NovelToon NovelToon
Jejak Kaki Di Kotaku

Jejak Kaki Di Kotaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: A.T. Setiawan

Menelusuri lorong kota itu setelah sekian lama meninggalkannya mengusik ingatanku.

Beberapa tempat yang tak berubah, mengingatkan sebagian kisah masa laluku yang menempaku menjadi seperti sekarang .... Laki-laki yang masih tetap menjadi dirinya sendiri.

Aku bisa selembut kapas dan berubah sekeras batu padas seiring kedewasaan hidupku yang dikelilingi kepalsuan dan intrik penumpang gelap di sekitarku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.T. Setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Saling Berbalas

Tenda panitia cukup besar untuk memuat sekitar 20 orang di dalamnya. Mirip tenda barak militer yang pernah kulihat di rumah sakit tentara DKT dekat rumah ku.

"Masuk dulu dik !" Dua kakak kelas panitia menyambut kami di depan tenda itu lalu menyuruh kami masuk.

Aku duduk bersebelahan dengan Eliza. Arin dan Sarah duduk di hadapan kami berdua. Meja besar dan panjang yang membatasi duduk kami cukup nyaman saat Aku menelungkup kan tangan di atasnya.

"Makasih ya dik atas kedatangannya," suara lembut kakak panitia perempuan mengalihkan pandanganku ke arahnya.

"Tumben nih kakak kelas gak ngomel ngomel," ujar hati kecil ku.

"Sama-sama kak." Eliza membalas sapaan kakak panitia itu.

"Saya kak Riska, kebetulan jadi ketua kemah bakti ini," katanya lembut. Pandangan teduhnya berputar satu satu menatap kami.

"Nah kalau semua kakak panitia kayak gini Aku pasti betah kemah setiap malam Minggu." Membalas tatapannya, Aku mulai beralih pikiran tentang kemah bakti yang semula kupikir sangat menyebalkan.

"Agenda besok pagi sangat padat dik. Kakak minta bantuan kalian untuk mengkoordinir acara pemberian bantuan sosial setelah kita menghadap pak Kades dan semua perangkat." Riska mulai membuka percakapan. "Jika tidak ada halangan sorenya kita adakan pertandingan sepak bola dengan pemuda setempat." Dia meneruskan lagi paparan rencana acara besok.

Eliza dan Aku diberi tugas secara simbolis menyerahkan bantuan ke pak Kades. Sedangkan Arin dan Sarah kebagian tugas membagikan bantuan sembako ke rumah-rumah yang sudah terdata bareng Karang Taruna desa Tumiyang.

"Selesai itu kita semua melakukan bersih-bersih lingkungan fasilitas umum dan melakukan pengecatan .... Ada pertanyaan ?" Setelah sekitar lima menit, Riska mengakhiri pengarahannya.

"Tanya tentang pertandingan sepakbola kak. Kita main beneran atau sekedar fun games ? Soalnya saya pikir tidak ada acara itu." Aku yang sama sekali tak siap dengan seragam dan sepatu bola tentu saja ragu jika memang dilibatkan di pertandingan itu.

"Kebetulan pak Kades dan pak Tarjo Kepala Sekolah kita teman satu kampus dulu, dan keduanya menyukai sepakbola .... Tentu saja kita main full team," jawab Riska.

"Seragam dan sepatu sudah siap kak ?" tanya ku lagi.

"Justru itu kesempatan buat kedua tim saling unjuk kemampuan yang sebenarnya. Pak Tarjo dan pak Kades sudah siapkan semuanya. Tinggal kumpulkan data ukuran seragam dan sepatu buat dipakai besok," jawab Riska, "eh, kamu Pras kan ?" Tiba-tiba dia mengalihkan pembicaraan ke arah ku.

"Ya kak. Ada yang bisa saya bantu ?"

"Main yang sportif besok .... Kamu jadi kapten tim loh .... Tadi kami semua membicarakan mu." Riska tersenyum ke arahku.

Aku yang tak menyangka setiap orang di sekolah kini semakin mengenaliku tentu saja tergagap.

"Membicarakan akting ngawur di lomba tadi kak ?" Merasa semakin akrab, Aku mencoba menyamankan semua dengan obrolan ringan.

"Tentu saja .... Hihihi ...." seperti dugaan ku, Riska tertawa lepas teringat lomba ngeceng yang ku ikuti," tapi kami semua sudah tahu juga tentang permainan bola mu. Makanya kakak berharap besok tim kita gak bikin malu dan rusuh," ujarnya lagi.

