Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?
Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.
apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?
guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex⁴
7 tahun telah berlalu.
Teknologi berkembang pesat. gedung-gedung pencakar langit memenuhi pusat kota, dan berbagai negara mulai menunjukkan kemajuan ekonomi yang naik drastis.
Jalanan dipenuhi kendaraan modern, layar-layar digital raksasa menghiasi sudut kota, sementara pusat bisnis internasional semakin ramai oleh aktivitas para investor dan perusahaan besar dunia.
Malam itu, suasana kota New York terlihat hidup seperti biasanya.
Cahaya lampu gedung memantul indah di permukaan jalan yang basah setelah hujan ringan.
Di setiap layar besar yang terpasang di tengah kota, berita utama terus diputar tanpa henti.
"Presiden Amerika kembali mengumumkan pembangunan investasi besar-besaran di berbagai sektor industri global.”
Suara pembawa berita terdengar jelas dari layar televisi di sebuah gedung pusat bisnis.
Proyek investasi tersebut disebut menjadi salah satu langkah terbesar dalam sejarah modern Amerika.
"Keputusan ini diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Amerika sebagai pusat ekonomi dunia dan membuka jutaan lapangan pekerjaan baru,” lanjut sang reporter.
"semenjak Presiden Amerika yang baru, kami rasa negara Amerika semakin maju. Kami warga New York begitu bangga memiliki presiden hebat sepertinya" ucap salah satu penduduk yang diwawancarai.
Pasar saham internasional melonjak drastis sejak pengumuman itu dirilis.
Banyak perusahaan besar mulai memperluas jaringan bisnis mereka ke berbagai negara, menciptakan perkembangan ekonomi yang begitu cepat.
Kota-kota besar dipenuhi pembangunan baru, sementara hubungan kerja sama antarnegara semakin kuat.
"Keputusan Presiden Dirgantara dinilai berhasil membawa pertumbuhan ekonomi global meningkat drastis dalam kurun waktu lima tahun terakhir.” lanjut sang reporter.
"demikian berita terkini, mohon ditunggu berita selanjutnya"
Sementara itu, di lantai tertinggi gedung kepresidenan pribadi miliknya, seorang pria berdiri menghadap jendela besar dengan pemandangan seluruh kota New York.
Jas hitam mahal membalut tubuh tegapnya, sementara sorot matanya tetap dingin meski dunia tengah memujanya.
"Tuan, besok pagi nona Lyora kemari"
"Zayn, beritahu resepsionis dibawah dan juga keamanan untuk memberikan kebebasan pada tunanganku setiap datang kesini"
"baik tuan"
"buatkan dia kartu khusus agar dia mudah masuk kesini tanpa larangan dari siapapun"
Zayn kembali mengangguk, sementara Dirga kembali menatap kearah jendela menatap banyaknya gedung-gedung yang saling berlomba untuk mencapai gedungnya yang tinggi.
"apakah ada lagi yang anda butuhkan, tuan?"
"tidak ada, aku hanya ingin pulang dan beristirahat"
Asisten Zayn kemudian pergi meninggalkan atasannya sendirian didalam ruangan.
Sebelum Dirga bergerak dari tempatnya, ia kembali menatap kearah jendela namun kali ini tatapannya tertuju pada sebuah danau yang terlihat begitu jauh namun sangat jelas dimatanya.
Ia terdiam sejenak sebelum akhirnya menghela nafas dengan berat.
"7 tahun, setelah perpisahan kita mengapa aku masih belum berhasil menghapus mu dari ingatanku" lirihnya pelan lalu kemudian ia berbalik dan meraih jas nya diatas kursi.
saat ia keluar dari gedung, mobil mewahnya sudah ada disana. Pengawal membukakan pintu mobil untuknya.
dalam perjalanan, ia teringat sesuatu. "asisten Zayn"
"ya tuan?" asisten menatapnya dari kaca spion.
"bawa aku ke danau"
"tapi ini sudah malam tuan, anda harus segera beristirahat untuk melakukan rapat penting dengan para dewan besok"
"hanya sebentar, tidak begitu lama"
"baik tuan"
Mobil mewah itu menuju sebuah danau di kota.
Ketika sampai disana, Dirga langsung turun dan mendekati sebuah pondok kayu yang terlihat sedikit usang karena sudah berdiri sangat lama disana.
Dirga menatapnya begitu lama, hingga tatapannya teringat pada perkelahiannya antara dia dan juga mantannya.
"apakah kamu sekarang baik-baik saja" ucapnya pelan lalu kemudian ia menatap kearah danau yang tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Bersambung.....
Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