Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamatan Mata Air Suci
Cahaya rembulan perak berpendar lembut di atas dedaunan raksasa Pohon Kehidupan, memayungi pelataran Istana Hutan Abadi yang tenang.
Di sudut taman istana yang luas, gerobak kayu melayang Lin Mo terparkir rapi di atas rumput sihir yang memancarkan pendaran hijau.
Suasana malam terasa sangat menyejukkan, hanya dihiasi oleh suara jangkrik Mistik dan desir angin lembut yang membawa aroma bunga suci.
Lin Mo duduk bersila di atas meja gerobaknya, memutar-mutar kipas bambu tua kesayangannya. Di hadapannya, layar hologram biru tembus pandang milik [Sistem Angkringan Ilahi] mengapung terang.
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: Menu Upgrade Tersedia!]
[Poin Arang Saat Ini: 12.950 Poin]
[Pilihan Upgrade: Panggangan Otomatis Level 3 (Biaya: 10.000 Poin Arang)]
"10.000 Poin Arang ya... Lumayan mahal juga," gumam Lin Mo mengelus dagunya yang halus. "Tapi demi kelancaran Perjamuan Mistik besok dan variasi resep kelas atas, investasi ini jelas sepadan!"
Tanpa ragu, Lin Mo menekan tombol konfirmasi di layar Sistem.
Ssshhh... BZZZZTTT!
Panggangan besi berukir naga di atas gerobak Lin Mo mendadak diselimuti oleh gelombang cahaya keemasan yang sangat pekat!
Ukiran naga di sisinya seolah-olah hidup, memutarkan matanya dan memancarkan pendaran aura hangat yang menenangkan.
Ukuran panggangan meluas menjadi dua kali lebih panjang, jerujinya berubah menjadi logam [Besi Emas Mistik] yang tidak akan pernah lengket, dan di bawahnya terpasang tungku arang ganda yang dilengkapi sistem pengaturan suhu otomatis berbasis pikiran!
PING!
[UPGRADE BERHASIL!]
[Panggangan Otomatis Level 3 Terbuka!]
[Fitur Baru: Pengaturan Suhu Presisi Berbasis Pikiran]
[Fitur Baru: Mode Pembakaran Pemurni (Mampu menghilangkan racun/kutukan pada bahan masakan)]
[Kapasitas Pemanggangan: 100 Tusuk Sate Sekaligus]
[Resep Baru Terbuka: Sate Daging Rusa Perak Sambal Embun Surga]
[Sisa Poin Arang: 2.950 Poin]
"Mantap! Kapasitas seratus tusuk sekaligus! Ini baru namanya efisiensi kerja!" seru Lin Mo gembira sambil mengelus permukaan panggangan barunya yang terasa sangat mulus.
Di belakang gerobak, Komandan Vex dan Kaelen—pencuci piring baru mereka—tengah duduk bersandar pada tumpukan kayu arang sambil menikmati pemandangan malam.
"Senior Vex... Panggangan Master Lin Mo tadi mengeluarkan cahaya emas! Luar biasa sekali!" bisik Kaelen dengan mata berbinar-binar kagum.
Vex menepuk bahu Kaelen dengan bangga. "Hmph! Kamu belum lihat apa-apa, Kaelen. Master Lin Mo itu punya kekuatan yang sanggup meratakan gunung cuma pakai aroma kecap manis. Panggangan bercahaya itu cuma hal biasa buat beliau!"
Tiba-tiba, suara langkah kaki yang sangat pelan dan gemulai terdengar mendekati gerobak.
Putri Aethelgardia melangkah anggun menyusuri jalan setapak taman, mengenakan gaun malam tipis berwarna putih perak yang mempercantik rambut peraknya yang terurai.
"Master Lin Mo... Apakah saya mengganggu waktu istirahat Anda?" sapa Sang Putri Elf dengan suara lembut nan merdu.
Lin Mo menyarungkan kipas bambunya ke pinggang dan tersenyum ramah. "Eh, Nona Putri! Belum kok, saya cuma lagi cek peralatan buat perjamuan besok. Ada apa Nona Putri malam-malam begini?"
