NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Minggu malam pun datang dengan tenang. Lampu kamar anak-anak menyala temaram, menyelimuti ruangan dengan warna kuning hangat. Erza sudah mengenakan piyama, duduk bersandar di kepala ranjang sambil memeluk bantal. Di sisi lain, Elora sudah berbaring sambil membawa buku cerita bergambar kesukaannya.

“Mommy,” kata Erza lebih dulu, nadanya penuh tuntutan manja, “bacain kisah Nabi Sulaeman sama burung hud-hud, ya.”

“Ngak!” Elora langsung duduk. “Elora mau cerita Kancil sama Pak Tani!”

“Baca cerita tentang Nabi Sulaeman!”

“Si Kancil dan Pak Tani!”

Kedua anak kecil itu sama-sama memasang wajah galak, tidak mau mengalah.

Azalea yang berdiri di antara mereka terdiam. Ia tersenyum tipis, mencoba menengahi. “Bagaimana kalau satu dulu, nanti satu lagi?”

“Enggak mau!” kata mereka hampir bersamaan.

Erza menyerahkan bukunya ke Azalea. “Ini dulu. Ini ceritanya penting.”

“Elora juga mau,” Elora cemberut, matanya mulai berkaca-kaca. “Mommy pilih Elora!” Dia juga menyodorkan bukunya ke tangan Azalea.

“Mommy, please! Pilih punya aku,” ucap Erza dengan tatapan memohon.

“Mommy, enggak sayang sama aku, ya?” Mata Elora sudah siap meneteskan air matanya.

Azalea menghela napas pelan. Ia jongkok di antara mereka, mengusap kepala dua-duanya.

“Mommy enggak pilih siapa-siapa,” ucapnya lembut. “Mommy sayang kalian berdua.”

“Kalau begitu baca punya aku!” ucap Erza dan Elora bersamaan. Namun, tetap saja tak satu pun mau mengalah.

Suara perdebatan kecil itu terdengar sampai ke lorong. Enzo yang baru saja selesai merapikan laptopnya di ruang kerja berhenti melangkah. Ia menoleh ke arah kamar anak-anak, lalu mendekat.

“Ada apa?” tanya Enzo sambil berdiri di ambang pintu.

Erza langsung mengadu. “Daddy, Elora enggak mau mengalah.”

“Kakak juga!” balas Elora cepat.

Azalea menoleh ke Enzo dengan wajah sedikit lelah, tapi tetap tenang. “Mas Enzo, boleh minta bantuan?”

Enzo mengangkat alis. “Bantuan apa?”

“Mas bacakan cerita untuk Erza,” ujar Azalea hati-hati. “Tentang Nabi Sulaeman dan burung hud-hud. Aku bacakan cerita Kancil untuk Elora.”

Enzo terdiam. “Membacakan cerita?” Ia menelan ludah, tapi kemudian mengangguk. “Baik.”

Erza langsung berseri. “Yey, Daddy yang bacain!”

Enzo duduk di tepi ranjang, mengambil buku dari tangan Erza. Azalea duduk di sisi lain, menarik Elora ke pangkuannya dan membuka buku cerita bergambar.

“Siap?” tanya Azalea lembut dan Elora mengangguk senang.

Enzo membuka halaman pertama dan mulai membaca. “Pada suatu hari Nabi Sulaeman memiliki kerajaan yang besar.”

Nada suara Enzo datar. Tanpa naik-turun. Tanpa jeda emosi. Seperti sedang membaca laporan keuangan.

Azalea menahan senyum menahan geli.

Erza mengernyit. “Daddy, kok ceritanya kayak robot?”

Enzo berhenti membaca. “Memangnya harus bagaimana?”

“Harusnya seru,” protes Erza. “Ini kan tentang burung hud-hud yang bisa ngomong!”

Enzo melanjutkan membaca, tetap dengan nada yang sama.

Beberapa saat kemudian, Erza menghela napas kesal. “Dibacakannya sama Mommy aja, deh.”

Azalea menoleh. “Sama Daddy dulu, ya, Kak. Mommy lagi bacain punya Elora.”

Namun, Erza menggeleng keras. “Enggak. Daddy bacanya bikin merinding.”

Elora terkikik kecil di pangkuan Azalea.

Enzo terdiam, lalu menutup buku pelan. Ada rasa canggung di wajahnya, tapi juga penerimaan. “Baik,” katanya singkat. “Mommy kamu memang lebih jago.”

Azalea tersenyum menenangkan, lalu setelah Elora mulai menguap dan matanya memberat, ia menutup buku Kancil. Elora sudah setengah tertidur ketika Azalea menyelimutinya. Nanti, anak kecil itu akan dipindahkan ke kamar sebelah.

“Sekarang giliran Erza,” ucap Azalea lembut.

Wanita itu berpindah ke sisi Erza, membuka buku kisah Nabi Sulaeman. Suaranya berubah hangat, hidup, dan penuh intonasi.

“Nabi Sulaeman itu raja yang sangat adil,” ucap Azalea perlahan. “Beliau bisa berbicara dengan hewan. Suatu hari, burung hud-hud datang membawa kabar penting.”

Erza menyimak dengan mata berbinar. “Kenapa burungnya enggak takut sama Nabi Sulaeman dan jin?” tanyanya.

“Karena Nabi Sulaeman itu bijaksana,” jawab Azalea sambil tersenyum. “Beliau tidak suka menyakiti makhluk Allah.”

Erza terdiam, lalu mengangguk pelan.

Di sudut kamar, Enzo duduk di kursi kecil sambil memangku Elora yang sudah tertidur pulas. Kepala gadis kecil itu bersandar di dadanya, napasnya teratur.

