NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:290.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Setelah film selesai, lampu studio perlahan menyala kembali. Suara kursi yang bergeser mulai terdengar dari berbagai arah, disusul obrolan penonton yang ramai membahas adegan film tadi.

Namun Arkatama dan Kemuning justru sama-sama diam beberapa saat.

Entah kenapa suasana di antara mereka terasa berbeda setelah keluar dari studio. Masih ada rasa hangat yang tertinggal. Masih ada debar aneh yang belum benar-benar hilang sejak tangan mereka saling menggenggam di dalam bioskop tadi.

Kemuning berdiri sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Sementara Arkatama pura-pura sibuk membawa cup popcorn yang tinggal sedikit karena tidak habis dimakan berdua.

Mereka berjalan keluar berdampingan melewati lorong bioskop yang ramai. Sesekali bahu mereka bersenggolan kecil, membuat Kemuning langsung salah tingkah sendiri.

Di luar gedung bioskop, suasana kota malam itu masih hidup. Lampu kendaraan memenuhi jalanan, suara orang-orang bercampur dengan musik dari kafe sekitar.

Arkatama melirik jam tangannya sebentar sebelum akhirnya menoleh ke arah Kemuning. “Mau langsung pulang?” tanyanya pelan.

Kemuning berpikir sebentar. Sejujurnya ia belum ingin malam itu cepat selesai. Sudah lama sekali ia tidak merasa senyaman ini bersama seseorang.

“Kalau enggak terlalu malam ...,” jawabnya pelan sambil tersenyum kecil.

Senyum Arkatama langsung melebar tipis. “Satu putaran taman kota?”

Kemuning mengangguk pelan. “Boleh.”

Mereka kembali naik motor menuju taman kota yang cukup terkenal di pusat kota. Sepanjang perjalanan, suasana di antara mereka terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya.

Kemuning kini tidak lagi hanya memegang ujung jaket Arkatama. Tangannya perlahan melingkar pelan di pinggang pria itu. Sementara Arkatama, tidak bisa menahan senyum sendiri sepanjang jalan.

Lampu-lampu kota memantul indah di jalanan malam. Udara dingin terasa nyaman menerpa wajah mereka selama perjalanan.

Begitu sampai di taman kota, suasananya ternyata masih ramai. Lampu hias kecil menggantung di sepanjang jalan setapak, membuat taman itu terlihat cantik dan hangat. Musik dari pengamen terdengar samar dari kejauhan.

Di dekat area air mancur, beberapa anak muda duduk melingkar sambil tertawa bersama. Ada pasangan yang berjalan sambil bergandengan tangan, ada juga yang duduk diam menikmati suasana malam. Minggu malam memang selalu terasa lebih hidup di tempat itu.

Arkatama dan Kemuning mulai berjalan pelan melewati jalur pejalan kaki yang dipenuhi cahaya lampu kekuningan. Awalnya mereka hanya berjalan berdampingan sambil mengobrol ringan tentang film tadi. Lalu, merembet kepada Aryasatya yang ternyata sengaja memilih film romantis.

Sampai Kemuning beberapa kali tertawa malu mengingat adegan-adegan tertentu di dalam bioskop.

“Kayaknya Arya sengaja deh,” gumam Kemuning sambil menahan senyum.

“Memang bocah itu enggak pernah bener.”

Kemuning tertawa kecil dan Arkatama diam-diam ikut tersenyum melihatnya. Pria itu menyukai suasana seperti ini, sederhana dan tenang, tetapi membuat hatinya terasa penuh kebahagiaan.

Saat mereka terus berjalan, tangan mereka beberapa kali tidak sengaja bersentuhan. Kadang hanya punggung jari. Kadang ujung tangan.

Hal kecil yang sebenarnya biasa, tetapi justru membuat jantung mereka sama-sama berdebar. Sampai akhirnya Arkatama menarik napas pelan. Lalu, memberanikan diri menggenggam tangan Kemuning. Pelan sekali, seolah takut membuat wanita itu terkejut.

Dan memang benar, Kemuning langsung sedikit menahan napas saat jemari hangat itu membungkus tangannya. Ia menoleh cepat ke arah Arkatama.

Pria itu tampak berusaha santai meski sebenarnya gugup. Tatapan mereka bertemu beberapa detik. Dan perlahan jemari Kemuning balas menggenggam tangan Arkatama. Senyum di wajah pria itu langsung muncul begitu saja. Bukan senyum besar, tetapi senyum kecil yang terlihat sangat tulus.