Putri Aethelgardia berjalan mendekat, menyandarkan jemari lentiknya ke tepi gerobak Lin Mo. Wajah cantiknya menatap tumpukan sate di dalam kulkas es dengan binar rasa penasaran yang tak bisa disembunyikan.
"Sebenarnya... saya tidak bisa tidur," aku Sang Putri dengan rasa malu-malu yang membuat pipi mulusnya merona merah.
"Lidah saya terus teringat rasa [Sate Rusa Perak Bumbu Celup] yang Anda buat tadi siang. Kelezatannya benar-benar menghantui pikiran saya," bisiknya tulus.
Lin Mo tertawa terkekeh. "Hahaha! Rupanya Nona Putri kena efek ketagihan bumbu angkringan ya! Tenang saja, itu gejala normal untuk semua pelanggan pertama saya."
Lin Mo berdiri dan membuka kulkas es mistiknya. "Karena Nona Putri sudah berkunjung, gimana kalau saya buatkan porsi khusus resep baru yang baru saja saya racik?"
Mata Putri Aethelgardia langsung membelalak gembira. "Resep baru?! Apakah itu Sate Rusa Perak lagi?!"
"Lebih dari itu," jawab Lin Mo mengedipkan sebelah matanya. "Ini [Sate Daging Rusa Perak Sambal Embun Surga]!"
Lin Mo mengambil sepuluh tusuk potongan Daging Rusa Perak Mistik yang sudah dimarinasi dengan racikan bumbu putih khusus.
Ia meletakkannya di atas Panggangan Otomatis Level 3 yang baru saja di-upgrade.
Breeessshhh!
Begitu daging disentuh oleh [Api Murni Pemanggang Arang], aroma gurih yang sepuluh kali lipat lebih tajam dan harum dari tadi siang langsung merebak ke seluruh taman istana!
Sssttt... Sssttt...
Jeruji Besi Emas Mistik mematangkan setiap serat daging dengan sempurna dalam hitungan detik, melelehkan lemak peraknya menjadi kilauan jus yang menggugah selera.
Selanjutnya, Lin Mo mengambil mangkuk kecil berisi racikan [Sambal Embun Surga] kombinasi dari [Cabai Rawit Petir], perasan jeruk nipis Mistik, dan sari [Buah Embun Surga] langka yang manis segar.
Ia menyiramkan sambal keemasan itu di atas tumpukan sate daging rusa yang masih panas membara.
"Silakan dicoba, Nona Putri," sodor Lin Mo dengan piring pualam putih bersih.
Putri Aethelgardia menerima piring itu dengan tangan gemetaran karena tak sabar. Ia mengambil satu tusuk sate, membiarkan uap harumnya menyapu wajah cantiknya sejenak, lalu memasukkannya ke dalam mulut.
Nyuttt! Juicccy!
Renyahnya daging bagian luar bercampur manis segarnya sari buah embun surga, diikuti oleh sengatan pedas nikmat dari cabai petir yang meledak seketika di atas lidahnya!
Bzzzzzzt!
"Uwooooogh!"
Sang Putri Elf memejamkan matanya rapat-rapat, memegangi kedua pipinya yang merona merah hebat!
Sensasi hangat dan segar mengalir deras dari kerongkongannya menembus seluruh aliran sihir di tubuhnya.
Rasa lelah dan beban pikiran sebagai seorang putri kerajaan seolah-olah terangkat terbang bersama kepulan asap harum dari sate Lin Mo!
"L-Luar biasa... Rasa pedasnya tidak membakar, tapi justru menyegarkan jiwaku! Ini adalah kelezatan paling sempurna yang pernah ada!" jerit Putri Aethelgardia dengan air mata kebahagiaan menetes di pipinya.
Tanpa memedulikan keanggunannya, Sang Putri melahap habis sepuluh tusuk sate tersebut hanya dalam waktu kurang dari dua menit!