Enzo tidak beranjak. Ia justru ikut mendengarkan. Cara Azalea membaca bukan hanya menyampaikan cerita, tetapi juga rasa. Setiap kata terasa punya tujuan. Setiap penjelasan diselipkan pelan, tanpa menggurui.

“Jadi,” kata Azalea lembut, “kalau kita punya kelebihan, kita harus pakai untuk kebaikan. Bukan untuk sombong.”

Erza menatapnya. “Berarti Daddy juga?”

Azalea tersenyum. “Iya. Daddy, Mommy, semua.”

Enzo menunduk sedikit, menatap Elora di pangkuannya.

Setelah cerita selesai, Erza sudah tampak mengantuk. Azalea menutup buku, lalu mendekat dan mengusap rambut anak itu. Ia berdoa pelan, hampir berbisik. Kata-katanya mengalir lembut, lalu ia meniupkan doa itu ke ubun-ubun Erza.

Enzo memperhatikan dengan saksama. “Apa yang kamu lakukan barusan ke Erza?” tanyanya pelan agar tak membangunkan anak-anak.

Azalea menoleh. “Itu aku bacakan doa.”

“Doa apa?”

“Supaya Erza jadi anak yang saleh, cerdas, dan selalu dilindungi Allah dari bahaya,” jawab Azalea tenang.

Enzo terdiam. Untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang tak pernah ia lakukan dan tak pernah ia ajarkan. Kini ia mengerti. Ternyata bukan karena keajaiban atau karena kebetulan. Tetapi karena setiap hari, setiap malam, ada doa yang dipanjatkan dengan tulus oleh Azalea untuk anak-anaknya.

Enzo menunduk, menatap kedua anaknya yang terlelap. Lalu menatap Azalea dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya, lebih lembut, lebih dalam. “Sekarang aku paham,” ucapnya lirih.

“Paham apa, Mas?” tanya Azalea.

“Kenapa anak-anak cepat berubah,” jawab Enzo jujur. “Bukan karena kamu memaksa, tapi karena kamu mendoakan.”

Azalea tersenyum kecil. “Anak-anak itu titipan. Kalau kita jaga dengan doa, Allah yang akan jaga sisanya.”

Enzo mengangguk pelan.

Malam itu, di kamar kecil yang hangat, tidak ada pertengkaran. Tidak ada jarak. Hanya seorang ayah yang mulai belajar hadir. Dan seorang ibu yang mencintai dengan caranya sendiri, lembut, tenang, dan penuh doa.

***

Semoga hari ini bisa crazy up.

1
Dini Anggraini
Enzo Azalea sekarang hamil besar semoga kamu cepat angkat tlv istrimu sebelum semua terlambat seperti jasmine saat itu pendarahan di temukan Erza keesokan harinya saat jasmine sudah meninggal. Karena hamil muda saja gak boleh stress berlebihan bisa keguguran apalagi hamil tua bisa bahaya, jangan mentang2 kamu menyesal telantarkan jasmine kamu juga abaikan tlv Azalea juga. 🙏🙏😍😍😍
Ruwi Yah
jangan sampai kamu kehilangan untuk kedua kalinya enzo kebetulan posisi keduanya sama2 sedang hamil besar
Ariany Sudjana
Enzo penyesalan selalu datang terlambat, dan semoga dengan kamu mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama, dengan mengabaikan Azalea seharian penuh 😄
dewi wijayanti
❤️❤️❤️❤️
Arwondo Arni
berziarah ke makam Jasmin biar hatinya lapang dan Jasmin maafin,mungkin kl kamu cerita Lea kamu akan didiemin Lea Krn mengabaikan kakaknya yg hamil besar
Arwondo Arni
semoga Kel mama Elsa atau Kel kecil Enzo terhindar dr niat jahat karmila
dewi wijayanti
lea❤️❤️❤️
ken darsihk
Pengalaman terdahulu adalah guru terbaik dan untuk itu , belajar lah dari pengalaman itu jangan sampai penyesalan itu hadir lagi
Angkat telpon nya Azalea, Enzo
Esther
Tragis nasibmu Jasmine.
Dan kebenaran baru terungkap saat ini, membuat Enzo hidup dalam penyesalan.
Apa reaksi Azalea kalau tahu kakaknya meninggal, karena kecerobohan Enzo
sunaryati jarum
Lanjuut
ken darsihk
Nah ini dia yng menjadi penyesalan Enzo selama ini , dia tidak mempercayai Jasmine dan itu penyesalan Enzo yng terus menghantui hidup nya
Sugiharti Rusli
semoga apa yang terjadi pada mendiang Jasmine dulu jadi pelajaran yah bagi Enzo, dan beruntung saat sekarang Azalea tertimpa gosip video editan, Enzo bergerak cepat dan cari tahu kebenarannya terlebih dulu dan memang sang istri hanya jadi korban pihak yang tidak bertanggung jawab
Sugiharti Rusli
pengorbanan Jasmine ga sia", meski nyawa nya sendiri jadi taruhannya demi sang putri
vania larasati
lanjut
Sugiharti Rusli
yah pada akhirnya penyesalan datang belakangan bagi Enzo, sebetulnya dia masih beruntung tidak kehilangan Elora juga saat itu,,,
Sugiharti Rusli
dia lebih percaya gambar tak bergerak dibandingkan istrinya sendiri saat itu,,,
Sugiharti Rusli
semua berasal dari praduga sih yah, dan kemarahan menutup pintu hati Enzo saat itu,,,
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!