"Tuh dengerin Pras. Jauhkan si tengik Erwin dari pertandingan !" Belum apa-apa Eliza sudah mengingatkan ku untuk waspada terhadap ulah Erwin.

***

"Selamat malam adik-adik."

Kami semua terkejut dan berdiri saat tiba-tiba saja pak Tarjo masuk ke dalam tenda bersama sosok laki-laki yang sebaya dengannya.

"Selamat malam pak," jawab Riska yang tak menyangka kedatangan Kepala Sekolah kami.

"Kami cuma sebentar kok .... Cuma tengok kalian, lalu ke tempat pak Kades," jawab pak Tarjo. "Jangan lupa data ukuran sepatu dan seragam paling lambat besok pagi sudah ada di kantor saya ya," ujar pak Tarjo lagi sambil menyalami kami.

"Baik pak. Selesai ini saya minta Pras untuk mengumpulkan data yang bapak minta," jawab Riska.

Eliza mencolek pinggang ku, "sssst .... tuh sohib tengik mu kok ikut pak Tarjo sih ?"

"Waduh," bisik ku.

Melihat si jabrik Erwin menyeringai ke arah kami dari arah belakang pak Tarjo dan pak Kades tentu saja membuat kami bertanya-tanya. Apalagi dia pamer jari telunjuk dan jari tengahnya ke arah ku sebagai simbol kemenangan dengan pongahnya.

"Besok biar Erwin dan Arin yang ambil seragam dan sepatu ke sekolah untuk dibagikan," kata pak Tarjo tegas sambil beringsut ke luar tenda. "Bapak mau ketemu dulu dengan perwakilan pemuda sini. Silaturahmi dan kenalan antar wakil suporter biar penonton tertib besok."

Tentu saja Arin yang mendengar kata-kata pak Tarjo mendelik sengit ke arah Erwin. Sembunyi-sembunyi dia mengepalkan tangan ke arah Erwin yang dibalas dengan kedipan penuh kepuasan si jabrik ....

***

"Brengsek banget si Erwin. Kok bisa-bisa nya ya pak Tarjo nurut," umpat Arin saat kami bergegas keliling beberapa tenda mengumpulkan data anggota tim bola yang diminta Riska.

Aku, Eliza, dan Sarah sontak tertawa mendengar keluhan Arin.

"Tinju aja Rin kalau besok si tengik itu macam-macam," ujar Eliza.

"Harus itu Rin ... otak sobek kayak dia kok bisa-bisanya ya jadi perwakilan suporter." Kali ini Sarah yang penasaran ikut berkomentar.

"Hush .... kamu belum tahu semua sih tentang si jabrik." Kini saatnya Aku memberi kejutan kepada ke tiga bocah perempuan itu.

"Dah gak usah bela dia Pras," potong Eliza.

"Bukan bela dia Liz. Apa kamu masih belum cukup paham penderitaan ku sih jika dia mulai kumat ?" Tentu saja Aku coba mengelak dari tuduhan Eliza.

Ada hal-hal yang bisa ku ungkap tentang si jabrik, tapi kebanyakan sih ku tutup rapat tentang semua ulahnya.

Mendengar keluhan ku, ketiga bocah perempuan itu semakin terpingkal mentertawakan kesialan ku.

"Pak Tarjo itu om Erwin loh ...." kataku datar.

"Hah ! Yang bener Pras ?!'

Mendengar penuturan ku tentang hubungan pak Tarjo dan Erwin ketiganya terperangah.

"Waduh .... Pantesan enteng aja pak Tarjo menyuruh Srikandi mendampingi Arjuna .... hihihi ...." kali ini Sarah tertawa ngakak menggoda Arin yang masih belum percaya apa yang barusan ku ungkap kan.

"Arjuna rongsok otak sobek !" Arin mendengus kesal.

"Dari SD dulu dia sudah berusaha memanah hatimu loh Rin." Kini gantian Aku menggoda Arin.

"Pret !" Arin semakin terpojok tak bisa berkata lagi menghadapi keroyokan kami bertiga.

"Woy pren .... sudah matang nih ayam panggang kita !"

Mendekati tenda sangga ku, teriakan Tato mengalihkan olok-olok kami ke Arin.

"Wah sepertinya enak nih," seloroh Arin yang mencium aroma bakaran dengan bumbu-bumbu dari arah belakang tenda setelah kami mendekat.

Tenda sangga Yos Sudarso terpencil di ujung lapangan dekat parit kecil. Hanya itu tempat yang tersisa setelah kami telat mendirikan tenda akibat menyelesaikan sanksi hukuman gara-gara tragedi ayam dan kecrekan seperti yang sudah ku singgung di awal.

Bagusnya tempat itu malah membuat kami tak terlalu terlihat dari tenda kakak panitia yang berada di ujung lain lapangan.

"Siapa yang masak nih ?" tanyaku sambil membagikan piring ke arah Eliza, Arin, dan Sarah yang akhirnya mau mampir setelah tahu Erwin masih sibuk dengan urusan temu wakil suporter di Balai Desa.

"Ya yayang nya Arin toh," jawab Firman ngakak.

"Semprul kamu To !" balas Arin mendelik.

"Eh tapi enak juga loh," kata Sarah yang mulai mencicip.

Ayam jago yang dibawa Firman cukup besar. Potongan yang dibuat Erwin juga lumayan patut untuk dimakan kami semua.

"Eh .... sisain kepala, ceker, sama brutu nya aja buat si jabrik .... sambalnya tambahin sepedas mungkin buatnya." Kali ini ada peluang Aku membalas dendam ke bocah gemblung itu ....

***

*Karang Taruna : Organisasi sosial kepemudaan di Indonesia yang dibentuk oleh masyarakat untuk mewadahi generasi muda dalam mengembangkan diri serta mencapai kesejahteraan sosial.

*Ceker : kaki ayam

*Brutu : bagian ekor ayam.

1
Dhatu Lukita
⭐5 sama 🌹 buatmu thorr,💪💪💪
Dhatu Lukita
ahhh matakuuu 😄. kukira ngac*ng🤭🙏
Wawan: 🤭🤭🤭... ada tuh di Gugel ngeceng ... tren 80an .... sekarang jadi mejeng kali biar gak salah baca 😄🤣
total 1 replies
Dhatu Lukita
🌹❤️
Dhatu Lukita
klo di daerah ku ndableg itu nakal, heheheh
Wawan: angel dikandani 😄✍️
total 1 replies
Dhatu Lukita
oh iya2 ceritanya tahunny masih dibawah 2000 ya, jaman dulu kata mak sih udh banyak uang 200 rupiah ya bang.
Wawan: SD sangu masih 5 perak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dhatu Lukita
menjejeli wae lo😄
Dhatu Lukita: nyuweni og😄
total 2 replies
Wawan
Gug gug ✍️
Zed Analytical Number Nine
boy itu hewan apa?
penulismisterius
ini walaupun latarnya tahun 80, tapi jokes dan ceritanya tidak lekang oleh waktu. tetap cocok di baca kapanpun 🐳🐳
hehe ada ada aja kelakuan Pras sama teman-temannya
Wawan: Tengs atensi nya .... 💪✍️
total 1 replies
penulismisterius
tolong Erwin di karungin dulu, biar tidak mengganggu Eliza🐳
Wawan: 🤣🤣🤣... mau bagaimana lagi .... dalam satu tongkrongan pasti ada biang kerok
total 1 replies
penulismisterius
ternyata ospek jaman dulu begini😭,
sebagai gen z merasa bersyukur karena ospek paling pake name tag kardus, cari tanda tangan osis, 😭😭🐳
Wawan: Wah pokoknya penuh dengan rasa dendam turun temurun 🤣✍️
total 1 replies
SenandikaMaret
malah jadi bahan tontonan 😅
Wawan: bocah laki-laki baru gede tahun 90an ya kayak gini hiburannya sebelum ada hp dan segala macam digital
total 1 replies
SenandikaMaret
berita bohong itu biasanya emang lebih dipercaya 😂 sabar yaa 🤣
Wawan: Begitulah putih abu-abu .... menyenangkan👍
total 1 replies
penulismisterius
3 kali bunga mawar untuk pras, semangat terus thor updatenya
penulismisterius: yoiii sama-sama , thor wawan
total 2 replies
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Bagi dong beberapa ekor
Tio Buki
Ayuk, kemana
Tio Buki
Hahaha. Hahaha.Hahaha...
Tio Buki
Eh, malah minta tolong dia
Tio Buki
Rasain kamu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!