"Nyam! Nyam! Nyam! M-Master Lin Mo... Anda benar-benar seorang penyihir kuliner sejati!" puji Sang Putri sambil mengusap bibirnya yang sedikit merona merah akibat rasa pedas.
Lin Mo tersenyum puas melihat reaksi pelanggannya. "Terima kasih Nona Putri. Kalau makanannya bisa bikin bahagia, berarti tugas saya sebagai penjual angkringan sudah berhasil."
Namun, di tengah suasana hangat malam itu, kedamaian mendadak pecah oleh suara lolongan angin aneh yang datang dari arah [Mata Air Suci Pohon Kehidupan] di sudut barat istana.
Wushhh... Gludukkk!
Arah angin malam mendadak berubah menjadi sangat tajam dan berbau busuk seperti bangkai!
Telinga kelinci Lilia yang sedang tertidur lelap di dalam gerobak mendadak berdiri tegak.
"Tuan Lin Mo! Ada bau racun busuk yang sangat pekat dari arah Mata Air Suci!" teriak Lilia melompat keluar dengan busur panah sudah terpasang di tangannya.
Komandan Vex dan Kaelen juga langsung berdiri sigap, memegang senjata mereka masing-masing.
"Aroma racun ini... ini adalah [Racun Pembeku Jiwa] milik kelompok pengacau pasar gelap!" seru Kaelen yang sangat mengenali jenis racun tersebut.
Wajah Putri Aethelgardia berubah menjadi pucat pasi.
"Mata Air Suci?! Itu adalah sumber air utama yang akan digunakan untuk membuat minuman dan kuah masakan seluruh tamu di Perjamuan Mistik besok pagi!" jerit Sang Putri panik.
"Jika air itu tercemar racun, seluruh Raja dan Bangsawan yang hadir besok akan teracuni!" tambah Putri Aethelgardia menggigit bibirnya.
Lin Mo memiringkan kepalanya, matanya menyipit menatap asap hitam tipis yang membumbung tinggi di atas Mata Air Suci.
"Meracuni sumber air kuliner saya?" gumam Lin Mo dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat dingin.
"Orang-orang ini benar-benar tidak punya etika berbisnis dan memasak!" tegas Lin Mo gusar.
"Ayo kita lihat siapa bajingan yang berani mengotori bahan baku air saya!" perintah Lin Mo melompat ke belakang kemudi gerobak terbangnya.
Wushhh!
Gerobak kayu terbang Lin Mo meluncur cepat menembus kegelapan taman istana, diikuti oleh Putri Aethelgardia, Lilia, Vex, dan Kaelen.
Beberapa saat kemudian, di area Mata Air Suci Pohon Kehidupan.
Sebuah kolam kristal yang biasanya memancarkan air murni kebiruan, kini mulai berubah warna menjadi hitam pekat berbusa.
Di tepi kolam tersebut, berdiri tiga orang pria berjubahkan kain hitam dengan topeng tengkorak besi mereka adalah penyusup dari Sekte Bintang Gelap yang bekerja sama dengan Lord Malakor!
Salah satu penyusup memegang sebuah kendi batu tua yang terus mengalirkan racun kehitaman ke dalam air suci.
"Hahaha! Bagus! Terus tuangkan [Racun Pembeku Jiwa] itu!" tawa penyusup bertopeng tengkorak dengan nada licik.
"Besok pagi, saat Raja Elf dan pedagang sate gila itu meminum air ini di perjamuan, organ tubuh mereka akan membeku menjadi es hitam dari dalam!" serunya penuh kepuasan.
Namun, sebelum saját kendi racun itu habis dituangkan
Bzzzzzt! Fwoooshhh!
Sebuah gelombang asap merah keemasan berkecepatan tinggi melesat mendadak dari udara dan menghantam langsung ke arah ketiga penyusup tersebut!
Cussss!
"Aaargh! Mataku! Pedas sekali!"
"Hidungku! Hidungku rasanya mau meledak!"
Ketiga penyusup itu langsung terlempar bergulingan di atas batu rumput, menjatuhkan kendi racun mereka ke tanah hingga pecah berkeping-keping!
