Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 Tertangkap
"Lavanya saya turun terlebih dahulu!" Mike membuka sabuk pengamannya dengan buru-buru dan langsung turun dari mobil ketika mobil itu berhenti Restaurant.
"Kak Mike!"
Lavanya bahkan belum sempat mengatakan apapun dan sudah melihat kepergian suaminya yang berlari memasuki Restaurant.
Mike ternyata bertemu dengan klien.
"Tuan Charles maafkan saya!" Mike sudah sampai di depan pria yang saat ini sedang duduk dengan raut wajahnya tampak kecewa.
"Jika datangnya dari rumah lebih awal dan mungkin tidak akan terkena macet," ucap pria itu memberi sindiran sedikit.
"Tuan saya benar-benar minta maaf, sudah membuat Anda menunggu terlalu lama!" Mike merasa bersalah dan melihat kemarahan yang jelas pada raut wajah kliennya itu.
"Ini semua kesalahan saya," tiba-tiba terdengar suara pengakuan yang membuat kedua pria itu melihat ke arah suara yang tak lain adalah Lavanya yang berdiri di belakang Mike dan kemudian melangkah mendekati suaminya dan saat ini berdiri di hadapan klien dari suaminya itu.
"Saya benar-benar minta maaf tuan dengan apa yang terjadi. Karena tadi saya mengajak suami saya berbicara sehingga membuang waktunya sebanyak 5 sampai 10 menit dan jika tadi suami saya langsung buru-buru pergi tuan sudah pasti hal ini tidak akan terjadi," ucap Lavanya.
"Kamu siapa?" tanya Charles.
"Ini istri saya," sahut Mike mengenalkan diri.
"Oh istri tuan Mike!" Charles langsung berdiri dari tempat duduknya dengan mengulurkan tangan, Lavanya tersenyum dan menyambut uluran tangan tersebut.
"Saya Lavanya Tuan, saya istri dari pak Mike," ucapnya tampak ramah memperkenalkan dirinya yang membacakan mengangguk-anggukkan kepala terkesima dengan kecantikan Lavanya.
"Ya, saya mengetahui bahwa tuan memang sudah menikah dan selama ini tidak tahu istri tuan seperti apa, ternyata tuan Mike memiliki istri yang sangat cantik, pantas saja terlambat datang menemui saya karena diajak mengobrol oleh bidadari sudah pasti tidak akan mengingat waktu," ucap Charles dengan guyonan Mike tertawa kecil.
"No problem, ini hanya masalah kecil, tidak ada yang perlu meminta maaf, saya juga baru saja tiba," Charles tiba-tiba saja berubah moodnya juga kembali dan aura kemarahannya sudah tidak terlihat lagi.
"Nona....."
"Lavanya...." Lavanya melanjutkan kalimat tersebut dengan memperkenalkan dirinya.
"Nona Lavanya istri yang benar-benar hebat, ada di saat suaminya kelimpungan memberi alasan, ya pasangan suami istri memang harus selalu kompak, saya jadi iri dengan pernikahan kalian," sahut Charles.
"Hmmmm, oke kalau begitu kita langsung saja membicarakan kontrak pekerjaan kita tuan," sahut Charles tidak ingin basa-basi.
"Kalau begitu saya permisi dulu!" sahut Lavanya tidak ingin mengganggu pekerjaan.
"Nona Lavanya ikut saja bergabung dengan kami, ini hanya masalah pekerjaan yang tidak ada pembicaraan hal-hal lain, siapa tahu dengan keberadaan Nona Lavanya membuat suami Nona lebih semangat lagi tim pekerjaan berjalan dengan baik," sahut Charles.
"Apa keberadaan saya justru tidak mengganggu?" tanya Lavanya.
"Kalau saya sendiri tidak keberatan, tetapi saya tidak tahu dengan suami Anda," jawab Charles melihat ke arah Mike.
"Saya juga tidak keberatan sama sekali," jawab Mike membuat Lavanya tersenyum.
Mike menarik kursi dan mempersilahkan istrinya untuk duduk. Akhirnya pembicaraan meeting tersebut dimulai.
Semua berjalan dengan lancar dengan kontrak yang sama-sama mereka tandatangani walau tidak ada sekretaris sebagai pendamping dari kedua rekan bisnis tersebut.