“Dingin?” tanya Arkatama pelan sambil tetap berjalan.

Kemuning menggeleng kecil. “Enggak.”

Arkatama melirik tangan wanita itu sebentar. “Terus kenapa tanganmu dingin?”

Kemuning langsung salah tingkah sendiri. Pipinya mulai memanas.

“Mas Arka suka godain aku.”

Arkatama tertawa kecil. “Karena kamu lucu.”

“Apanya yang lucu?!”

“Kamu kalau malu gampang ketahuan.”

Kemuning langsung menunduk sambil menggigit ujung bibir kecil menahan senyum. Sementara Arkatama, diam-diam semakin gemas melihat reaksinya.

Mereka terus berjalan pelan menikmati suasana malam. Sesekali Arkatama memperlambat langkah hanya supaya waktu mereka terasa lebih panjang.

Di atas sana, langit terlihat sangat indah. Bintang-bintang kecil tersebar samar menemani bulan sabit tipis yang menggantung tenang. Lampu taman memantul lembut di wajah Kemuning saat wanita itu mendongak melihat langit.

“Bagus banget malam ini,” gumam Kemuning pelan.

Arkatama justru sedang memandang wajah Kemuning. Di dalam hati, pria itu merasa malam ini memang indah, tetapi wanita di sampingnya jauh lebih indah dari semuanya.

Entah karena suasana taman yang terasa begitu hangat malam itu. Entah karena film romantis yang sejak tadi masih membekas di hati mereka. Atau mungkin karena perasaan yang selama ini dipendam akhirnya menemukan tempat untuk tumbuh dengan bebas.

Arkatama dan Kemuning sama-sama larut dalam momen tersebut. Mereka berjalan semakin pelan, seolah tidak ingin malam cepat berlalu. Tangan mereka masih saling menggenggam hangat. Sesekali jari Arkatama mengusap pelan punggung tangan Kemuning tanpa sadar, membuat wanita itu beberapa kali menahan senyum malu.

Langkah mereka akhirnya berhenti di dekat taman bunga kecil yang dihiasi lampu-lampu mungil berwarna kekuningan. Cahaya lampu itu membuat suasana terlihat lembut dan romantis. Bunga-bunga kecil di bawahnya tampak bergerak pelan tertiup angin malam.

Kemuning mendongakkan wajahnya ke langit. Mata wanita itu memandang bintang-bintang kecil yang tersebar samar di atas sana, ditemani bulan sabit tipis yang terlihat cantik.

“Cantik banget langitnya,” gumam wanita itu lirih.

Sejak tadi Arkatama sama sekali tidak melihat langit. Tatapannya justru terpaku pada wajah Kemuning yang terkena pantulan cahaya lampu taman. Rambut panjang wanita itu bergerak pelan di sisi wajahnya. Matanya terlihat berbinar lembut saat menatap langit. Bibirnya yang melengkung kecil membuat dada Arkatama terasa penuh oleh sesuatu yang sulit dijelaskan akan kecantikannya.

“Iya,” jawab Arkatama pelan.

Kemuning tersenyum kecil sebelum akhirnya menoleh. Begitu mata mereka bertemu suasana di sekitar seolah mendadak menghilang. Suara tawa orang-orang di taman terasa jauh. Musik pengamen yang sejak tadi terdengar samar perlahan seperti lenyap.

Yang tersisa hanya tatapan mereka. Dan detak jantung yang sama-sama mulai tidak tenang.

Arkatama menatap Kemuning cukup lama. Tatapannya begitu lembut sampai membuat napas wanita itu perlahan tertahan. Pria itu lalu mengangkat tangannya pelan. Jemarinya menyentuh sisi wajah Kemuning dengan hati-hati, seolah wanita itu sesuatu yang sangat berharga dan mudah pecah jika disentuh terlalu keras.

Kemuning langsung menahan napas kecil. Sentuhan itu terasa hangat dan lembut. Namun, anehnya membuat seluruh tubuhnya ikut berdesir.

“Kemuning ...,” panggil Arkatama lirih.

Suara pria itu terdengar rendah dan penuh perasaan.

Tatapan Kemuning langsung melembut. Setelah sekian lama hidup dalam luka dan kecewa, wanita itu merasa benar-benar dipandang dengan penuh sayang oleh seseorang. Bukan sekadar diinginkan, tetapi dihargai, disayang, dan dijaga.

Arkatama perlahan mendekatkan wajahnya. Gerakannya sangat hati-hati, tidak terburu-buru. Seolah memberi kesempatan jika Kemuning ingin mundur atau menolak.