Mereka menjerit-jerit histeris sambil memegangi wajah mereka yang terpapar asap [Sambal Petir Mistik] dari Lin Mo.
Gerobak terbang Lin Mo mendarat secara perlahan di depan kolam Mata Air Suci.
Lin Mo melangkah turun dengan wajah santai, mengibaskan kipas bambunya pelan.
"Paman Bertopeng, malam-malam begini bukannya tidur malah buang sampah racun di mata air orang. Tidak sopan sekali ya," omel Lin Mo menunjuk-nunjuk ketiga penyusup itu.
Ketua penyusup bertopeng membentak sambil berusaha menyeka air mata yang terus mengucur dari matanya.
"B-Bocah Penjual Sate?! Bagaimana kamu bisa tahu rencana kami?!" bentak ketua penyusup murka sambil menarik pedang beracunnya.
Putri Aethelgardia dan para pengawal Elf yang baru tiba langsung mengepung area tersebut dengan senjata terhunus.
"Pengawal! Tangkap para penyusup kotor ini!" perintah Putri Aethelgardia tegas.
Namun, ketua penyusup itu justru tertawa bergelak penuh kejahatan.
"Hahaha! Sudah terlambat, Putri Aethelgardia!" seru penyusup itu menunjuk ke arah kolam.
"Setengah dari air kolam ini sudah tercemar racun hitam! Butuh waktu sepuluh tahun bagi sihir air Elf untuk memurnikannya kembali!"
"Tanpa Mata Air Suci, Perjamuan Mistik besok batal, dan nama Kerajaan Hutan Abadi akan hancur di mata seluruh benua!" ejeknya puas.
Putri Aethelgardia dan Komandan Elron terperanjat melihat air kolam kristal yang sudah mem hitam pekat dan mengeluarkan uap berbau bangkai yang menyengat.
"T-Tidak mungkin... Mata Air Suci kita..." gumam Komandan Elron lemas.
Namun, Lin Mo justru berjalan mendekati tepi kolam racun tersebut. Ia berjongkok dan mencelupkan ujung jari tangannya ke dalam air hitam berbusa itu.
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: Racun Pembeku Jiwa Terdeteksi]
[Gunakan Fitur Baru: Mode Pembakaran Pemurni (Panggangan Otomatis Level 3)]
Lin Mo menyunggingkan senyuman tipis yang sangat percaya diri.
"Paman Penyusup," kata Lin Mo menoleh ke arah ketua penyusup. "Paman pikir racun tingkat rendah begini bisa merusak bahan baku air milik Angkringan Dewa Mo?"
Lin Mo berdiri dan berbalik menatap Vex dan Kaelen.
"Vex! Kaelen! Hubungkan selang bambu Mistik dari panggangan ke kolam air ini!" perintah Lin Mo.
"Siap, Master!" seru Vex dan Kaelen lincah memasang selang bambu khusus dari perut panggangan otomatis langsung menuju ke dalam kolam air yang tercemar.
Lin Mo memegang kipas bambunya dengan rapat, lalu memutar badannya dan mengibaskan kipas tersebut ke arah gerobaknya.
"Jurus Angkringan Level 3: Mode Pembakaran Pemurni - Sirkulasi Arang Suci!"
Fwoooshhh! BZZZZTTT!
Panggangan Otomatis Level 3 milik Lin Mo mendadak memancarkan gelombang cahaya emas yang sangat terang bagaikan matahari kecil di tengah malam!
Air kolam yang hitam pekat dan beracun itu terhisap masuk melalui selang bambu ke dalam perut panggangan emas Lin Mo.
Di dalam panggangan, [Api Murni Pemanggang Arang] dan energi Besi Emas Mistik langsung membakar, mendidihkan, dan memurnikan racun hitam tersebut secara instan dalam suhu panas Ilahi!
Cusssssss!
Asap racun hitam menguap keluar dari cerobong gerobak Lin Mo dan hancur menjadi udara bersih.
Satu detik kemudian, air yang telah disaring dan dimurnikan dialirkan kembali keluar dari gerobak menuju kolam kristal!