Kerja sama berjalan dengan baik dan bahkan di akhir pembicaraan itu, ketiga orang tersebut saling berdiri dengan berjabat tangan, semuanya berjalan dengan semestinya tanpa ada permasalahan lain.
Setelah bertemu dengan klien yang hampir saja kecewa karena terlambatnya Mike. Lavanya dan Mike kembali ke kantor dengan keduanya sama-sama turun dari mobil memasuki area lobby.
"Makasih ya Lavanya!" ucap Mike melihat istrinya sembari berjalan di sebelahnya.
"Makasih untuk apa?" tanya Lavanya.
"Untuk semuanya, kamu sudah membantu saya berbicara tuan Charles, beliau tidak marah dengan saya datang terlambat dan padahal beliau adalah orang yang sangat disiplin waktu, mungkin jika tadi kamu tidak ada dan bisa saja beliau mengakhiri pertemuan itu tanpa ada kerjasama," jawab Mike.
"Kak Mike berlebihan jika harus mengucapkan terima kasih, lagi pula apa yang Lavanya katakan memang benar, jika saja tadi Lavanya tidak mengajak kak Mike berbicara dan mungkin saja kak Mike sudah datang tepat waktu," jawab Lavanya.
"Tuan Charles menyukai kamu dan mungkin karena itu beliau melanjutkan kerjasama tanpa tersinggung dengan keterlambatan saya. Lavanya kamu membawa keberuntungan ketika berada di sisi saya," ucap Mike membuat Lavanya menghentikan langkahnya dengan saling melihat dengan Mike.
"Benarkah?" tanya Lavanya sedikit tersentuh dengan pernyataan suaminya yang sangat manis.
"Hmmmm, saya harus jujur jika belakangan ini ketika kamu berada di sisi saya, banyak hal baik yang terjadi pada saya, saya tidak terlalu frustasi memikirkan pekerjaan yang padahal pekerjaannya hanya itu-itu saja," jawab Mike.
"Makasih kak Mike, sudah mengatakan seperti ini kepada Lavanya," sahut Lavanya.
"Ayo masuk!" ajak Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala dengan mereka memasuki lift dan sudah tiba di lantai ruangan Mike.
Sekretaris Mike Naomi berdiri dari tempat duduknya ketika pimpinannya itu ingin memasuki ruangannya membuat Naomi menundukkan kepala. Lavanya hanya sekedar tersenyum menyapa sekretaris suaminya.
"Wau, mereka datang berdua, sepertinya akan ada tontonan yang menarik, sayangnya aku tidak bisa menontonnya," batin Naomi tersenyum penuh arti.
Ceklek..
Pintu ruangan Mike terbuka.
"Mike,"
Mike kaget ketika Arumi berada di ruangannya dan bahkan duduk di atas meja dengan kakinya disilang, pakaiannya yang tampak seksi memperlihatkan belahan pahanya seperti wanita yang sudah tidak sabar ingin disentuh tampak begitu agresif.
Tetapi Arumi juga kaget ternyata Mike tidak datang sendirian melainkan bersama dengan Lavanya yang melihat bagaimana tingkah sahabatnya itu yang semakin menjijikkan.
"Lavanya...." Arumi seketika menjadi panik dan memperbaiki posisi duduknya.
"Aku....." Arumi kemudian dengan cepat turun dari atas meja.
"Kamu ngapain Arumi di ruangan suami saya, sampai duduk di atas meja seperti itu, kamu seperti tidak punya sopan santan," ucap Lavanya.
Arumi kaget mendengar pernyataan itu, seperti sebuah sindiran dan peringatan kepadanya.
"Hah!" sahut Arumi.
"Oh tadi aku ingin bertemu dengan Mike," jawab Arumi dengan gugup.
"Bagitu, sekarang kalian sudah bertemu, memang apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Lavanya.
Mike berusaha untuk tenang, padahal jantungnya berdebar dengan kencang atas keberadaan Arumi secara tiba-tiba yang berada di dalam ruangan.
Naomi sebelumnya sudah mengatakan kepada Arumi bahwa Mike tidak ada di dalam, Naomi juga tidak mengijinkan Arumi untuk memasuki ruangan, tetapi Arumi keras kepala dan sekarang mendapatkan karma di pergoki istri sah.
Bersambung....
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga