NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 10 — Upacara Uji Spiritual

Sembilan hari pun berlalu begitu saja.

Selama hari yang berlalu, ayahnya yang biasanya mengunjunginya setiap seminggu sekali tidak kemari, namun Qin Mu memakluminya dan tidak berpikir lebih jauh. Ia tahu, ayahnya adalah seorang kepala keluarga, dia pasti sibuk mengurusi banyak hal, apalagi dengan konflik internal yang sedang berlangsung secara halus.

Pada sembilan hari terakhir ini. Hiruk-pikuk kediaman Keluarga Qin mencapai puncaknya. Qin Mu berjalan melewati aula lapangan utama, tempat Qin Chen dan Qin Zhang berlatih teknik tingkat 2 untuk memamerkan taring mereka di depan para murid senior. Suasana kompetitif begitu kental hingga udara di lapangan utama terasa gerah.

Namun, Qin Mu sendiri menguap karena bosan.

Setiap pagi, ia kembali ke Pegunungan Tianlei. Kali ini ia tidak hanya memburu Serigala Taring Besi, tetapi juga Kera Lengan Batu, hewan buas tingkat 1 puncak yang memiliki pertahanan fisik luar biasa. Ia menggunakan batang Besi Hitam Meteor-nya untuk menguji setiap serangan teknik 10 langkah 3 Tebasan Penghancur Angin. Setiap ayunan kini tidak lagi hanya mengandalkan berat besi, melainkan presisi energi yang membelah titik vital lawan.

Malam harinya, Qin Mu mengunci diri dalam meditasi yang lebih dalam dari sebelumnya.

Berkat latihan brutal dengan beban 100 kg dan pertarungan hidup-mati di pegunungan melawan Kera Api Biru, hewan buas tingkat 1 puncak, hewan buas yang mengharuskannya mengeluarkan segenap kemampuannya, sirkulasi energi spiritual di dalam tubuhnya bergerak sepuluh kali lebih cepat dari orang biasa. Dantian yang ia bentuk beberapa hari lalu kini sudah berdenyut kencang, menampung energi spiritual yang semakin padat dan halus

Pada malam kedelapan, sebuah fenomena terjadi.

Saat ia memutar pusaran energi terakhir dalam meditasinya, energi spiritual kasar di dalam Dantiannya mulai memadat secara paksa. Warnanya yang semula putih keabu-abuan kini perlahan berubah menjadi perak bening yang berkilauan.

"Perasaan ini... Mungkinkah?!" batin Qin Mu. Keringat mengucur deras, membasahi jubahnya.

Ia merasa seolah-olah ada sebuah selaput tipis yang menghalangi energinya untuk meledak keluar. Inilah ambang batas menuju Ranah Spiritual Mendalam. Ranah di mana seorang kultivator tidak lagi hanya menyimpan energi kasar di dalam dantian, melainkan mulai memurnikannya menjadi kabut energi yang jauh lebih efisien untuk digunakan.

"Kalau begitu mau mu, satu dorongan kuat!"

Zzzzzzt!

Kilatan biru misterius yang dulu pernah muncul di kepalanya kembali berkedip sesaat, seolah memberikan dorongan katalis pada Dantiannya.

BUM!

Getaran halus merambat dari ulu hatinya ke seluruh saraf. Qin Mu merasa tubuhnya mendadak ringan, namun di saat yang sama, setiap pori-porinya mampu merasakan aliran udara di dalam ruangan kamarnya dengan sangat detail.

Ia membuka mata. Cahaya hitam-kebiruan berkilat di pupilnya selama beberapa detik sebelum meredup.

"Ranah Spiritual Mendalam... Tahap Awal."

Qin Mu mengepalkan tangannya. Kekuatan yang ia rasakan sekarang berkali-kali lipat lebih besar daripada saat ia masih di Tahap Kesempurnaan Pembentukan Fondasi. Ia merasa bisa menghancurkan batang kayu besar hanya dengan tangan kosong.

Ia menoleh ke arah kalender meja. Besok adalah harinya.

Qin Mu berdiri, menatap bayangannya di cermin dengan sorot mata dingin yang tak tergoyahkan.

Sembari mempersiapkan diri, pikirannya kembali melayang pada kotak hitam di bawah lantai. Namun ia menggeleng pelan. Ia tidak tahu apa yang ada didalamnya, ia juga tidak butuh bantuan misterius untuk Upacara Uji Spiritual besok. Kekuatannya sendiri sudah lebih dari cukup untuk membuat kehebohan di keluarga ini.

Keesokan Paginya, Hari Upacara Uji Spiritual.

Aula Lapangan Utama Keluarga Qin telah didekorasi dengan megah. Bendera-bendera Klan Qin berkibar tinggi. Di podium utama, Patriark Qin Feiyan duduk dengan wajah kaku, didampingi oleh para tetua yang masing-masing membawa agenda terselubung mereka. Tetua Keempat, Qin Chukai tampak duduk di belakang Qin Feiyan dengan wajah bahagia mengobrol bersama beberapa tetua yang mendukungnya.

Ratusan mata tertuju pada area pengujian, di mana sebuah Batu Kristal Pengukur Energi setinggi dua meter berdiri tegak di tengah lapangan.

"Upacara dimulai!" suara Tetua Kedua, Qin Chong, menggelegar penuh otoritas sebagai pembawa acara.

Qin Mu berjalan masuk ke lapangan dari arah pintu samping. Ia mengenakan jubah biru tua sederhana, tanpa senjata yang terlihat, karena besi meteornya ia sembunyikan di bawah jubah yang sedikit longgar.

Begitu ia muncul, suara bisik-bisik dan tawa merendahkan mulai terdengar dari bangku penonton.

"Lihat, bukankah si sampah akhirnya muncul juga."

"Berani sekali dia datang. Apa dia mau pamer betapa kuatnya dia memukul samsak pasir?"

Qin Mu tidak menoleh. Matanya hanya tertuju pada satu titik: tempat dimana ayahnya duduk. Di sana, ia melihat Qin Feiyan menatapnya dengan mata berkilau penuh kepercayaan diri. Dan di belakangnya, berdiri para tetua yang sedang membicarakan pencapaian putra tetua keempat yang diterima di Akademi Tiandi, membandingkannya dengan putra patriark secara terang-terangan.

"Tetua Chukai, sangat hebat sekali putra anda diterima oleh Akademi Tiandi yang sangat bergengsi di ibukota Provinsi Nanlai." ujar Tetua Ketujuh, Qin Weimeng.

"Betul, setahu kami Akademi Nanlai sangat menjunjung Bakat dan Jenius muda. Yang aku tahu, murid luar mereka saja telah meraih Ranah Spiritual Mendalam di usia 16 tahun." lanjut Tetua Kesembilan, Qin Mei.

"Sangat berbeda sekali dengan putra patriark kita, sudah setahun masih berada di Tahap Pertama Pembentukan Fondasi, benar-benar pemborosan sumber daya untuk diberikan kepada anak tidak berbakat sepertinya." ujar Tetua Ketiga, Qin Tong dengan senyum melingkar di bibirnya.

"Haha Tetua Tong, bukankah putra anda salah satu jenius muda keluarga kita," lanjut Qin Daoyi, Tetua Kedelapan.

"Ahaha, betul-betul itu, Tetua Dao. Chen'er telah meraih... Ah, tidak perlu. Kalian nanti akan mengetahuinya sendiri." balas Tetua Ketiga, Qin Tong.

Namun, Qin Feiyan tidak menegur mereka, karena ia percaya putranya lebih hebat dari anak manapun di dunia ini.

Tetua yang berdiam diri terlihat memendam sebuah perasaan, mengapa patriark tidak memarahi mereka? Apakah dia takut dengan tetua keempat yang telah meraih ranah kultivasi lebih tinggi darinya?

Dan di barisan murid jenius, Qin Lian berdiri dengan tusuk konde bulan sabit pemberiannya, melihatnya menggunakannya, membuat perasaan Qin Mu menjadi lebih baik.

1
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!