1
zahrahaifa
bener arka mending ngejauh daripada kena getahnye si mantan sableng cari aman aja biarin aje yg onoh mencak2
mimief
tapi emang laki laki yg bener tu kaya gini.
selalu bisa memberikan garis yg jelas buat mantan.
karena dengan kata kasihan itu gerbang pertama yg bikin semuaa jadi abu abu
keren si kamu ar,aku suka gayamu 😍
Sri Widiyarti
kebiasaan di novel kenapa mantan selalu kembali dengan tidak tahu malunya 🤦🤦🤦
Mundri Astuti
bagus arka jangan biarkan masa lalu kembali merecoki keluarga kamu yg skrg, kemuning mau menerima Arya itu poin pentingnya arka, sehingga bisa harmonis, masa lalumu tdk bisa kehadiran Arya di rmh tanggamu yg dulu
Jetva
keren..
Jetva
SUDAH BENAR ARKA RAK TANGANI KASUS TAMARA...DIPERSIDANGAN BISA SAZA MOMEN ITU DIPAKAI UTK MENGHUJAT BALIK TAMARA N ARKA..SECARA RAMLI DULU SELINGKUH DGN TAMARA..BISA SAZA ADA TUDUHAN TAMARA BALIK LAGI AMA ARKA ATW ARKA PEGANG KASUS TAMARA AGAR BERCERAI DR RAMLI AGAR BS KEMBALI BERSAMA TAMARA..........ARKA OTAKNYA SEHAT...TAMARA KAYAKNYA GA TAU DIRI...
Fyrly
Benar Arka tegas tidak mau menjadi pengacara Tamara biar meminimalkan dampak buruk bagi rumah tangganya, sepertinya Tamara mau memanfaatkan perceraiannya untuk mendekati Arka lagi
Lee Mba Young
Bagus Arka kl bisa teges gk berhub dng masalalu. krn nnti kl sidang a lot mereka bertemu tiap Hari pa gk cinlok lagi 🤣 palagi pernh berhub 😄. inget rasa lah...
gina altira
Sudah bener Arka jgn mau terlibat dengan masa lalu. Ada kemuning dan Ziya yg harus kamu lindungi,
Zhang Wuyang (张五阳)
jadian dong pliss kalau gak jadian ku jodohin sama walid
🌸 Sunshine 🌸: Enggak pernah nonton, Kak. Tahu Walid karena rame aja di grup sama cuplikannya di tiktok.
total 3 replies
Eonnie Nurul
laki2 ya gitu harus tegas kalau masih bisa jangan berhubungan dengan mantan dan lebih tepat nya buanglah mantan pada tempatnya 🤪
Sri Supriatin
Semoga tercapai beli HP barunya Thor, sy bc marathon nich 🤭💪💪💪
Vie
sama2 pernah merasakan hati yang hancur dan sekarang sama2 saling menyembuhkan dengan kekuatan cinta mereka berdua.... luka tidak akan pernah bisa hilang sepenuhnya, selalu meninggalkan bekas walau itu hanya samar,, dan itu akan tersimpan sangan jauh dan dalam di hati yang terdalam, tapi tidak sepenuhnya bisa ditutupi......
Sri Supriatin
Sedih bcnya Thor, pengalaman anak itu diurus n dioerhatiiin lebih meresap dan berbakti drpd dicerewetin... Tapj tergantung juga sy g. Bisa bandingin Karena cuma dititipin satu anak laki2... Alhamdullilah putraku sampe skrng buat ibunya bersyukur 🙏🙏🙏
Ma Em
Tamara penyesalanmu sdh terlambat , semoga saja Arkatama tdk akan kembali lagi pada Tamara setelah mendengar bahwa Tamara menyesal .
Ita rahmawati
nah kalo kamu beneran menyadari kesalahanmu Tamara harusnya kamu menjauh dari arkatama yg udh bahagia bknnya malah mendekat mepet LG 🤦
sengaja kamu ya jgn2 ada udang di balik batu 🤣
Retno Harningsih
up
Sugiharti Rusli
karena baik Arka dan Kemuning sama" korban pengkhianatan mantan pasangan nya, semoga mereka bisa saling menguatkan yah dalam mengarungi rumah tangganya,,,
Sugiharti Rusli
yah semua memang berasal dari kebodohan dan sifat egois seseorang yang mencari kesenangan dengan orang lain,,,
Sugiharti Rusli
makanya konsen Arkatama dalam membela seorang istri yang dikhianati dan disakiti karena ibu dan dirinya sendiri jadi korban yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!