Blyuuurrr!
Air yang keluar dari gerobak Lin Mo tidak lagi berwarna hitam pekat, melainkan berubah menjadi warna biru kristal yang jauh lebih jernih, lebih murni, dan memancarkan pendaran cahaya keemasan yang sangat indah!
Bahkan aroma air tersebut kini menjadi sangat harum, memancarkan wangi rempah segar yang sangat menenangkan!
Hanya dalam waktu dua menit, seluruh kolam Mata Air Suci yang tadinya tercemar racun busuk telah pulih sepenuhnya—bahkan kualitas airnya meningkat sepuluh kali lipat menjadi [Air Murni Pemungut Jiwa]!
Ketiga penyusup bertopeng tengkorak terbelalak hingga mata mereka nyaris keluar dari rongganya!
"M-MUSTAHIL! Dia... dia memurnikan racun tingkat tinggi hanya dengan menyaringnya lewat panggangan sate?!" jerit ketua penyusup histeris, kakinya lemas hingga jatuh terduduk di tanah.
Putri Aethelgardia, Komandan Elron, dan seluruh pengawal Elf berdiri membatu dengan mulut ternganga lebar.
"Air Mata Suci kita... tidak hanya sembuh, tapi kualitas sihir di dalamnya menjadi sepuluh kali lebih pekat!" gumam Komandan Elron gemetaran karena takjub.
Lin Mo mengibaskan kipas bambunya santai sambil menepuk-nepuk panggangan barunya yang berkilau.
"Nah, airnya sekarang sudah bersih. Malah jadi lebih segar buat bikin kuah sate celup besok pagi," kata Lin Mo terkekeh ramah.
Lin Mo lalu menunjuk ketiga penyusup yang masih linglung dengan kipas bambunya.
"Vex, Kaelen! Tangkap ketiga paman bertopeng ini! Lumayan, kita dapat tiga tenaga bantuan tambahan buat bantu iris bawang merah besok pagi!" perintah Lin Mo.
"Siap dilaksanakan, Master!" seru Vex dan Kaelen penuh semangat langsung menerjang dan mengikat ketiga penyusup yang sudah tidak memiliki daya tahan mental lagi.
PING!
[Sistem Angkringan Ilahi: PENYELAMATAN MATA AIR SUCI SELESAI!]
[Menerima Hadiah Misi:]
[Poin Arang +5.000]
[Bahan Baku Terbuka: Air Murni Pemungut Jiwa (Kualitas Surgawi)]
[Peningkatan Kepercayaan Kerajaan Hutan Abadi: 100% (Maksimal)]
[Total Poin Arang Saat Ini: 7.950 Poin]
Putri Aethelgardia melangkah mendekati Lin Mo dengan mata berbinar-binar dipenuhi rasa haru dan cinta yang sangat mendalam.
"Master Lin Mo... Saya benar-benar tidak tahu bagaimana harus membalas seluruh kebaikan dan keajaiban yang telah Anda berikan pada kerajaan kami," ucap Sang Putri memegang tangan Lin Mo dengan lembut.
Lin Mo tertawa ramah. "Sama-sama Nona Putri. Balasannya gampang kok: besok pas perjamuan, makan satenya yang banyak ya!"
Sang Putri Elf tertawa merdu, menganggukkan kepalanya dengan anggun.
Di puncak Istana Pohon Kehidupan, Tetua Eldrin dan Raja Elf yang menyaksikan seluruh kejadian itu melalui cermin sihir saling menatap dengan wajah penuh rasa kagum dan hormat.
"Manusia itu... bukan sekadar koki," gumam Raja Elf tersenyum tulus. "Dia adalah Dewa Pelindung yang dikirimkan langit untuk benua kita."
Malam yang menegangkan itu pun berakhir dengan kemenangan mutlak bagi tim Angkringan Dewa Mo.
Dengan panggangan otomatis Level 3 yang baru dan air suci yang telah dimurnikan, Lin Mo siap menyambut pagi hari dan menggelar Perjamuan Mistik paling spektakuler yang pernah ada di dunia asing!