NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:170.3k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Menuju Pesta

Sesi perawatan dimulai pukul satu siang dan berlangsung hampir enam jam. Cassia dihadapkan pada serangkaian perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Eksfoliasi seluruh tubuh dengan scrub, masker rambut, perawatan wajah dengan mikrodaun emas yang konon mencerahkan kulit secara instan.

Dia juga mendapat pijatan tangan dan kaki yang membuat otot-ototnya yang tegang karena berjam-jam mengetik terasa rileks.

Sepanjang proses itu, Cassia hanya bisa pasrah. Tubuhnya digosok, dipijat, ditempeli berbagai krim dan lotion.

Kepalanya disiram dengan air hangat beraroma wangi. Seseorang mengikir kukunya dengan lembut, lalu melapisinya dengan warna merah muda pucat yang hampir tidak terlihat.

"Kacamatamu, sementara kami simpan di dalam kotak," kata seorang terapis muda dengan senyum ramah.

Cassia mengangguk.

*

Sekitar pukul lima sore, Vera kembali dengan sebuah paper besar di tangannya. "Ini pakaian yang anda bawa tadi. Nanti aku akan bantu memakaikannya.”

“Sekarang, riasan dulu. Gaun terakhir,” lanjut Vera.

*

*

Proses merias wajah memakan waktu satu jam lebih. Cassia duduk di depan meja rias besar dengan lampu-lampu bundar mengelilingi cermin.

Tangannya menggenggam cangkir teh hangat yang tidak pernah dia minum sejak awal diberikan oleh pegawai salom.

Seorang make-up artist tampak serius merias wajah cantiknya selama ini sangat jarang tersentuh make up.

Cassia tidak berani melihat cermin.

Ia takut. Bukan takut jelek, tetapi takut tidak mengenali bayangannya sendiri.

"Sudah, Nona. Silakan lihat."

Cassia membuka matanya. Dia terdiam, menatap bayangannya sendiri di cermin itu.

Wanita di cermin itu seperti bukan dirinya. Atau mungkin dirinya, tetapi dalam dunia yang berbeda.

Kulitnya tampak halus dan bercahaya, tanpa cela.

Matanya, yang biasanya tersembunyi di balik kacamata kuno, kini muncul dengan bulu mata lentik dan garis tipis eyeliner yang membuat bentuk matanya yang bulat menjadi teduh dan misterius.

Bibirnya tidak merah menyala, tetapi diolesi warna nude kecoklatan yang membuatnya tampak dewasa namun tidak mencolok.

Rambutnya, Cassia hampir tidak percaya ini. Rambutnya ditata dalam gelombang lembut yang jatuh ke bahu, dengan beberapa helai sengaja dibiarkan terurai di depan telinga.

Sebuah jepit kecil berhiaskan kristal dipasang di sisi kiri.

"Oh my God," bisik Cassia tanpa sadar.

Vera tertawa kecil. "Belum selesai, Cassia. Pakai gaunnya dulu."

Dengan bantuan Vera, Cassia mengenakan gaun hitam itu. Kainnya dingin dan licin di kulit, jatuh mengikuti lekuk tubuhnya dengan sempurna.

Gaun itu memperlihatkan garis bahunya yang ramping, pinggangnya yang kecil, dan punggungnya yang terbuka membentuk huruf V yang dalam tapi tetap sopan.

"Dan satu lagi," Vera mengambil sebuah kotak beludru hitam. “Pakai perhiasannya juga.”

"Sempurna," kata Vera sambil mundur selangkah. "Kau benar-benar sempurna, Cassia. Seperti aktris papan atas."

Pegawai salon yang lain ikut memandang. Beberapa tercengang, mulutnya terbuka sedikit. Seorang terapis yang tadi memijat punggung Cassia bahkan berseru, "Nona Cassia, itu kau? Luar biasa!"

Cassia tersenyum kaku. Di dalam dadanya, ada sesuatu yang berdesir, bukan rasa bangga, melainkan keanehan. Seperti sedang memakai topeng yang terlalu pas di wajah, hingga ia sendiri lupa mana yang asli.

*

Cassia meninggalkan salon sekitar pukul tujuh malam. Taksi yang dipesan oleh resepsionis sudah menunggu di depan.

Cassia melangkah keluar dengan langkah yang sedikit tidak stabil, karena tumit hak tinggi itu benar-benar menguji keseimbangannya jika berjalan di lantai tanpa karpet.

Saat dia melintasi lobi gedung, resepsionis di meja depan menatapnya dengan mata membulat. Wanita itu baru setengah jam lalu memanggil taksi untuk seorang sekretaris berkacamata dengan pakaian kuno.

Sekarang, wanita yang sama berjalan melewati mejanya seperti tokoh utama dalam film Perancis.

"Maaf, Nona ... Cassia?" tanya resepsionis itu dengan suara tidak yakin.

Cassia mengangguk pelan. "Ya. Terima kasih untuk taksinya."

Resepsionis itu hanya bisa mengangguk, mulutnya masih setengah terbuka. “She’s so amazing,” bisiknya ketika Cassia sudah keluar dari lobi.

1
diah nursanti
ceritanya bagus
diah nursanti
posessive nya mulai keluar,km harus kasih kejelasan kalo bersikap seperti itu max
azelia
😢
Farda Nurjannah
semakin max menyangkal tidak memiliki rasa ke cassia tapi actionya menjawab kebalikan semuanya!
yuk semangatt cassia bentengi hati km yaa!
suka boleh, tapi dalam batas wajar.
biar kedepannya km tidak merasakan sakit mendalam.

ehh aku yakin cassia bukan type cwe yg bakal terpuruk oleh percintaan sii hihi
Kar Genjreng
setuju' Max memang sebenarnya ga boleh tetapi loe harus bisa mengambil hati Cassia karena Cassia merasa cintanya tidak berbalas,,, Cassia merasa ga pantas jadi loe yang harus meyakinkan bahwa loe akan bertanggung jawab bukan hanya anaknya bila nanti Cassia hamil,,, tetapi Cassia loe sayang jadi biar Cassia tidak bimbang,,siap Max Cassia terlalu malu atau merasa ga pantas buat loe,,
Chloe Bebe
Kaaa lanjutttt
happy oktavia
kak othor... tlg lah reader yg sdh penasaran gabut ini.. pliiisss up lg yaaa..😘😘
Daneen
Uhuy mulai cemburu
Lina Cuang
lanjut kak
Rinduin
Wih max telah tersihir dengan mantra perawan polos nan naif wkwk
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
manti
aku suka karya mbak nya ceritanya bagus bagus dan terlihat nyata. dan yg membaca terasa seperti berlakon dalam novel yang ditulis. secara tidak langsung seperti pemeran utamanya
Nonie Hlm
😕😕😕😕😕blm up hiks😕😏
Bela Viona
aw.aw..aw
Bela Viona
biasa nya aku no komen untuk visual novel mana pun.
tpi untuk visual max disini bikin aku sedikit 🤏 salting 🤭
Nonie Hlm
ayooooo uuuuppppp lagi
Shee_👚
cie max takut cia di ambil cowo lain🤣🤣
Shee_👚
karena cinta itu suka bikin buta mata dan hati max, nah contohnya cia buta mata hati ya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!