekali Nona, ini pasti ikan hasil tangkapan paling mahal di restoran bawah," puji Deni sambil mencium bau ikan itu.

Clara duduk di kursi santai menemani Deni makan sambil menikmati pemandangan matahari terbenam berwarna jingga.

"Makanlah yang banyak Deni, kau sangat pantas mendapatkan hadiah gratis itu hari ini," ucap Clara tersenyum manis.

Deni langsung mengambil daging ikan lembut itu pakai tangan kosong dan memakannya dengan sangat rakus.

Nyam nyam.

"Rasanya enak sekali Nona, besok-besok kalau ada saingan bisnis yang jahat lagi kita tantang duel saja biar dapat makan gratis terus," kata Deni mengunyah makanannya.

"Jangan bicara sembarangan Deni, kita ini mengurus perusahaan legal bukan membangun kelompok preman pasar," omel Clara sambil menggelengkan kepala.

Angin laut berhembus pelan menyapu wajah mereka berdua yang sedang bersantai di balkon kamar itu.

Deni merasa hidupnya sebagai kurir sistem di dunia ini sangat menyenangkan meskipun banyak preman dan ahli bela diri yang terus datang mengganggu.

Selama ada makanan gratis dan ulasan bintang lima dari pelanggan, Deni siap menghajar siapa saja yang berani mengganggu bos wanitanya ini.

Malam itu menjadi malam yang sangat tenang bagi Grup Nirvana karena mereka sudah berhasil mengamankan proyek masa depan perusahaan.

Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Deni tahu kalau pria botak bernama Rian dan orang-orang sekte berjaket hitam itu pasti akan datang menyerang lagi.

"Biarin saja gerombolan itu datang, sekalian aku mau minta ulasan dari mereka kalau sudah babak belur nanti," batin Deni santai dan meneruskan makannya.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!